Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Mechanova

The Influence of Flux Types and Cuts Dimension of Aluminum Recycling Cans Kristoforus, Alexander; Anggono, Juliana; Risonarta, Victor Yuardi
Mechanova Vol 6 (2017): Semester genap 2017-2018
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.039 KB)

Abstract

The consumption of drink cans worldwide reaches 6700 cans every second. Recycling of beverage cans is done to overcome the amount of garbage cans. There are two problems that arise in the process of recycling cans, namely the number of slag produced and the presence of a number of aluminum trapped in the slag. Both of these lead to low amount of product (yield recycling) and aluminum obtained (aluminum yield). In the previous study reported recycled yields for canned bodies of 59.5%, while for can cover 57.5%.In this study, the yield of recycled and aluminum yields were attempted to be increased by reducing the size of the can and using 2 drossing flux and 1 cover flux. In the cans body increased by 1.8-2.2% from 51,4% to 53,6%, while for cans lid increased by 1.1-2.2% from 66,4% to 68,6% by using different flux types. Reducing the cut dimension of the aluminium can, increase the yield of recycling by 2.9% from 51,4% to 54,3% for cans body and for canned lids increase by 4,3% from 66,4% to 70,7%.
The Effect of Smelting Temperature and Quantity of Flux on Aluminum Recovery Yield Sumarsono, Randy Pratama; Anggono, Juliana; Risonarta, Victor
Mechanova Vol 6 (2017): Semester genap 2017-2018
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.828 KB)

Abstract

Aluminum cans are widely used as food and beverage containers because of their properties. In practice, the consumption of canned drinks in the world and those recycled is not comparable. There are many challenges in recycling aluminum cans, one of which is the low yield of aluminum due to the formation of slag.From a literature study, it is known that the smelting temperature and the flux weight that added to the aluminium melt have an effect on the aluminum yield.Therefore in this research was conducted to smelt with 3 temperature variations were 720 oC, 740 oC and 760 oC and 3 flux weight variations were 0.5%; 0.75% and 1% based on weight of the aluminium can. The result show that experiment with melting temperature 760 oC and with weight flux of 1 % given highest recovery yield of 88.18% (388 grams).
PENINGKATAN YIELD DAUR ULANG PADA PROSES DAUR ULANG KALENG MINUMAN BERBAHAN PADUAN ALUMINIUM Suhendra, Yosias Michael; Anggono, Juliana; Risonarta, Victor Yuardi
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.43 KB)

Abstract

Konsumsi kaleng minuman di seluruh dunia mencapai 6700 kaleng setiap detiknya. Daur ulangkaleng minuman dilakukan untuk mengatasi banyaknya sampah kaleng tersebut. Ada duapermasalahan yang muncul dalam proses daur ulang kaleng, yaitu banyaknya slag yang dihasilkanserta adanya sejumlah aluminium yang terjebak di dalam slag. Kedua hal tersebut menyebabkanrendahnya jumlah produk (yield daur ulang) yang diperoleh. Pada penelitian sebelumnyadilaporkan yield daur ulang kaleng minuman sebesar 26,6-62,5%. Peningkatan yield terjadisetelah dilakukan penghilangan cat pada badan kaleng (selisih 18,9-21,8%). Pada penelitian iniyield daur ulang diupayakan untuk ditingkatkan dengan cara penambahan drossing flux saatpeleburan. Drossing flux bekerja secara eksotermik menaikkan temperatur aluminium cair danmelepaskan aluminium cair yang terjebak dalam slag sehingga terjadi peningkatan yield. Setelahpeleburan kaleng minuman dilakukan dalam 5 kali percobaan dengan penambahan drossing fluxmaupun tanpa penambahan drossing flux, dengan cat maupun tanpa cat, didapatkan data hasilpercobaan yang menunjukan bahwa penambahan drossing flux saat peleburan mampumeningkatkan yield daur ulang sebesar 4,4-5% dibandingkan peleburan tanpa penambahandrossing flux. Penghilangan cat juga berdampak pada kenaikan yield daur ulang sebesar 3,9%.
PENGARUH VARIASI GATING SYSTEM TERHADAP POROSITAS DAN SHRINKAGE PADA PENGECORAN PADUAN TIMAH PUTIH Fendy, Utomo; Anggono, Juliana; Risonarta, Victor Yuardi
Mechanova Vol 5 (2016): Semester gasal 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.09 KB)

Abstract

Proses pengecoran dengan gravitasi merupakan salah satu teknik pengecoran logam yang banyakdigunakan di industri karena sesuai untuk skala produksi yang besar dan tidak memerlukan banyakwaktu dan biaya yang besar dibandingkan pengecoran dengan cetakan pasir. Dalam prosespengecoran, desain gating system sangat mempengaruhi kualitas produk cor yang dihasilkan. Olehkarena itu, penelitian ini akan melakukan variasi pada sudut downsprue dan radius sprue welluntuk mengetahui pengaruhnya terhadap cacat porositas dan shrinkage. Cacat porositas akandianalisa dengan pengujian densitas dan pengamatan secara visual, sedangkan cacat shrinkagedengan pengamatan secara visual. Penelitian ini menggunakan bahan cor berupa paduan timahputih (Sn) dan timah hitam (Pb) karena energi peleburan yang rendah sehingga tidak banyak energiyang terbuang. Hasil penelitian menunjukkan sudut downsprue yang menghasilkan densitastertinggi (porositas terendah) yaitu pada sudut 2 derajat sebesar 8,86 gr/cm3. Untuk radius spruewell yang menghasilkan densitas tertinggi (porositas terendah) yaitu pada radius 5 mm dengankondisi sudut downsprue satu derajat sebesar 8,86 gr/cm3. Shrinkage ditemukan hanya pada duaspesimen awal dan dapat diatasi untuk kedepannya dengan menempatkan top riser pada desaingating system. Cacat lain yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu cacat misrun. Hal inidikarenakan kurangnya fluiditas selama logam cair melewati gating system mengisi ronggacetakan.
STUDI PENGARUH KETINGGIAN DOWN SPRUE DAN TEMPERATUR TUANG PADUAN TIMAH PUTIH PADA CACAT COR March, Robby; Anggono, Juliana; Risonarta, Victor Yuardi
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.361 KB)

Abstract

Die casting merupakan salah satu proses pengecoran yang banyak dipakai khususnya untuk kalanganindustri. Selain karena untuk skala produktivitas besar, gravity die casting digunakan karena tidakmemerlukan biaya dan waktu yang besar dibandingkan sand casting. Penelitian ini menggunakanmaterial paduan timah putih sebagai bahan cor karena kalor peleburan yang rendah sehingga tidakmembutuhkan energi yang terlalu besar. Untuk skala industri logam yang akan dipakai dapatdisesuaikan. Pada tugas akhir ini akan dilakukan variasi pada ketinggian down sprue well dantemperatur tuang untuk mengetahui porositas masing ? masing variasi dan besar waste material yangdihasilkan. Dari studi literatur dan percobaan yang telah dilakukan didapat bahwa bentuk gating sangatmempengaruhi laju aliran logam cair, yang akhirnya akan mempengaruhi jumlah porositas dan wastematerial dari spesimen. Setelah penelitian selesai dilakukan, dapat dilihat porositas terkecil ada padavariasi ketinggian down sprue well 156 mm dan temperatur tuang sebesar 440 o C dan waste materialterbanyak pada variasi ketinggian 176 mm dan temperatur tuang 430 o C. Banyakanya waste materialdisebabkan aliran logam menjadi turbulen karena desain gating system yang tidak optimal.
MODIFIKASI DIMENSI DESAIN RUNNER DAN SPRUE WELL PADA GRAVITY DIE CASTING TIMAH PUTIH UNTUK MENGURANGI WASTE MATERIAL DAN POROSITAS Wibowo, Albert; Anggono, Juliana; Risonarta, Victor
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.929 KB)

Abstract

Gravity die casting merupakan salah satu proses pengecoran yang banyak dipakaiterkhususnya untuk kalangan industri, selain karena untuk skala produktivitas besar tidakmemerlukan biaya dan waktu yang besar dibandingkan sand casting. Penelitian ini menggunakanmaterial paduan timah putih sebagai bahan cor dikarenakan kalor peleburan yang rendahsehingga tidak membutuhkan energi yang terlalu besar. Sedangkan untuk variasi akan dilakukanpada radius sprue well atas dan panjang runner untuk mengetahui perbedaan waste material danporositas masing ? masing variasi.Dari studi literatur dan percobaan yang telah dilakukan didapat bahwa bentuk gatingsangat mempengaruhi laju aliran logam cair, yang akhirnya akan mempengaruhi jumlah porositasdan waste material dari spesimen. Setelah penelitian selesai dilakukan, dapat dilihat porositasterkecil ada pada variasi radius 5 mm pada panjang runner 7 cm, dan yield waste terbanyak padapanjang runner 5 cm pada radius 10 mm, hal ini dikarenakan aliran logam menjadi turbulenkarena desain gating yang tidak optimal.
STUDI PENGARUH VARIASI DESAIN GATING SYSTEM PADA POROSITAS HASIL PENGECORAN PADUAN Sn-Pb MENGGUNAKAN CETAKN PASIR Kristiadi, Yosua; Risonarta, Victor Yuardi; Anggono, Juliana
Mechanova Vol 6 (2017): Semester gasal 2017-2018
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.559 KB)

Abstract

Gating system pada proses pengecoran memiliki pengaruh penting terhadap cacat porositas danshrinkage. Pada penelitian sebelumnya pengecoran paduan timah putih dengan cetakan logammelakukan variasi desain gating system terhadap panjang runner 60 mm, dan 70 mm serta radiustop sprue well 0 mm dan 5 mm. Pada penelitian ini dengan gating system yang samadiaplikasikan pada pengecoran pasir. Spesimen yang diperoleh dari penelitian ini dilakukanpengujian densitas dan pengamatan makro untuk mengetahui pengaruhnya terhadap cacatporositas. Hasil variasi diketahui bahwa pengaruh tingkat kehadiran porositas yang terjadi padapenelitian menggunakan cetakan logam sama dengan penelitian pada cetakan pasir. Adanyacacat porositas dan shrinkage disetiap spesimen dengan tingkat keberadaan dan jumlah yangberbeda-beda. Porositas dan shrinkage terendah terdapat pada spesimen dengan variasi gatingsystem panjang runner 60 mm dan radius top sprue well 5 mm dengan nilai densitas 8,96 g/cm3.
STUDI PENGARUH CAT SERTA PEMISAHAN TUTUP DAN BADAN KALENG MINUMAN DALAM PROSES PELEBURAN PADA KADAR ALUMINIUM Soetjipto, Pilipus Albert; Anggono, Juliana; Risonarta, Victor
Mechanova Vol 5 (2016): Semester gasal 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1189.819 KB)

Abstract

Proses peleburan kaleng minuman hanya menggunakan 5% energi dari total energi yangdiperlukan pertambangan untuk memperoleh aluminium cair. Namun ada masalah yang munculdalam proses peleburan kaleng minuman ini, yaitu terdapat cat pada kaleng minuman saat dileburyang menyebabkan aluminium loss serta perlu dilakukan analisa mengenai pemisahan peleburanbagian tutup dan badan kaleng minuman untuk mengetahui perbandingan kadar aluminiumnya.Pengujian pertama yang dilakukan adalah pengujian komposisi kaleng sprite 250 ml denganspektroskopi dan jenis cat dengan FTIR ( Fourier Trasform Infra Red ). Proses peleburan kalengminuman dilakukan dalam 5 kali percobaan menggunakan kaleng yang utuh maupun yang telahdipisah, dengan cat maupun tanpa cat. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kadar aluminiumpada sample peleburan kaleng utuh dengan cat, kadar aluminiumnya lebih tinggi dibandingkansample tanpa tutup dengan cat, namun secara yield persentase nya lebih rendah dibandingkandengan sample tanpa cat. Selain itu pada sample peleburan kaleng utuh tanpa cat, kadaraluminiumnya lebih rendah dibandingkan sample tanpa tutup dan tanpa cat namun secarapersentase yield lebih tinggi dibandingkan sample dengan cat. Karena cat menyebabkanterbentuknya slag (Al2O3).
Flexural Strength Enhancement in Sugarcane Bagasse-Polypropylene Biocomposite through Maleic Anhydride Grafted Polypropylene (MAPP) Addition andre kurniawan yusuf; Juliana Anggono; Suwandi Sugondo
Mechanova Vol 6 (2017): Semester genap 2017-2018
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.541 KB)

Abstract

Sugarcane bagasse has been investigated as reinforcement fiber for polypropylene matrix. Based on previous research, there should be advanced research to produce composite with mechanical characteristic (flexural strength) based on industrial needs. In this research, MAPP is in varied amounts, i.e. 0,5%, 1%, and 1,5%. Then, MAPP addition to composite is evaluated by measuring the flexural strength based on ASTM D790-12. These results were compared to the current products from the automotive industry which are made from black woodboard and brown woodboard.The result of  flexural strength testing of sugarcane bagasse composite without MAPP addition has average 15,31 MPa. MAPP addition increases the flexural strength up to 17,74 MPa at 0,5% MAPP concentration. An addition of MAPP more than 0,5% percent the flexural strength strength decreases. The flexural strength obtained is 50,1%-56,9% and 52,8%-59,9% lower than black woodboard and brown woodboard respectively.