Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

UPAYA GENERASI MUDA MELALUI KOMUNITAS DALAM MENDUKUNG PELESTARIAN LINGKUNGAN DI JAWA TIMUR Diki Angger Arianto; Aditya Saputra; Muhammad Zacky Hidayat; Diva Kartika Putri Pratama
Wisesa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): WISESA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : UPT. PKM UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.wisesa.2024.03.2.1

Abstract

Partisipasi generasi muda dalam pelestarian lingkungan memainkan peran krusial dalam mendorong keberlanjutan di Indonesia. Studi ini menggunakan pendekatan analisis permasalahan mitra yang kami lakukan dengan melaksanakan focus group discussion dengan komunitas Environmental Proactive Youth Community Indonesia. Artikel ini membahas bagaimana Environmental Proactive Youth Community Indonesia memobilisasi generasi muda melalui gerakan seperti #ZeroWaste, kampanye Environmental Proactive Youth Community Wave, dan Youth Camp. Studi ini menemukan bahwa dengan pendekatan kolaboratif dan partisipatif, Environmental Proactive Youth Community terus berupaya meningkatkan kesadaran tentang keberlanjutan dan memfasilitasi aksi lingkungan di berbagai daerah. Tidak hanya itu, dampak baik dari gerakan Environmental Proactive Youth Community adalah bahwa inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kesadaran lingkungan tetapi juga memperkuat jaringan kolaborasi lintas organisasi. Artikel ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan generasi muda melalui komunitas lingkungan dapat menciptakan perubahan positif bagi pelestarian lingkungan.
Analisis Keberhasilan Kabupaten Kepulauan Meranti Pasca Pemekaran Daerah di Bidang Ekonomi dan Pelayanan Publik Oges Susfita Putri; Nathasia Angelina Saragi; Sella Oktapatika; Calvin Antony; Aditya Saputra
Desentralisasi : Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, dan Pemerintahan Vol. 2 No. 1 (2025): Desentralisasi : Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, dan Pemerintahan
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/desentralisasi.v2i1.373

Abstract

The success of Meranti Islands Regency after the expansion of Bengkalis Regency which occurred on December 19 2008, with a focus on the economic sector and public services. Even though there are several indicators of better economic performance compared to the parent region, the overall economic growth of Meranti Islands Regency is still lagging behind. On the public service side, even though it shows more positive results, there are several indicators that are still lower than Bengkalis Regency. This research uses literature studies to identify the challenges and performance of the Meranti Islands Regency, including the problem of fiscal dependence and suboptimal regional financial management. Public services in this area have not been effective due to inefficient use of funds, lack of public service energy, and service utilization that has not been maximized. Despite the accessibility of public services.
Identifikasi Gaya Belajar (Learning Styles) Peserta Didik: Peningkatan Kompetensi Guru sebagai Kunci Sukses Pembelajaran Bagus Nurul Iman; Abdul Harist Nikmatullah; Adietya Prabu Bagaskara; Adila Destri Ramadhani; Aditya Saputra; Aenurohmah, Aenurohmah
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v4i4.9603

Abstract

Program pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengenali gaya belajar siswa serta menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik individu peserta didik. Kegiatan dilaksanakan di SDN Pelandakan 1, dengan melibatkan 45–50 guru dari SDN Pelandakan 1 dan SDN Pelandakan 2 sebagai peserta. Materi yang diberikan mencakup pemahaman tentang empat gaya belajar (visual, auditori, kinestetik, dan verbal) beserta teknik identifikasinya melalui asesmen diagnostik dan pengamatan. Pelatihan menggunakan pendekatan ceramah partisipatif, praktik simulasi, dan evaluasi reflektif. Berdasarkan hasil kuesioner dan observasi, terjadi peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan kemampuan peserta. Program ini berhasil memberikan perspektif baru serta metode pembelajaran yang lebih adaptif dan efektif bagi guru.
PENYULUHAN KESADARAN HUKUM BAGI SISWA/SISWI SMP NEGERI 8 MAGELANG SEBAGAI UPAYA PREVENTIF TERJADINYA TINDAK PIDANA DIKALANGAN REMAJA DI MAGELANG Aditya Saputra; Firnas Adani; Iwan Kurniawan; Kevin Marselino Chaniago; Fahmi Hidayat
Journal Central Publisher Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i1.593

Abstract

Latar Belakang : Kenakalan remaja merupakan fenomena sosial yang berdampak negatif pada individu, keluarga, dan masyarakat. Di Kota Magelang, peningkatan kasus tawuran dan penggunaan senjata tajam di kalangan remaja menjadi perhatian serius. Berbagai faktor, seperti lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, berkontribusi terhadap perilaku menyimpang ini. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan yang melibatkan berbagai pihak. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum di kalangan siswa SMP melalui program sosialisasi yang dilakukan oleh Balai Pemasyarakatan Kelas II Magelang bersama Taruna Poltekip di SMPN 8 Magelang. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan (field research), yang melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kegiatan sosialisasi mencakup pemaparan materi tentang hukum, kenakalan remaja, dan bullying, serta asesmen pemahaman siswa. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman siswa mengenai kesadaran hukum dan dampak kenakalan remaja. Para siswa lebih memahami konsekuensi hukum dari tindakan mereka serta pentingnya menjauhi perilaku menyimpang. Selain itu, program ini mendorong kerja sama antara sekolah, orang tua, dan komunitas dalam membimbing remaja ke arah yang lebih positif. Kesimpulan : Sosialisasi kesadaran hukum dapat menjadi strategi efektif dalam menekan angka kenakalan remaja. Melalui pendidikan hukum yang diberikan sejak dini, siswa dapat lebih memahami batasan antara perilaku yang dapat diterima secara sosial dan yang melanggar hukum. Dengan demikian, upaya kolaboratif antara sekolah, orang tua, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan remaja yang lebih bertanggung jawab dan sadar hukum.