Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Tentang K3 Dan Kepatuhan Terhadap Prosedur Dengan Risiko Bahaya Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) Pada Petugas Pemadam Kebakaran Di Kabupaten Purbalingga Anasari, Tri; Trisnawati, Yuli
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 20 No 2 (2024): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan suatu pemikiran serta usaha agar terjaminnya kesempurnaan baik fisik dan mental kerja karyawan pada umumnya dan juga budaya menuju makmur serta adil. Pemadam kebakaran ialah pekerjaan dengan risiko tinggi berupa luka-luka dan penyakit akibat kerja yang kemudian dapat mengakibatkan cacat dan kematian. Data Dinas Pemadam Kebakaran di Kabupaten Purbalingga angka kecelakaan kerja pada tahun 2019 sampai 2022 terdapat 45 kasus kecelakaan kerja. Faktor-faktor yang berkaitan dengan risiko bahaya K3 antara lain faktor manusia yang terdiri dari umur, masa kerja, sikap kerja, pengetahuan tentang K3, penggunaan APD, kepatuhan terhadap prosedur, kejadian kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang K3 dan kepatuhan terhadap prosedur dengan risiko bahaya kesehatan dan keselamatan kerja pada petugas pemadam kebakaran di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian dekriptif analitik dengan menggunakan pendekatan case control. Populasi penelitian ini sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Analisa yang digunakan pada penelitian ini adalah chi square. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar reponden mempunyai risiko bahaya sedang sebanyak 38 (72%), sebagian besar patuh terhadap prosedur sebanyak 31 (62%), sebagian besar pengetahuan responden baik sebanyak 34 (68%) dan ada hubungan pengetahuan tentang K3 dan kepatuhan terhadap prosedur dengan risiko bahaya kesehatan dan keselamatan kerja pada petugas pemadam kebakaran di Kabupaten Purbalingga dengan p-value: 0,000.
Konsep Atomistik Leucippus Sebagai Analogi Filosofis dalam Pembelajaran Matematika di SMA Soekarno, Gustina Anugerahwati; Anasari, Tri; Abdillah, Definka Puan Shalika; Sulistiyowati , Nourma Ayu; Fauziati, Endang
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4000

Abstract

Skor PISA matematika Indonesia yang rendah mengindikasikan perlunya pergeseran fokus pembelajaran dari aspek prosedural ke pemahaman konseptual dan bernalar kritis. Matematika sering dianggap abstrak karena metode pengajaran kurang mendorong berpikir kritis. Penelitian ini menawarkan kerangka filosofis atomistik Leucippus untuk menyusun dan memperkaya pemahaman konsep yang mendalam di tingkat SMA. Penelitian kualitatif ini, melalui wawancara dan observasi, menganalisis penerapan analogi atomistik Leucippus. Konsep atomistik dianalogikan sebagai elemen fundamental atau konsep prasyarat yang tak terbagi dalam matematika (unit dasar). Implikasi Analogis konsep atomistik dalam Pembelajaran yaitu Keteraturan Atom diibaratkan sebagai struktur materi yang hierarkis, bergerak dari konsep sederhana ke konsep kompleks. Gerak Atom diibaratkan sebagai proses belajar dan penurunan rumus yang menunjukkan interaksi dan hubungan antar konsep. Penerapan analogi ini telah diimplementasikan guru dalam Penyusunan Bahan Ajar yang terstruktur secara sistematis dari dasar ke kompleks, Penurunan Rumus Bertahap dengan selalu menghubungkan kembali ke konsep prasyarat (atom) dan Diagnosis Kesulitan yang berfokus pada penguasaan konsep per atom (unit dasar) sebelum beralih ke konsep yang lebih rumit, memungkinkan remedial yang lebih efisien. Kesimpulannya, analogi atomistik Leucippus terbukti memberikan kerangka konseptual yang efektif bagi guru untuk menyusun pembelajaran. Pendekatan ini memfasilitasi pemahaman bahwa pengetahuan matematika dibangun secara hierarkis, deduktif, dan konsisten dari unit-unit dasar yang saling berinteraksi, berpotensi meningkatkan pemahaman konseptual murid secara signifikan. Integrasi filsafat atomistik dalam pedagogi matematika mampu menggeser paradigma pembelajaran dari mekanistik menjadi reflektif-struktural.
Analisis SWOT Faktor Internal Sekolah untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran Sulistiyowati, Nourma Ayu; Anasari, Tri; Abdillah, Definka Puan Shalika; Soekarno, Gustina Anugerahwati; Narimo, Sabar; Anif, Sofyan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4089

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengungkap bagaimana sekolah dapat memaksimalkan kekuatan (strengths) yang dimiliki untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, serta meminimalkan kelemahan (weaknesses) yang berpotensi menghambat perkembangan sekolah. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan staf tata usaha. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, penyebaran kuisioner, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kondisi internal sekolah. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Berdasarkan hasil pengolahan data, ditemukan bahwa sekolah memiliki kekuatan (strengths) yang sangat dominan dengan persentase mencapai 86%. Kekuatan ini tercermin pada kompetensi guru yang baik, lingkungan sekolah yang kondusif, serta hubungan kerja sama yang harmonis antara guru, siswa, dan pimpinan sekolah. Faktor-faktor tersebut menjadi fondasi penting bagi terciptanya proses pembelajaran yang efektif dan berkualitas. Selanjutnya hasil analisis pada kelemahan (weaknesses) menunjukkan persentase 63%. Beberapa aspek yang perlu ditingkatkan antara lain pemanfaatan sarana dan prasarana pembelajaran yang belum optimal, motivasi belajar siswa yang cenderung rendah, serta kurangnya kegiatan pengembangan profesional guru secara berkelanjutan. Kondisi ini mengindikasikan perlunya strategi perbaikan yang lebih terarah. Dengan mengoptimalkan kekuatan yang telah dimiliki dan secara simultan mengatasi berbagai kelemahan tersebut, MTs Yosodipuro Pengging memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan dan mencapai standar pendidikan yang lebih baik.
Strategi Implementasi TIK Untuk Meningkatkan Efektivitas Manajemen dan Pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama Anasari, Tri; Abdillah, Definka Puan Shalika; Sulistiyowati, Nourma Ayu; Soekarno, Gustina Anugerahwati; Murtiyasa, Budi; Masduki, Masduki
TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 6 No 7 (2025): December 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/tin.v6i7.8804

Abstract

This study aims to analyze the strategy of implementing Information and Communication Technology (ICT) in improving the effectiveness of school management and the quality of learning. The study uses a qualitative approach with a case study method, focusing on schools that have implemented ICT in managerial activities and teaching and learning processes. Data were collected through interviews, observations, and document analysis, involving various parties such as principals, administrative staff, teachers, and students. The analysis was conducted using a triangulation approach of sources and methods, and supported by a SWOT analysis to identify strengths, weaknesses, opportunities, and challenges in the implementation of ICT. The research strategically strengthened the school management system through administrative efficiency, increased data accuracy, and more integrated monitoring of academic performance. The results of ICT implementation also contributed to increased teacher interaction as shown by a total average of 4.03 that teachers have a positive perception of ICT implementation, especially in the aspects of leadership support (average 4.60) and availability of facilities (4.50). Student results show a total average of 3.91 students rating the implementation of ICT in schools as Good, with the most prominent aspects being more engaging learning (4.25) and the convenience of learning using ICT (4.10). However, several obstacles remain, such as limited digital infrastructure, a lack of teacher competence in mastering technology, and resistance to changes in work culture. As recommendations, this study offers three main steps in ICT implementation: (1) gradually strengthening digital infrastructure according to school needs, (2) improving educator competence through training based on real needs, and (3) implementing a flexible and sustainable ICT management evaluation system. With the support of visionary school policies and increased digital literacy among all school members, digital transformation is expected to create an innovative, collaborative, and quality-oriented learning ecosystem in the digital era.
Peran Sumber Daya Manusia dalam Strategi Pengelolaan Dana BOS di Sekolah Menengah Pertama Abdillah, Definka Puan Shalika; Soekarno , Gustina Anugerahwati; Anasari, Tri; Sulistiyowati, Nourma Ayu; Harsono, Harsono; Suyatmini, Suyatmini
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4827

Abstract

Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah melalui pendanaan langsung kepada satuan pendidikan. Namun, efektivitas pengelolaan dana BOS sangat ditentukan oleh kualitas dan peran sumber daya manusia (SDM) yang terlibat di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran SDM dalam strategi pengelolaan dana BOS di Sekolah Menengah Pertama, khususnya pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi anggaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus pada salah satu SMP Negeri di Kabupaten Sragen. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, studi dokumentasi, dan analisis dokumen keuangan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDM sekolah terdiri dari kepala sekolah, bendahara, guru, dan komite memiliki peran strategis dalam memastikan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas pengelolaan dana BOS. Pada tahap perencanaan, kepala sekolah berperan sebagai pengarah kebijakan anggaran; pada tahap pelaksanaan, bendahara dan tim BOS bertanggung jawab terhadap administrasi dan pelaporan; sedangkan pada tahap evaluasi, guru dan komite sekolah berperan dalam memberikan masukan dan pengawasan. Temuan menunjukkan bahwa kompetensi, kolaborasi, dan integritas SDM menjadi faktor utama dalam keberhasilan strategi pengelolaan dana BOS di sekolah. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas SDM dalam manajemen keuangan pendidikan agar tercapai efektivitas dan transparansi yang berkelanjutan.
Persepsi Guru Terhadap Penggunaan Teknologi Dalam Pembelajaran: Studi Situs Sekolah Menengah Pertama Anasari, Tri; Soekarno, Gustina Anugerahwati; Harsono, Harsono; Sutama, Sutama
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4978

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan menuntut guru untuk beradaptasi dengan metode pembelajaran berbasis teknologi guna meningkatkan efektivitas dan kreativitas di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru terhadap penggunaan teknologi dalam pembelajaran di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi persepsi tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui desain studi situs, penelitian ini melibatkan 13 guru dari berbagai mata pelajaran di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Sragen. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi kegiatan pembelajaran, dan dokumentasi perangkat pembelajaran digital. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas guru memiliki persepsi positif terhadap teknologi, yang dinilai mampu meningkatkan interaktivitas, motivasi siswa, dan efisiensi administrasi pembelajaran melalui platform seperti Canva, Quizizz, dan Google Classroom. Temuan ini mengonfirmasi model Technology Acceptance Model (TAM) yang bermanfaat dan memberikan kemudahan dalam penggunaan menjadi kunci penerimaan teknologi. Namun, penelitian juga mengungkap adanya persepsi negatif di kalangan guru senior akibat kendala teknis, keterbatasan kompetensi digital, dan beban persiapan materi. Faktor penentu persepsi guru meliputi faktor internal (usia, motivasi, dan kompetensi) serta faktor eksternal (dukungan kepala sekolah dan ketersediaan infrastruktur). Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan TIK berkelanjutan dan peningkatan fasilitas teknologi untuk menciptakan ekosistem pendidikan digital yang inklusif.
KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI (FAST FOOD) DAN KELUHAN DISMENORE PRIMER PADA REMAJA SANTRIWATI DI PONDOK PESANTREN X KABUPATEN BANYUMAS Rudatiningtyas, Ulfa Fadilla; Anasari, Tri
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 2 (2026): Vol. 8 No. 2 Edisi 1 Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i2.3491

Abstract

Primary dysmenorrhea is menstrual pain characterized by discomfort in the lower abdominal area. One of the factors that may trigger this condition is the consumption of fast food. Fast food is known as a type of practical meal that is prepared and served quickly. However, excessive consumption of such food can increase the level of prostaglandin hormones in the body, which in turn causes menstrual pain. This study aims to determine the relationship between fast food consumption habits and the incidence of primary dysmenorrhea among female students at Pondok Pesantren X. The research instrument used was a questionnaire to obtain primary data. The collected data were analyzed univariately using frequency distribution and bivariately using the Chi-Square test. The results showed that 94.0% of the students experienced primary dysmenorrhea, and 87.2% of them were categorized as frequent fast food consumers. Based on the bivariate test results, a p-value of 0.000 was obtained, indicating a significant relationship between fast food consumption habits and the incidence of primary dysmenorrhea among the students.Keywords: Primary Dysmenorrhea, Fast Food Consumption
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSALINAN PRETERM DI RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Tri Anasari; Ika Pantiawati
Jurnal Kebidanan VOLUME 08 No.01, JUNI 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v8i01.203

Abstract

Tri Anasari1, Ika Pantiawati21) 2) Akademi Kebidanan YLPP PurwokertoE-mail: sariayu_nemen@yahoo.co.id, icha.pewe@yahoo.comABSTRAKPendahuluan: Persalinan preterm merupakan persalinan belum cukup umur di bawah usia kehamilan 37 minggu dan berat bayi kurang dari 2500 gr. Dampak yang dapat ditimbulkan dari kejadian persalinan preterm antara lain hipotermi, asfiksia, ikterik, infeksi dan pertumbuhan retardasi janin. Dampak tersebut merupakan penyebab utama kematian pada bayi. Persalinan preterm di RSUD Margono Soekarjo dari tahun 2010-2013 terus meningkat. Tahun 2011 mengalami kenaikan 0,01%, tahun 2012 naik 3,32% dan tahun 2013 meningkat 3,4%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan preterm, meliputi usia, paritas, pekerjaan, status gizi dan riwayat kelahiran preterm di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan case control retrospektif. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dari Januari-Desember 2013. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 77 ibu bersalin preterm dan 77 ibu bersalin non preterm dengan total 154 responden, menggunakan teknik systematic random sampling. Analisis bivariat menggunakan uji chi square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik.Hasil penelitian: Sebagian besar usia, paritas, pekerjaan, riwayat persalinan preterm, dan status gizi tidak berisiko. Ada hubungan antara usia dengan persalinan preterm (p=0,004), ada hubungan paritas dengan persalinan preterm (p=0,001), ada hubungan pekerjaan dengan persalinan preterm (p=0,000), ada hubungan riwayat persalinan dengan persalinan preterm (p=0,000) dan ada hubungan status gizi dengan persalinan preterm (p=0,003). Kesimpulan: ada pengaruh secara bersama-sama antara usia, paritas, pekerjaan, riwayat persalinan dan status gizi dengan persalinan preterm di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.Kata Kunci: Persalinan Preterm, Usia, Paritas, Pekerjaan, Riwayat Persalinan, Status GiziFACTORS RELATED TO THE PRETERM LABOR IN HOSPITAL PROF. Dr. MARGONO PURWOKERTO ABSTRACTPreterm delivery is not old enough labor below 37 weeks gestation and birth weight less than 2500 gram. The impact that may result from the incidence of preterm labor include hypothermia, asphyxia, jaundice, infections and fetal growth retardation. The impact is a major cause of death in infants. Preterm labor in hospitals Margono Soekarjo of the year 2010-2013 continues to increase. The Year 2011 increased 0.01%, in 2012 rose 3.32% and in 2013 increased by 3.4%. The purpose of this study was to factors cause of preterm labor include age, parity, employment, nutritional status and a history of preterm birth in hospitals Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. This type of research is analytic survey with a retrospective case control approach. The study population was all women giving bith from January to December 2013. The sample in this study amounted to 77 preterm birth mothers and 77 non preterm birth mothers with a total of 154 respondents, using systematic random sampling technique. Bivariate analysis using chi square test and multivariate analysis using logistic regression. Results: Most of age, parity, Employment, a history of preterm delivery, and nutritional status were not at risk. There is a corelation between age and preterm delivery (p = 0.004), there is a corelation of parity with preterm delivery (p = 0.001), there is an employment corelation with preterm delivery (p = 0.000), there is a corelation history of labor with preterm delivery (p = 0.000) and No correlation with preterm labor nutritional status (p = 0.003). Conclusion: there is an influence jointly between age, parity, employment, labor history and nutritional status and preterm delivery in hospitals Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.Keywords: Preterm, Age, Parity, Employment, Labor History, Nutritional Status