Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH SUSTAINABILITY REPORTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN Syaiful Anas; Syaiful Bahri; Nur Ainiyah
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 3 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/joieaf.v3i1.4452

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh sustainability reporting, corporate social responsibility (CSR), dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama kurun waktu 2022–2025. Penentuan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 22 perusahaan dari total 83 perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian. Dengan periode pengamatan selama empat tahun, jumlah data observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 88. Data sekunder berupa laporan keuangan dan keberlanjutan diunduh dari situs resmi BEI. Variabel sustainability reporting dan CSR diukur dengan indeks GRI, ukuran perusahaan dengan logaritma natural total aset, dan nilai perusahaan menggunakan Price Book Value (PBV). Analisis data dilaksanakan menggunakan metode regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa sustainability reporting memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Sebaliknya, CSR dan ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikanHasil uji kelayakan model menunjukkan nilai F sebesar [isi F-count] dengan signifikansi 0,001 (p < 0,05) serta nilai Adjusted R² sebesar 0,148, yang mengindikasikan model regresi layak digunakan dan mampu menjelaskan variasi nilai perusahaan sebesar 14,8% Temuan ini mengindikasikan pasar merespons positif pengungkapan keberlanjutan yang luas sebagai sinyal baik, namun menilai negatif pengeluaran CSR dan skala aset yang besar karena dianggap menambah beban biaya serta kompleksitas operasional.