Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (HIPERTENSI DAN DIABETES MELLITUS) DI POSBINDU “BERAS SELAWE” Anasari, Tri; Trisnawati, Yuli
Ensiklopedia of Journal Vol 5, No 3 (2023): Vol. 5 No. 3 Edisi 3 April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v5i3.1901

Abstract

Indonesia is currently facing a double burden of disease, namely communicable diseases and non-communicable diseases. The burden of non-communicable diseases increased in all provinces in Indonesia from 1990 to 2017. It is projected that future deaths from NCDs will continue to occur by 15% (44 million deaths) with a span of time between 2010 and 2020. Several factors influence the occurrence of non-communicable diseases is family history or genetics, older age, male sex, race, obesity, abdominal obesity, lack of physical activity, stress, consumption of foods high in calories and fat, hyperlipidemia, smoking, consuming alcohol and suffering from hypertension. This study aims to determine the relationship between family history of non-communicable diseases, obesity and abdominal circumference with non-communicable diseases. This research is an analytic descriptive research using a case control approach. The population of this study were 188 people. The sampling technique used simple random sampling method with a total sample of 70 people. The analysis used in this study is chi square. The results showed that there was a significant relationship between the history of non-communicable diseases in the family and the incidence of non-communicable diseases in respondents (ρ-value 0.028). There is no significant relationship between obesity and the incidence of non-communicable diseases in respondents (ρ-value 0.151). There is a significant relationship between abdominal circumference and the incidence of non-communicable diseases in respondents (ρ-value 0.004).Keywords: Family History Of Non-Communicable Diseases, Obesity, Abdominal Circumference
Praktik Penggunaan Herbal pada Ibu Menyusui di Kelurahan Karangklesem Purwokerto Selatan Purwokerto -, Sumarni; Anasari, Tri
Viva Medika Vol 13 No 01 (2019)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v12i01.497

Abstract

Abstract The effect of herbal consumption on breastfeeding mothers is often associated with breast milk production and recovery of maternal stamina after giving birth. Herbs have a composition that helps the process of postpartum recovery and increase milk production. Herbal plants that have a positive influence in breastfeeding mothers and are allowed to be consumed include: long bean / violet leaves, banana heart, katuk leaves, palm juice, papaya leaves, bitter melon leaves, basil seeds, cumin seeds. The purpose of this study was to determine the practice of using herbal plants in nursing mothers in South Purwokerto District. Research methods: This study used descriptive research with a retrospective time approach. Total population of 40 mothers in Karangklesem South Purwokerto. Sampling technique with random sampling. Data analysis uses univariate frequency distribution analysis. The results showed that most breastfeeding mothers used herbs during lactation and types of herbs used included: turmeric, ginger, ginger, kencur, Javanese acid, papaya leaves, betel leaves, kemukus, katuk leaves. Conclusion most breastfeeding mothers use herbs during lactation. Keywords: The practice of using herbs, breastfeeding mothers
Hubungan Pengetahuan Tentang K3 Dan Kepatuhan Terhadap Prosedur Dengan Risiko Bahaya Kesehatan Dan Keselamatan Kerja (K3) Pada Petugas Pemadam Kebakaran Di Kabupaten Purbalingga Anasari, Tri; Trisnawati, Yuli
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 20 No 2 (2024): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan suatu pemikiran serta usaha agar terjaminnya kesempurnaan baik fisik dan mental kerja karyawan pada umumnya dan juga budaya menuju makmur serta adil. Pemadam kebakaran ialah pekerjaan dengan risiko tinggi berupa luka-luka dan penyakit akibat kerja yang kemudian dapat mengakibatkan cacat dan kematian. Data Dinas Pemadam Kebakaran di Kabupaten Purbalingga angka kecelakaan kerja pada tahun 2019 sampai 2022 terdapat 45 kasus kecelakaan kerja. Faktor-faktor yang berkaitan dengan risiko bahaya K3 antara lain faktor manusia yang terdiri dari umur, masa kerja, sikap kerja, pengetahuan tentang K3, penggunaan APD, kepatuhan terhadap prosedur, kejadian kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang K3 dan kepatuhan terhadap prosedur dengan risiko bahaya kesehatan dan keselamatan kerja pada petugas pemadam kebakaran di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian dekriptif analitik dengan menggunakan pendekatan case control. Populasi penelitian ini sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Analisa yang digunakan pada penelitian ini adalah chi square. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar reponden mempunyai risiko bahaya sedang sebanyak 38 (72%), sebagian besar patuh terhadap prosedur sebanyak 31 (62%), sebagian besar pengetahuan responden baik sebanyak 34 (68%) dan ada hubungan pengetahuan tentang K3 dan kepatuhan terhadap prosedur dengan risiko bahaya kesehatan dan keselamatan kerja pada petugas pemadam kebakaran di Kabupaten Purbalingga dengan p-value: 0,000.
Konsep Atomistik Leucippus Sebagai Analogi Filosofis dalam Pembelajaran Matematika di SMA Soekarno, Gustina Anugerahwati; Anasari, Tri; Abdillah, Definka Puan Shalika; Sulistiyowati , Nourma Ayu; Fauziati, Endang
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4000

Abstract

Skor PISA matematika Indonesia yang rendah mengindikasikan perlunya pergeseran fokus pembelajaran dari aspek prosedural ke pemahaman konseptual dan bernalar kritis. Matematika sering dianggap abstrak karena metode pengajaran kurang mendorong berpikir kritis. Penelitian ini menawarkan kerangka filosofis atomistik Leucippus untuk menyusun dan memperkaya pemahaman konsep yang mendalam di tingkat SMA. Penelitian kualitatif ini, melalui wawancara dan observasi, menganalisis penerapan analogi atomistik Leucippus. Konsep atomistik dianalogikan sebagai elemen fundamental atau konsep prasyarat yang tak terbagi dalam matematika (unit dasar). Implikasi Analogis konsep atomistik dalam Pembelajaran yaitu Keteraturan Atom diibaratkan sebagai struktur materi yang hierarkis, bergerak dari konsep sederhana ke konsep kompleks. Gerak Atom diibaratkan sebagai proses belajar dan penurunan rumus yang menunjukkan interaksi dan hubungan antar konsep. Penerapan analogi ini telah diimplementasikan guru dalam Penyusunan Bahan Ajar yang terstruktur secara sistematis dari dasar ke kompleks, Penurunan Rumus Bertahap dengan selalu menghubungkan kembali ke konsep prasyarat (atom) dan Diagnosis Kesulitan yang berfokus pada penguasaan konsep per atom (unit dasar) sebelum beralih ke konsep yang lebih rumit, memungkinkan remedial yang lebih efisien. Kesimpulannya, analogi atomistik Leucippus terbukti memberikan kerangka konseptual yang efektif bagi guru untuk menyusun pembelajaran. Pendekatan ini memfasilitasi pemahaman bahwa pengetahuan matematika dibangun secara hierarkis, deduktif, dan konsisten dari unit-unit dasar yang saling berinteraksi, berpotensi meningkatkan pemahaman konseptual murid secara signifikan. Integrasi filsafat atomistik dalam pedagogi matematika mampu menggeser paradigma pembelajaran dari mekanistik menjadi reflektif-struktural.
Analisis SWOT Faktor Internal Sekolah untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran Sulistiyowati, Nourma Ayu; Anasari, Tri; Abdillah, Definka Puan Shalika; Soekarno, Gustina Anugerahwati; Narimo, Sabar; Anif, Sofyan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4089

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengungkap bagaimana sekolah dapat memaksimalkan kekuatan (strengths) yang dimiliki untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, serta meminimalkan kelemahan (weaknesses) yang berpotensi menghambat perkembangan sekolah. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan staf tata usaha. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, penyebaran kuisioner, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kondisi internal sekolah. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Berdasarkan hasil pengolahan data, ditemukan bahwa sekolah memiliki kekuatan (strengths) yang sangat dominan dengan persentase mencapai 86%. Kekuatan ini tercermin pada kompetensi guru yang baik, lingkungan sekolah yang kondusif, serta hubungan kerja sama yang harmonis antara guru, siswa, dan pimpinan sekolah. Faktor-faktor tersebut menjadi fondasi penting bagi terciptanya proses pembelajaran yang efektif dan berkualitas. Selanjutnya hasil analisis pada kelemahan (weaknesses) menunjukkan persentase 63%. Beberapa aspek yang perlu ditingkatkan antara lain pemanfaatan sarana dan prasarana pembelajaran yang belum optimal, motivasi belajar siswa yang cenderung rendah, serta kurangnya kegiatan pengembangan profesional guru secara berkelanjutan. Kondisi ini mengindikasikan perlunya strategi perbaikan yang lebih terarah. Dengan mengoptimalkan kekuatan yang telah dimiliki dan secara simultan mengatasi berbagai kelemahan tersebut, MTs Yosodipuro Pengging memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan dan mencapai standar pendidikan yang lebih baik.
Strategi Implementasi TIK Untuk Meningkatkan Efektivitas Manajemen dan Pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama Anasari, Tri; Abdillah, Definka Puan Shalika; Sulistiyowati, Nourma Ayu; Soekarno, Gustina Anugerahwati; Murtiyasa, Budi; Masduki, Masduki
TIN: Terapan Informatika Nusantara Vol 6 No 7 (2025): December 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/tin.v6i7.8804

Abstract

This study aims to analyze the strategy of implementing Information and Communication Technology (ICT) in improving the effectiveness of school management and the quality of learning. The study uses a qualitative approach with a case study method, focusing on schools that have implemented ICT in managerial activities and teaching and learning processes. Data were collected through interviews, observations, and document analysis, involving various parties such as principals, administrative staff, teachers, and students. The analysis was conducted using a triangulation approach of sources and methods, and supported by a SWOT analysis to identify strengths, weaknesses, opportunities, and challenges in the implementation of ICT. The research strategically strengthened the school management system through administrative efficiency, increased data accuracy, and more integrated monitoring of academic performance. The results of ICT implementation also contributed to increased teacher interaction as shown by a total average of 4.03 that teachers have a positive perception of ICT implementation, especially in the aspects of leadership support (average 4.60) and availability of facilities (4.50). Student results show a total average of 3.91 students rating the implementation of ICT in schools as Good, with the most prominent aspects being more engaging learning (4.25) and the convenience of learning using ICT (4.10). However, several obstacles remain, such as limited digital infrastructure, a lack of teacher competence in mastering technology, and resistance to changes in work culture. As recommendations, this study offers three main steps in ICT implementation: (1) gradually strengthening digital infrastructure according to school needs, (2) improving educator competence through training based on real needs, and (3) implementing a flexible and sustainable ICT management evaluation system. With the support of visionary school policies and increased digital literacy among all school members, digital transformation is expected to create an innovative, collaborative, and quality-oriented learning ecosystem in the digital era.
Peran Sumber Daya Manusia dalam Strategi Pengelolaan Dana BOS di Sekolah Menengah Pertama Abdillah, Definka Puan Shalika; Soekarno , Gustina Anugerahwati; Anasari, Tri; Sulistiyowati, Nourma Ayu; Harsono, Harsono; Suyatmini, Suyatmini
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4827

Abstract

Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dasar dan menengah melalui pendanaan langsung kepada satuan pendidikan. Namun, efektivitas pengelolaan dana BOS sangat ditentukan oleh kualitas dan peran sumber daya manusia (SDM) yang terlibat di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran SDM dalam strategi pengelolaan dana BOS di Sekolah Menengah Pertama, khususnya pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi anggaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus pada salah satu SMP Negeri di Kabupaten Sragen. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, studi dokumentasi, dan analisis dokumen keuangan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDM sekolah terdiri dari kepala sekolah, bendahara, guru, dan komite memiliki peran strategis dalam memastikan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas pengelolaan dana BOS. Pada tahap perencanaan, kepala sekolah berperan sebagai pengarah kebijakan anggaran; pada tahap pelaksanaan, bendahara dan tim BOS bertanggung jawab terhadap administrasi dan pelaporan; sedangkan pada tahap evaluasi, guru dan komite sekolah berperan dalam memberikan masukan dan pengawasan. Temuan menunjukkan bahwa kompetensi, kolaborasi, dan integritas SDM menjadi faktor utama dalam keberhasilan strategi pengelolaan dana BOS di sekolah. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas SDM dalam manajemen keuangan pendidikan agar tercapai efektivitas dan transparansi yang berkelanjutan.
Persepsi Guru Terhadap Penggunaan Teknologi Dalam Pembelajaran: Studi Situs Sekolah Menengah Pertama Anasari, Tri; Soekarno, Gustina Anugerahwati; Harsono, Harsono; Sutama, Sutama
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4978

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan menuntut guru untuk beradaptasi dengan metode pembelajaran berbasis teknologi guna meningkatkan efektivitas dan kreativitas di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru terhadap penggunaan teknologi dalam pembelajaran di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi persepsi tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui desain studi situs, penelitian ini melibatkan 13 guru dari berbagai mata pelajaran di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Sragen. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi kegiatan pembelajaran, dan dokumentasi perangkat pembelajaran digital. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas guru memiliki persepsi positif terhadap teknologi, yang dinilai mampu meningkatkan interaktivitas, motivasi siswa, dan efisiensi administrasi pembelajaran melalui platform seperti Canva, Quizizz, dan Google Classroom. Temuan ini mengonfirmasi model Technology Acceptance Model (TAM) yang bermanfaat dan memberikan kemudahan dalam penggunaan menjadi kunci penerimaan teknologi. Namun, penelitian juga mengungkap adanya persepsi negatif di kalangan guru senior akibat kendala teknis, keterbatasan kompetensi digital, dan beban persiapan materi. Faktor penentu persepsi guru meliputi faktor internal (usia, motivasi, dan kompetensi) serta faktor eksternal (dukungan kepala sekolah dan ketersediaan infrastruktur). Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan TIK berkelanjutan dan peningkatan fasilitas teknologi untuk menciptakan ekosistem pendidikan digital yang inklusif.
KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI (FAST FOOD) DAN KELUHAN DISMENORE PRIMER PADA REMAJA SANTRIWATI DI PONDOK PESANTREN X KABUPATEN BANYUMAS Rudatiningtyas, Ulfa Fadilla; Anasari, Tri
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 2 (2026): Vol. 8 No. 2 Edisi 1 Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i2.3491

Abstract

Primary dysmenorrhea is menstrual pain characterized by discomfort in the lower abdominal area. One of the factors that may trigger this condition is the consumption of fast food. Fast food is known as a type of practical meal that is prepared and served quickly. However, excessive consumption of such food can increase the level of prostaglandin hormones in the body, which in turn causes menstrual pain. This study aims to determine the relationship between fast food consumption habits and the incidence of primary dysmenorrhea among female students at Pondok Pesantren X. The research instrument used was a questionnaire to obtain primary data. The collected data were analyzed univariately using frequency distribution and bivariately using the Chi-Square test. The results showed that 94.0% of the students experienced primary dysmenorrhea, and 87.2% of them were categorized as frequent fast food consumers. Based on the bivariate test results, a p-value of 0.000 was obtained, indicating a significant relationship between fast food consumption habits and the incidence of primary dysmenorrhea among the students.Keywords: Primary Dysmenorrhea, Fast Food Consumption
Hubungan Karakteristik Ibu Nifas Dengan Keikutsertaan Keluarga Berencana Pasca Salin Anasari, Tri
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 22 No 1 (2026): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengurangi angka kelahiran berisiko tinggi dan menghindari kehamilan adalah dua cara agar pelayanan keluarga berencana pascapersalinan yang efektif dapat menurunkan angka kematian ibu. Menurut data lapangan, masih terdapat 1.340.044 peserta keluarga berencana pascapersalinan. Pada tahun 2023, sebanyak 13.849 individu (67,0%) tercakup oleh keluarga berencana pascapersalinan, dibandingkan dengan 74,4% peserta keluarga berencana aktif di Kabupaten Banyumas. Pada tahun 2024, sebanyak 736 ibu melahirkan di Puskesmas Purwokerto Selatan, dengan 370 partisipasi keluarga berencana pascapersalinan (50,3%). Target 80% belum tercapai dalam jumlah peserta keluarga berencana pascapersalinan. Usia, paritas, pendidikan, pengetahuan, sikap, dan karakteristik lainnya semuanya berpengaruh terhadap partisipasi keluarga berencana pascapersalinan. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dan bersifat analitis. Partisipasi keluarga berencana pascapersalinan merupakan variabel dependen dalam penelitian ini, sedangkan usia, paritas, dan pendidikan merupakan variabel independen. Populasi penelitian terdiri dari 61 ibu pascapersalinan yang, pada Juni 2025, telah menyelesaikan 42 hari perawatan pascapersalinan. Metode yang digunakan adalah pengambilan sampel total. Analisis chi-square dan analisis deskriptif digunakan dalam analisis. Menurut temuan penelitian, persentase terbesar ibu tidak menggunakan KB pascapersalinan (63,9%), kelompok usia terbesar adalah ibu hamil dan multipara (68,9%), dan tingkat pendidikan tertinggi adalah pendidikan menengah (54%). Di wilayah pelayanan Puskesmas Purwokerto Selatan di Kabupaten Banyumas, terdapat korelasi antara pendidikan dan partisipasi KB pascapersalinan, tetapi tidak ada korelasi antara usia dan paritas.