Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BAYI BARU LAHIR Tri Anasari
Jurnal Kebidanan VOLUME 6 NO.1 JUNI 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v6i1.211

Abstract

ABSTRAKPemberian ASI secara penuh sangat dianjurkan oleh para ahli gizi di seluruh dunia. Tidak satupun susu formula dapat menggantikan perlindungan kekebalan tubuh seorang bayi, seperti yang diperoleh dari kolostrum. Kolostrum sangat besar manfaatnya sehingga pemberian ASI pada minggu-minggu pertama mempunyai arti yang sangat penting bagi perkembangan bayi selanjutnya. Pengetahuan, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perilaku ibu dalam pemberian kolostrumPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian kolostrum pada bayi baru lahir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei analitik dengan menggunakan pendekatan waktu cross sectional. Populasi dalam penelitian ini ibu nifas pada Januari sampai Maret 2011 di RSIA Bunda Arif Purwokerto sebanyak 118 orang dan sampel yang diambil sebanyak 54 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data bivariat dengan chi square dan analisis data multivariat dengan regresi logistik.Hasil perhitungan diperoleh data bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan pemberian kolostrum (p=0,003), ada hubungan antara dukungan keluarga dengan pemberian kolostrum (p=0,000), dan ada hubungan antara dukungan tenaga kesehatan dengan pemberian kolostrum (p=0,008). Ada pengaruh secara bersama-sama tingkat pengetahuan, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan terhadap pemberian kolostrum. Ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan dengan pemberian kolostrum. Ada pengaruh secara bersama-sama tingkat pengetahuan, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan terhadap pemberian kolostrum.Kata Kunci : Pengetahuan, Dukungan Keluarga, Dukungan Tenaga Kesehatan, dan Pemberian Kolostrum.
THE CORRELATION OF THE INTENSITY OF LIGHTING THE WORK ROOM MYOPIA’S INCIDENCE OF WORKER LASHES IN EYELASH PLASMA IN DISTRIC OF KEJOBONG REGENCY OF PURBALINGGA Tri Anasari; Endang Sri Rahayu; Ulfa Fadila Rudatiningtyas; Yuli Trisnawati
Kesmas Indonesia Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.ki.2023.15.1.7322

Abstract

False eyelashes are a highly developed home industry in Purbalingga Regency. One part of the core eyelash work is kneeting which requires eye concentration. Working relatively close, with lighting that does not meet standards will have an impact on eye damage. Refractive errors in Purbalingga Regency in 2021 ranked first, namely 463 cases of myopia, 184 cases of hypertrophy, 58 cases of presbyopia, and 97 cases of astigmatism. The aim of the study was to determine the relationship between lighting intensity in the workspace and the incidence of myopia in eyelash workers in the plasma area of Kejobong Purbalingga District. The research method is an analytic survey with a cross-sectional design. Sampling by purposive sampling. The number of samples is 55 respondents. Primary data was taken by making observations, namely measuring myopia with the Snellen card and measuring light intensity with a lux meter. Univariate data analysis used the frequency distribution test, bivariate analysis used the chi-square test. The distribution of respondents was dominated by lighting intensity that did not meet standards (65.5%) and those with myopia (67.3%). The results of the bivariate analysis showed that there was a relationship between the intensity of lighting in the workspace and the incidence of myopia (p-value = 0.00 <0.05). Eyelash workers who work in a room where the lighting intensity does not meet the standard have an 8.5xgreater chance of experiencing myopia than those with a lighting intensity that meets the standard.
Hubungan Faktor Lingkungan Sosial Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Di RS Aghisna Medika Kroya Tri Anasari; Ika Pantiawati
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 17 No 2 (2021): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.939 KB)

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Gejala DBD yaitu pendarahan pada bagian hidung, gusi, mulut, sakit pada ulu hati terus menerus dan memar di kulit. Hasil survey awal di wilayah kerja RSU Aghisna Medika Kroya terdapat peningkatan yang cukup signifikan yaitu 71% penderita penyakit demam berdarah dengue. Banyak faktor yang memengaruhi kejadian DBD salah satunya adalah faktor lingkungan. Faktor lingkungan sosial meliputi pendidikan, pekerjaan, pengalaman mendapat penyuluhan kesehatan, dan pengalaman sakit demam berdarah dengue sendiri maupun keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan pendidikan, pekerjaan, pengalaman mendapatkan penyuluhan tentang DBD dan riwayat DBD keluarga dengan kejadian DBD. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan case control. Populasi sebanyak 141 orang, dengan sampel 60 orang yang dipilih dengan pendekatan Purposive Sampling. Metode statistik menggunakan analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: sebagian besar responden mempunyai pendidikan tinggi, tidak bekerja, tidak mempunyai riwayat DBD keluarga dan mempunyai pengalaman mendapatkan penyuluhan tentang DBD. Ada hubungan antara pendidikan dengan kejadian DBD (p-value=0,02), tidak ada hubungan antara pekerjaan dengan kejadian DBD (p-value=0,335), ada hubungan antara riwayat DBD keluarga dengan kejadian DBD (p-value=0,003) dan ada hubungan antara pengalaman mendapatkan penyuluhan tentang DBD dengan kejadian DBD (p-value=0,01).
• FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELENGKAPAN PENGISIAN BUKU KIA OLEH BIDAN DALAM DETEKSI DINI RISIKO TINGGI KEHAMILAN DI PUSKESMAS KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2012 Tri Anasari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 9, No 3 (2013): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KIA book is one of early detection tools for high risk pregnancy. Utilization of KIA book by midwives in Banyumas district was not maximal. This was indicated by the high risk pregnancy early detection coverage that was still below the target (20%). In addition, the number of maternal death cases increased from 123.9/100.000 live birth in 2010 to 129.35/100.000 live births in 2011. The objective of this study was to know the influence of knowledge, supervision perception, motivation, facility support and workload towards the completeness of KIA book filling by midwives in early detection of high risk pregnancy in the primary healthcare centers (puskesmas) of Banyumas district. This was an observasional analytical study with cross sectional approach. Structured questionnaire was used as a research instrument. Data were collected through interview and observation. Study population was 495 midwives. Proportional random sampling was applied to obtain 84 samples. Bivariate analysis using chi-square test and multivariate analysis using logistic regression were apllied in the data analysis. Results of the study showed that most of the KIA books (60.7%) were completely filled; 82.1 % of respondents had good knowledge; and 51.2% of respondents had good perception on supervision. Proportion of respondents with low motivation was 51.2%, proportion of respondents with complete facility support was 53.6%; and proportion of respondents with heavy workload was 50%. Result of bivariate analysis showed that knowledge (p= 0.001), motivation (0.001), workload (p= 0.023) had positive associations with the completeness of KIA book filling. Multivariate analysis indicated the influence of knowledge (p=0.002; Exp B= 10.981), motivation (p=0.001; Exp B= 7.713) and workload (p=0.021; Exp B= 0,260) toward the completeness of KIA book filling. Recommendation addressed to Puskesmas is to form puskesmas task force team for the implemented programs; and it is intended to reduce midwives workload. Sugesstion for the head of Banyumas district health office is to provide rewards for midwives who have good achievement. Keywords: Completeness of KIA book filling, early detection of a high risk pregnancy
KORELASI LINGKUNGAN DAN MAKANAN DARI LUAR RUMAH SAKIT DENGAN SISA MAKANAN DI RSU AGHISNA MEDIKA KROYA Trisnawati, Yuli; Anasari, Tri
Ensiklopedia of Journal Vol 6, No 2 (2024): Vol. 6 No. 2 Edisi 2 Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v6i2.2161

Abstract

One of the health service initiatives in hospitals is providing food as a means of delivering important nutrients to support the recovery process from illness. Minimum standards for hospital services include timely delivery of food to patients (100%), leftover food not consumed by patients (≤ 20%), and the level of accuracy in administering prescribed food (100%). The basic factor that contributes to malnutrition in hospital patients is the patient's failure to consume all the food they are given. Plate waste is a term used to describe leftover food that is wasted because it is not consumed or not finished by the patient after being served. The objective of this study is to investigate the correlation between the hospital setting and externally brought food in relation to food wastage. This research applies a descriptive analytical research design, specifically using cross sectional techniques. The sample size for this study included 67 people. The sampling strategy applied the accidental sampling method. In this research, the chi-square method is employed for analyzing data. The results of the study reveal that there is no statistically significant correlation between the hospital environment and food wastage, as indicated by a ρ-value of 0.258. However, a noteworthy correlation is observed (ρ value 0.007) between food brought from outside the hospital and the quantity of generated food waste.Keywords: hospital environment, food from outside the hospital, food waste.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSALINAN PRETERM DI RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Anasari, Tri; Pantiawati, Ika
Jurnal Kebidanan VOLUME 08 No.01, JUNI 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v8i01.203

Abstract

Tri Anasari1, Ika Pantiawati21) 2) Akademi Kebidanan YLPP PurwokertoE-mail: sariayu_nemen@yahoo.co.id, icha.pewe@yahoo.comABSTRAKPendahuluan: Persalinan preterm merupakan persalinan belum cukup umur di bawah usia kehamilan 37 minggu dan berat bayi kurang dari 2500 gr. Dampak yang dapat ditimbulkan dari kejadian persalinan preterm antara lain hipotermi, asfiksia, ikterik, infeksi dan pertumbuhan retardasi janin. Dampak tersebut merupakan penyebab utama kematian pada bayi. Persalinan preterm di RSUD Margono Soekarjo dari tahun 2010-2013 terus meningkat. Tahun 2011 mengalami kenaikan 0,01%, tahun 2012 naik 3,32% dan tahun 2013 meningkat 3,4%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan preterm, meliputi usia, paritas, pekerjaan, status gizi dan riwayat kelahiran preterm di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan case control retrospektif. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dari Januari-Desember 2013. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 77 ibu bersalin preterm dan 77 ibu bersalin non preterm dengan total 154 responden, menggunakan teknik systematic random sampling. Analisis bivariat menggunakan uji chi square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik.Hasil penelitian: Sebagian besar usia, paritas, pekerjaan, riwayat persalinan preterm, dan status gizi tidak berisiko. Ada hubungan antara usia dengan persalinan preterm (p=0,004), ada hubungan paritas dengan persalinan preterm (p=0,001), ada hubungan pekerjaan dengan persalinan preterm (p=0,000), ada hubungan riwayat persalinan dengan persalinan preterm (p=0,000) dan ada hubungan status gizi dengan persalinan preterm (p=0,003). Kesimpulan: ada pengaruh secara bersama-sama antara usia, paritas, pekerjaan, riwayat persalinan dan status gizi dengan persalinan preterm di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.Kata Kunci: Persalinan Preterm, Usia, Paritas, Pekerjaan, Riwayat Persalinan, Status GiziFACTORS RELATED TO THE PRETERM LABOR IN HOSPITAL PROF. Dr. MARGONO PURWOKERTO ABSTRACTPreterm delivery is not old enough labor below 37 weeks gestation and birth weight less than 2500 gram. The impact that may result from the incidence of preterm labor include hypothermia, asphyxia, jaundice, infections and fetal growth retardation. The impact is a major cause of death in infants. Preterm labor in hospitals Margono Soekarjo of the year 2010-2013 continues to increase. The Year 2011 increased 0.01%, in 2012 rose 3.32% and in 2013 increased by 3.4%. The purpose of this study was to factors cause of preterm labor include age, parity, employment, nutritional status and a history of preterm birth in hospitals Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. This type of research is analytic survey with a retrospective case control approach. The study population was all women giving bith from January to December 2013. The sample in this study amounted to 77 preterm birth mothers and 77 non preterm birth mothers with a total of 154 respondents, using systematic random sampling technique. Bivariate analysis using chi square test and multivariate analysis using logistic regression. Results: Most of age, parity, Employment, a history of preterm delivery, and nutritional status were not at risk. There is a corelation between age and preterm delivery (p = 0.004), there is a corelation of parity with preterm delivery (p = 0.001), there is an employment corelation with preterm delivery (p = 0.000), there is a corelation history of labor with preterm delivery (p = 0.000) and No correlation with preterm labor nutritional status (p = 0.003). Conclusion: there is an influence jointly between age, parity, employment, labor history and nutritional status and preterm delivery in hospitals Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.Keywords: Preterm, Age, Parity, Employment, Labor History, Nutritional Status
HUBUNGAN POLA ASUH ORANGTUA DENGAN KEJADIAN KEHAMILAN DILUAR NIKAH PADA REMAJA DI KECAMATAN RANDUDONGKAL TAHUN 2013 Nia Novanti; Tri Anasari; Amik Khosidah
Jurnal Kebidanan Vol 2, No 2 (2013): August 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.336 KB) | DOI: 10.26714/jk.2.2.2013.50-55

Abstract

Latar Belakang :Orangtua memiliki peran penting untuk pembentukan kepribadian seorang anak, dan setiap orang tua harus berpikir atas pengasuhan yang akan memberikan untuk mengajar dan membentuk kepribadian anak mereka di dalam keluarga. Orangtua adalah salah satu penyebab di luar kehamilan pernikahan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan orangtua untuk luar nikah kehamilan pada remaja di kecamatan randudongkal tahun 2013. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik survey dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja di kecamatan randudongkal sebesar 15,830. Sampel yang digunakan adalah 100 responden yang mengambil untuk proportional random sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuesioner. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat. analisis kuis menggunakan chi square . Hasil: Parenting orangtua remaja di sebagian besar memiliki demokratis sebesar 49 ( 49 % ) . Deskripsi luar nikah kehamilan pada remaja paling tidak mengalami kehamilan tempel menikah sebesar 54 ( 54 % ) . Hasil uji chi square diperoleh p value sebesar 0,00 . Dengan α = 0,05 dimana nilai p < satu yang penting ada pola hubungan dengan ibu tua dengan luar nikah kehamilan pada remaja . Simpulan : Tersedia pola ibu tua dengan luar nikah kehamilan pada remaja di distrik randudongkal 2013 dengan menghargai p value 0,00.
HUBUNGAN RELIGIUSITAS DENGAN PERILAKU SEKS PRA NIKAH BERISIKO KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN (KTD) PADA REMAJA DI MAN 2 BANYUMAS Romdlon Sahily, Mohamad; Rudatiningtyas, Ulfa Fadilla; Anasari, Tri; Khotimah, Khusnul
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 2 (2025): Vol. 7 No. 2 Edisi 1 Januari 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i2.2796

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja adalah fase penting dalam perkembangan individu, di mana perilaku seksual berisiko seperti seks pra-nikah dapat menyebabkan kehamilan tidak diinginkan (KTD). Di Indonesia, angka KTD pada remaja mencapai 17,5%, dan di Kabupaten Banyumas, sekitar 17% remaja perempuan di bawah usia 19 tahun mengalami kehamilan. Self-esteem, religiusitas, hubungan orang tua-anak, tekanan teman sebaya, dan penggunaan internet yang tidak pantas merupakan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap aktivitas seksual yang berbahaya. Salah satu faktor penting dalam menekan perilaku seksual pranikah adalah religiusitas. Empat kejadian kecelakaan dini di MAN 2 Banyumas telah dilaporkan dalam sepuluh tahun terakhir.Tujuan: Mengetahui hubungan antara religiusitas dan perilaku seks pra nikah berisiko KTD pada remaja di MAN 2 Banyumas.Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan metodologi cross-sectional dan desain deskriptif korelasi. Sampel berjumlah 78 responden, yang dipilih melalui sampling acak berstrata proporsional. Kuesioner digunakan sebagai alat penelitian untuk mengumpulkan data. Uji Chi-Square digunakan dalam analisis bivariat, sedangkan analisis data dilakukan secara univariat.Hasil: Mayoritas responden termasuk dalam kategori agama, dan remaja yang melakukan hubungan seks pranikah berisiko hamil tanpa disengaja. Mayoritas responden termasuk dalam kategori “tanpa risiko”; tidak ada hubungan antara afiliasi keagamaan dan risiko kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja.Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara religiusitas dengan perilaku seks pra nikah berisiko KTD. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pencegahan, seperti pendidikan seksual tentang bahaya pornografi, serta pemantauan yang lebih aktif dari orang tua.Kata Kunci : Religiusitas, Perilaku Seks Pra Nikah, Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD), Remaja
Kondisi Sanitasi Rumah Dan Pengaruhnya Terhadap Penyakit Tuberculosis Di Klinik Utama Paru Masyarakat Kelas A Kabupaten Banyumas Tahun 2024 Widyaningsih; Anasari, Tri; Rudatiningtyas, Ulfa Fadilla; Trisnawati, Yuli
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 21 No 1 (2025): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit yang menular melalui udara, penyakit ini  disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis. Sanitasi rumah sebagai faktor lingkungan memiliki peranan besar untuk kesehatan. Sanitasi adalah suatu usaha pencegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatan pada usaha kesehatan lingkungan hidup manusia. Tujuan penelitian mengetahui hubungan antara sanitasi rumah dengan kejadian tuberkulosis paru pada pasien di Klinik Utama Paru Masyarakat Kelas A  Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik sampling yang digunakan accidental sampling sebanyak 100 orang. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil Penelitian kondisi sanitasi rumah responden berjumlah 100 orang terbanyak pada kategori tidak sehat yaitu 66 responden (66,0%) dan terbanyak bukan TB Paru yaitu 78 responden (78,0%). Hasil uji statistik dengan Chi Square diperoleh nilai p = 0,041. Nilai p yang lebih kecil dari a = 0,05 artinya ada hubungan antara sanitasi rumah dengan kejadian tuberkulosis paru di Klinik Utama Paru Masyarakat Kelas A Kabupaten Banyumas. Kondisi sanitasi rumah terbanyak pada kategori tidak sehat. Responden yang diteliti terbanyak bukan TB Paru.  Ada hubungan yang signifikan antara sanitasi rumah dengan kejadian tuberkulosis paru.
Karakteristik Penderita Hipertensi Di Posbindu “Beras Selawe” Anasari, Tri; Trisnawati, Yuli
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 21 No 2 (2025): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi disebut sebagai the silent killer atau pembunuh tersembunyi karena sering tidak mengakibatkan keluhan dan gejala yang khas. Menurut profil kesehatan Kabupaten Banyumas tahun  2023 dan 2024, terdapat kasus hipertensi pada penduduk berusia >15 tahun di Kabupaten Banyumas pada tahun 2023 sebanyak 172.022 orang dan tahun 2024 sebanyak 169.460 orang. Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Bergas Waras Selawase “Beras Selawe” merupakan salah satu posbindu dibawah pembinaan Puskesmas Purwokerto Barat. Data bulan agustus 2022 sampai bulan maret 2023, jumlah orang yang mengalami hipertensi sebanyak 116 orang (37,7%). Hipertensi menjadi salah satu faktor risiko pintu masuk berbagai penyakit degeneratif antara lain penyakit jantung koroner, stroke dan penyakit pembuluh darah lainnya yang berakibat pada risiko kematian. Faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, faktor genetik (keturunan), asupan makan, kebiasaan merokok. Penelitian ini adalah penelitian dekriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Variabel pada penelitian ini adalah umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan pekerjaan. Populasi pada penelitian ini adalah semua penderita hipertensi yang datang ke posbindu beras selawe sebanyak 55 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas penderita hipertensi ada pada kelompok usia 36–45 sebanyak 22 orang (40%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 34 orang (61,8%), memiliki pendidikan terakhir diploma atau sarjana sebanyak 28 orang (50,9%), sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 21 orang (38,2%), dan mayoritas responden berada pada kategori hipertensi derajat 1 sebanyak 34 orang (61,8%).