Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pola Komunikasi Orang Tua Dengan Anak Dalam Keluarga (Studi Kasus Pola Komunikasi Orang Tua Dengan Anak Korban Bullying Di Sekolah) Apriliyanti, Apriliyanti
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i2.3854

Abstract

Salah satu solusi penyembuhan yang perlu dipertimbangkan ketika berurusan dengan kasus intimidasi pada anak -anak adalah komunikasi yang dilakukan oleh orang tua keluarga dan anak. Fenomena intimidasi ini tentu saja merupakan fenomena kekerasan dengan kekuatan dan kekuatan dari individu dan kelompok yang memandang diri mereka sebagai pahlawan. Bullying yang terjadi dalam beberapa cara di sekolah tentu tidak dibenarkan. Untuk menyelesaikan masalah intimidasi ini, baik sekolah dan keluarga harus diperlakukan dengan serius. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif untuk menggambarkan, menjelaskan dan menganalisis pola komunikasi antara orang tua dan anak -anak dari intimidasi. Pengumpulan data yang dilakukan oleh para peneliti mencakup metode literatur dengan menemukan informasi dari perpustakaan tentang metode lapangan seperti penelitian, pengamatan, wawancara, dan dokumen. Kesimpulan bahwa pola komunikasi orang tua dengan anak korban bullying harus dilakukan secara intens dengan pola komunikasi respek, empati, audible, clarity dan humble.
Tinjauan Yuridis Pendaftaran Tanah berdasarkan Kepemilikan Girik dengan Berlakunya Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 2021 Apriliyanti, Apriliyanti; Arihta Esther Tarigan; Erna Amalia
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13049

Abstract

Pendaftaran tanah merupakan instrumen penting untuk memberikan kepastian hukum terhadap kepemilikan tanah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akibat hukum bagi masyarakat yang belum mendaftarkan tanahnya berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021 serta menelaah kendala yang dihadapi dalam proses pendaftaran tanah yang masih berdasarkan girik. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dan empiris dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa girik pasca berlakunya PP Nomor 18 Tahun 2021 tidak lagi memiliki kekuatan pembuktian kepemilikan tanah, melainkan hanya sebagai petunjuk administratif dalam proses pendaftaran. Selain itu, masih terdapat kendala administratif dan kurangnya kesadaran hukum masyarakat yang menyebabkan banyak tanah belum terdaftar. Diperlukan upaya pemerintah melalui sosialisasi dan percepatan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) agar tujuan hukum berupa kepastian dan perlindungan hak atas tanah dapat terwujud.
SEMIOTICS IN INTERPERSONAL COMMUNICATION OF TRADITIONAL MARKET TRADERS IN MEDAN CITY: A PRAGMATIC PERSPECTIVE Ezir, Ely; Marpaung, Devi Annisa; Nasution, Aisyah Noor; Apriliyanti, Apriliyanti
Language Literacy: Journal of Linguistics, Literature, and Language Teaching Vol 9, No 2: December 2025
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara (UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ll.v1i1.12242

Abstract

This study investigates the role of semiotics in the interpersonal communication of traders in traditional markets in Medan City through a pragmatic lens. Semiotics, as the study of signs and symbols, plays a central role in shaping meaning and mutual understanding in everyday interactions. Traditional markets offer a rich communicative environment where traders and buyers depend not only on verbal exchanges but also on gestures, intonation, cultural codes, and symbolic expressions to negotiate meaning and sustain social relationships. This research adopts a qualitative descriptive design involving 20 traders selected purposively from three major traditional markets in Medan. Data were collected through participant observation and in-depth semi-structured interviews to capture authentic communicative behaviors and interpretations of meaning. The data were analyzed using semiotic and pragmatic frameworks to identify the implicit functions of signs and contextual negotiation of meaning in interpersonal exchanges. The findings reveal that semiotic elements in traders’ communication function to build trust, strengthen social solidarity, and create persuasive strategies that influence economic decision-making. From a pragmatic standpoint, meaning is constructed contextually, reflecting the traders’ cultural values, social norms, and economic intentions. The study concludes that semiotic practices in traditional market communication represent not only linguistic phenomena but also socio-cultural strategies that sustain market interactions and preserve local wisdom. These insights contribute to a deeper understanding of interpersonal communication as a dynamic process supporting the cultural and economic vitality of local communities.
Bimbingan Teknis Media Lagu dalam Pendidikan Islam Multikultural untuk Anak Usia Dini Shofwan, Arif Muzayin; Prawinda, Raras Ayu; Farantika, Dessy; Apriliyanti, Apriliyanti; Hidayah, Firda Roudlatul; Lestariningsih, Lestariningsih; Putra, Fatra Nonggala
Mestaka: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v5i2.924

Abstract

Songs can be used as a learning medium for multicultural Islamic education for early childhood. Learning using songs aligns with the principles of learning through play, playing while learning, and learning while singing while learning, which are certainly very enjoyable for young children. This paper examines community service in the form of technical guidance on songs as a learning medium for multicultural Islamic education for early childhood. Two methods were used in this service: lecture and question-and-answer. The technical guidance on songs as a learning medium proceeded smoothly without any obstacles. This service demonstrates the continuity of the material presented with the introduction to religion in Indonesia for early childhood. Furthermore, it is hoped that this type of community service activity will be conducted more frequently to increase knowledge that can be used in teaching early childhood.