Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam mengenai lingkungan kerja dan beban kerja terhadap proses adaptasi karyawan baru pada PT. Heesung Electronic Jakarta. Adaptasi merupakan fase yang menentukan keberhasilan karyawan baru dalam memahami budaya organisasi, menyesuaikan diri dengan tugas pekerjaan, serta menjalin hubungan sosial di tempat kerja. Ketidakmampuan karyawan baru dalam melewati fase ini secara optimal dapat berdampak pada rendahnya produktivitas, ketidaknyamanan psikologis, hingga keputusan untuk keluar dari perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana dua faktor utama, yaitu lingkungan kerja dan beban kerja, berperan dalam mendukung atau menghambat proses adaptasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap sejumlah informan, baik dari kalangan karyawan baru, rekan kerja senior, hingga Kepala Produksi. Selain itu, observasi langsung terhadap dinamika kerja sehari-hari serta studi dokumentasi juga dilakukan untuk memperkuat hasil temuan. Analisis data dilakukan dengan pendekatan interaktif yang melibatkan proses reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang kondusif, meliputi faktor fisik seperti kebersihan, pencahayaan, dan kenyamanan ruang kerja, serta faktor sosial seperti komunikasi terbuka, kerja sama tim, dan dukungan dari atasan, berkontribusi besar dalam mempercepat proses adaptasi karyawan baru. Sebaliknya, lingkungan kerja yang kaku, kurang interaktif, dan minim dukungan emosional dapat memperlambat proses penyesuaian diri. Di sisi lain, beban kerja yang terlalu berat di awal masa kerja menyebabkan tekanan mental dan kesulitan dalam menyerap informasi kerja yang baru. Oleh karena itu, jika beban kerja disesuaikan secara bertahap dan disertai dengan bimbingan yang memadai, hal tersebut justru menjadi alat pembelajaran yang efektif dalam proses adaptasi.