Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Ecoducation

Model STEAM sebagai Strategi Pembelajaran Abad 21: Pengaruhnya terhadap Kreativitas dan Kemampuan Pemecahan Masalah Mahasiswa Pendidikan Ekonomi: The STEAM Model as a 21st-Century Learning Strategy: Its Impact on the Creativity and Problem-Solving Skills of Economic Education Students Yani, Ni Luh Sinta; Sari, Puji Novita
Economic and Education Journal (Ecoducation) Vol. 7 No. 3 (2025): Economic and Education Journal (Ecoducation)
Publisher : Pendidikan Ekonomi, Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ecoducation.v7i3.2434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) dalam meningkatkan kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah ekonomi mahasiswa Pendidikan Ekonomi. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas yang dipilih secara acak, yaitu kelompok eksperimen yang mendapatkan pembelajaran berbasis proyek dengan model STEAM dan kelompok kontrol yang menerima pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui tes kreativitas dan tes kemampuan pemecahan masalah ekonomi, kemudian dianalisis menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model STEAM berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kreativitas (p<0,001) dan kemampuan pemecahan masalah (p<0,001). Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, dengan rata-rata peningkatan kreativitas sebesar 36,4% dan kemampuan pemecahan masalah sebesar 20,9%. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi elemen seni, kolaborasi, dan konteks autentik dalam pembelajaran ekonomi mampu memperkuat higher-order thinking skills. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model STEAM-PjBL secara lebih luas pada mata kuliah ekonomi lain serta pelibatan teknologi analisis data sebagai strategi penguatan literasi ekonomi digital.
Model Prediktif Kesiapan Karir Gig Economy Mahasiswa Pengaruh Literasi AI Generatif, Kecerdasan Adaptif (AQ), dan Efikasi Diri Personal Branding Digital: A Predictive Model of College Students' Gig Economy Career Readiness: The Influence of Generative AI Literacy, Adaptive Intelligence (AQ), and Digital Personal Branding Self-Efficacy Habie, Rahmawati Sarizki; Syam, Andi Zulitsnayarti Mardhani; Yani, Ni Luh Sinta; Damasinta, Alfiana
Economic and Education Journal (Ecoducation) Vol. 7 No. 3 (2025): Economic and Education Journal (Ecoducation)
Publisher : Pendidikan Ekonomi, Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ecoducation.v7i3.2437

Abstract

Pergeseran lanskap kerja menuju Gig Economy, ditambah disrupsi otomatisasi dari Artificial Intelligence (AI) Generatif, menuntut kesiapan karir non-tradisional dari mahasiswa (Generasi Z). Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membangun model prediktif untuk Kesiapan Karir Gig Economy (Y) berdasarkan tiga kompetensi mutakhir: Literasi AI Generatif (X1), Kecerdasan Adaptif (AQ) (X2), dan Efikasi Diri Personal Branding Digital (X3). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksplanatori dengan pendekatan survei cross-sectional. Sampel terdiri dari 350 mahasiswa tingkat akhir di lima universitas besar di Indonesia, dipilih menggunakan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen (X1, X2, X3) secara simultan berpengaruh signifikan (p < 0,05) dan positif terhadap Kesiapan Karir Gig Economy (Y), dengan nilai adjusted R² sebesar 0,618. Secara parsial (Uji t), Kecerdasan Adaptif (AQ) (β = 0,472) terbukti menjadi prediktor paling dominan, diikuti oleh Efikasi Diri Personal Branding Digital (β = 0,298), dan Literasi AI Generatif (β = 0,165).  Temuan ini mengimplikasikan bahwa kemampuan teknis AI (X1) tidak mencukupi jika tidak disertai adaptabilitas yang tinggi (X2) dan keyakinan mengelola reputasi digital (X3). Model prediktif ini mengkonfirmasi bahwa kurikulum pendidikan tinggi harus berevolusi dari sekadar keterampilan teknis, menuju pengembangan adaptabilitas dan manajemen branding digital mahasiswa secara strategis agar sukses di Gig Economy.