Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Dampak Pemajuan Kebudayaan terhadap Pembangunan Ekonomi di Kawasan Perbatasan Mahakam Ulu Sudiar, Sonny; Anggraini, Yayuk; Fathurrachmi, Enny; Purnawarman, Andi; Faisa, M. Faris Firjatullah; Al Ayubi, Muhammad Ridho
FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 27 No. 1 (2025): Januari
Publisher : FEB Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jfor.v27i1.2661

Abstract

Wisata budaya, yang menarik wisatawan dari seluruh dunia, membuka peluang ekonomi baru bagi penduduk setempat. Pertumbuhan budaya juga mendorong solidaritas sosial dan ketahanan komunitas, yang penting untuk kesuksesan ekonomi jangka panjang. Dengan meningkatkan kebanggaan dan identitas budaya, komunitas dapat bekerja sama untuk mengatasi tantangan dan mencapai tujuan bersama. Rasa kebersamaan dan solidaritas ini dapat membantu membangun komunitas yang lebih kuat dan lebih tangguh. Pada akhirnya, kemajuan budaya dapat membuka prospek ekonomi baru dan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi komunitas adat di wilayah perbatasan Mahakam Ulu. Studi ini menyoroti kurangnya fasilitas untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya fisik di Kabupaten Mahakam Ulu, dengan manuskrip dalam kondisi buruk. Digitalisasi digunakan untuk pelestarian, tetapi ahli diperlukan untuk pemahaman jangka panjang. Peraturan daerah dapat melindungi warisan budaya dan mendorong adaptasi. Mempromosikan budaya Mahakam Ulu melibatkan kegiatan tahunan, kebijakan peraturan daerah, dan materi yang lengkap dalam kurikulum sekolah
Implikasi social mapping terhadap human security di kampung Gurimbang Sudiar, Sonny; Daniah, Rahmah; Aisyah, Aisyah; Purnawarman, Andi; Azizah, Nur
FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 25 No. 1 (2023): Januari
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jfor.v25i1.12682

Abstract

Tujuan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan pemetaan sosial di Kampung Gurimbang (Berau). Konsep keamanan manusia menjadi topik penting ketika berkaitan dengan pemetaan sosial. Menyikapi persoalan tersebut, dokumen pemetaan sosial merupakan dokumen yang sangat penting, karena merupakan data baseline kondisi masyarakat dan aktor-aktor yang perlu dikelola. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan pendekatan kualitatif yang diterapkan. Data diperoleh melalui observasi partisipan dan wawancara mendalam kepada beberapa informan. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif dengan penekanan padaproses data segmenta tion.  Hasil pemetaan jejaring sosial Kampung Gurimbang menunjukkan adanya interaksi yang saling melengkapi antar aktor. Hubungan komplementer ini dapat dilihat di hampir setiap lini interaksi antara individu, kelompok dan institusi.
Pengembangan kawasan perbatasan negara di Apou Kayan Sudiar, Sonny; Aurelia, Natasya; Purnawarman, Andi; Purnawarman, Aisyah
INOVASI: Jurnal Ekonomi, Keuangan, dan Manajemen Vol. 19 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jinv.v19i1.2455

Abstract

Salah satu gagasan penting dalam pembangunan wilayah perbatasan negara adalah dengan upaya melakukan pemekaran wilayah perbatasan tersebut sebagai sebuah Daerah Otonom Baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan beberapa Kecamatan di wilayah Apou Kayan dimekarkan menjadi Daerah Otonomi Baru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemekeran wilayah DOB Apou Kayan merupakan sebuah upaya yang perlu dilakukan untuk melindungi kepentingan nasional Indonesia di kawasan-kawasan perbatasan, dan memperkuat daya saing ekonomi Indonesia secara global, serta untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik di wilayah perbatasan khususnya di wilayah Apou Kayan. Karena kawasan perbatasaan pada hakikatnya memiliki arti yang sangat vital dan strategis bagi Indonesia, paling tidak jika dilihat dari tiga sudut pandang, yaitu:  pertahanan-keamanan, ekonomi-perdagangan, dan sosial-budaya. Merujuk pada kondisi tersebut maka penelitian ini merekomendasikan bahwa mengingat letak geografis wilayah Apou Kayan yang berbatasan langsung dengan wilayah perbatasan negara tetangga Malaysia maka pemerintah pusat dianggap penting untuk memberikan pengaturan khusus terkait dengan penataan ruangnya, sehingga dapat dimekarkan sebagai Daerah Otonomi Baru
DEVELOPMENT IN DEVELOPING COUNTRIES (CASE STUDY: IMPLEMENTATION OF THE INDONESIA-CHINA COOPERATION PROJECT IN THE DEVELOPMENT OF THE JAKARTA-BANDUNG HIGH-SPEED RAILWAY IN 2015–2023): KERJA SAMA PEMBANGUNAN DI NEGARA BERKEMBANG (STUDI KASUS: IMPLEMENTASI PROYEK KERJA SAMA INDONESIA-TIONGKOK DALAM PEMBANGUNAN KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG TAHUN 2015-2023) Mahardika, Bagus; Purnawarman, Andi
Journal of Administration and International Development Vol. 5 No. 2 (2025): JAID: Journal of Administration and International Development
Publisher : Polteknik Imigrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52617/jaid.v5i2.787

Abstract

This study aims to understand and describe the project implementation of cooperation between Indonesia and China in the development of the high-speed rail project connecting Jakarta and Bandung. The type of research used in this paper is descriptive, with data sourced from literature, academic readings, and news reports. The data were collected using a literature review technique and analyzed qualitatively based on their relevance to the research problem. This study finds that the Jakarta-Bandung High-Speed Railway project, a collaboration between Indonesia and China, has been effectively implemented through a functional partnership. PT KCIC, a joint consortium between the two countries, was established to manage funding, distribute financing, and serve as the executor of Engineering, Procurement, and Construction (EPC) as well as Operation and Maintenance (O&M). The project reflects mutual interdependence: China provides expertise, technology, and training to support localization and knowledge transfer, while Indonesia contributes land and is responsible for regional development along the rail corridor. This development aims to generate economic benefits that help repay the project’s investment and loans. Overall, the cooperation highlights a balanced division of responsibilities, emphasizing institutional synergy and shared goals in infrastructure modernization and capacity building through the integration of technology and collaborative governance.