Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Strategi Pemberdayaan Masyarakat Menuju Ekonomi Mandiri dengan Pemanfaatan Kelapa Lokal Menjadi Lempeng Kelapa Diana Suksesiwaty Lubis; Nazmah Nazmah; Aswin Akbar
RESPINARIA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : PT Katersi Minar Permata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kelapa terbesar di dunia, namun potensi ini belumsepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat desa untuk mendorong kemandirian ekonomi. Program pengabdianmasyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan warga Dusun Jandi Mulia melalui pelatihan pengolahankelapa lokal menjadi lempeng kelapa—produk pangan tradisional yang bernilai jual dan berdaya saing. Metodeyang digunakan meliputi pendekatan partisipatif, pelatihan teknis dan manajerial, serta pendampingan danevaluasi berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan dalam empat tahap, yakni persiapan, pelaksanaan,pendampingan, dan refleksi, dengan melibatkan kelompok ibu rumah tangga dan pemuda sebagai pesertautama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mengolah kelapa menjadi lempeng kelapa secaramandiri, membentuk kelompok usaha kecil, dan memasarkan produknya melalui media sosial serta warunglokal. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis dan literasi kewirausahaan, tetapi jugamembangun motivasi dan kepercayaan diri masyarakat dalam mengelola usaha. Pendekatan ini sejalan denganteori pemberdayaan berbasis potensi lokal dan community-based development, yang menekankan pentingnyakolaborasi antara masyarakat dan fasilitator untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Selain aspekekonomi, program ini turut melestarikan budaya kuliner lokal dan mendorong praktik ekonomi sirkular yangramah lingkungan. Tantangan seperti keterbatasan alat dan akses modal menjadi catatan penting untukpenguatan program ke depan. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakatmelalui inovasi produk kelapa lokal dapat menjadi strategi efektif dalam mendorong kemandirian ekonomiberbasis sumber daya desa. Model ini berpotensi direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa sebagaiupaya pembangunan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
PEMANFAATAN ROADSHOW SEBAGAI MEDIA EDUKASI DAN PENDAMPINGAN SERTIFIKASI HALAL PELAKU USAHA MIKRO Nazmah Nazmah; Diana Suksesiwaty Lubis; Agus Setiono; Aswin Akbar
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.58498

Abstract

Sertifikasi halal telah bertransformasi dari kewajiban moral menjadi regulasi yang wajib di Indonesia, namun implementasinya di tingkat mikro masih menghadapi kendala teknis dan finansial yang signifikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi dan mendampingi pelaku usaha mikro di wilayah Medan Helvetia dalam menghadapi hambatan pendaftaran sertifikasi halal, khususnya pada sektor pengolahan daging dan unggas. Pentingnya topik ini didasari oleh adanya residu masalah administratif seperti penggunaan NIK oleh pihak lain serta tingginya biaya sertifikasi jalur reguler. Metode yang digunakan meliputi pendidikan masyarakat melalui roadshow di kantor camat serta metode advokasi dan mediasi melalui kunjungan langsung (door-to-door). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa meskipun 66,67% mitra sasaran telah tersertifikasi melalui program gratis (Sehati), masih ditemukan pelaku usaha yang mengalami stagnasi akibat kendala sistemik dan biaya pada sektor risiko tinggi. Melalui pendampingan ini, tim pengabdi berhasil memberikan solusi teknis berupa troubleshooting data dan mediasi rantai pasok daging tersertifikasi. Kesimpulan dari pengabdian ini menegaskan bahwa metode roadshow yang dinamis sangat efektif untuk menjangkau pelaku usaha yang tidak tersentuh oleh sosialisasi masif. Keberhasilan ini penting sebagai model intervensi dalam mempercepat tercapainya target mandatori halal nasional di wilayah perkotaan yang memiliki kompleksitas administrasi tinggi.