Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Building a Mosque's Competitive Advantage through the Management of Imams of Mosque Ifansyah, M. Syukur; Thoha, Ahmad Faiz Khudlari; Gunawan, Reka
Proceedings of International Conference on Da'wa and Communication Vol. 3 No. 1 (2021): Initiating a New Paradigm on Da’wa and Communication for the Post-Pandemic Era
Publisher : Da’wa and Communication Faculty of the Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/icondac.v3i1.495

Abstract

Like business enterprises, mosques and other nonprofit organizations also need to have a vital source of competitive advantage to increase their worshippers' uniqueness and attractiveness. If it can be adequately managed, imam masjid can be one of the uniqueness and continuing excellence for the mosque. One of the best practices in managing mosque’ imams as a competitive advantage is Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center in West Nusa Tenggara. This research examines differentiation strategies in managing imams at Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center in West Nusa Tenggara and how imams in the mosque can be a source of sustainable excellence and not only temporary. This research was conducted using qualitative methods with a case study approach. The collected data is analyzed descriptively based on the theory of competitive advantage, differentiation, and the VRIO framework. Among the critical findings in this study is the differentiation strategy in the management of imams at Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center in West Nusa Tenggara carried out by: (1) the existence of a measurable and selective imam recruitment process; (2) the availability of competent priests with extensive and varied numbers; (3) involvement of international priests; and (4) the existence of a system of appreciation, improvement, empowerment of good mosque imams.
Analisis Program Go House Dalam Membentuk Keluarga Qur'ani (Studi Kasus Masjid Ar-Rahmah Surabaya) Qisom, Shobikhul; Dwisona, Abdurrahman; Ifansyah, M. Syukur
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 4 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v4i1.78

Abstract

Program one house one ustadz (Go House) yang di kembangkan oleh Masjid Ar-Rahmah Surabaya merupakan program pengiriman ustadz ke beberapa rumah masyarakat untuk mengajarkan Al-Qur’an. Keunggulan dari program ini adalah peserta bebas menentukan jadwal untuk belajar sesuai dengan kesepakatan dengan pengurus masjid. Selain itu, program ini juga tidak dikenakan tarif atau biaya sedikitpun, dengan harapan mampu memudahkan masyarakat sekitar dalam belajar Al-Qur’an, meskipun dengan keterbatasan ekonomi dan juga waktu. Penelitian ini mencoba untuk mengurai manajemen yang diterapkan dalam program Go House guna membentuk keluarga qur’ani. Penelitian ini menggunakan metode dengan pendekatan study kasus yang dilaksanakan di masjid Ar-Rahmah Jl Teluk Buli 1 Nomor 3/5/7 Kota Surabaya. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa dengan adanya program go house jumlah jama’ah Masjid Ar Rahmah meningkat di setiap kegiatannya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa program go house berhasil dalam membentuk keluarga qur’ani. Harapan peneliti kedepannya program Go House ini semakin banyak di kloning oleh masjid-masjid lainnya, karena kebangkitan islam hanya akan diraih dengan membentuk keluarga-keluarga qur’ani.
Manajemen Dakwah Pada Daerah Kristenisasi di Mushalla At-Tasrip Surabaya Mauludi, Mauludi; Ifansyah, M. Syukur; Mu'in, Fathul
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 4 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v4i2.83

Abstract

Masjid merupakan sarana yang sangat penting dan strategis untuk membangun kuwalitas umat. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman, masjid dituntut untuk memiliki peran lebih di tengah-tengah masyarakat. Jika melihat lebih luas, masjid memiliki peran besar baik dalam bidang ekonomi, politik, sosial, pendidikan, dan dakwah. Oleh karena itu, untuk mewujudkan kembali peran dan fungsi masjid ini, aktivitas-aktivitasnya harus dikelola dengan manajemen yang baik. Sebagai pusat gerakan dakwah, masjid dapat difungsikan sebagai pusat pembinaan akidah umat dan manajemen dakwah yang diterapkan sebagai alat untuk memperbaiki keadaan masyarakat sekitar dalam aspek akidah. Beberapa kasus dalam aspek akidah, pembinaan akidah sangat penting bagi masyarakat awam yang hidup di tengah-tengah maraknya kristenisasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dalam penelitian ini terdapat dua fokus rumusan masalah, yaitu: 1) Manajemen dakwah masjid di daerah kristenisasi, 2) Upaya meningkatkan hasil dakwah yang telah dicapai. Penelitian ini sangat penting untuk dibahas terutama pada zaman yang sudah mulai merosot seperti saat ini. Kembali menjadikan masjid sebagai poros umat merupakan salah satu fungsi yang sudah mulai dilupakan karena melalui manajemen yang baik, semua akan terorganisir terkonsep, dan terstruktur dengan baik pula.
Analis Dakwah Menggunakan Nasyid Ning Umi Laila Perspektif Syaikh Jum’ah Amin Ifansyah, M. Syukur; Aidah, Ummi; Anwari, Norfaidi; Halimatus, Nur; Jumali, Jumali; Aziz, Muh Ali; Yaqin, Ainul
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 5 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v5i2.115

Abstract

Perkembangan teknologi membuat manusia dapat mengakses informasi tentang fenomena di dunia menjadi lebih mudah. Akan tetapi tidak bisa dipungkiri, perkembangan teknologi memiliki dampak negatif, antara lain remaja belum bisa menyaring konten-konten di media sosial yang bertentangan dengan syariat Islam. Oleh karena itu, pendakwah harus mengembangkan metode atau strategi dalam menyampaikan dakwah dengan memperhatikan mitra dakwah di era 5.0, agar dakwah tidak terkesan membosankan dan monoton. Peran pendakwah sangatlah penting dalam mengawal perubahan mitra dakwah dengan menginovasi metode dakwahnya, sehingga pendakwah memiliki daya tarik dalam berinterkatif dengan mitra dakwah. Salah satunya Ning Umi Laila yang terus mengembangkan metode dengan inovasi dalam menyampaikan pesan dakwahnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data primer dan sekunder didapat dengan wawancara, dokumentasi, dan analisis beberapa artikel dan konten di media sosial dengan perspektif prinsip dakwah Syaikh Jum’ah Amin. Adapun hasil dari analisis penelitian ini adalah metode dakwah Ning Umi Laila menjadi daya tarik untuk mitra dakwah dengan menyelipkan humor dan nasyid sebagai sarana dakwah dalam mempermudah mitra dakwah untuk menerima pesan dakwahnya. Penelitian ini juga menemukan enam prinsip yang sudah ada di dalam pribadi Ning Umi Laila dari sepuluh prinsip dakwah Syaikh Jum’ah amin, yaitu a) Bertahap dalam pembebanan, b) Memudahkan bukan menyulitkan, c) Masalah yang pokok bukan yang kecil, d) Membesarkan hati sebelum memberikan peringatan, e) Memberikan pemahaman bukan mendikte, f) Muridnya guru bukan muridnya buku.
Inklusi sosial berbasis masjid, studi perspektif penerima manfaat program warung makan gratis di masjid pemuda konsulat surabaya Qulub, Firman Achsanul; Saleh, Isa; Gunawan, Reka; Taufikkurrohman, Diki; Ifansyah, M. Syukur; Ibrahim, Muh. Syahril Sidiq
MADINAH Vol 12 No 1 (2025): Madinah: Jurnal Studi Islam
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM TARBIYATUT THOLABAH LAMONGAN, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/madinah.v12i1.3459

Abstract

Masjid tidak hanya berperan sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai pusat layanan sosial yang inklusif. Namun, masih banyak masjid yang belum sepenuhnya mengakomodasi keberagaman kebutuhan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi tiga dimensi inklusi sosial yakni akses, partisipasi, dan pemberdayaan dalam program Warung Makan Gratis (WMG) di Masjid Pemuda Konsulat Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi akses tercermin dalam keterbukaan informasi dan kemudahan fisik dalam menjangkau program. Dimensi partisipasi terlihat dari keterlibatan aktif penerima manfaat dalam pelaksanaan dan pengembangan program. Sementara itu, dimensi pemberdayaan terwujud dalam transformasi positif yang dialami penerima manfaat dari sisi sosial, ekonomi dan spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program WMG merupakan contoh konkret dari praktik inklusi sosial berbasis masjid yang berhasil menjangkau kelompok rentan secara luas. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur inklusi sosial dalam konteks keagamaan serta menawarkan model praktik baik yang dapat direplikasi oleh masjid atau lembaga keagamaan lainnya.
Analisis Program Go House Dalam Membentuk Keluarga Qur'ani (Studi Kasus Masjid Ar-Rahmah Surabaya) Qisom, Shobikhul; Dwisona, Abdurrahman; Ifansyah, M. Syukur
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 4 No 1 (2021): Juni
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v4i1.78

Abstract

Program one house one ustadz (Go House) yang di kembangkan oleh Masjid Ar-Rahmah Surabaya merupakan program pengiriman ustadz ke beberapa rumah masyarakat untuk mengajarkan Al-Qur’an. Keunggulan dari program ini adalah peserta bebas menentukan jadwal untuk belajar sesuai dengan kesepakatan dengan pengurus masjid. Selain itu, program ini juga tidak dikenakan tarif atau biaya sedikitpun, dengan harapan mampu memudahkan masyarakat sekitar dalam belajar Al-Qur’an, meskipun dengan keterbatasan ekonomi dan juga waktu. Penelitian ini mencoba untuk mengurai manajemen yang diterapkan dalam program Go House guna membentuk keluarga qur’ani. Penelitian ini menggunakan metode dengan pendekatan study kasus yang dilaksanakan di masjid Ar-Rahmah Jl Teluk Buli 1 Nomor 3/5/7 Kota Surabaya. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa dengan adanya program go house jumlah jama’ah Masjid Ar Rahmah meningkat di setiap kegiatannya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa program go house berhasil dalam membentuk keluarga qur’ani. Harapan peneliti kedepannya program Go House ini semakin banyak di kloning oleh masjid-masjid lainnya, karena kebangkitan islam hanya akan diraih dengan membentuk keluarga-keluarga qur’ani.
Manajemen Dakwah Pada Daerah Kristenisasi di Mushalla At-Tasrip Surabaya Mauludi, Mauludi; Ifansyah, M. Syukur; Mu'in, Fathul
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 4 No 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v4i2.83

Abstract

Masjid merupakan sarana yang sangat penting dan strategis untuk membangun kuwalitas umat. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman, masjid dituntut untuk memiliki peran lebih di tengah-tengah masyarakat. Jika melihat lebih luas, masjid memiliki peran besar baik dalam bidang ekonomi, politik, sosial, pendidikan, dan dakwah. Oleh karena itu, untuk mewujudkan kembali peran dan fungsi masjid ini, aktivitas-aktivitasnya harus dikelola dengan manajemen yang baik. Sebagai pusat gerakan dakwah, masjid dapat difungsikan sebagai pusat pembinaan akidah umat dan manajemen dakwah yang diterapkan sebagai alat untuk memperbaiki keadaan masyarakat sekitar dalam aspek akidah. Beberapa kasus dalam aspek akidah, pembinaan akidah sangat penting bagi masyarakat awam yang hidup di tengah-tengah maraknya kristenisasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dalam penelitian ini terdapat dua fokus rumusan masalah, yaitu: 1) Manajemen dakwah masjid di daerah kristenisasi, 2) Upaya meningkatkan hasil dakwah yang telah dicapai. Penelitian ini sangat penting untuk dibahas terutama pada zaman yang sudah mulai merosot seperti saat ini. Kembali menjadikan masjid sebagai poros umat merupakan salah satu fungsi yang sudah mulai dilupakan karena melalui manajemen yang baik, semua akan terorganisir terkonsep, dan terstruktur dengan baik pula.
Analis Dakwah Menggunakan Nasyid Ning Umi Laila Perspektif Syaikh Jum’ah Amin Ifansyah, M. Syukur; Aidah, Ummi; Anwari, Norfaidi; Halimatus, Nur; Jumali, Jumali; Aziz, Muh Ali; Yaqin, Ainul
Masjiduna : Junal Ilmiah Stidki Ar-Rahmah Vol 5 No 2 (2022): Desember
Publisher : Sekolah Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam (STIDKI) Ar Rahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52833/masjiduna.v5i2.115

Abstract

Perkembangan teknologi membuat manusia dapat mengakses informasi tentang fenomena di dunia menjadi lebih mudah. Akan tetapi tidak bisa dipungkiri, perkembangan teknologi memiliki dampak negatif, antara lain remaja belum bisa menyaring konten-konten di media sosial yang bertentangan dengan syariat Islam. Oleh karena itu, pendakwah harus mengembangkan metode atau strategi dalam menyampaikan dakwah dengan memperhatikan mitra dakwah di era 5.0, agar dakwah tidak terkesan membosankan dan monoton. Peran pendakwah sangatlah penting dalam mengawal perubahan mitra dakwah dengan menginovasi metode dakwahnya, sehingga pendakwah memiliki daya tarik dalam berinterkatif dengan mitra dakwah. Salah satunya Ning Umi Laila yang terus mengembangkan metode dengan inovasi dalam menyampaikan pesan dakwahnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data primer dan sekunder didapat dengan wawancara, dokumentasi, dan analisis beberapa artikel dan konten di media sosial dengan perspektif prinsip dakwah Syaikh Jum’ah Amin. Adapun hasil dari analisis penelitian ini adalah metode dakwah Ning Umi Laila menjadi daya tarik untuk mitra dakwah dengan menyelipkan humor dan nasyid sebagai sarana dakwah dalam mempermudah mitra dakwah untuk menerima pesan dakwahnya. Penelitian ini juga menemukan enam prinsip yang sudah ada di dalam pribadi Ning Umi Laila dari sepuluh prinsip dakwah Syaikh Jum’ah amin, yaitu a) Bertahap dalam pembebanan, b) Memudahkan bukan menyulitkan, c) Masalah yang pokok bukan yang kecil, d) Membesarkan hati sebelum memberikan peringatan, e) Memberikan pemahaman bukan mendikte, f) Muridnya guru bukan muridnya buku.
Inklusi sosial berbasis masjid, studi perspektif penerima manfaat program warung makan gratis di masjid pemuda konsulat surabaya Qulub, Firman Achsanul; Saleh, Isa; Gunawan, Reka; Taufikkurrohman, Diki; Ifansyah, M. Syukur; Ibrahim, Muh. Syahril Sidiq
MADINAH Vol 12 No 1 (2025): Madinah: Jurnal Studi Islam
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM TARBIYATUT THOLABAH LAMONGAN, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/madinah.v12i1.3459

Abstract

Mosques not only serve as places of worship but also hold great potential as centers of inclusive social services. However, many mosques have yet to accommodate the diverse social needs of the community fully. This study aims to examine the implementation of the three dimensions of social inclusion access, participation, and empowermentin the Free Meal Program (Warung Makan Gratis). This research employs a descriptive qualitative approach with a case study method, collecting data through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that the access dimension is reflected in open information and physical ease of reaching the program. The participation dimension is shown through the active involvement of beneficiaries in the implementation and development of the program. Meanwhile, the empowerment dimension is manifested in the positive transformation experienced by beneficiaries in social, economic, and spiritual aspects. This study concludes that the Free Meal Program represents a concrete example of mosque-based social inclusion practices that successfully reach vulnerable groups. These findings contribute to the development of literature on social inclusion in religious contexts and offer a replicable model of good practice for other mosques or religious institutions