Sugiarto, Anto Tri
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Effect of pulsed electric field on the number and cell membrane of Vibrio parahaemolyticus in salted squid: Pengaruh medan listrik berdenyut terhadap jumlah total dan membran sel Vibrio parahaemolyticus pada cumi asin Darmawan, Arry; Kusumaningrum, Harsi Dewantari; Wulandari, Nur; Nurjanah, Siti; Sugiarto, Anto Tri
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 6 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(6)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i6.63292

Abstract

Cumi-cumi rentan terhadap kontaminasi bakteri Vibrio parahaemolyticus dengan prevalensi 80%. Pengawetan cumi-cumi umumnya dilakukan dengan cara pengeringan setelah penggaraman air garam, dengan pertumbuhan V. parahaemolyticus tidak selalu terhenti. Pengurangan jumlah bakteri, biasanya dilakukan proses perebusan sebelum pengeringan. Penelitian ini bertujuan menentukan medan listrik dan lama waktu terbaik untuk menonaktifkan V. parahaemolyticus serta mengevaluasi efektivitas teknologi pulsed electric fields (PEF) pada cumi asin. Spesifikasi teknologi PEF yang digunakan, yaitu kuat arus 2 ampere dengan medan listrik (3,5; 7; dan 10,5 kV/cm) dan lama waktu (10, 20, dan 30 detik). Pengurangan bakteri oleh medan listrik diamati dengan penghitungan koloni, dilanjutkan dengan penghitungan sel yang mati menggunakan flow cytometer, sedangkan kerusakan bakteri diamati dengan pemindaian mikroskop elektron. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PEF dengan intensitas tertinggi (10,5 kV/cm selama 30 detik) dapat mengurangi V. parahaemolyticus sebesar 66,12% pada tingkat kontaminasi yang tinggi (sekitar 106 CFU/g) dan 97,63% pada tingkat kontaminasi yang rendah (sekitar 102 CFU/g) pada cumi-cumi asin. Hasil ini sebanding dengan perlakuan perebusan (2 menit, 85°C). Kerusakan pada membran sel bakteri meningkat karena meningkatnya medan listrik, yang diamati dengan meningkatnya sel berpendar merah dengan flowcytometry dan kerusakan sel dengan SEM. Pulsed electric fields adalah teknologi alternatif yang menjanjikan untuk produksi cumi asin.
Penurunan Residu Pestisida pada Cabai Keriting () Menggunakan Teknologi Ozon Fine Bubble Levianny, Poetry Sari; Purwanto, Y. Aris; Sugiarto, Anto Tri
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.012.3.340-351

Abstract

Residu pestisida pada cabai keriting dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi konsumen. Pencucian cabai keriting menggunakan air ozon fine bubble merupakan metode yang menjanjikan untuk mengurangi residu pestisida. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis dan durasi optimal ozon fine bubble dalam mendegradasi residu pestisida khususnya profenofos, serta mengetahui pengaruhnya terhadap umur simpan dan mutu fisik cabai keriting. Setelah dicuci, cabai keriting disimpan pada suhu ruang dan diamati setiap dua hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencucian dengan ozon fine bubble 1 ppm selama 10 menit efektif menurunkan residu profenofos pada cabai keriting hingga 89,8% tanpa mengurangi kualitasnya. Umur simpan cabai keriting diamati dan mulai kehilangan nilai komersialnya setelah 6-8 hari.
The Implementation of Micro/Nanobubbles (MNBs) Technology to Treat Basin Water as The Primary Water Source for Hydroponics in Greenhouse Yusuf, Asep; Asdak, Chay; Muhaemin, Mimin; N.P, Sophia Dwiratna; Sugiarto, Anto Tri; Alam, Hilman Syaeful
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v13i1.197-204

Abstract

The greenhouse plays a pivotal role in creating an ideal environment for hydroponic cultivation. The greenhouse has utilized rainwater and basin water as a source of raw water for hydroponic farming. Presently, the water quality of Leuwi Padjadjaran basin fails to meet the standards required for hydroponics due to its turbidity, sediment content, discoloration, pH levels exceeding 7, and low dissolved oxygen (DO) concentration of 2.2 mg/l. The micro/nanobubbles (MNBs) technology stands as a viable method for water treatment owing to its capacity to bind impurities via radical OH. The application of MNBs for the treatment of basin water involves the use of a hydrodynamic cavitation MNBs generator with a dual-chamber rotating flow nozzle. The parameters evaluated in this research encompass DO concentration, MNBs stability, microbubble size, and the visual response to MNBs application. MNBs treatment was conducted with three different gases: air, oxygen, and ozone. Microbubbles were measured using the particle image velocimetry (PIV) method. The DO concentration reaches 21.6 mg/l when employing oxygen-based MNBs. On the third day post-generation, MNBs stability still maintains DO concentrations above the initial levels. Thus it can be used as hydroponic raw water.  Keywords:  DO concentration, Greenhouse, Micro/nanobubbles, Water treatment.
The Application of Nanobubble Technology in Hydroponic SWU-01 to Increase Dissolved Oxygen Concentration and Lettuce Plant Growth Yusuf, Asep; Asdak, Chay; Muhaemin, Mimin; Fuadah, Eza Zahrotul; Dwiratna, Sophia; Nanda, Muhammad Achirul; Sugiarto, Anto Tri; Alam, Hilman Syaeful
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 13 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v13i4.1395-1402

Abstract

Hydroponic model SWU-01 is a new hydroponic system innovation that regulates watering automatically and independently by utilizing gravity and Archimedes' law. Dissolved oxygen concentration in SWU-01 is only around 3-4.2 mg/L. DO values can be increased by applying nanobubble technology. Ultrafine bubble or nanobubble is a gas bubble in a liquid that has a diameter of <200 nm. The purpose of this study was to determine the effect of nanobubble on dissolved oxygen concentration and growth of lettuce plants cultivated with SWU-01 hydroponics. The experiment used a one-factor randomized complete block design, namely intermittent administration of nanobubble for 15 min every 3 day (P1) and 7 days (P2), and without nanobubble (P0l). The results obtained based on the ANOVA test at the 5% level with the Least Significant Difference (LSD) follow-up test, namely the parameters of fresh weight and number of leaves of lettuce P1 significantly different from P0 and P2, and no significant differences were found in root length, canopy width, and plant height. The P1 treatment is more effective in increasing dissolved oxygen concentration, leaf count, and fresh weight of lettuce produced in lettuce cultivation using the SWU-01 hydroponic system. Keywords: Dissolved oxygen, Hydroponics, Lettuce, Nanobubbles, Plant growth.