Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Dampak Keberadaan Sektor Pengumpul Informal Dalam Upaya Peningkatan Kawasan Bebas Sampah Di Kecamatan Luwuk Kabupaten Banggai Putri Lillah Putri Lillah; Aziz Budianta Aziz Budianta; Wildani Pingkan Wildani Pingkan; Budi Andresi Budi Andresi
Jurnal Peweka Tadulako Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal PeWeKa Tadulako
Publisher : Prodi PWK Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpwkt.v1i1.5

Abstract

Kabupaten Banggai sendiri sejatinya menjadi salah satu Kabupaten yang mendapatkan penghargaan gelar Adipura selama 2 tahun berturut-turut pada tahun 2018 dan 2019. Adipura adalah sebuah penghargaan bagi kabupaten/kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan yang tidak terlepas kaitannya dengan sektor pengumpul infromal. Di Kecamatan Luwuk terdapat sektor pengumpul informal yaitu pemulung dan pengepul yang bentuk aktifitasnya mengumpulkan bahan-bahan bekas yang masih bisa dimanfaatkan (daur ulang). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak keberadaan sektor pengumpul informal dalam upaya peningkatan kawasan bebas sampah di Kecamatan Luwuk. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah pemetaan, observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, serta analisis deskriptif kualitatif. Hasil observasi lapangan terhadap sampel yang diambil meliputi 20 pemulung dan 3 pengepul di Kecamatan Luwuk. Sektor pengumpul informal telah berperan dalam mereduksi jumlah timbulan sampah sekitar 18.000 kg/hari atau sekitar 18 ton/hari. Presentase sisa sampah yang tidak direduksi pemulung dan pengepul sebesar 76,66% dari total jumlah timbulan sampah Kecamatan Luwuk. Berdasarkan hasil analisis terdapat 23,34% sampah anorganik yang tidak di reduksi sektor pengumpul infrormal. Melihat hasil presentase tersebut, perlu ditingkatkan melalui sosialisasi yang diadakan oleh Dinas Lingkungan Hidup tentang pengelolaan sampah 3R/4R guna meningkatkan pengetahuan sektor pengumpul informal dalam mendaur ulang, mengingat sampah yang di kumpul sektor pengumpul informal pada akhirnya di kirim ke agen yang berada di daerah Jawa tepatnya di Surabaya dan peningkatan SDM dengan memberikan pelatihan keterampilan pengelolaan sampah agar lebih optimal.
Pemantauan Indeks Kualitas Tutupan Lahan di Kota Palu Tahun 2023 Budi Andresi; Dita Septyana; Rifai Mardin; Silvana; Tatang Firman
Jurnal Peweka Tadulako Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal PeWeKa Tadulako
Publisher : Prodi PWK Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/peweka.v2i2.23

Abstract

Kebutuhan akan sumberdaya lahan dari tahun ke tahun makin meningkat sejalan bertambahnya jumlah penduduk yang menyebabkan pemanfaatan lahan juga semakin intensif baik untuk permukiman, pertanian, peternakan, pertambangan, jalan dan bangunan fasilitas ekonomi, sosial dan sebagainya. Salah satu upaya upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah penilaian Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL). Indeks Kualitas Lingkungan Hidup telah ditetapkan sebagai indikator untuk mengukur kualitas lingkungan hidup nasional, propinsi maupun kabupaten dan kota di Indonesia termasuk Kota Palu sebagaimana tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Palu tahun 2021-2026 yang telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah Kota Palu Nomor 4 tahun 2021. Salah satu komponen untuk mengukur IKLH adalah Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL), dimana IKTL digunakan untuk mewakili isu hijau dan penilaian kebijakan pengelolaan kualitas lingkungan hidup. Pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2021 tentang Indeks Kualitas Lingkungan Hidup, didifinisikan bahwa Indeks Kualitas Tutupan Lahan yang selanjutnya disingkat IKTL adalah nilai yang menggambarkan kualitas Tutupan Lahan yang dihitung dari kondisi tutupan hutan dan tutupan vegetasi non hutan. Oleh sebab itu perlu dilakukan pemantauan sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan dalam pengambilan kebijkan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup kedepan khususnya untuk mencapai target Palu Hijau.
Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Pesisir Danau Poso Desa Pasir Putih Kabupaten Poso Muh Ikhlasul Amal L; Muhammad Najib; Rezki Awalia; Budi Andresi
Jurnal Peweka Tadulako Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal PeWeKa Tadulako
Publisher : Prodi PWK Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/peweka.v3i1.29

Abstract

Salah satu wilayah strategis yang terletak di daerah pesisir Danau Poso yang memiliki potensi dalam pengembangan kawasan wisata khususnya pesisir danau yaitu Desa Pasir Putih. Pada kenyataannya usaha pengembangan suatu kawasan wisata harus memperhatikan berbagai faktor sehingga dapat memaksimalkan pengembangan kawasan wisata itu sendiri. Dalam rangka pengembangan kawasan wisata ini, diperlukan strategi pengembangan kawasan wisata pesisir Danau Poso, Desa Pasir Putih secara komprehensif dan terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi dalam pengembangan kawasan wisata pesisir Danau Poso Desa Pasir Putih menggunakan metode analisis SWOT. Hasil penelitian memperlihatkan posisi strategi berada pada kuadran I (strategi S-O) dimana rekomendasi strategi yang diberikan yakni memaksimalkan potensi keindahan alam dengan menambahkan atraksi wisata yang memiliki cirikhas, memanfaatkan kearifan budaya dan keunikan daerah sehingga dapat menjadi daya tarik yang akan memicu tersedianya alternatif usaha masyarakat, serta menyediakan kemitraan/kerjasama dengan berbagai pihak antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta dalam pengembangan kawasan wisata pesisir Danau Poso Desa Pasir Putih. Kata kunci: Strategi Pengembangan, Wisata Pesisir, Danau Poso
Perbandingan Ketelitian Metode NDVI Melalui Software Global Mapper Dan Arcgis Andresi, Budi; Takwim, Supriadi; Radhinal, Yan; Asman, Andi Idham; A, Rasdiana
Jurnal Peweka Tadulako Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal PeWeKa Tadulako
Publisher : Prodi PWK Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/peweka.v3i2.35

Abstract

Normal Difference Vegetation Index (NDVI) merupakan algoritma untuk mendeteksi indeks vegetasi dari citra satelit. Pengolahan indeks vegetasi pada penelitian ini menggunakan algoritma NDVI dengan memanfaatkan kanal/band 5 (NIR) dan 4 (RED) pada Landsat 9 OLI 2 perekaman tanggal 26 Oktober 2024 Hasil pada penelitian ini menunjukkan terjadi perbedaan hasil analisis pada masing-masing kelas pada software Global Mapper dan ArcGIS. Luas Kelas Klassifikasi Kerapatan Vegetasi pada Software Global Mapper menunjukkan bahwa luas tertinggi pada kelas Non Vegetasi seluas 16696,2 Ha atau 46,82% diikuti Kelas Tingkat Kehijauan Tinggi seluas 5755,9 Ha atau 16,14% dan luas yang terendah pada kelas Kehijauan Sangat Rendah seluas 3245,7 Ha atau 9,1%. Sedangkan pada Software ArcGIS hasil yang diperoleh, luas Kelas klasifikasi tertinggi pada Kehijauan Rendah Seluas 9396,4 Ha atau 26,35% dan diikuti kelas Non Vegetasi seluas 9206,7 Ha atau 25,82%. Luas terendah ditempati kelas Kehijauan Tinggi seluas 3821,3 Ha atau 10,72%. Hasil uji ketelitian, menunjukkan bahwa menggunakan Software ArcGIS terdapat 8 area yang sesuai dengan kondisi eksisting atau sekitar 80% kesesuaian dari area sampel sedangkan dengan menggunakan software Global Mapper menunjukkan area yang sesuai dengan kondisi eksisting hanya 2 area atau 20% dari area sample. Kata Kunci: NDVI, ArcGIS, Global Mapper
Penggunaan Metode Digitasi On Screen untuk Pemantauan Kualitas Tutupan Lahan Kota Palu Tahun 2025 Budi Andresi; Rifai; Dita Septyana
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.1009

Abstract

Perubahan tutupan lahan di wilayah perkotaan merupakan indikator penting dalam menilai kualitas lingkungan dan keberlanjutan pembangunan. Kota Palu, sebagai pusat perkotaan di Provinsi Sulawesi Tengah, mengalami dinamika pemanfaatan lahan yang signifikan akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas tutupan lahan di Kota Palu hingga tahun 2025 serta menganalisis implikasinya terhadap perencanaan tata ruang dan pengelolaan lingkungan. Metode penelitian meliputi analisis citra satelit 2025 melalui digitasi on-screen menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan perhitungan Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL) sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 14 Tahun 2025. Hasil analisis menunjukkan total luas tutupan lahan sebesar 203,531 ha, dengan dominasi ruang terbuka hijau berupa taman lingkungan (93,759 ha), median jalan (51,097 ha), dan sempadan badan air (48,646 ha). Kategori area dengan Nilai Konservasi Tinggi (HCV) masih terbatas, hanya 1,876 ha. Perhitungan IKTL menghasilkan nilai 67,62, termasuk dalam kategori “Sedang,” menandakan tekanan aktivitas manusia terhadap kawasan bernilai ekologis. Permukiman menjadi penggunaan lahan yang paling banyak beririsan dengan kawasan bernilai lingkungan tinggi. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan kebijakan pengelolaan ruang, pemerataan RTH dan HCV, serta pengendalian alih fungsi lahan untuk mendukung pembangunan perkotaan yang berkelanjutan. Penelitian ini menyediakan dasar berbasis data untuk pengambilan keputusan dalam perencanaan tata ruang dan pengelolaan lingkungan di Kota Palu.