Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Faktor Penentu Tingkat Kompetensi Literasi Digital Pada Mahasiswa (Studi kasus Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar) Himayah, Himayah; Almah, Hildawati
PILAR Vol 16, No 1 (2025): JURNAL PILAR, JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kompetensi literasi digital pada mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar. Literasi digital merupakan kemampuan untuk mengakses, memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi yang diperoleh melalui teknologi digital. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei, yang melibatkan 106 responden mahasiswa dari berbagai program studi di Fakultas Adab dan Humaniora. Data diperoleh melalui kuesioner yang mencakup pertanyaan mengenai akses internet dan teknologi, kemampuan teknologi, serta dukungan akademik dalam penggunaan teknologi untuk pembelajaran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor akses internet dan teknologi menjadi salah satu faktor penentu utama kompetensi literasi digital, di mana sebagian besar mahasiswa memiliki akses internet yang stabil dan perangkat yang memadai. Selain itu, faktor kemampuan teknologi juga berperan penting, dengan sebagian besar mahasiswa merasa mudah mempelajari aplikasi atau teknologi baru yang mendukung pembelajaran mereka. Dukungan akademik, khususnya bimbingan dosen terkait penggunaan teknologi, juga mempengaruhi tingkat literasi digital mahasiswa, meskipun masih terdapat beberapa mahasiswa yang merasa kurang mendapatkan bimbingan yang cukup dalam hal ini.Berdasarkan temuan tersebut, disarankan untuk meningkatkan akses teknologi di kalangan mahasiswa melalui penyediaan perangkat dan koneksi internet yang lebih merata, serta memberikan pelatihan keterampilan digital yang lebih intensif. Selain itu, perlu adanya peningkatan bimbingan dosen terkait penggunaan teknologi dalam pembelajaran agar mahasiswa dapat memanfaatkan teknologi secara maksimal. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi pengembangan kebijakan dan program yang mendukung peningkatan kompetensi literasi digital di lingkungan pendidikan tinggi. Kata kunci: Literasi digital, mahasiswa, akses teknologi, kemampuan teknologi, dukungan akademik, Fakultas Adab dan Humaniora
Faktor Penentu Tingkat Kompetensi Literasi Digital Pada Mahasiswa (Studi kasus Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar) Himayah, Himayah; Almah, Hildawati
PILAR Vol. 16 No. 1 (2025): JURNAL PILAR, JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/te25k483

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kompetensi literasi digital pada mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar. Literasi digital merupakan kemampuan untuk mengakses, memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi yang diperoleh melalui teknologi digital. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei, yang melibatkan 106 responden mahasiswa dari berbagai program studi di Fakultas Adab dan Humaniora. Data diperoleh melalui kuesioner yang mencakup pertanyaan mengenai akses internet dan teknologi, kemampuan teknologi, serta dukungan akademik dalam penggunaan teknologi untuk pembelajaran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor akses internet dan teknologi menjadi salah satu faktor penentu utama kompetensi literasi digital, di mana sebagian besar mahasiswa memiliki akses internet yang stabil dan perangkat yang memadai. Selain itu, faktor kemampuan teknologi juga berperan penting, dengan sebagian besar mahasiswa merasa mudah mempelajari aplikasi atau teknologi baru yang mendukung pembelajaran mereka. Dukungan akademik, khususnya bimbingan dosen terkait penggunaan teknologi, juga mempengaruhi tingkat literasi digital mahasiswa, meskipun masih terdapat beberapa mahasiswa yang merasa kurang mendapatkan bimbingan yang cukup dalam hal ini.Berdasarkan temuan tersebut, disarankan untuk meningkatkan akses teknologi di kalangan mahasiswa melalui penyediaan perangkat dan koneksi internet yang lebih merata, serta memberikan pelatihan keterampilan digital yang lebih intensif. Selain itu, perlu adanya peningkatan bimbingan dosen terkait penggunaan teknologi dalam pembelajaran agar mahasiswa dapat memanfaatkan teknologi secara maksimal. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga bagi pengembangan kebijakan dan program yang mendukung peningkatan kompetensi literasi digital di lingkungan pendidikan tinggi. Kata kunci: Literasi digital, mahasiswa, akses teknologi, kemampuan teknologi, dukungan akademik, Fakultas Adab dan Humaniora
Pemetaan Penggunaan Skema Klasifikasi Dewey di Perpustakaan Perguruan Tinggi Sulawesi Selatan Pattah, Sitti Husaebah; Almah, Hildawati; Taufiq, Raihan
Librarianship in Muslim Societies Vol. 3 No. 2 (2024): Librarianship in Muslim Societies
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/lims.v3i2.42043

Abstract

Classifying library materials is vital for efficient storage, retrieval, and user access to necessary resources. This study aims to map the use of classification schemes in South Sulawesi University libraries and the reasons for choosing to use classification schemes in grouping their collections. This study uses a descriptive qualitative approach by interviewing 49 university librarians in South Sulawesi. The results of the study show that DDC is the most widely used classification scheme by libraries in grouping library materials. The research results indicate that DDC is the most widely used classification scheme by libraries for grouping library materials, with 44 higher education libraries in Sulawesi. The breakdown shows that e-DDC has the highest usage at 57%, followed by the original English DDC at 23%, and the least used is the Indonesian translated compact DDC published by the National Library of the Republic of Indonesia at 10%. Two out of 49 libraries use the LCC and UDC classification schemes. There are still three libraries that need to use the classification scheme but use color codes, KDT, and classification textbooks. The reason for choosing the use of a classification scheme is that the notation is detailed, standardized, and easy to use (original DDC). Another reason is that it is easy to use because it is Indonesian, user-friendly, fast, and efficient, with a search menu and automated system (e-DDC). Furthermore, the reason for the need for more use of the original DDC is that this scheme is English and expensive.
OPTIMALISASI PENGELOLAAN DATA KOLEKSI MELALUI PENATAAN ULANG DATABASE PADA SISTEM SLiMS Putri, Ainun Amaliah; Bintang, Qurniah; Fatimah, Andi Husnul; Nurfadhila, Nurfadhila; Sohrah, Sohrah; Pertiwi, Fitrah; Citra, Anira; Putra, Adjie Yunus Eka; Almah, Hildawati; Umar, Touku; Abidin, Saenal
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 06 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan MACCA SMA Negeri 17 Makassar menghadapi tantangan pengelolaan ribuan item koleksi akibat database SLiMS yang tidak terorganisir, berisi duplikasi dn kesalahan input dari aktivitas PKL sebelumnya. Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang di laksanakan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar selam 1 Agustus – 11 September 2025 bertujuan mengoptialkan pengelolaan data koleksi melalui penataan ulang database SLiMS. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung terhadap sistem SLiMS, wawancara dengan pustakawan, serta analisis data menggunakan phpMyAdmin untuk mengukur performa sebelum dan sesudah penataan ulang, Hasil menunjukkan perbaikan signifikan dalam struktur database, penghapusan duplikasi, peningkatan akurasi pencarian koleksi, serta efisiensi layanan peminjaman dan pengembalian. Penataan ulang ini mendukung sistem layanan terbuka (open access) dan meningkatkan aksesibilitas informasi bagi siswa dan guru. Kegiatan ini memperkaya pemahaman mahasiswa tentang penerapan teknologi informasi dalam pengelolaan perpustakaan sekolah.
PENGALAMAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN DALAM PENGINPUTAN TUGAS AKHIR DAN LAPORAN MAHASISWA MELALUI APLIKASI INLISlite DI PERPUSTAKAAN POLITEKNIK ATI MAKASSAR Sunarwati, Siti; Amelia, Amelia; Maulana, Adryan; Almah, Hildawati; Umar, Touku; Abidin, Saenal
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 06 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Perpustakaan Politeknik ATI Makassar, dengan fokus utama pada kegiatan penginputan data laporan dan tugas akhir mahasiswa program Diploma III (D3) melalui aplikasi INLISlite. Aplikasi ini digunakan sebagai sistem otomasi Perpustakaan yang berfungsi untuk mempermudah proses pengolahan data koleksi, termasuk tugas akhir dan laporan mahasiswa agar dapat diakses dengan mudah oleh pemustaka. Selain kegiatan utama tersebut, Mahasiswa PKL juga terlibat dalam berbagai aktivitas lain di Perpustakaan seperti katalogisasi bahan pustaka, penyiangan koleksi, penataan buku di rak (shelving), serta membantu proses peminjaman dan pengembalian buku mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan koleksi, pelayanan sirkulasi, serta penerapan teknologi informasi di bidang Perpustakaan. Pelaksanaan PKL ini memberikan manfaat besar bagi mahasiswa, yaitu menambah wawasan, meningkatkan kedisiplinan, dan melatih tanggung jawab dalam melaksanakan tugas secara profesional. Selain itu, kegiatan ini juga membantu pihak Perpustakaan dalam mempercepat proses penginputan koleksi laporan dan tugas akhir mahasiswa. Dengan demikian, kegiatan PKL di Perpustakaan Politeknik ATI Makassar melalui penggunaan aplikasi INLISlite menjadi pengalaman berharga dalam mengasah kompetensi mahasiswa di bidang Perpustakaan dan informasi.
Model Pengembangan Koleksi pada Perpustakaan Masjid untuk Meningkatkan Literasi Keislaman Masyarakat Hildawati Almah; Himayah
PILAR Vol. 17 No. 1 (2026): JURNAL PILAR, JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/4aax9b28

Abstract

Perpustakaan masjid memiliki peran strategis sebagai pusat pembelajaran, dakwah, dan pengembangan literasi keislaman masyarakat. Namun, pengelolaan koleksi di banyak perpustakaan masjid masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kebijakan pengembangan koleksi, dominasi koleksi hasil donasi yang kurang sesuai dengan kebutuhan jamaah, minimnya pemanfaatan teknologi informasi, serta belum adanya model pengembangan koleksi yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model pengembangan koleksi pada perpustakaan masjid yang mampu mendukung peningkatan literasi keislaman masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain eksploratori, melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada pengelola perpustakaan dan jamaah pada beberapa perpustakaan masjid. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan koleksi perpustakaan masjid masih berorientasi pada pengadaan koleksi tanpa didukung kebijakan tertulis, analisis kebutuhan informasi, maupun evaluasi koleksi secara berkala. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menghasilkan model pengembangan koleksi yang meliputi enam tahapan utama, yaitu analisis kebutuhan literasi masyarakat, penyusunan kebijakan pengembangan koleksi, seleksi dan pengadaan koleksi, pengembangan koleksi digital, optimalisasi pemanfaatan koleksi melalui program literasi, serta evaluasi berkelanjutan. Model ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengelola perpustakaan masjid dalam membangun koleksi yang relevan, mutakhir, dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kualitas literasi keislaman masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual terhadap pengembangan ilmu perpustakaan sekaligus menawarkan model praktis yang dapat diadaptasi oleh perpustakaan masjid di berbagai daerah.