Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

EFEKTIVITAS KOMPRES DAUN BRASSICA OLERACEA VAR. CAPITATA TERHADAP MASTALGIA SIKLIK PADA WANITA DENGAN PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) Riski Akbarani; Indah Mauludiyah; Miftakhul Mahfirah Ermadona; Eva Inayatul Faiza
Menara Medika Vol 9, No 1 (2026): VOL 9 No 1 SEPTEMBER 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v9i1.7711

Abstract

Pendahuluan: Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik dan emosional yang muncul pada fase luteal siklus menstruasi. Salah satu keluhan fisik yang paling sering dialami adalah mastalgia siklik, yaitu nyeri payudara yang muncul secara periodik menjelang menstruasi. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup perempuan. Pendekatan non-farmakologis berbasis bahan alami seperti kompres daun kol (Brassica oleracea var. capitata) dinilai sebagai alternatif aman dan mudah diterapkan untuk mengurangi nyeri tersebut. Tujuan: menilai efektivitas kompres daun kol terhadap penurunan intensitas mastalgia siklik pada wanita dengan PMS. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest control group. Sampel terdiri dari 32 wanita usia 18–35 tahun yang mengalami PMS disertai mastalgia siklik, dibagi menjadi dua kelompok: kelompok eksperimen yang diberikan kompres daun kol selama tiga hari, dan kelompok kontrol tanpa intervensi. Skor nyeri diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney. Hasil: Terdapat penurunan signifikan skor nyeri pada kelompok eksperimen (p = 0,001), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan bermakna (p = 0,317). Diskusi: Efektivitas kompres daun kol disebabkan oleh kandungan senyawa anti-inflamasi dan analgesik alami, seperti flavonoid dan sinigrin, yang dapat mengurangi proses inflamasi dan nyeri pada jaringan payudara. Kompres daun kol terbukti efektif dalam menurunkan intensitas mastalgia siklik pada wanita dengan PMS, dan dapat dijadikan terapi non-farmakologis alternatif yang aman dan praktis.
Implementasi Penyuluhan Faktor Risiko dan Deteksi Dini Kanker Serviks Berbasis Cervicheck sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran dan Cakupan Skrining Pada Wanita Usia Subur di Desa Slamet Kecamatan Tumpang Indah Mauludiyah; Miftakhul Mahfirah Ermadona; Eva Inayatul Faiza; Riski Akbarani; Edi Murwani; Nanik Susanti; Lilik Winarsih; Dian Hanifah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.27613

Abstract

ABSTRAK Kanker serviks masih menjadi penyebab utama kematian akibat kanker pada perempuan di Indonesia, dengan cakupan deteksi dini yang masih rendah, terutama di wilayah pedesaan seperti Desa Slamet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan partisipasi wanita usia subur (WUS) dalam deteksi dini kanker serviks melalui penyuluhan faktor risiko dan pendampingan skrining mandiri berbasis aplikasi CerviCheck. Kegiatan dilaksanakan pada 55 WUS di Desa Slamet melalui penyuluhan interaktif, pendampingan pengisian skrining mandiri pada aplikasi CerviCheck (cervicheck.my.id), serta motivasi rujukan pemeriksaan IVA/Pap Smear, dengan evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Partisipasi deteksi risiko mandiri melalui CerviCheck meningkat dari 40,0% menjadi 100,0%, dengan 30,9% peserta teridentifikasi berisiko sedang. Cakupan skrining IVA/Pap Smear meningkat dari 21,8% menjadi 49,1%, mengidentifikasi 14,5% kasus IVA radang dan 1,8% erosi serviks. Rata-rata skor pengetahuan meningkat signifikan dari 63,6% (pre-test) menjadi 95,5% (post-test), dengan 96,4% peserta mencapai target skor ≥80% pada post-test; peningkatan terbesar terjadi pada pemahaman risiko KB hormonal jangka panjang (+47,3 poin) dan keamanan takaran konsumsi herbal (+49,1 poin), sementara status imunisasi HPV tidak berubah (tetap 94,5% belum lengkap). Penyuluhan faktor risiko dan pendampingan CerviCheck efektif meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan cakupan skrining kanker serviks hingga melampaui target luaran, tetapi diperlukan penguatan berkelanjutan pada aspek aksesibilitas imunisasi HPV yang belum tersentuh oleh penyuluhan. Kata Kunci: Kanker Serviks, Cervicheck, Deteksi Dini, Penyuluhan, Skrining IVA  ABSTRACT Cervical cancer remains a leading cause of cancer death among women in Indonesia, with early detection coverage remaining low, particularly in rural areas such as Slamet Village, Tumpang, Malang Regency. To increase awareness, knowledge, and participation of women of reproductive age (WRA) in early detection of cervical cancer through risk-factor counselling and assisted self-screening using the CerviCheck application. The activity involved 55 WRA in Slamet Village through interactive counselling, assisted self-screening via the CerviCheck application (cervicheck.my.id), and referral motivation for IVA/Pap Smear examination, evaluated using pre-test and post-test questionnaires. Self-screening participation through CerviCheck increased from 40.0% to 100.0%, with 30.9% of participants identified as moderate risk. IVA/Pap Smear screening coverage increased from 21.8% to 49.1%, identifying 14.5% cervicitis and 1.8% cervical erosion. Mean knowledge scores rose markedly from 63.6% (pre-test) to 95.5% (post-test), with 96.4% of participants reaching the ≥80% target score post-test; the largest gains were in understanding long-term hormonal contraceptive risk (+47.3 points) and safe herbal dosing (+49.1 points), while HPV immunization status remained unchanged (94.5% still incomplete). Risk-factor counselling combined with CerviCheck-assisted screening effectively increased knowledge, awareness, and screening coverage for cervical cancer beyond the targeted outcome, although continued reinforcement is needed regarding HPV immunization accessibility, which counselling alone could not address. Keywords: Cervical Cancer, Cervicheck, Early Detection, Counselling, IVA Screening