Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

DOES COMMUNICATION NETWORK HETEROGENEITY MODERATED BY ACADEMIC LEVEL PREDICT STUDENT SUBJECTIVE WELL-BEING? Rahardjo, Wahyu; Indryawati, Rini; Fuad, Afmi; Qomariyah, Nurul; Andriani, Inge; Harsanti, Intaglia; Salve, Henny Regina
Arjwa: Jurnal Psikologi Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/arjwa.2024.v3i2.9231

Abstract

After the pandemic, students are still facing issues related to subjective well-being. Student behavior in communicating online with social media with various people with diverse backgrounds and also demographic factors such as academic level are factors that are thought to be able to predict student subjective well-being. The purpose of this study is to empirically ascertain whether communication network heterogeneity moderated by academic level has an effect on student subjective well-being. The participants of this study were 437 students in the Jakarta Greater area. Theoretical models are made to fit with empirical models. The results showed that academic level did not have a significant role in moderating the effect of communication network heterogeneity on student subjective well-being. That is, communication network heterogeneity itself is quite strong in predicting student subjective well-being. Other results are discussed later.  
PENGARUH ANONIMITAS TERHADAP CYBERBULLYING PADA PENGGUNAAN VOICE CHAT DI ANTARA PEMAIN GAME ONLINE Syam, Keyna Fairuzidha; Andriani, Inge
Arjwa: Jurnal Psikologi Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/arjwa.2024.v3i2.11220

Abstract

Popularitas penggunaan voice chat dalam game tidak hanya disebabkan oleh kemudahan berkomunikasi, tetapi juga karena komunikasinya yang bersifat anonim. Hal ini memungkinkan pemain untuk dengan bebas mengekspresikan diri dalam dunia game yang terpisah dari kehidupan nyata. Namun, popularitas ini juga membuka peluang baru untuk tindakan cyberbullying. Voice chat memberikan keberanian kepada individu untuk menciptakan identitas palsu dan melakukan serangan dari balik layar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh anonimitas terhadap cyberbullying melalui voice chat di antara pemain game online. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis regresi pada 103 pemain game online yang menggunakan voice chat. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada anonimitas terhadap cyberbullying dengan nilai signifikansi 0.010 (p < 0,05) dengan besar pengaruh anonimitas sebesar 6.3% terhadap cyberbullying, sisanya sebesar 93.7% berasal dari variabel lain di luar penelitian.
HUBUNGAN REGULASI DIRI DAN KECENDERUNGAN KECANDUAN MEDIA SOSIAL TIKTOK PADA MAHASISWA Irawan, Jihan; Andriani, Inge
Arjwa: Jurnal Psikologi Vol 2, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/arjwa.2023.v2i4.9534

Abstract

Kepopuleran media sosial tiktok, ditunjang dari ketepatan tiktok menampilkan tayangan yang sesuai dengan prefensi penggunanya. Hal ini membuat mahasiswa, yang merupakan kelompok pengakses media sosial, seringkali keasyikan mengakses tiktok. Tujuan penelitian ini untuk menguji apakah terdapat hubungan negatif regulasi diri dan kecenderungan kecanduan tiktok pada mahasiswa. Kecanduan merupakan kondisi seseorang mengalami gangguan psikologis yang tidak dapat mengontrol dirinya sendiri, Regulasi diri berperan untuk mengontrol, mengelola, dan mengatur dirinya dengan memberi batasan waktu untuk tidak melakukan kegiatan yang merugikan dan terhindar perilaku kecanduan media sosial. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan analisis data menggunakan teknik korelasi bivariate Pearson Product Moment. Sampel yang digunakan yaitu mahasiswa aktif pengguna tiktok yang berusia 18-24 tahun, serta menggunakan aplikasi tiktok minimal 5 jam perharinya. Hasil penelitian menyatakan hasil hipotesis diterima, terdapat hubungan negatif antara regulasi diri dan kecenderungan kecanduan sosial media tiktok pada mahasiswa dengan memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,01) dan nilai pearson correlation sebesar - 0,794. Dapat diartikan bahwa semakin tinggi regulasi diri yang dimiliki maka akan semakin rendah kecenderungan kecanduan media sosial tiktok pada mahasiswa.
Factors influencing employee’s quality of life during COVID-19 pandemic Mulyani, Indah; Rahardjo, Wahyu; Andriani, Inge; Qomariyah, Nurul
Indigenous Vol 5, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v5i2.11086

Abstract

One result of the COVID-19 pandemic for the wider community, especially employees, is the need to carry out physical distancing in the form of work from home. This phenomenon certainly has consequences on the quality of life felt by employees. The purpose of this study was to determine whether the quality of life of employees who work from home is influenced by variables such as type D personality, anxiety, technology overload, and work-life balance. Participants in this study were 486 employees living in Jakarta Greater Area who worked from home because of the COVID-19 pandemic. Participants were recruited by purposive sampling using online questionnaire. Measurements were made using a measuring tool from each variable using a quantitative approach. Hierarchical regression is used as a data analysis technique. The findings of this research show that all independent variables have an influence on quality of life. However, anxiety has the smallest influence and type D personality has the greatest effect. Meanwhile, like work-life balance, technology overload has positive effect on quality of life. That is, internal and external factors can have different effects on the quality of life felt by employees who work from home due to the COVID-19 pandemic.
Correlation of IL-1β Level and Body Temperature to the Severity of Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) and Mortality in COVID-19 Patients Andriani, Inge; Utariani, Arie; Hamzah, Hamzah
Indonesian Journal of Anesthesiology and Reanimation Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Anesthesiology and Reanimation (IJAR)
Publisher : Faculty of Medicine-Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.629 KB) | DOI: 10.20473/ijar.V4I12022.22-36

Abstract

Introduction: IL-1β and IL-6 are cytokines that have major roles in cytokine storms and endogenous pyrogens. Several studies have also displayed the effectiveness of IL-1β inhibitors in COVID-19 patients in minimizing severity and mortality. Objective: This study aims to analyze the correlation between IL-1β and body temperature with ARDS severity and mortality in COVID-19 patients. Methods: This is an analytical observational study with a prospective cohort design. A total of 54 patients have met the inclusion criteria from July to September 2020. This study mainly applied the Spearman-Rho, Mann Whitney, free sample T2 test, and Chi-Square test. Results: The correlation between body temperature and IL-1β levels in COVID-19 patients with ARDS did not show a statistically significant difference towards mortality and ARDS severity, as shown by the p-value > 0.05 in the analysis tests of each of the variables studied. Nonetheless, the occurrence of ARDS (p = 0.022), the severity of ARDS (p = 0.001), application of mechanical ventilation (p = 0.00), secondary infection (p = 0.00), and length of stay (p = 0.042) were found to be statistically significant towards COVID-19 patients' mortality. Conclusion: Body temperature does not correlate with the occurrence of ARDS, the severity of ARDS, mortality, and IL-1β levels. IL-1β levels and transformation in IL-1β levels also do not correlate with mortality as well as the occurrence and severity of ARDS, but the use of mechanical ventilation, secondary infection, and length of stay were correlated with mortality in COVID-19 patients.
Hubungan Pet Attachment dan Loneliness pada Individu yang Mengalami Pet Loss Roslia*, Alvira; Andriani, Inge
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 4 (2023): Agustus, Social Religious, History of low, Social Econmic and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i4.26235

Abstract

Bagi sebagian orang, memelihara hewan peliharaan dapat menjadi salah satu strategi pemenuhan kebutuhan bersosial, terutama pada individu yang memiliki kepercayaan yang kurang dan ketakutan akan orang asing. Individu yang memiliki kepribadian tersebut memiliki potensi untuk merasa kesepian, karena salah satu penyebab dari rasa kesepian dapat timbul akibat dari kepribadian individu. Aktivitas yang lebih banyak dihabiskan individu dengan hewan peliharaan akan meningkatkan keterikatan antar keduanya. Namun demikian, hal ini dapat berpotensi menjadi permasalahan kembali yaitu kesepian apabila hewan tersebut hilang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan pet attachment dan loneliness pada individu yang mengalami pet loss. Pengambilan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling dengan metode accidental sampling. Responden penelitian ini adalah 294 individu yang pernah mengalami kehilangan hewan peliharaan. Penelitian ini menggunakan skala UCLA of loneliness scale dan Lexington Attachment to pet scale (LAPS) sebagai alat pengumpulan data. Berdasarkan analisis data, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,008 (p 0,01). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara pet attachment dan loneliness pada individu yang mengalami pet loss.
Hubungan Impulsive Buying dengan Perilaku Berhutang pada Pengguna Pinjaman Online Rosadi*, Delfira Syelfiyola; Andriani, Inge
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 4 (2023): Agustus, Social Religious, History of low, Social Econmic and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i4.26214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan impulsive buying dengan perilaku berhutang pada pengguna pinjaman online. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling. Sampel yang diuji pada penelitian ini sebanyak 182 sampel. Pengukuran impulsive buying dilakukan dengan menggunakan The Impulse Buying Tendency Scale (IBTS) yang disusun berdasarkan aspek-aspek yang dikemukakan oleh Verplanken dan Herabadi (2001). Pengukuran perilaku berhutang menggunakan skala perilaku berhutang yang disusun berdasarkan aspek-aspek perilaku berhutang yang dikemukakan oleh Katona (1951). Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment pearson. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai koefisien korelasi 0,319 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p0,01). Hasil tersebut menunjukan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara impulsive buying dengan perilaku berhutang pada pengguna pinjaman online. Hasil analisis ini juga menunjukan antara impulsive buying dengan perilaku berhutang pada pengguna pinjaman online mempunyai keeratan yang lemah.