Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengembangan Bahan Ajar Digital Interaktif Berbasis Kvisoft Flipbook Maker pada Materi Pokok Ikatan Kimia untuk SMA/MA Kelas X Nenohai, Jacky Anggara; Sudirman, Sudirman; Naat, Johnson N.; Sarifudin, Kasimir
Jurnal Beta Kimia Vol 2 No 1 (2022): Volume 2, Nomor 1: Mei 2022
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jbk.v2i1.7093

Abstract

Penelitian dengan judul Pengembangan Bahan Ajar Digital Interaktif Berbasis Kvisoft Flipbook Maker pada Materi Pokok Ikatan kimia untuk SMA/MA Kelas X, bertujuan untuk mengetahui hasil pengembangan bahan ajar digital interaktif berbasis Kvisoft Flipbook Maker untuk membantu siswa SMA/MA kelas X dalam mempelajari materi pokok ikatan kimia dan mengetahui tingkat validitas bahan ajar digital interaktif berbasis Kvisoft Flipbook Maker pada materi pokok ikatan kimia untuk siswa SMA/MA kelas X. Pengembangan software bahan ajar digital interaktif yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini dilakukan mengikuti alur atau langkah-langkah model rancangan dari Dick and Carrey dengan sedikit penyesuaian. Prosedur pengembangan yang ditempuh untuk menghasilkan produk dibagi menjadi 4 tahap, yaitu: (1) menentukan materi yang akan dikembangkan, (2) melaksanakan desain dan pengembangan, (3) memproduksi software atau mengemas materi pembelajaran bahan ajar digital interaktif, dan (4) melakukan evaluasi formatif dan merevisi produk pengembangan. Evaluasi terhadap produk bahan ajar digital interaktif terdiri dari dua langkah utama, yaitu validasi atau uji ahli dan uji respon siswa sebagai pengguna. Uji ahli akan dinilai oleh tiga ahli yaitu ahli instrumen, ahli materi dan ahli media, sedangkan untuk uji respon siswa akan dinilai oleh siswa SMAN 4 Kupang yang dikelompokkan menjadi uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Hasil penilaian ahli instrumen terhadap angket yaitu butir-butir indikator penilaian pada angket tersebut termasuk kategori sangat baik serta sudah sesuai pada tiap ahli masing-masing, sedangkan ahli materi dan ahli media terhadap kelayakan yaitu bahan ajar ini memiliki kategori sangat baik dengan presentase keidealan keseluruhan masing-masing 85,94% untuk materi yang disajikan dan 90,91% untuk media yang disajikan. Hasil penilaian uji respon siswa terhadap bahan ajar ini yaitu pada uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji kelompok besar termasuk kategori sangat baik dengan persentase masing-masing 92% pada uji perorangan, 94,24% uji kelompok kecil dan 97,08% uji kelompok besar. persentase produk dalam hal ini uji respon siswa dari penilaian bahan ajar ini memiliki kategori sangat baik dengan presentase masing-masing 86,64% pada uji perorangan, 82,68% uji kelompok kecil dan 80,52% uji kelompok besar. Berdasarkan hasil penilaian uji ahli dan uji respon siswa pada bahan ajar digital interaktif berbasis kvisoft flipbook maker pada materi pokok ikatan kimia ini layak digunakan
Pengembangan Video Pembelajaran Kimia Berbantuan Kinemaster pada Materi Sistem Koloid untuk Kelas XI SMA/MA Parera, Lolita Agusta Magdalena; Toni, Samuel; Naat, Johnson; Sudirman, Sudirman; Dewi, Ni Wayan OAC; Kerihi, Eka C.G.; Nenohai, Jacky A.
Jurnal Beta Kimia Vol 2 No 1 (2022): Volume 2, Nomor 1: Mei 2022
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jbk.v2i1.7247

Abstract

Peneltian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembagan Dick and Carrey yang dimodifikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui wujud hasil pengembangan video pembelajaran kimia berbantuan kinemaster dan mengetahui tingkat validitas pada materi sistem koloid untuk siswa kelas XI SMA/MA. Prosedur pengembangan yang ditempuh untuk menghasilkan produk dibagi menjadi 4 tahap, yaitu: (1) menentukan materi yang akan dikembangkan, (2) melaksanakan desain dan pengembangan, (3) memproduksi software atau mengemas materi pembelajaran bahan ajar digital interaktif, dan (4) melakukan evaluasi formatif dan merevisi produk pengembangan. Evaluasi terhadap produk video pembelajaran kimia terdiri dari dua langkah utama, yaitu validasi atau uji ahli dan uji respon siswa sebagai pengguna. Uji ahli akan dinilai oleh tiga ahli yaitu ahli instrumen, ahli materi dan ahli media. Uji coba terhadap produk video pembelajaran terdiri dari uji perorangan yang terdiri dari 3 orang, uji kelompok kecil 9 orang dan uji kelompok besar 30 orang mahasiswa semester satu pendidikan kimia Universitas Nusa Cendana Kupang. Hasil penilaian ahli instrumen terhadap angket termasuk kategori sangat baik dengan persentase keidealan keseluruhan 88,57%. Hasil validasi ahli materi dan ahli media terhadap kelayakan video pembelajaran ini, memiliki kategori sangat baik dengan persentase keidealan keseluruhan berturut-turut 86,33% dan 87,5%. Hasil penilaian uji perorangan terhadap video pembelajaran ini sangat baik dengan persentase keidealan 92%, uji kelompok kecil 93,11%, dan uji kelompok besar terhadap video pembelajaran ini sangat baik dengan persentase keidealan 92,90%.Berdasarkan hasil penilaian uji ahli dan uji coba yang terdiri atas uji perorangan, uji kelompok kecil dan uji kelompok besar terhadap video pembelajaran pada materi sistem koloid di SMA ini layak digunakan.
pH dan Waktu Kontak Adsorpsi Ion Logam Cu(II) menggunakan Adsorben Silika yang Bersumber dari Pasir Alam Takari Naat, Johnson N.; Kefi, Lidia Graciana; Lawa, Yosep
Jurnal Beta Kimia Vol 1 No 1 (2021): Volume 1, Nomor 1: Mei 2021
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jbk.v1i1.7683

Abstract

Tulisan ini melaporkan pH dan waktu kontak optimum adsorpsi ion logam Cu(II) menggunakan adsorben silika yang diekstraksi dari pasir alam Takari. Penelitian ini dilakukan melalui preparasi sampel, proses ekstraksi silika menggunakan metode hidrotermal dan kopresipitasi, penentuan pH optimum dan waktu kontak adsorpsi ion logam Cu(II) menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan pereaksi EDTA sebagai pengompleks. Variasi pH yang digunakan adalah 3, 4, 5, 6, 7, dan 8 sedangkan variasi waktu kontak yang digunakan adalah 20, 40, 60, 80, dan 100 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH optimum untuk adsorpsi ion logam Cu(II) adalah pada pH 6 dengan kapasitas adsorpsi 7,958 mg/g, sedangkan waktu kontak optimum adalah 60 menit dengan kapasitas adsorpsi 10,597 mg/g.
Uji Stabilitas Polymer Inclusion Membrane dari Polimer Pendukung PVC, Ekstraktan D2EHPA, dan Plasticizer Asam Oleat pada Kondisi Asam Rensini, William Antoni; Kadang, Luther; Lapailaka, Titus; Naat, Johnson Nune; Pingak, Redi Kristian; Kapitan, Origenes Boy; Nitti, Fidelis
Jurnal Beta Kimia Vol 4 No 1 (2024): Volume 4, Nomor 1: Mei 2024
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jbk.v4i1.15351

Abstract

Polymer Inclusion Membrane (PIM) merupakan membran cair generasi terbaru untuk pemisahan berbagai jenis komponen kimia organik dan anorganik. Stabilitas PIM merupakan faktor yang sangat penting untuk efektivitas pemisahan yang berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki kestabilan PIM yang dibuat dari PVC sebagai polimer pendukung, D2EHPA sebagai ekstraktan, dan asam oleat (AO) sebagai plasticizer dalam HCl 2,5 M. Hasil penelitian menunjukkan komposisi PIM optimum adalah 50% PVC, 40% D2EHPA, dan 10% AO yang menunjukkan karakteristik fisik yang ideal seperti tipis, transparan, fleksibel dengan permukaan yang tidak berminyak. Hasil penelitian menunjukkan penurunan berat PIM yang direndam dalam HCl 2,5 M lebih kecil dibandingkan dengan penurunan berat PIM yang direndam dalam air selama 7 hari. Hasil ini menunjukkan bahwa PIM lebih stabil dalam kondisi asam dibandingkan dalam air (netral). Perbandingan karakteristik kimia PIM sebelum dan setelah uji stabilitas menunjukkan PIM yang direndam dalam air mengalami kehilangan fase cair selama proses uji stabilitas. Perbedaan ini terkonfirmasi melalui perbedaan karakteristik fisika PIM sebelum dan sesudah uji stabilitas. Secara keseluruhan, PIM dengan komposisi optimum 50% PVC, 40% D2EHPA, dan 10% AO disarankan untuk digunakan dalam pemisahan pada kondisi asam untuk mempertahankan stabilitas dan efisiensi pemisahannya.
Adsorption of Methylene Blue using the Biosorbent of Coconut Fiber Activated by Nitric Acid Baunsele, Anselmus Boy; Kopon, Aloisius Masan; Boelan, Erly Grizca; Leba, Maria A. U.; Komisia, Faderina; Tukan, Maria B.; Taek, Maximus M.; Tukan, Gerardus D.; Missa, Hildegardis; Siswanta, Dwi; Naat, Johnson N.; Rahayu, Rahayu
Molekul Vol 19 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2024.19.1.9443

Abstract

The textile industry in the world keeps increasing, but it harms environmental pollution caused by textile dye waste. Synthetic dyes contain carcinogenic and mutagenic ingredients that can demage the environment and aquatic biota. The alternative to handling dye pollution with a low-cost method is adsorption using nitric acid-activated coconut fiber. Coconut fiber was an abundant agricultural waste and economical, and it had an active site that contained many compounds such as cellulose, lignin, pyroligneous acid, and tannin molecules. This study used the UV-Vis Spectrophotometer analysis method to determine the effect of pH, contact time, and coconut fiber on the adsorption capacity of methylene blue. The result showed that the optimal conditions for adsorption were a pH of 5, a contact time of 75 minutes, and a percentage adsorption of the variation of contact time of 99.628%. The adsorption study was according to a pseudo-second-order reaction with a constant reaction rate of 0.050 g mg-1 minute-1. The maximum adsorption capacity was 2 mg g-1, with the percentage of methylene blue adsorbed at 99.84%. Adsorption occurs chemically with an energy of 35.4 kJ mol-1, so it can be determined that it occurs with a monolayer mechanism.
STABILITAS POLYMER INCLUSION MEMBRANE DARI POLIMER PENDUKUNG PVC DAN EKSTRAKTAN D2EHPA DALAM ASAM KLORIDA Modhe, Katarina; Ledoh, Sherlly M. F.; Lapailaka, Titus; Kadang, Luther; Naat, Johnson N.; Pingak, Redi K.; Kapitan, Origenes B.; Nitti, Fidelis
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v9i1.15377

Abstract

Polymer Inclusion Membrane (PIM) merupakan generasi terbaru membran cair yang dirancang khusus untuk pemisahan berbagai jenis komponen kimia organik dan anorganik. Stabilitas PIM menjadi faktor kunci untuk memastikan efektivitasnya dalam proses pemisahan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kestabilan PIM yang terbuat dari 60% PVC sebagai polimer pendukung dan 40% D2EHPA sebagai ekstraktan dalam larutan uji asam klorida (HCl) 2,5 M. Hasil penelitian PIM dengan komposisi ini menunjukkan karakteristik fisiknya yang ideal seperti tipis, transparan, fleksibel dengan permukaan yang tidak berminyak. Hasil uji stabilitas berturut-turut menunjukkan penurunan berat PIM yang dibiarkan pada udara terbuka, dalam air, dan dalam 2,5 M HCl selama 7 hari sebesar 0,92%; 10,15% dan 4,30%. Trend ini secara umum menunjukkan bahwa PIM dengan komposisi 60% PVC dan 40% D2EHPA memiliki kestabilan yang lebih baik di dalam larutan yang bersifat asam dibandingkan dengan larutan yang bersifat netral. Perbandingan karakteristik spektra FTIR PIM sebelum dan setelah uji stabilitas menunjukkan PIM yang direndam di dalam air mengalami kehilangan sebagian besar ekstraktan D2EHPA selama proses uji stabilitas. Perbedaan karakteristik spektra FTIR PIM sebelum dan setelah uji stabilitas dengan direndam di dalam air ini juga terkonfirmasi melalui perbedaan karakteristik fisika PIM sebelum dan sesudah uji stabilitas yang meliputi water contact angle, water uptake, tensile strength dan % elongation. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa PIM yang dibuat dengan komposisi PVC 60% dan D2EHPA 40% disarankan untuk digunakan dalam pemisahan pada kondisi asam untuk mempertahankan stabilitas dan efisiensi pemisahannya.
Model Isotherm Adsorpsi Triptamin menggunakan Adsorben Silika termodifikasi BSA Deram, Rosalia Febriana; Anarato, Antonius Umbu; Lestarani, Dewi; Neolaka, Yantus A.B.; Lawa, Yosep; Kalla, Eka B.S.; Baunsele, Anselmus B.; Nitti, Fidelis; Naat, Johnson N.
Jurnal Beta Kimia Vol 4 No 2 (2024): Volume 4, Nomor 2: November 2024
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jbk.v4i2.19684

Abstract

This article reports the adsorption isotherm model of tryptamine using bovine serum albumin-modified silica adsorbent (SiO₂@BSA) obtained from Takari natural sand as a silica source. Silica was extracted from natural sand and then modified with BSA. The SiO₂@BSA adsorbent was used to adsorb tryptamine in a batch system with 5, 10, 20, 30, 40, and 50 mg/L concentrations. Tryptamine content was analyzed using a UV-Vis spectrophotometer at 423 nm. Eight models were employed to describe the adsorption isotherm of tryptamine. The modeling results revealed that tryptamine adsorption follows the Langmuir isotherm model, with an R² value of 0.938 and a maximum adsorption capacity of 7.961 mg/g. This study confirms the potential of SiO₂@BSA as an effective adsorbent for tryptamine adsorption, contributing to the development of adsorption technology for organic compounds.
Low-Cost Adsorbent Development: Sulfuric Acid-Activated Teak Sawdust for Effective Methylene Blue Removal Baunsele, Anselmus Boy; Missa, Hildegardis; Siswanta, Dwi; Naat, Johnson N.; Neolaka, Yantus A. B.; Nitti, Fidelis; Lema, Abner Tonu; Basuki, Rahmat; Rahayu, Rahayu
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI, Volume 10, No. 2, November 2024
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v10i2.41425

Abstract

The expansion of the global textile industry has resulted in a decline in environmental quality. Environmental pollution resulting from textile dye waste may include heavy metals and dyes, which exhibit carcinogenic and mutagenic effects. Many studies have been done to reduce the harm of dyes. Extensive research has been undertaken to mitigate the detrimental effects of dyes. One cost-effective approach for managing dye pollution is the adsorption of methylene blue using sulfuric acid-activated teak sawdust. Teak wood sawdust, a byproduct of the furniture industry that is abundant and underutilized, contains active sites within its constituent compounds, including cellulose, hemicellulose, and lignin. This study was designed to determine the ability of teak sawdust to adsorb methylene blue. In this investigation, the biosorbent will be characterized using fourier transform infrared spectroscopy (FTIR), scanning electron microscopy (SEM) and scanning electron microscopy-energy dispersive X-ray (SEM-EDX) to analyze its active sites and surface morphology. Additionally, the study aimed to elucidate the impact of variation contact time, pH solution, and alteration in methylene blue concentration on the adsorption capacity for methylene blue, employing a UV-Vis spectrophotometer for measurement. The research results demonstrated that optimal adsorption occurred at a contact time of 30 minutes and a pH of 6, with the adsorption efficiency reaching 99.67% as a function of contact time. The kinetic study was modeled using a pseudo-second-order approach, with a kinetic constant of 79.71 g mg⁻¹ min⁻¹. The maximum adsorption capacity was 1.351 mg g⁻¹, the n value was 1, and the percentage of methylene blue adsorbed reached 99.88%.
Low-Cost Adsorbent Development: Sulfuric Acid-Activated Teak Sawdust for Effective Methylene Blue Removal Baunsele, Anselmus Boy; Missa, Hildegardis; Siswanta, Dwi; Naat, Johnson N.; Neolaka, Yantus A. B.; Nitti, Fidelis; Lema, Abner Tonu; Basuki, Rahmat; Rahayu, Rahayu
Jurnal Kimia Valensi Jurnal Kimia VALENSI, Volume 10, No. 2, November 2024
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology Syarif Hidayatullah Jakarta State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jkv.v10i2.41425

Abstract

The expansion of the global textile industry has resulted in a decline in environmental quality. Environmental pollution resulting from textile dye waste may include heavy metals and dyes, which exhibit carcinogenic and mutagenic effects. Many studies have been done to reduce the harm of dyes. Extensive research has been undertaken to mitigate the detrimental effects of dyes. One cost-effective approach for managing dye pollution is the adsorption of methylene blue using sulfuric acid-activated teak sawdust. Teak wood sawdust, a byproduct of the furniture industry that is abundant and underutilized, contains active sites within its constituent compounds, including cellulose, hemicellulose, and lignin. This study was designed to determine the ability of teak sawdust to adsorb methylene blue. In this investigation, the biosorbent will be characterized using fourier transform infrared spectroscopy (FTIR), scanning electron microscopy (SEM) and scanning electron microscopy-energy dispersive X-ray (SEM-EDX) to analyze its active sites and surface morphology. Additionally, the study aimed to elucidate the impact of variation contact time, pH solution, and alteration in methylene blue concentration on the adsorption capacity for methylene blue, employing a UV-Vis spectrophotometer for measurement. The research results demonstrated that optimal adsorption occurred at a contact time of 30 minutes and a pH of 6, with the adsorption efficiency reaching 99.67% as a function of contact time. The kinetic study was modeled using a pseudo-second-order approach, with a kinetic constant of 79.71 g mg⁻¹ min⁻¹. The maximum adsorption capacity was 1.351 mg g⁻¹, the n value was 1, and the percentage of methylene blue adsorbed reached 99.88%.