Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Perilaku Asertif Pada Individu Dewasa Awal Dengan Pola Pengasuhan Toxic Parents Pratiwi, Ni Komang Marthina; Dewi, Ni Nyoman Ari Indra; Waruwu, Dermawan
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 2 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i2.3152

Abstract

Perilaku asertif merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menyatakan pendapat atau pemikiran dengan jujur, terbuka dan terus terang tanpa mengabaikan hak atau perasaan orang lain. Toxic parents merupakan orang tua yang tidak menghargai anak mereka dan memperlakukan secara tidak baik sebagai individu dengan melakukan kekerasan yang membuat baik psikis dan fisiknya terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku asertif pada individu dewasa awal sebagai anak di keluarga dengan pola pengasuhan toxic parents. Subjek penelitian ini adalah individu dewasa awal dengan usia 18-25 tahun dan mengalami paparan toxic parents. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah pola asuh yang diberikan orang tua kepada subjek memengaruhi perkembangan perilaku asertif yang dimiliki oleh subjek. Kesimpulan dari penelitian ini adalah toxic parents yang dialami oleh subjek memberikan dampak negatif bagi mereka saat merespon perilaku orang tua mereka dan menjadikan mereka bersikap apatis, tidak terbuka, melukai diri sendiri, dan destruktif.
Coping Stress Konflik Peran Perempuan Hindu Etnis Bali di Desa Sanur Kauh Pratiwi, Ni Wayan Putriya; Damayana, I Wayan Damayana; Dewi, Ni Nyoman Ari Indra
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 2 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i2.3154

Abstract

Konflik peran yang dialami oleh perempuan Hindu etnis Bali di Desa Sanur Kauh yang menjalankan peran domestik, peran pekerja maupun peran sosial secara bersamaan.Dampak yang timbul karena konflik peran yang terjadi menimbulkan adanya stress ataupun tekanan bagi perempuan Hindu etnis Bali. Adanya faktor-faktor yang memengaruhi cara individu dalam melakukan strategi coping stress. Model pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus Penelitian ini dapat disebut juga sebagai fenomena komunal karena berkaitan dengan coping stress konflik peran pada perempuan Hindu etnis Bali di Desa Sanur Kauh. Beberapa faktor yang memengaruhi coping stress, pertama faktor persaingan, adanya perasaan tertekan oleh perilaku bersaing oleh mertua maupun ipar dan juga tekanan terhadap seluruh tanggung jawab dirumah tangga dan dimasyarakat. Kedua faktor kurangnya pertanggung jawaban suami terhadap keluarga, Ketiga faktor ekonomi keluarga yang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar dan kurangnya komunikasi sehingga sering muncul konflik di rumah tangga yang memengaruhi terhadap peran yang lain Berdasarkan hasil penelitian coping stress yang dilakukan subjek yaitu Strategi coping stress yang berpusat pada emosi yaitu penerimaan diri yang positif, penerimaan tanggung jawab dan kontrol diri sedangkan strategi coping stress yang berpusat pada masalah yaitu mencari dukungan sosial.
Factors Influencing Procrastination of 2021 Class Student in Completing Academic Assignments at Dhyana Pura University Budiman, Sebastian Ryan; Wiriana; Dewi, Ni Nyoman Ari Indra
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i2.3871

Abstract

Academic procrastination is a common phenomenon among college students and is influenced by various internal and external factors. This study aims to identify factors that influence students' procrastination behavior in completing academic assignments using Zimmerman's Self-Regulation Theory as an analytical tool. This study is a type of qualitative research with data collection methods through in-depth interviews. The results of the study indicate that internal factors, such as lack of self-control and anxiety about the quality of work, play a major role in encouraging students to procrastinate. Meanwhile, external factors, such as an unsupportive environment and the influence of friends who invite them to do other activities, also contribute to the habit of procrastination. To overcome procrastination, students need to build self-motivation, create effective time planning, and utilize social support from friends or partners to remind each other of assignment deadlines. This study recommends intervention strategies based on self-regulation and social support to reduce the habit of procrastination.
Gambaran Toxic Friendship Di Kalangan Remaja Akhir Universitas X, Badung, Bali Ida Ayu, Mas saharani pramuditya; Dewi, Ni Nyoman Ari Indra; Cokorda, Tesya Kirana
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpm.v9i2.4331

Abstract

Abstrak. This study aims to describe the phenomenon of toxic friendship among late adolescents at University X, Badung, Bali. A toxic friendship is an unhealthy relationship characterized by manipulative and domineering behavior, a lack of empathy, and prolonged emotional pressure. This study employs a qualitative approach using the phenomenological method to explore the subjective experiences of students aged 18–21 who have experienced psychologically harmful friendships. Data were collected through in-depth interviews and observations of four primary informants and supporting informants. The results of the study indicate that toxic friendships arise due to low self-confidence, excessive emotional attachment, social pressure, and academic demands. The impacts felt include stress, social anxiety, overthinking, decreased enthusiasm, loss of motivation to study, and even the desire to withdraw from social environments or drop out of college. These findings emphasize the importance of awareness of healthy boundaries in friendships and the need for educational institutions to support the creation of a positive social environment to maintain students' psychological well-being.
Motivasi Intrinsik Member Mengikuti Latihan Beban di Fitness X Denpasar Dalam Perspektif Self-Determination Theory Muhtadin, Ahmad; Hartika, Listiyani Dewi; Dewi, Ni Nyoman Ari Indra
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 9 No. 2 (2025): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpm.v9i2.4610

Abstract

This research aimed to understand intrinsic motivation in individuals who engaged in weight training/fitness at Fitness X Denpasar based on Self-Determination Theory. The research used a descriptive quantitative approach, involving 161 members of Fitness X Denpasar who were selected through a probability sampling technique. The research employed a survey method with a Likert scale based on Self-Determination Theory (autonomy, relatedness, and competence) to measure the intrinsic motivation of Fitness X Denpasar members. After undergoing validity and reliability tests, the scale yielded 21 valid items with a Cronbach's Alpha of 0.968, which indicated high reliability. The results showed that, based on demographic characteristics (gender, age, education, and occupation), the majority of respondents at Fitness X Denpasar had intrinsic motivation that fell into the high to very high category according to Self-Determination Theory. This descriptive analysis indicated that the intrinsic motivation of individuals for weight training at Fitness X Denpasar was generally high according to Self-Determination Theory, with an average score of 75.80 and the majority of respondents in the high to very high categories. These findings affirmed that self-determination played a crucial role in shaping and maintaining individuals' intrinsic motivation for engaging in fitness training.
Humor-Based Coping Stress Images Explored in Side of Sense of Humor in Teachers Educators Children With Special Needs in Insan Mandiri Homeschooling Schools Pradnyasiwi, Made Indah; Hardika, I Rai; Dewi, Ni Nyoman Ari Indra
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 4 No. 3 (2025): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v4i3.3138

Abstract

This study aims to find a picture of coping stress using humor that is explored in terms of the sense of humor in teachers of educators of children with special needs at Insan Mandiri Homeschooling schools. The research method used is qualitative method with case study approach. Data collection techniques use interviews, observations and documentation conducted on teachers teaching children with special needs. This study focuses on aspects of sense of humor consisting of humor production, coping with humor, humor appreciation and attitudes toward humor. The result of this study is that from teachers of educators of children with special needs who cope with stress with humor because the sense of humor that is owned is also supportive. Starting from being able to create humor well when experiencing stress, being able to manage humor as a way to reduce stress, appreciation of humor given also has a good impact on the success of coping strees and attitudes towards humor that are expressed by giving a feeling of pleasure to humor even though they experience stress pressure.
TINGKAT REGULASI EMOSI PADA REMAJA TENGAH Retnoningtias, Diah Widiawati; Dewi, Ni Nyoman Ari Indra
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 8 (2025): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v8i.5245

Abstract

ABSTRAK Tugas perkembangan menuntut remaja untuk mampu meregulasi emosi, namun pada kenyataannya remaja merupakan kelompok usia paling rentan mengalami kesulitan dalam meregulasi emosi secara efektif. Dua penelitian sebelumnya menyatakan bahwa regulasi emosi remaja tengah berada dalam kategori rendah, sementara tiga penelitian yang lain menyatakan regulasi emosi berada dalam kategori sedang. Perbedaan berbagai studi tersebut menggugah ketertarikan peneliti untuk menguji gambaran regulasi emosi pada remaja tengah yang sesungguhnya. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui gambaran regulasi emosi pada remaja tengah. Regulasi emosi diukur dengan menggunakan Skala Regulasi Emosi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif tipe deskriptif. Populasi penelitian sejumlah 890 remaja tengah, sementara sampel penelitian sejumlah 277 remaja tengah, yang didapat dengan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian menyebutkan ada 8 subjek memiliki regulasi emosi sangat rendah (2,9%), 51 subjek memiliki regulasi emosi rendah (18.4%), 34 subjek memiliki regulasi emosi sedang (12,3%), 184 subjek memiliki regulasi emosi tinggi (66,4%), dan 0 subjek memiliki regulasi emosi sangat tinggi (0%). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa remaja tengah cukup mampu meregulasi emosi diri sendiri. Hasil penelitian ini dapat memberikan pemetaan mengenai tingkat regulasi emosi pada remaja tengah dan menjadi landasan untuk pengembangan program intervensi psikologi dengan topik regulasi emosi.
PROFIL KOGNITIF SLOW LEARNER BERDASARKAN TES WECHSLER INTELLIGENCE SCALE FOR CHILDREN (WISC) DI SEKOLAH X BADUNG BALI Dewi, Ni Nyoman Ari Indra; Retnoningtias, Diah Widiawati; Huwae, Gretty Henofela; Hardika, I Rai
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 8 (2025): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v8i.5255

Abstract

Kemampuan kognitif merupakan aspek fundamental dalam keberhasilan belajar anak. Namun, tidak semua anak menunjukkan perkembangan kognitif yang optimal. Sebagian anak berada pada rentang kemampuan intelektual yang lebih rendah tetapi masih mampu mengikuti pembelajaran reguler, dikenal sebagai slow learners. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kognitif anak slow learner berdasarkan hasil asesmen Wechsler Intelligence Scale for Children (WISC) di Sekolah X Kabupaten Badung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan populasi sebanyak 15 anak yang diidentifikasi memiliki kendala dalam proses pembelajaran di kelas melalui informasi dari guru dan konselor sekolah. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Hasil asesmen menunjukkan terdapat tiga anak (J, M, dan K) dengan IQ total berada pada rentang 70–79, yang termasuk kategori slow learner. Skor IQ verbal dan IQ performance pada ketiga subjek relatif seimbang, dengan selisih antara 1–9 poin, menunjukkan tidak adanya ketimpangan signifikan antar domain kognitif. Kondisi ini mengindikasikan bahwa hambatan belajar yang muncul bukan akibat gangguan spesifik pada proses kognitif tertentu, melainkan karena kapasitas intelektual umum yang lebih rendah. Anak slow learner umumnya membutuhkan waktu lebih lama dalam memahami konsep abstrak dan memerlukan pengulangan dalam pembelajaran. Temuan ini mendapatkan bahwa anak dengan kecerdasan di bawah rata-rata mampu belajar dengan baik melalui pendekatan konkret, instruksi bertahap, dan dukungan individual. Kesimpulannya, profil kognitif anak slow learner ditandai oleh kemampuan intelektual pada rentang batas bawah normal dengan keseimbangan antara kemampuan verbal dan performansi. Hasil ini memberikan implikasi penting bagi guru dan konselor sekolah untuk merancang strategi pembelajaran adaptif, dengan menekankan penguatan keterampilan dasar, penggunaan media visual, serta pembelajaran berbasis pengulangan.