Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN SOUVENIR BERBASIS BAHAN RESIN BAGI MASYARAKAT DI KREO LARANGAN TANGERANG Lubis, Sobron; Lam, Silvester; Putri A, Alifya; Ardiansyah, M. Irsal; Diputera H, Ayra; Ariyanti, Silvi
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i2.25466

Abstract

The high unemployment rate after post-covid 19 has become a concern for the government, not only at the central government, but even in the regions to the sub-district level. Various efforts were made by the government to restore the economy, both from providing jobs and preparing human resources by conducting skills training. In addition to limited job opportunities, low ability/skills and education are one of the factors that make it difficult for people of productive age to get jobs. Kelurahan Kreo, which is located in the Banned sub-district, consists of 41RT and 13 RW that have potential productive age human resources, but have not been fully absorbed into the existing jobs. The minimum level of education, the average of which is high school graduation and the lack of skills makes it difficult to get a job, for this reason skills need to be given as a provision so that they can produce innovative works that can be commercialized. Based on this, community service activities will be carried out for the community in the Banned Kreo area, especially in RW 06. Activities will be carried out in the form of training making souvenirs made from resin, the training provided covers the theory and practice of making molds and pouring resin into molds. Participants consist of people of productive age and youth organizations and are divided into four groups. The shape of the product to be made is in accordance with the creations/innovations of the participants. It is hoped that this activity can increase the competence of the productive age community. Tingginya angka pengangguran setelah paca covid 19 menjadi perhatian pemerintah tidak hanya di pusat bahkan didaerah hingga di tingkat kelurahan. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk memulihkan perekonomian, baik dari penyediaan lapangan pekerjaan maupun mempersiapkan SDM dengan melakukan pelatihan ketrampilan. Disamping lapangan pekerjaan yang terbatas, kemampuan/skill dan pendidikan yang rendah merupakan salah satu faktor yang menyebabkan sulitnya masyarakat usia produktif untuk mendapatkan lapangan pekerjaan. Kelurahan kreo yang terletak dikecamatan larangan terdiri dari 41 rukun tetangga dan 13 rukun warga memiliki SDM usia produktif yang potensial, namun belum sepenuhnya terserap dalam lapangan pekerjaan yang ada. Minimnya tingkat pendidikan yang rata-rata tamat SMA dan kurangnya ketrampilan/skill menyebabkan sulit untuk mendapatkan pekerjaan, untuk itu perlu diberi ketrampilan agar sebagai bekal agar dapat menghailkan karya- karya innovasi yang dapat di komersialkan. Berdasarkan hal tersebut, maka kegitan pengabdian kepada masyarakat ini akan dilakukan kegiatan kepada masyarakat di kawasan kreo larangan khususnya di RW 06. Kegiatan yang akan dilakukan dalam bentuk pelatihan pembuatan souvenir berbahan resin, pelatihan yang diberikan meliputi teori dan praktik pembuatan cetakan dan penuangan bahan resin kedalam cetakan. Peserta terdiri dari masyarakat usia produktif dan karang taruna dan dibagi dalam empat kelompok.Bentuk produk yang akan dibuat sesuai dengan kreasi/innovasi dari para peserta. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi masyarakat usia produktif tersebut.
PELATIHAN DAN PENERAPAN MESIN MIXING PADA PEMBUATAN EMPEK-EMPEK PALEMBANG DI KREO LARANGAN TANGERANG Lubis, Sobron; Diputra, Ayra; P.A, Alifya.; Irsal, M.; Ariyanti, Silvi
Jurnal Serina Abdimas Vol 1 No 3 (2023): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v1i3.26149

Abstract

Makanan khas Palembang yang merupakan kuliner Nusantara begitu popular di masyarakat, yaitu empek-empek. Bahannya terbuat dari ikan dan tepung sagu di sajikan bersamaan dengan semangkuk kuah pedas dan agak asam yang berwarna coklat kehitaman yang di sebut dengan cuko. Seorang pembuat dan penjual empek-empek di kawasan Kreo Larangan Tangerang telah memulai usahanya kurang lebih empat tahun. Usahanya saat ini sudah banyak peminatnya, empek-empek yang di buat, di jual dalam bentuk mentah dan matang, di jual di pasar Cipulir Kebayoran lama Jakarta dan juga secara online. Tim PKM telah melakukan survei dan wawancara kepada pemilik usaha empek-empek Needo yaitu Bapak Sukirman yang beralamat di jalan Kejaksaan III no 34 Kreo Larangan Tangerang, menurut beliau bahwa produksinya perhari sekitar 6 kg. Bahan baku seperti tepung, ikan Tenggiri, dan bumbu lainya dicampur dan di aduk untuk menjadi adonan dilakukan secara konvensional menggunakan tangan, sehingga untuk memproses empek-empek hanya bisa di lakukan sebanyak 1 kg untuk setiap pengadukan, waktu pengadukan sekitar 40 menit. Jadi jika produksinya 6 kg/hari, maka proses pembuatannya di lakukan 6 kali pengadukan di kalikan dengan 40 menit yaitu 240 menit , dan tentunya waktu dan tenaga yang di perlukan begitu besar. Hal ini yang menjadi permasalahan Bapak Sukirman dalam pengolahan empek-empek tersebut. Ada keinginan untuk meningkatkan produksinya, namun belum bisa memenuhinya di karenakan proses pengolahannya yang masih konvensional tersebut. Maka berdasarkan hasil survey tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan untuk membantu usaha empek-empek Palembang agar proses pengolahan adonan menjadi lebih singkat dan kapasitas produksi lebih meningkat