Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : eProceedings of Art

Perancangan Ulang Interior Madrasah Aliyah Assakinah Di Kota Cimahi Dengan Pendekatan Psikologi Ruang Rizky Wiguna, Gani; Haryotedjo, Tri; Sudarisman, Irwan
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the evolution of the concept of school from informal activities during children's leisure time to a formal institution for teaching and learning. The primary focus is on Madrasah Aliyah (MA) Assakinah, established in 2012, which aims to meet the standards of the Merdeka curriculum. The research identifies challenges in creating an optimal learning environment, particularly concerning existing furniture. Physical discomfort, such as non-ergonomic furniture, inadequate lighting, and unhelpful room layout, may affect students' psychology and learning effectiveness. This study emphasizes the importance of redesigning the interior with a spatial psychology approach to enhance student comfort. Improvements in design elements such as furniture, layout, and lighting are expected to create a more harmonious learning environment that supports the Merdeka curriculum and enhances students' academic performance. Keywords: furniture, madrasah aliyah, psychology
PERANCANGAN ULANG INTERIOR KANTOR DPRD KABUPATEN BANGGAI LAUT DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS YANG TRANSPARAN DAN EFISIEN Safitri, Anisah; Hanafiah, Ully Irma Maulina; Haryotedjo, Tri
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kantor DPRD Kabupaten Banggai Laut merupakan lembaga perwakilan rakyatdaerah tingkat kabupaten. Kantor ini berfungsi sebagai kantor pelayanan publik, menjadiwadah untuk masyarakat agar bebas berpendapat dan memberikan masukan untukpembangunan daerah. Namun demikian, ruangan yang kurang representatif pada kantorDPRD ini sangat mempengaruhi aktivitas bekerja para anggota dewan dan juga staffkantor. Oleh karena itu, perlu adanya kajian ulang terhadap kantor DPRD KabupatenBanggai Laut. Perancangan ulang interior kantor memiliki tujuan untuk memenuhistandarisasi sebagai kantor pemerintahan dan sesuai dengan standar ergonomi, sertamenerapkan pendekatan aktivitas yang transparan dan efisien pada implementasi ruanginterior kantor, sehingga mencerminkan keterbukaan sesuai dengan fungsi DPRD yangdituntut harus transparan, menerima, dan meneruskan aspirasi masyarakat. Metodeperancangan terdiri dari 2 jenis metode penelitian, yaitu : 1) Metode observasi; 2) AnalisaData. Perancangan ulang interior kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah denganmenerapkan pendekatan aktivitas yang transparan dan efisien, diharapkan dapatmenjawab semua permasalahan yang ada pada interior kantor sebelumnya, mendukungkebutuhan aktivitas pengguna dan pengunjung kantor DPRD.Kata Kunci:
PERANCANGAN INTERIOR MUSEUM LIPA SABBE DI MAKASSAR DENGAN PENDEKATAN ANALOGI MAKNA SIMBOLIS LIPA SABBE Khatimah Arsal Basri, Siti Husnul; Maulina Hanafiah, Ully Irma; Haryotedjo, Tri
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Perancangan Museum Lipa Sabbe di Kota Makassar ini bertujuan untuk merancang sarana edukasi dan sarana rekreasi guna memperkenalkan warisan budaya seni tenun Lipa Sabbe kepada masyarakat serta sebagai sarana konservasi. Hal ini juga sebagai bentuk upaya mengembangkan kekayaan dan keberagaman budaya, agar dapat mendorong perkembangan ekonomi kreatif. Lipa Sabbe itu sendiri berasal dari Bahasa Bugis yang berarti kain sarung tenun khas bugis. Sebagai warisan budaya, Lipa Sabbe memiliki wujud nyata visual yaitu bentuk, nilai, dan fungsi dalam masyarakat. Perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat yang semakin berkembang juga telah meninggalkan dan melupakan nilai-nilai yang terkandung dalam kain Lipa Sabbe. Padahal status Lipa Sabbe memegang peranan penting dalam kehidupan orang Bugis. Konsep perancangan museum ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman suasana ruang sesuai dengan tema makna simbolis Lipa Sabbe yang telah ditetapkan, guna melestarikan nilai-nilai filosofis dari makna kain Lipa Sabbe. Aspek interior dirancang dengan menata story line, flow activity, penataan koleksi, dan layout koleksi benda pamer dengan sentuhan teknologi interaktif agar dapat menarik pengunjung untuk menjelajahi museum sesuai dengan alur yang telah dirancang secara teratur untuk Museum Lipa Sabbe. Dengan perancangan museum ini, diharapkan masyarakat dapat senantiasa mempertahankan nilai-nilai tradisi yang terkandung dalam Lipa Sabbe sebagai bentuk ciri khas budaya Bugis agar tidak ditinggalkan dan dilupakan.Kata Kunci: museum, Lipa Sabbe, Bugis, analogi, interior.
PERANCANGAN INTERIOR CITY HOTEL BINTANG 5 DI SEMARANG Damarani, Ahsana Putri; Murdowo, Djoko; Haryotedjo, Tri
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang merupakan salah satu kota wisata dengan sejumlah cerita sejarah yangkhas di sejumlah tempat. Kota ini memiliki City Hotel dengan daya tarik wisata sejarah yang __nggikarena berdekatan dengan peninggalan Belanda seper__ Kota Lama dan Lawang Sewu. MeskipunKota Semarang dimina__ dengan prestasi pariwisata yang baik dan banyak hotel berbintang, cityhotel bintang 5 perlu melakukan peningkatan fasilitas dan desain interior dengan desain yangbaru (new design) untuk menjaga keseimbangan serta mencerminkan heritage Belanda danbudaya Jawa. Hal ini bertujuan untuk menciptakan keselarasan dengan bangunan sejarah di KotaSemarang, menghadirkan hal baru melalui akulturasi kolonial Belanda dan budaya Jawa, sertamenyeimbangkan hotel berbintang di kota tersebut. Berdasarkan tujuan dari pemecahanmasalah ini, maka proses perancangan menerapkan pendekatan akulturasi kolonial Belanda danJawa. Hal ini tentunya dapat memberikan hal baru untuk para pengunjung hotel dengan suasanayang mewah, anggun dan elegan serta dapat menggambarkan ciri khas dari bentuk - bentukarsitektur bangunan wisata sejarah peninggalan belanda dan bangunan dari cagar budaya yangberada di Kota Semarang, dan selaras dengan tujuan yang telah dipaparkan di atas.Kata kunci: Akulturasi, City Hotel, Kota Semarang, Wisata
PERANCANGAN INTERIOR HOTEL BUTIK TRIBUTE PORTOFOLIO HOTEL DI KOTA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN LOKALITAS Aristawidya, Zalfa Sahira; Hanafiah, Ully Irma Mulina; Haryotedjo, Tri
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bandung merupakan salah satu kota yang menjadi destinasi wisatawan.Meningkatnya kunjungan wisata di Kota Bandung membuat okupansi hotel di KotaBandung juga meningkat. Salah satu faktor pengunjung dalam memilih hotel adalah hoteltematik dan mempunyai ciri khas sendri. Jenis hotel yang menarik wisatawan adalah hotelbutik karena hotel butik memiliki desain yang unik dan menghadirkan pengalamanberbeda, serta memiliki desain yang unik lekat dengan unsur budaya lokal setempat. KotaBandung memiliki identitas sebagai Kota Art Deco Terbanyak (UNESCO, 2014) danidentitas tersebut perlu dilestarikan karena memiliki potensi sebagai daya tarikwisatawan. Perancangan interior hotel butik di Kota Bandung yang berada di Jl. JenderalSudirman dengan pendekatan lokalitas ini bertujuan untuk merancang hotel butik yangdapat dijadikan sebagai destinasi wisatawan untuk melakukan staycation dengan desainunik yang mencirikan lokalitas Art Deco Kota Bandung. tema dari perancangan hotel iniakan mengarah ke ciri khas dari setiap periode perkembangan bangunan Art deco diBandung yang akan diaplikasikan pada ruangan utama. Dengan itu, pengunjung akanaware dengan Art Deco di Kota Bandung dan diharapkan mampu membantu melestarikanidentitas Kota Bandung sebagai Kota Art Deco Terbanyak.Kata kunci: Desain Interior, Hotel Butik, Art Deco
PERANCANGAN ULANG INTERIOR KANTOR PT EQUITY LIFE INDONESIA DI JAKARTA DENGAN PENDEKATAN FLEKSIBILITAS Huwaida, Khansa; Firmansyah, Rangga; Haryotedjo, Tri
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kantor PT Equity Life Indonesia merupakan perusahaan milik swasta yangbergerak dibidang asuransi. Kantor pusat PT Equity Life Indonesia berada di lantai 25Gedung Sahid Sudirman Center, di Pusat Kota Jakarta. Produk yang ditawarkan oleh PTEquity Life Indonesia adalah asuransi jiwa, asuransi kesehatan dan dana pensiun.Ditemukan permasalahan yang ada di Kantor PT Equity Life Indonesia yaitu pada fasilitas,organisasi ruang dan konsep ruang. Konsep ruang pada Kantor PT Equity Life Indonesiabelum memenuhi identitas kantor yang sesuai dengan visi, misi, dan nilai perusahaan.Organisasi ruang yang belum sesuai dengan job desk dan hubungan antar divisi,mengurangi efektivitas karyawan dalam bekerja. Hal itu berdampak pada berkurangnyaefektivitas dan fleksibilitas karyawan dalam bekerja. Tujuan dari perancangan ulanginterior Kantor PT Equity Life Indonesia ini untuk mewujudkan kantor dengan fleksibilitasyang dapat memudahkan karyawan dalam bekerja. Metode yang digunakan perancanganini adalah observasi, wawancara, kuesioner, dan studi literatur. Peracangan ini diharapkandapat memenuhi kenyamanan, produktivitas, dan fleksibilitas masyarakat dalam berkerjadengan mengoptimalkan organisasi ruang yang ada dalam perancangan.Kata kunci: Interior, Perancangan Ulang, Kantor Asuransi, Fleksibilitas
PERANCANGAN PLAYGROUP & TAMAN KANAK-KANAK 3 BAHASA DI BANDUNG DENGAN PENDEKATAN PERILAKU Yunita, Alvi; Sudarisman, Irwan; Haryotedjo, Tri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa anak usia dini (0-6 tahun) adalah periode penting dalam perkembangan otakanak, di mana kemampuan intelektual anak berkembang pesat. Pendidikan anak usia dini(PAUD) memiliki peran besar dalam mendukung perkembangan kognitif, motorik, sosial,emosional, dan bahasa anak. Salah satu bentuk PAUD nonformal, yaitu playgroup, dirancanguntuk membantu perkembangan sosial dan motorik anak, terutama bagi usia 2-4 tahun.Meskipun beberapa tempat di Kota Bandung sudah memiliki taman kanak-kanak (PAUD) dengankurikulum trilingual, kawasan Podomoro Park masih kekurangan fasilitas PAUD yang mendukungpembelajaran seperti itu. Perancangan playgroup dan taman kanak-kanak dengan pendekatanperilaku anak dalam belajar. Konsep desain yang diusulkan menekankan ruang yang fleksibel,warna yang cerah, pencahayaan yang baik, dan furnitur yang aman serta nyaman bagi anak-anakdan pengasuh. Dengan desain ini, diharapkan anak-anak bisa lebih semangat belajar, fokus,mandiri, dan percaya diri, terutama dalam pembelajaran trilingual. Selain itu, proyek ini jugabertujuan untuk memberikan solusi bagi kekurangan fasilitas PAUD di daerah tersebut danmemenuhi kebutuhan keluarga bekerja yang menginginkan PAUD yang inovatif dan mendukungtumbuh kembang anak secara menyeluruh.Kata kunci: Pendidikan anak usia dini, pembelajaran trilingual, Perilaku
PERANCANGAN SEKOLAH DASAR INKLUSI PENDEKATAN PSIKOLOGI PERILAKU SISWA DAN KEBUTUHAN FASILITAS PROGRAM SEKOLAH Rahmah, Aulia; Laksitarini, Niken; Haryotedjo, Tri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semua anak termasuk dengan anak berkebutuhan khusus memiliki hak untuk dapatmengakses layanan pendidikan dengan metode belajar bersama di sekolah. Namun,pelaksanaan sekolah inklusi masih belum maksimal walaupun sudah mulai banyak yangmenerapkan pendidikan inklusi. Tantangan yang dihadapi oleh pendidikan inklusi yaituketerbatasan akses informasi, kesiapan orang tua, ketidakmerataan akses, serta jumlah dankualitas guru yang belum memadai. Selain itu, sarana dan prasarana pendukungpembelajaran juga masih terbatas. Adanya kekurangan dalam layanan pendidikan inklusisehingga dibutuhkan sekolah yang memiliki sarana dan prasarana yang mampu menunjangkebutuhan semua peserta didik. Berdasarkan literatur, saat ini Yogyakrta menjadi icon kotapelajar yang beberapa diantaranya sudah ditetapkan sebagai sekolah inklusi. Akan tetapi,Hingga saat ini pelaksanaan pendidikan inklusi tidak berjalan dengan baik. Beberapa sekolah diYogyakarta belum siap dalam hal menyediakan fasilitas infrasturktur pendidikan inklusif.Dibuatnya inovasi perancangan sekolah inklusi dengan pendekatan psikologi perilaku siswadiharapkan mampu menunjang kebutuhan aktivitas dan kenyamanan belajar semua pesertadidik. Proses perancangan menggunakan beberapa metode yaitu tahap pengumpulan data(data literatur, observasi, wawancara), tahap pengolahan data (analisis data proyek danprogramming), serta tahap pengembangan desain (konsep dan pengembangan desain).Konsep yang diterapkan dalam perancangan yaitu Calming and Enchanting Elements denganpenerapan suasana ruang minim distraksi, tenang, aman, dan nyaman hingga perlengkapanfasilitas ruang seperti ruang kelas, area bermain,ruang terapi dan fasilitas ruang lain yangmenunjang kebutuhan pengguna sekolah yang memperhatikan standar ergonomi danantropometri.Kata kunci : Sekolah, Pendidikan Inklusi, Psikologi Perilaku, Siswa.
PERANCANGAN ULANG INTERIOR PPTQ SMPIT IBNU ABBAS KLATEN DENGAN PENDEKATAN PERILAKU Aini, Azizah Nur; Sudarisman, Irwan; Haryotedjo, Tri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok pesantren merupakan salah satu bentuk pendidikan di Indonesia.Dulunya pesantren bukan termasuk dari pendidikan resmi. Namun seiringberjalannya waktu pesantren pun mengikuti perkembangan zaman dan melahirkanpesantren modern. Minat masyarakat terhadap pesantren modern semakin melesatseiring dengan perkembangan zaman. Banyak orang tua yang lebih memilihmemasukkan anaknya ke pesantren modern karena fasilitas yang didapatkan lebihbagus dibanding dengan pesantren tradisional. Namun fasilitas yang ada di beberapapesantren masih ada yang tidak memenuhi kebutuhan aktivitas sehinggapenggunanya merasa tidak nyaman saat berkativitas di pesantren. Tujuan dariproyek ini adalah menciptakan desain pesantren yang optimal, nyaman, dan tepatsasaran dengan pendekatan perilaku yang berfokus pada kebutuhan pengguna danperilakunya. Masalah di analisis dan dicarikan solusi dengan menggunakanpendekatan dan metode perancangan kualitatif. Hasil dari analisis ini nantinyaberupa tema dan konsep serta hasil desain perancangan ulang. Harapannyaperancangan ini dapat digunakan dan bermanfaat sebagai acuan bagi berbagai pihakyang terkait dan pihak yang membutuhkan.Kata kunci: Pesantren, perilaku, perancangan ulang, asrama.
PERANCANGAN ULANG INTERIOR SMA AISYIYAH BOARDING SCHOOL PUTRI DENGAN PENDEKATAN LEARNING COMMONS Sihotang, Satria Juan Pablo; Cardiah, Tita; Haryotedjo, Tri
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan paradigma dalam dunia pendidikan menuntut adanya penyesuaian pada desainruang belajar, khususnya di tingkat sekolah menengah. Pendekatan learning commons merupakansalah satu konsep desain interior pendidikan yang menekankan fleksibilitas ruang, kolaborasi antarsiswa, serta integrasi teknologi untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih aktif danpartisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan pendekatan learningcommons terhadap kualitas dan fungsi interior di SMA 'Aisyiyah Boarding School Putri.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi lapangan dananalisis literatur. Observasi dilakukan terhadap elemen-elemen interior seperti tata letak, perabot,pencahayaan, dan sirkulasi ruang yang mencerminkan prinsip learning commons. Selain itu, persepsipengguna ruang—baik siswa maupun guru—dikaji untuk mengevaluasi efektivitas konsep tersebutdalam mendukung kegiatan belajar di lingkungan sekolah berasrama. Hasil studi menunjukkanbahwa penerapan pendekatan learning commons pada interior sekolah memberikan dampak positifterhadap interaksi sosial siswa, peningkatan motivasi belajar, serta fleksibilitas penggunaan ruang.Ruang yang dirancang secara terbuka, adaptif, dan berorientasi pada kolaborasi terbukti mampumeningkatkan dinamika pembelajaran di luar pendekatan konvensional.Kata kunci: learning commons, desain interior pendidikan, ruang belajar kolaboratif, sekolahberasrama, fleksibilitas ruang