Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS GURU MELALUI SUPERVISI AKADEMIK EFEKTIF DI LEMBAGA PENDIDIKAN Razak, Farhan Imam; Umar, Abubakar; Arifudin, Yadi Fahmi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 21 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10077092

Abstract

ABSTRACT This study aims to explain the strategies that can enhance the quality of teachers through effective academic supervision in educational institutions. The research method used in this study is literature review, which involves analyzing relevant literature to obtain the necessary information. The research findings indicate that academic supervision plays a crucial role in supporting teachers' professional development and improving the quality of instruction. In the context of elementary schools, structured, participatory, and sustainable academic supervision has been proven to enhance the quality of teachers. Additionally, this study identifies several aspects influenced by effective academic supervision, including teachers' motivation and self-confidence, their understanding of the curriculum and learning standards, their ability to plan and implement effective instruction, providing constructive and effective feedback, managing the classroom effectively, and enhancing collaboration between teachers and educational leaders. In implementing effective academic supervision, effective communication, support from school principals, motivation, and teachers' commitment are also important factors. Therefore, it is crucial to conduct regular and sustainable academic supervision, involving open communication, constructive feedback, and continuous professional development. Effective supervision strategies such as formative supervision, cooperative supervision, and the use of evaluation data can also enhance the quality of teaching. Thus, the implementation of effective academic supervision should focus on teachers' professional development and the improvement of student learning outcomes. Keywords: Academic supervision, Teacher quality, Qualitative approach. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi yang dapat meningkatkan kualitas guru melalui supervisi akademik yang efektif di lembaga pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode literatur, yang melibatkan analisis literatur yang relevan untuk memperoleh informasi yang diperlukan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan profesional guru dan meningkatkan kualitas pengajaran. Dalam konteks sekolah dasar, supervisi akademik yang terstruktur, partisipatif, dan berkelanjutan telah terbukti meningkatkan kualitas guru. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi beberapa aspek yang dipengaruhi oleh supervisi akademik yang efektif, termasuk motivasi dan kepercayaan diri guru, pemahaman guru terhadap kurikulum dan standar pembelajaran, kemampuan guru dalam perencanaan dan pelaksanaan pengajaran yang efektif, memberikan umpan balik yang konstruktif dan efektif, mengelola kelas dengan baik, serta meningkatkan kerja sama antara guru dan pimpinan lembaga pendidikan. Dalam melaksanakan supervisi akademik yang efektif, komunikasi yang efektif, dukungan kepala sekolah, motivasi, dan komitmen guru juga menjadi faktor penting. Oleh karena itu, penting untuk menjalankan supervisi akademik secara teratur dan berkelanjutan, melibatkan komunikasi terbuka, umpan balik yang konstruktif, dan pengembangan profesional yang berkelanjutan. Strategi supervisi yang efektif, seperti supervisi formatif, supervisi kooperatif, dan penggunaan data evaluasi, juga dapat meningkatkan kualitas pengajaran guru. Dengan demikian, implementasi supervisi akademik yang efektif harus berfokus pada pengembangan profesionalisme guru dan peningkatan kualitas pembelajaran siswa. Kata Kunci : Pengawasan akademik, Kualitas guru, Pendekatan kualitatif.
Peranan Kurikulum Dalam Mengatur Menejemen Peserta Didik Di SDN Babakan Raden 02 Nugroho, Iqbal Adi; Umar, Abubakar; Arifudin, Yadi Fahmi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 25 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10427275

Abstract

This research utilizes a qualitative method and is conducted at SDN Babakan Raden 02. The data collection techniques employed include observation, interviews, and documentary studies. The data analysis techniques consist of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. To ensure data validity, the research undergoes scrutiny based on four criteria: credibility, transferability, dependability, utilizing techniques such as prolonged engagement, persistent observation, peer examination, negative case analysis, cross-checking, and triangulation. The research findings suggest that curriculum management in improving educational quality involves implementing a curriculum that meets the needs and achieves the learning objectives, particularly in realizing the educational goals at SDN
Development of Human Resources in Improving Teacher Competence at Madrasah Tsanawiyah Al-Fathimiyah Telukjambe Timur Karawang Agustini, Putri Alfiani; Umar, Abubakar; Arifudin, Yadi Fahmi
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 3, No 1 (2024): March 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v3i1.1029

Abstract

This research will examine and describe the development of human resources in increasing teacher competence at MTs Al-Fathimiyah Telukjambe Timur Karawang. . The aims of this research are 1). To find out the development of human resources, 2). To find out the teacher's academic improvement, 3). To find out the supporting factors and inhibiting factors in improving teacher competence. This study used a qualitative description method where researchers directly examined the field and used data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation which were conducted at MTs Al-Fathimiyah Telukjambe Timur Karawang. The results of this study reveal three findings, namely: 1). The development of human resources (HR) at MTs Al-Fathimiyah can be said to be quite good, but it is still being developed and improved, 2). In increasing teacher competence with an educator qualification program it is quite good, 3). There are factors supporting seriousness, earnest encouragement and a sense of responsibility by the principal towards teachers and inhibiting factors, namely in terms of the age of the teachers, some of whom have entered old age and the lack of principals in coordinating between the needs and obligations of teachers in carrying out class assignments. Conclusion Human Resource Development at MTs Al-Fathimiyah we always use coaching in the form of technical guidance both outside the school and inside the school and in improving teacher competence, namely with the current educational qualifications it has been implemented, even though the teaching ability of educators who already meet the qualifications is still limited.
MANAJEMEN BOARDING SCHOOL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIOUS SISWA DI MADRASAH ALIYAH SWASTA MIFTAHUL HUDA Rohman, Roja Syahrul; Umar, Abubakar; Waluyo, Kasja Eki
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 4 No 2 (2024): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v4i2.5164

Abstract

Problem kerusakan moral atau karakter menjadi pusat penelitian ini. Di tengah perkembangan globalisasi dan tantangan zaman kontemporer, madrasah harus memperkuat identitas Islam melalui manajemen boarding school yang efektif. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif untuk menyelidiki berbagai strategi dan praktik manajemen yang digunakan untuk mendukung perkembangan karakter religius siswa dan menjawab kegelisahan orang tua terhadap anak-anaknya yang ingin belajar agama dengan cara yang modern. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan peran manajemen boarding school dalam pembentukan karakter religious siswa di MAS Miftahul Huda. Sumber datanya berasal dari wawancara, observasi, dan dokumen. Mulai dari perencanaan dengan menggunakan kurikulum bebas yang dipadukan dengan kebijakan kepala sekolah yang sesuai dengan budaya pesantren, pengorganisasian melibatkan penetapan struktur organisasi. Ini termasuk membagi tanggung jawab dan tugas jobdesk antara pengajar dan non-pengajar, membuat deskripsi pekerjaan yang jelas untuk setiap posisi, dan membuat jadwal untuk menghindari pembentrokan tugas. Pelaksanaan termasuk dalam kegiatan siswa baik di dalam maupun di luar kelas. Siswa aktif mengikuti program, yang diawasi dengan ketat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor memengaruhi keberhasilan pembentukan karakter religius siswa. Ini termasuk penerapan kurikulum yang didasarkan pada nilai-nilai agama, partisipasi aktif guru dalam memberikan contoh yang baik, dan kegiatan ekstrakurikuler yang membantu pengembangan spiritual siswa. Lingkungan asrama yang ramah dan pengawasan yang ketat juga sangat penting untuk membangun karakter religius. Oleh karena itu, boarding school yang diatur dengan baik dan berfokus pada prinsip-prinsip religius dapat secara signifikan membentuk karakter religius siswa.
Development of a Head Gesture-Controlled Robot Using an Accelerometer Sensor Ore-Ofe, Ajayi; Umar, Abubakar; Ibrahim, Ibrahim; Abiola, Ajikanle Abdulbasit; Olugbenga, Lawal Abdulwahab
Vokasi Unesa Bulletin of Engineering, Technology and Applied Science Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya or The State University of Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vubeta.v1i2.35114

Abstract

In this research, a head gesture-controlled robot was designed and developed to assist individuals with disabilities in performing tasks by translating head movements into robot commands. Using an accelerometer sensor embedded in a headgear device, the system interprets specific gestures—such as forward nods for forward movement, backward nods for reversing, and lateral tilts for turning left or right—into corresponding robotic actions. The design involved constructing a mechanical framework for the robot, assembling the headgear, and integrating both with Arduino-based programming to ensure accurate and responsive movements. Testing was conducted in a controlled setting, where the robot consistently followed head gestures with a high degree of accuracy, showing rapid response times to user inputs. Quantitative results demonstrated the system’s reliability, with over 95% accuracy in gesture recognition and minimal latency. This innovative system underscores the potential of head gesture-controlled robotics in assistive technology, offering an affordable, user-friendly solution to enhance mobility and autonomy for individuals with limited physical capabilities
Penerapan Startegi Contekstual Teaching Learning (CTL) pada Peningkatan Minat Belajar Peserta Didik dalam Pelajaran Fiqih Palupi, Tiara Dwi; Umar, Abubakar; Waluyo, Kasja Eki
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1056

Abstract

Islam mengatur semua tatacara ibadah, termasuk dalam tata tertib pelaksanaan shalat. Sholat dalam islam yaitu pelajaran yang harus di pelajari bagi setiap muslim. Sekolah merupakan wadah sebagai pembelajaran yang dimana membahas berbagai ilmu. Dalam pembelajaran pada tata cara sholat pada kelas 3 di DTA Al – Ikhlas kurang dalam strategi pembelajaran, yang digunakan hanya dengan memberikan tugas peserta didik akan mudah bosan apabila hanya mengerjakan saja. dimana hal demikian itu lebih dominan kepada guru/pendidiknya saja,jadi hal ini tidak hanya bersifat interaksi satu arah hanya dari guru/pendidik kepada peserta didik akan tetapi ada interaksi antara peserta didik dalam konteks pembelajaran dan penyampainnya. Maka model CTL dalam pelaksanaan Tindakan kelas pada kelas 3 akan mampu membawa siswa lebih aktif dan merasa ingin tau lebih bagaimana pentingnya sholat dalam kehidupan sehari hari. Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning) yang biasa disingkat CTL merupakan konsep pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan nyata, sehingga peserta didik mampu menghubungkan dan menerapkan kompetensi hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan kelas pada kelas 3 menggunakan 2 siklus. Berdasarkan temuan hasil dan pembahasan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran secara berkelanjutan dalam dua siklus. Terbukti dapat meningkatkan minat belajar fiqih padamateri BAB Shalat dapat meningkatkan minat belajar peserta didik kelas 3 DTA di DTA Al-ikhlas.Peningkatan hasil belajar FIQIH peserta didik kelas 3 DTA Al-Ikhlas Bintang Alam setelah dilaksanakan tindakan pembelajaran dengan menerapkan model CTL Hal ini terbukti dari hasil posttes siklus II, terjadi peningkatan pada diri siswa yang awalnya pada postess siklus I (47,05%) dan pada postess siklus II terjadi peningkatan sebesar (94,11%).
PENGARUH PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN DIGITAL TERHADAP MINAT BACA PESERTA DIDIK (STUDI KASUS DI MTS AL-FATHIMIYAH KARAWANG) Agnestina, Tamia; Umar, Abubakar; Arifudin, Yadi Fahmi
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 6, No 4 (2023): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v6i4.659-669

Abstract

Perpustakaan sekolah merupakan aspek penting yang harus dikelola secara profesional oleh satuan pendidikan dengan menyesuaikan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini berdasarkan Undang-Undang tentang perpustakaan Nomor. 43 Tahun 2007 pasal 23 ayat 1. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengelolaan perpustakaan digital, minat baca dan pengaruh pengelolaan perpustakaan digital terhadap minat baca peserta didik di MTs Al-Fathimiyah Karawang. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto, melalui teknik pengumpulan data kuesioner dengan sampel sebanyak 81 peserta didik. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu analisis statistik deskriptif, uji persyaratan analisis data dan analisis statistik inferensial/hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dapat diketahui pengelolaan perpustakaan digital dengan nilai persentase sebesar 75%, dan minat baca dengan nilai persentase sebesar 62%, keduanya berada pada kategori sedang (cukup baik). Berdasarkan hasil dari kedua uji hipotesis pada penelitian ini (Uji T dan Uji Regresi linear sederhana) dapat simpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada variabel pengelolaan perpustakaan digital (X) terhadap minat baca (Y). Hal ini dapat dilihat dari nilai Thitung Ttabel yaitu 8,847 Ttabel 1.664 untuk taraf signifikansi 5% maka diperoleh nilai r = 0,705, sehingga dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya semakin tinggi pengelolaan perpustakaan digital maka minat baca peserta didik akan meningkat, dan begitu pula sebaliknya.
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SISTEM ZONASI Adah, Miftahussa; Umar, Abubakar; Arifudin, Yadi Fahmi
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 6, No 4 (2023): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v6i4.577-584

Abstract

Education is one of the main pillars in the development of a country. To achieve quality and equitable education for all citizens, the acceptance of new students is very crucial. However, in practice, there are various problems that arise, especially related to injustice in access and educational opportunities. To overcome this challenge, the zoning system for accepting new students is one of the solutions introduced by many countries. This zoning concept aims to create fairness and openness in education by allocating students based on the geographical location where they live. One of the main benefits of the zoning system is educational equity. By distributing students evenly in various regions, diversity and equality will be created in the learning environment. This will help reduce social and economic disparities between regions, so that every child has the same opportunity to get access to a proper education. In addition, the zoning system also encourages inclusivity in education. By combining students from various social and cultural backgrounds, a multicultural learning environment will be formed. This can increase understanding, tolerance and mutual respect among students, thereby creating a generation that is more open and accepting of differences. However, it must be acknowledged that the implementation of the zoning system also faces its own challenges. One of the main problems is the limited capacity of schools in each region. If an area has a population of students that is more than the capacity of the existing schools, this can lead to accumulation and a decrease in the quality of education. Therefore, careful planning and management is needed so that the zoning system can run effectively. In addition, another challenge is the role of parents in supporting the implementation of the zoning system. Some parents may prefer schools in certain areas that are considered more prestigious than schools closer to where they live. This can lead to a shift in the problem from geographic disparities to social and educational inequalities. In order to overcome these obstacles, the government needs to provide adequate educational facilities and infrastructure, improve the quality of teaching staff, and involve all stakeholders in planning and evaluating the zoning system. Overall, the zoning system in accepting new students is a positive step towards a more inclusive and equitable education. By providing equal opportunities for every child to get access to quality education, the hope for a generation that is competitive and has a strong personality is increasingly real.
MANAJEMEN TATA USAHA DALAM MENINGKATKAN LAYANAN AKADEMIK SISWA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 KARAWANG Mashuriyah, Mashuriyah; Umar, Abubakar; Arifudin, Yadi Fahmi
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 6, No 4 (2023): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v6i4.682-689

Abstract

Prosedur pelayanan pendidikan mewujudkan hal yang terutama yang harus diperhatikan. Dikarenakan Pendidikan sendiri menjalankan suatu bagian yang bergabung dengan menyediakan jasa. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan manajemen tata usaha dalam meningkatkan layanan akademik siswa di MAN 2 Karawang. Teknik penggumpulan data memerlukan pengamatan, tanya jawab dan pengumpulan. Adapun narasumber pada pengkajian ini yaitu kepala sekolah, kepala tata usaha, staff tata usaha dan peserta didik MAN 2 Karawang. Teknik analisis data dengan reduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Menurut hasil penelitian: (1) perencanaan manajemen tata usaha dalam meningkatkan layanan akademik siswa seperti: pembentukkan program kerja tata usaha dalam rapat kerja tahunan yang dihadiri kepala sekolah, kepala tata usaha dan staff tata usaha. (2) pengorganisasian manajemen tata usaha dalam meningkatkan layanan akademik siswa yang terdiri dari tujuh bidang kepala arsip, operator KP KU, operator emis, Staff Tata Usaha Bagian Layanan Akademik, Staf Tata Usaha Bagian Keuangan, Staf Tata Usaha Bagian Surat Menyurat Peserta Didik, dan Staf Tata Usaha Bagian Surat Menyurat Tenaga pendidik dan Tenaga kependidikan. (3) pelaksanaan manajemen tata usaha untuk meningkatkan layanan akademik belum cukup baik, hal ini dilihat kurangnya kedisiplinan dari staff tata usaha. Selain itu, pelaksanaan manajemen tata usaha sudah sesuai dengan tahap perencanaan yang telah dirumuskan hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan program kerja yang terlaksana dengan kebutuhan tahun ajaran baru. (4) pengawasan manajemen tata usaha untuk meningkatkan layanan akademik sudah cukup baik bisa dilihat dari hasil evaluasi yang dilaksanakan berkala dari harian hingga tahunan.
PELATIHAN MODEL PENGELOLAAN PEMBELAJARAN 4 C (CRITICAL THINKING, CREATIVITY, COMMUNICATION &COLLABORATION) DALAM MENGEMBANGKAN ASPEK TUMBUH KEMBANG ANAK USIA DINI 5 – 6 TAHUN DI KABUPATEN KARAWANG Darmiyanti, Astuti; Ismaya, Bambang; Umar, Abubakar; Suryana, Sayan
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i3.1094-1100

Abstract

Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk memberikan Pelatihan motivasi bagi lembaga pendidikan PAUD untuk memperhatikan keterampilan yang dimiliki para siswanya dan memberikan pembekalan positif kepada anak untuk masa yang akan datang.Metode. yang digunakan menggunakan konsep pelatihan dimana peserta diberikan pembekalan materi dan Pelatihan Model Pengelolaan Pembelajaran 4 C (Critical Thinking, Creativity, Communication Collaboration) Dalam Mengembangkan Aspek Tumbuh Kembang Anak Usia Dini 5 – 6 Tahun..Hasil Pengabdian ini yaitu 1) dengan diimplementasikannya keterampilan abad ke-21 yang disebut dengan 4C adalah guru harus melakukan komunikasi dengan baik terhadap siswa secara terus menerus dalam berbagai keadaan. Sososialisasi pada siswa diperlukan karena masa anak-anak adalah masa bermain. Ketika siswa bermain dengan teman sebayanya, siswa akan secara alami melakukan interaksi sosial dengan temannya. Sering mengajak siswa berkomunikasi memberikan dampak positif untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi anak. Hal ini akan menstimulasi otak anak untuk mencontoh penggunaan kalimat yang baik. Selain itu keterampilan abad ke-21 siswa dilatih untuk menjelaskan dan bertukar informasi dengan temannya ketika proses pembelajaran berlangsung, belajar cara menyampaikan informasi dengan benar, sehingga dapat dimengerti dan dipahami oleh temannya. Peran guru PAUD disini adalah sebagai fasilitator. Keterampilan abad ke-21(4C) dapat menumbuhkan dan meningkatkan kerjasama dalam suatu kelompok untuk menyelesaikan masalah tertentu, meningkatkan rasa toleransinya terhadap perbedaan pendapat teman, berusaha untuk berpikir kritis dan kreatif untuk memecahkan permasalahan tentang mengkaitkan sesuatu. Kata kunci: Keterampilan, Abad 21 (4C)Â