Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL AGROTEKNOSAINS

PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG (Zea mays L.) DENGAN MENGGUNAKAN HERBISIDA PENGENDALIAN GULMA DIURON SEBAGAI HERBISIDA PRATUMBUH Lentina Sitinjak
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 6, No 1 (2022): JURNAL AGROTEKNOSAINS
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v6i1.762

Abstract

Gulma merupakan organism pengganggu tanaman yang tidak kalah penting dengan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) lainnya.  Pengelolaan gulma yang tepat pada lahan pertanian merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi suatu komoditi.  Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan acak kelompok (RAK), dengan tiga perlakuan teknik pengendalian gulma yaitu dengan Tanpa pengendalian gulma (H0), pengendalian gulma secara mekanis/menyiang (H1) dan pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida pratumbuh diuron (H2) sesuai dengan dosis anjuran dan diulang sebanyak tiga kali.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan tanpa pengendalian, menyiang dan penggunaan herbisida pratumbuh diuron yang berpegaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetative hanya pada parameter jumlah daun pada umur 2 MST dan tidak berpengaruh nyata pada jumlah daun pada umur 4 dan 6 MST dan juga tidak berpengaruh nyata terhadap Tinggi tanaman dan diameter jagung umur 2, 4 dan 6 MST.  Untuk pertumbuhan generatif, perlakuan hanya berpengaruh nyata terhadap berat biji jagung per tongkol dan berat kering tanaman.  Perlakuan menyiang dapat meningkatkan berat produksi per tonggol hingga 2.78 g ( 35 %) dari perlakuan control dan 2.45 g (31%)  dari perlakuan pemberian herbisida diuron. 
EFEKTIFITAS BERBAGAI MULSA DAN KETEBALAN DALAM MENEKAN PERTUMBUHAN GULMA TEKI-TEKIAN (Chyperus rotundus L.) PADA BUDIDAYA BAWANG MERAH (Allium cepa L.) Lentina Sitinjak; Juli Lousiana Butar-butar
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 5, No 1 (2021): JURNAL AGROTEKNOSAINS
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v5i1.545

Abstract

Chyperus rotundus L. is a weed that is very fast spreading, growing and developing. Nut weeds can have a high adaptability seen from the ability to grow in various types of land. Starting from dry land, humid land to wet / inundated or muddy land. Sandy, clay or sandy loam land. This nut weed also has a high competitive power in terms of its ability to compete with other weeds, to keep growing and tends to be the dominant weed in a planted area. Various attempts were made to suppress the growth of this weed nut. Mulch is a method used to suppress the growth of nut weeds in this study. There are three types of mulch used in this study, namely rice husks, rice straw and reeds and control treatment. The three mulches were applied to two thicknesses, namely the thickness of 250 gr / plot and 500 gr / plot. The results showed that the inorganik mulch treatment of rice husks, straw and alang alang and its thickness of 250 g / m² and 500 g / m² did not have a significant effect in suppressing the growth of nut weed (Chyperus rotundus L.). Straw mulch first undergoes decomposition compared to rice husk mulch and Imperata, so that the percentage of growth of shallot (allium cepa L.) plants is higher than with submerged mulch and reeds.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM DAN NPK MUTIARA PADA PRODUKSI TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) VARIETAS VIMA-IV Sitinjak, Lentina; Giawa, Yohanna Widian
JURNAL AGROTEKNOSAINS Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Agroteknosains
Publisher : Universitas Quality

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36764/ja.v8i2.1515

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk  mengetahui bagaimana Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Ayam dan Pupuk NPK Mutiara Pada Produksi Tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) varietas Vima-IV. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan menggunakan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang ayam dengan 3 taraf yaitu: (K0)Tanpa pemberian pupuk kandang, (K1) 400 g/polibag, (K2) 800 g/ polibag.  Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK Mutiara dengan 4 taraf yaitu (N0) tanpa pemberian pupuk NPK, (N1) 1,5 g/polibag, (N2) 3  g/polibag dan (N3) 4,5 g/polibag. Parameter yang diamati pada penelitian ini terdiri dari tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, produksi per sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman,  jumlah cabang produktif dan produksi persampel. Dosis pupuk NPK Mutiara berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 2 MST, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah cabang produktif dan produksi persampel. Interaksi pupuk kandang ayam dan NPK Mutiara berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter yang diamati.