Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kedaulatan Ruang Udara Indonesia: Tinjauan Yuridis Hukum Internasional dan Nasional Widarto, Bambang; Istianingsih
Fundamental: Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 14 No. 2 (2025): Fundamental: Jurnal Ilmiah Hukum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34304/jf.v14i2.424

Abstract

Penelitian ini mengkaji prinsip kedaulatan negara atas ruang udara dalam perspektif hukum internasional dan implementasinya dalam konteks nasional Indonesia. Fokus kajian meliputi sejarah perkembangan prinsip kedaulatan udara dari Konferensi Paris 1910 hingga Konvensi Chicago 1944, perbedaan antara ruang udara dan ruang angkasa, serta pengaturan ruang udara Indonesia dalam UUD 1945 dan UU No. 1 Tahun 2009. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan analisis doktrinal dan historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki dasar hukum kuat untuk mengklaim dan mengatur kedaulatan atas ruang udaranya, meskipun terdapat tantangan implementasi terutama dalam pengelolaan Flight Information Region (FIR) oleh pihak asing. Kajian ini juga menyoroti pentingnya harmonisasi hukum nasional dengan prinsip-prinsip hukum udara internasional guna memperkuat posisi Indonesia dalam pengelolaan ruang udara strategis di tengah dinamika geopolitik dan kemajuan teknologi.
Analisis Sentimen Terhadap Kontroversi Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 Tentang Pemboikotan Produk yang Terafiliasi Israel Yasir, Muhammad; Marissa Grace Haque; Robertus Suraji; Istianingsih
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Maret - April 2024)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/jemsi.v5i4.1845

Abstract

Abstrak: Kebijakan yang dikeluarkan oleh MUI, khususnya fatwa nomor 83 tahun 2023 yang membahas aspek moralitas dalam mendukung perjuangan palestina, menganjurkan untuk menghindari transaksi dan penggunaan produk yang terkait dengan Israel, terutama negara-negara yang mendukung penjajahan dan Zionisme semaksimal mungkin. Fenomena ini telah memunculkan berbagai tanggapan reaksi dan muncul sebagai subjek wacana yang trending di seluruh platform media sosial termasuk pengguna YouTube. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model klasifikasi sentimen menggunakan mengkomparasi lima metode klasifikasi seperti Naïve Bayes, Decision Tree, Random Forest, Support Vector Machine (SVM), dan K-Nearest Neighbor (KNN) untuk memahami respons terhadap fatwa tersebut. Alat yang digunakan adalah Python Google Collab dengan dataset berasal dari komentar YouTube. Hasil analisis menunjukkan tiga klasifikasi sentimen: setuju, tidak setuju, dan netral, dengan tingkat akurasi Naive Bayes 75%, Decision Tree 65%, Random Forest 67%, SVM 63%, K-NN 53%. Penelitian ini diharapkan memberikan wawasan mendalam tentang distribusi sentimen terkait fatwa tersebut, serta menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut dalam analisis sentimen dan dinamika opini publik.