Isrun Isrun
Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu

Published : 53 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN PEKARANGAN DAN LAHAN CAMPURAN DI KELURAHAN BIROBULI SELATAN KOTA PALU Andi Paelori; Isrun Isrun; Sri Wahidah Prahastuti
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Birobuli Selatan salah satu kelurahan yang berada di kecamatan Palu Selatan dengan kondisi permukaan dataran, sebagian wilayah didominasi oleh banyaknya penduduk yang memiliki perkerjaan yang berbeda beda di Kota Palu, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa sifat kimia tanah pada lahan pekarangan dan lahan campuran di Kelurahan Birobuli Selatan. Analisis beberapa sifat kimia tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu. Penelitian Ini dilakukan dengan menggunakan metode survey, penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (Purpossive sampling), berdasarkan pertimbangan aksebilitas/keterjangkauan. Penentuan titik-titik pengambilan contoh tanah dilakukan secara taktis. Analisis data yang dilakukan dengan metode deskriptif yaitu menjelaskan suatu keadaan yang ada dilapanagan berdasarkan karakteristik tanah pada masing-masing penggunaan lahan. Hasil penelitian sifat kimia pada lahan pekarangan memiliki pH antara 8,41 hingga 8,09 dengan kriteria agak alkalis, C-Organik 2,66% hingga 1,76% dengan kriteria sedang dan rendah, N-Total 0,20% hingga 0,04% dengan kriteria sangat rendah, P-Total 57,29% hingga 52,86% dengan kriteria sangat tinggi dan tinggi, K-Total 73,49% hingga 48,47% dengan kriteria sangat tinggi dan tinggi. Sedangkan pada lahan campuran memiliki nilai pH antara 8,39 hingga 7,51 dengan kriteria agak alkalis, C-Organik 3,18% hingga 1,49% dengan kriteria tinggi dan rendah, N-Total 0,20% hingga 0,08% dengan kriteria rendah dan sangat rendah, P-Total 64,03% hingga 51,51% dengan kriteria sangat tinggi dan tinggi, K-Total 70,97% hingga 42,77% dengan kriteria sangat tinggi dan tinggi.
KANDUNGAN LOGAM BERAT MERKURI (Hg) PADA TANAH SEKITAR AREA PENGOLAHAN EMAS DI LAGARUTU KOTA PALU Muh Rahmat Fadillah; Isrun Isrun; Sri Wahidah Prahastuti
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 4 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v11i4.1794

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kandungan merkuri yang terkandung di permukaan tanah sekitar area pengolahan emas di Lagarutu Kota Palu. penelitian lapangan dan pengambilan sampel bertempat di pengolahan emas di Lagarutu Keluharan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu. Sedangkan sampel tanah dianalisis di Laboratorium Unit Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2021 sampai Oktober 2021. Pengambilan sampel dilapangan dilakukan dengan metode survey, dan titik pengambilan sampelnya ditentukan secara sengaja (Purposive Sampling). Adapun tahapan tersebut, Tahap Persiapan, Tahap Survey Pendahuluan, Survey Utama, Pengambilan Sampel Tanah dan Analisis Laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Area Pengolahan Emas Di Lagarutu, Memiliki Kandungan Logam Berat yaitu (0,0068-0,0305 ppm) dengan kriteria Normal. C- Organik memiliki nilai (2,32-2,91%) dengan kriteria sedang. pH memiliki nilai (6,26-6,93) dengan kriteria Agak masam dan Netral. Permeabilitas memiliki nilai (0,99-10,02 cm/jam) dengan kriteria Sangat Lambat,Agak Lambat, Sedang dan Cepat.
ANALISIS BEBERAPA SIFAT FISIK DAN KIMIA TANAH DI LAHAN TRANSMIGRASI PADA DAERAH TRANS SIDERA KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI Moh. Dudhayef; Isrun Baso; Yosep Soge Pata’dungan
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 5 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v11i5.1838

Abstract

Berdasarkan data dari hasil penelitian maka dapat di peroleh kesimpulan sebagai berikut : Sifat fisik dan kimia tanah pada penggunaan lahan sawah dengan pH rata-rata 5,93. Permeabilitas rata–rata 6,74 cm/jam. Porositas rata–rata 36,60. Bulk density rata–rata 1,51. N-total rata–rata 0,20%. P-total rata–rata 35,29 ppm. KTK rata–rata 20,70 mg/100 g. C-organik rata–rata 0,98%. K-total rata–rata 31,76%. Sifat fisk dan kimia tanah pada penggunaan lahan kelapa dengan pH rata–rata 6,63. Permeabilitas rata–rata 3,53 cm/jam. Porositas rata–rata 32,59%. Bulk density rata–rata 1,66. N-total rata–rata 0,07%. P-total rata–rata 28,65 ppm. KTK rata–rata 28,24 mg/100 g. C-organik rata–rata 1,48%. K-total rata–rata 30,21%. Sifat fisik dan kimia tanah pada penggunaan lahan Kakao PH rata–rata 6,28. Permeabilitas rata–rata 6,81 cm/jam. Porositas rata–rata 45,68%. Bulk density rata–rata 1,48. N-total rata–rata 0,18%. P-total rata–rata 26,95 ppm. KTK rata–rata 19,51mg/100 g. C-organik rata–rata 1,8%. K-total rata–rata 33,88%.
Serapan Fosfor Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturth) Akibat Pemberian Pupuk Kandang Ayam Dan Pupuk Sp-36 Pada Entisols Sidera Syarifudin Syarifudin; Yosep Soge Pata’dungan; Isrun Isrun
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 27 No 1 (2020): April
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat serapan fosfor tanaman jagung manis (Zea Mays Saccarata Sturth) akibat pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk SP-36 pada Entisols Sidera, mengetahui interaksi pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk SP-36 terhadap serapan fosfor dan hasil jagung manis (Zea mays saccharataSturth) serta dosis optimum pupuk kandang ayam dan pupuk SP-36 dengan hasil maksimum jagung manis (Zea mays saccharata Sturth) akibat pemberian taraf dosis yang semakin meningkat. Penelitian ini dilakukan di Desa Sidera, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Propinsi Sulawesi Tengahpada bulan Juli sampai dengan Oktober 2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang didesain dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama pupuk kandang ayam terdiri dari 4 taraf : P0 (0 ton ha-1 atau tanpa pupuk kandang ayam 0 kg petak -1), P1 (10 ton/ha pupuk kandang ayam setara dengan 5 kg petak-1), P2 (25 ton ha-1 pupuk kandang ayam setara dengan 12,5 kg petak-1) dan P3 40 ton ha-1 pupuk kandang ayam setara dengan 20 kg petak-1) sedangkan faktor kedua pupuk SP-36 terdiri dari 4 taraf : S0 (0 kg ha-1 atau tanpa pupuk SP-36), S1 (100 kg ha-1 atau 50 g P petak-1), S2 (200 kg ha-1 atau 100 g P petak-1) dan S3 (300 kg ha-1 atau 150 g P petak-1). Dari hasil penelitian menunjukan bahwa dengan pemberian pupuk kandang ayam dosis 40 ton ha-1dan pupuk SP-36 pada dosis 300 kg ha-1 teruji nyata dapat meningkatkan pH H2O tanah tertinggi 6,38, P total 52,53 mg 100 g-1, P tersedia 28,87 ppm, bobot kering tanaman 714 g tanaman-1, serapan fosfor 0,68 g tanaman-1 dan bobot tongkol tanpa klobot 6,45 ton ha-1.
KARAKTERISTIK BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq) DI DESA LARIANG KECAMATAN TIKKE RAYA KABUPATEN PASANGKAYU Sadillo, Ahmad; Isrun, Isrun; Prahastuti, Sri Wahida
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 1 (2024): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i1.2031

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Karakteristik sifat kimia tanah pada lahan perkebunan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Desa Lariang Kecamatan Tikke Raya Kabupaten Pasangkayu.penelitian ini dilaksanakan di Desa Lariang Kecamatan Tikke Raya Kabupaten Pasangkayu, dan analisis tanah dilakukan di Laboraturium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako Palu. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juli sampai Agustus 2019. Parameter pengamatan yang terdiri dari 4 variabel, yaitu C-organik, P2O5 (mg.100gr-1), K2O (mg.100gr-1), KTK (cmol(+)kg-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan C-organik dalam tanah, pada ke lima Blok sampel di peroleh hasil dengan kriteria sedang dengan nilai kisaran 2.25%-2.98%. kandungan P2O5 (mg.100gr-1) dalam tanah,. Dengan hasil menunjukkan bahwa pada ke lima kode sampel di peroleh hasil dengan kriteria sedang dengan nilai kisaran 25.67%-39.45%. K2O (mg.100gr-1). dalam tanah, menunjukkan bahwa pada Blok 1 memiliki kriteria rendah dengan nilai 18.24%, selanjutnya ke empat blok secara berurut memiliki kriteria sedang dengan nilai kisaran 21.85%-23.95%. KTK (cmol(+)kg-1). dalam tanah, menunjukkan bahwa pada Ke lima Blok Sampel memiliki kriteria sedang dengan nilai 18.6%- 23.13%.
IDENTIFIKASI BEBERAPA LOGAM BERAT TANAH DI PESISIR TELUK PALU TERDAMPAK TSUNAMI Muhamad, Fitra; Isrun, Isrun; Ramlan, Ramlan
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 3 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i3.2135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui jenis dan kadar logam berat tanah yang terdapat di sekitar area terdampak tsunami di Kelurahan Tondo. Analisis sifat kima tanah dilakukan di Laboratorium Sumber Daya Lahan dan Lingkungan Fakultas Pertanian Universias Tadulako, Palu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive sampling. Pengambilann sampel tanah dilakukan pada titik koordinat di enam tempat yang terdampak tsunami. Pengambilan sampel tanah tidak utuh menggunakan sekop dengan kedalaman (15-20 cm). Uji logam berat dilakukan dengan menggunakan alat XRF (X-Ray Fluorescence). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat logam berat Titanium (Ti) dengan konsentrasi tertinggi yaitu 0,278% dan terendah 0,200% , Kromium (Cr) dengan konsentrasi tertinggi yaitu 0,018% dan terendah 0,010% , dan Vanadium (V) dengan konsentrasi tertinggi yaitu 0,022% dan terendah 0,014%. Ini menunjukkan kandungan unsur logam berat titanium dan kromium sudah termasuk dalam kategori tercemar karena konsentrasi logam berat yang terkandung dalam tanah sudah melebihi ambang batas yang telah ditetapkan. Sedangkan unsur logam vanadium masih tergolong dalam kriteria rendah dari ambang batas kritis logam berat..
STATUS KESUBURAN TANAH PADA PENGUNAAN LAHAN BERBEDA DI DESA JONOKALORA PARIGI BARAT Astuti, Puji; Isrun, Isrun; Djalalembah, Rully Akbar Pribadi
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 5 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i5.2329

Abstract

Tanah sebagai media pertumbuhan tanaman berfungsi pula sebagai pemasok unsur hara, dan tanah secara alami memiliki tingkat ketahanan yang sangat beragam sebagai media tumbuh tanaman. Tujuan dari penelitian ini dilakukan yaitu untuk menentukan status kesuburan tanah pada pengunaan lahan berbeda di Desa Jonokalora Parigi Barat. Sedangkan manfaat dari penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan mengenai sifat kimia tanah penggunaan lahan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2019 sampai Januari 2020 , bertempat di Desa Jonokalora Kecamatan Parigi Barat. Analisis sifat kimia tanah dilakukan di Laboratorium Sumber Daya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah alat tulis, kertas label, plastik, parang, Global Position System (GPS), kamera digital dan karet gelang. Bahan yang digunakan adalah sampel tanah tidak utuh yang diambil dari masing-masing penggunaan lahan serta zat kimia yang merupakan bahan pendukung dari analisis tanah. Penelitian ini dilakukan dengan 4 (empat) tahap yaitu persiapan, kegiatan lapangan, analisis laboratorium, pengolahan data, pembuatan peta, serta penyusunan laporan. Parameter Amatan. Pada Pengamatan mempunyai 5 parameter diantaranya sifat kimia yaitu C-organik, P2O5, K2O, KTK dan KB Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sifat kimia tanah pada pengunaan lahan yang berbeda di desa Jonokalora semua parameter tergolong rendah sehingga tingkat kesuburan tanahnya juga termaksud rendah.
IDENTIFIKASI LOGAM BERAT PADA AREA PERTAMBANGAN EMAS DI KECAMATAN BOLANO LAMBUNU Saputra, Wandi; Isrun, Isrun; Akbar, Rully; Prahastuti, Sri Wahidah
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i1.2450

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk untuk mengetahui kadar ketersediaan kandungan logam berat dalam tanah di area pertambangan emas dan perkebunan di Kecamatan Bolano Lambunu. Penelitian dilaksanakan di Area Pertambangan Emas dan Perkebunan di Kecamatan Bolano Lambunu Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah pada bulan Oktober 2022 - bulan November 2022. Penelitian ini menggunakan metode survei lapangan. Metode yang digunakan untuk menganalisis kandungan logam yaitu dengan metode X-Ray Fluorescence (XRF). Analisis sampel tanah yang dilakukan di laboratorium meliputi beberapa parameter yaitu :Kadar Logam Berat Al2O3 (Aluminium), Ti (Titanium), Cr (Kromium), Pb (Timbal) dan Hg (Merkuri). Pengukuran kadar logam berat Al2O3, Ti, Cr dan Pb tanah, selanjutnya dianalisis menggunakan alat Bruker S1 TITAN (X-Ray Fluorescence/XRF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada lokasi pertambangan emas di Kec. Bolano Lambunu kandungan Al2O3 (Aluminum) rata-rata terbilang tinggi daripada logam berat lainnya. Sementara pada unsur Ti (Titanium) semua sampel pada lokasi pertambangan terbilang kriteria tinggi dari nilai ambang batas logam berat. Unsur logam Cr (Kromium) tertinggi terdapat pada sampel 1 lahan pertambangan yaitu 0,010 ppm. Pada lokasi perkebunan pada area pertambangan emas kandungan Al2O3 (Aluminum) rata-rata masih terbilang tinggi daripada logam berat lainnya.
PENILAIAN STATUS KESUBURAN TANAH PADA LAHAN PERKEBUNAN CENGKEH (Eugenia aromaticum L) DI DESA POSONA KECAMATAN KASIMBAR KABUPATEN PARIGI MAUTONG Nurjannah, Nurjannah; Isrun, Isrun; Sartika, Dwi
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i2.2490

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kesuburan tanah pada lahan perkebunan cengkeh di Desa Posona, Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parigi Moutong, untuk Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Unit Ilmu Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey secara langsung dimana peneliti meninjau secara langsung kondisi lahan yang akan dijadikan sebagai lokasi titik pengambilan sampel tanah. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada dua lokasi, dalam satu lokasi sampel tanah di ambil sebanyak empat titik, sehingga menjadi empat sampel tanah perlokasi. Dengan demikian terdapat delapan sampel pada dua lokasi penelitian. Analisis data yang dilakukan dengan metode desktiptif yaitu menjelaskan suatu keadaan yang ada dilapangan berdasarkan status kesuburan tanah pada lokasi penelitian Hasil penelitian menunjukkan derajat kemasaman (pH) tanah menunjukkan masam. Nilai C-Organik menunjukkan bahwa C-Organik tergolong berada pada kriteria rendah sampai dengan sangat rendah, dengan nilai berkisar 0,07 – 1,46. Nilai Fosfor (P-Total) tergolong pada kriteria rendah sampai dengan sangat rendah dengan nilai antara 1,54-14,86. Nilai Kejenuhan Basa (KB) tergolong pada kriteria tinggi dengan nilai berkisar antara 46,05 – 39,79. Nilai Kapasitas Tukar kation (KTK) tergolong pada kriteria rendah dengan nilai berkisar antara 10,95- 14,78. Dari hasil analisis sifat kimia tanah di atas dapat disimpulkan bahwa secara umum atau tingkat kesuburan tanah di lokasi penelitian dalam keadaan rendah.
Kajian Konsentrasi Logam Merkuri (Hg) Pada Tanah Dan Serapan Tanaman Pangan Di Sekitar Kelurahan Poboya Caco, Caco; Darman, Saiful; Isrun, Isrun
Mitra Sains Vol 9 No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ms26866579.2021.v9.i2.pp91-102

Abstract

Food crops are agricultural products consumed to support our daily lives. Food plants are also a source of vitamins and minerals needed by our bodies and directly play a role in improving health. Therefore, the hygiene and safety of the food we consume is very important, not to cause health problems. Soil is an importantfactor in agriculture, as a medium to grow plants and is also a part of the cycle of heavy metals. The gold mining business is often seen as the cause of environmental damage and pollution. This research was conducted at food and secondary crops farms around Poboya, where soil and plant analysis was carried out at the Laboratory of Natural Resources and Environment, Faculty of Agriculture, Tadulako University, Palu. The research was conducted from September to November 2020. The method used was survey with field observations and laboratory analysis, gradually done through pre-survey, main survey (sampling) and laboratory analysis with tactical sampling. The results showed that mercury (Hg) concentration in the sample point 1 was 0.48 - 0.52 ppm, sample point 2 was 0.62 - 0.63 ppm, sample point 3 was 0.30 - 0.35 ppm and sample point 4 is 0.25 - 0.26 ppm. While the concentration of mercury (Hg) in food crops, namely: sample point 1 is 0.31 - 0.33 ppm, sample point 2 is 0.45 - 0.48 ppm, sample point 3 is between 0.20 - 0.24 ppm and sample point 4 around 0.09 - 0.10 ppm. This shows that the content of heavy metal mercury (Hg) in the soil around Poboya has passed the tolerable threshold. Meanwhile, the concentration of mercury (Hg) in food crops at points 1 and 2 passed the critical threshold, while sample points 3 and 4 were still below the critical threshold. The farther the distance from the processing site, the less mercury content in the soil and in food crops.