Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Convergence

Perilaku Conspicuous Consumption untuk Konten Narsistik di Media Sosial Instagram Wildan, Wildan; Amos, Amos
CONVERGENCE Jurnal Online Jurnalistik
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial memudahkan proses interaksi sosial dengan konektivitas tanpa batasan ruang dan waktu. Interaksi yang didukung oleh media sosial Instagram adalah berbagi konten gambar dan video, memberikan komentar dan berbincang secara langsung. Fitur berbagi konten kini banyak dimanfaatkan untuk menampilkan conspicuous consumption atau konsumsi mencolok yang bertujuan untuk memposisikan diri seseorang dalam status sosial. Konten tersebut dinilai sebagai konten narsistik untuk membentuk citra ideal dari seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk menggali sikap, perilaku, dan pendapat dari sudut pandang subjek perilaku konsumsi mencolok untuk konten di media sosial. Penelitian ini membahas mengenai perilaku konsumsi mencolok untuk konten narsistik di media sosial. Hasil penelitian ini adalah perilaku tersebut didorong oleh faktor sosiopsikologis dan persepsi yang muncul dari interaksi sosial dan mendorong seseorang untuk meniru atau melakukan perilaku tertentu. Kata Kunci: Konsumsi Mencolok; Media Sosial; Narsisme.
Analisis Kekerasan Terhadap Perempuan dalam Berita Situs Media Tempo.co Merlina, Waode Uun; Abdullah, Muh. Zein; amos, Amos
CONVERGENCE Jurnal Online Jurnalistik
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana situs media Tempo.co memberitakan kasus kekerasan terhadap perempuan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis model Teun A Van Dijk. Penelitian ini memfokuskan pada analisis struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro dalam lima artikel berita terkait kekerasan terhadap perempuan di Tempo.co. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur berita belum selalu memenuhi syarat pendahuluan, isi, dan penutup, terutama dalam aspek penutup atau kesimpulan. Walaupun demikian, judul berita yang menarik perhatian pembaca menjadi daya tarik utama dalam pemberitaan kekerasan terhadap perempuan di Tempo.co. Adanya penggunaan tema yang mencolok dan menarik dari wartawan menunjukkan upaya untuk menarik perhatian pembaca. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberitaan di Tempo.co cenderung menekankan aspek-aspek tertentu dan mungkin belum sepenuhnya memenuhi analisis wacana kritis dalam segi struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Meskipun demikian, penelitian ini memberikan pemahaman awal terkait cara media menyajikan berita mengenai kekerasan terhadap perempuan dan dampaknya terhadap kesadaran publik. Kata Kunci: Kekerasan Terhadap Perempuan, Media Tempo.co, Analisis Wacana Kritis, Struktur Berita
Adaptasi Budaya Kuda Lumping Pada Masyarakat Desa Mekar Sari Kabupaten Konawe Selatan amos, Amos; Ramalan, Laode; Azwar Anas, Abdullah
CONVERGENCE Jurnal Online Jurnalistik
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses adaptasi budaya kesenian Kuda Lumping di Desa Mekar Sari, Kecamatan Palangga, Kabupaten Konawe Selatan, dalam perspektif komunikasi antarbudaya. Desa Mekar Sari merupakan wilayah transmigrasi dengan karakter masyarakat multietnis yang terdiri atas suku Jawa, Tolaki, Sunda, Bugis, dan Muna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian Kuda Lumping telah terintegrasi secara harmonis ke dalam kehidupan sosial masyarakat tanpa menimbulkan resistensi budaya. Proses adaptasi tersebut mencerminkan strategi integrasi dalam teori akulturasi John W. Berry, di mana budaya Jawa sebagai budaya asal tetap dipertahankan sekaligus berinteraksi aktif dengan budaya lokal. Efektivitas komunikasi antarbudaya tercermin melalui penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa penghubung, keterbukaan dalam pertukaran makna simbolik pertunjukan, serta partisipasi lintas etnis dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya. Temuan ini menegaskan bahwa kesenian tradisional tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga berperan sebagai media komunikasi antarbudaya yang memperkuat integrasi sosial dan identitas kolektif masyarakat multikultural.Kuda Lumping; adaptasi budaya; komunikasi antarbudaya; masyarakat multietnis; akulturasi budaya