Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Implementasi Good Governance Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik Di Kantor Kecamatan Sumarorong Kabupaten Mamasa Pranatalia, Syiltia; Nurkaidah, Nurkaidah; Tompo, Natsir
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 5 No. 1 (2026): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Janua
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v5i1.2891

Abstract

Permasalahan yang ditemukan pada Kantor Kecamatan Sumarorong yaitu pelayanan masih kurang Responsif, terbukti masih ditemukan masyarakat yang mengeluh karena keterlambatan pelayanan yang diberikan dan juga masih kurang tanggap akan perosalan-persoalan yang dialami masyarakat. Selain itu, pelayanan yang diberikan juga masih belum Efektif dan Efisien, hal ini terbukti dengan adanya permohonan yang diajukan oleh masyarakat yang mengindikasikan bahwa pelayanan yang diberikan masih berbelit-belit dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki dan mengevaluasi sejauh mana implementasi Good governance telah dilaksanakan secara efektif. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif yaitu desain penelitian deskriptif untuk memberikan penjelasan yang komprehensif dan gambaran yang detail mengenai permasalahan yang dihadapi di Kantor Kecamatan Sumarorong yang terletak di Kabupaten Mamasa. Strategi pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini merangkum metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini yaitu beberapa pegawai Kantor Kecamatan Sumarorong dan masyarakat. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Good governance belum berjalan secara efektif, terbukti dengan masih adanya berbagai indikator yang belum dilaksanakan di Kantor Kecamatan Sumarorong. Kurangnya responsif dalam memberikan layanan yang cepat dan sesuai terlihat jelas. File layanan tidak segera diproses, mengakibatkan keterlambatan beberapa hari dan ada pegawai gagal memenuhi tugas dan tanggung jawab yang ditugaskan. Penerapan efektivitas dan efisiensi, khususnya dalam hal disiplin dan pemberian kemudahan pelayanan, belum terlaksana dengan baik. Hal ini terlihat dari banyaknya pegawai yang kurang tepat waktu, datang terlambat ke Kantor dan pulang sebelum waktu yang ditentukan. The problem found at the Sumarorong District Office was that the service was still less responsive, it was proven that people were still complaining about delays in the services provided and they were also still less responsive to the problems experienced by the community. Apart from that, the services provided are still not effective and efficient, this is proven by the existence of requests submitted by the public which indicate that the services provided are still complicated and take quite a long time. The aim of this research is to investigate and evaluate the extent to which where the implementation of good governance has been carried out effectively. This research uses a qualitative methodology, namely a descriptive research design to provide a comprehensive explanation and detailed description of the problems faced at the Sumarorong District Office located in Mamasa Regency. The data collection strategy used in this research summarizes observation, interviews and documentation methods. The informants in this research were several employees of the Sumarorong District Office and the community. The findings of this research indicate that the implementation of good governance has not been effective, as evidenced by the existence of various indicators that have not been implemented at the Sumarorong District Office. The lack of responsiveness in providing prompt and appropriate service is clearly visible. Service files are not processed immediately, resulting in delays of several days and some employees failing to fulfill their assigned duties and responsibilities. The implementation of effectiveness and efficiency, especially in terms of discipline and providing easy services, has not been implemented well. This can be seen from the number of employees who are not punctual, arrive late at the office and leave before the appointed time.
Transparansi Pengelolaan Dana Desa Di Desa Cendana Hitam Kecamatan Tomoni Timur Kabupaten Luwu Timur Yasa, I Wayan; Mustapa, Zainuddin; Tompo, Natsir
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 5 No. 1 (2026): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Janua
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v5i1.2925

Abstract

Transparansi penggunaan keuangan didalam pemerintahan desa meupakan salah satau faktor utama penentu kesuksesan dalam pembangunan desa. Akan tetapi, dengan adanya dana desa juga dapat menimbulkan permasalahan yang baru dalam pengelolaannya. Berdasarkan pengamatan awal yang dilakukan penulis bahwa terdapat beberapa masalah yang terjadi di Desa Cendana Hitam yang pertama adalah mengenai prioritas anggaran dana desa yang masih kurang maksimal dilaksanakan, kemudian yang kedua terkait publikasi anggaran dana desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan dana desa serta bagaimana transparansi pengelolaan dana desa di Desa Cendana Hitam Kecamatan Tomoni Timur Kabupaten Luwu Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalaui observasi, wawanncara, dan dokumentasi. Adapaun hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengelolaan dana desa yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Cendana Hitam sudah dilakukan berdasarkan Permendagri Nomor 113 Tahun 2014, dimana pengelolaan dana desa meliputi, tahap perencanaan, pelaksanaan serta pertanggungjawaban sudah dilakukan dengan baik. Kemudian, pemerintah desa belum menerapkan prinsip tranparansi secara 100% namun, transparansi baru dilakukan 50% dimana belum semua masyarakat dilibatkan dalam proses perencanaan pembangunan sampai dengan serah terima hasil pembangunan dimana hanya masyarakat tertentu atau orang-orang yang berkepenting saja yang dilibatkan oleh pemerintah desa. Oleh karena itu, dalam meningkatkan transparansi pengelolaan dana desa maka sebaiknya pemerintah desa menyediakan informasi yang dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat desa serta melibatkan masyarakat dalam setiap proses penggunaan dana desa. Transparency in the use of finance in village government is one of the main factors determining success in village development. However, the existence of village funds can also create new problems in their management. Based on initial observations made by the author, there are several problems that occur in Cendana Hitam Village, the first is regarding village fund budget priorities which are still not implemented optimally, then the second is related to the publication of the village fund budget. This research aims to find out how village funds are managed and how transparent the management of village funds is in Cendana Hitam Village, East Tomoni District, East Luwu Regency. This research uses a qualitative approach with a descriptive research type, with data collection techniques through observation, interviews and documentation. The results of this research show that the management of village funds carried out by the Cendana Hitam Village Government has been carried out based on Permendagri Number 113 of 2014, where the management of village funds includes the planning, implementation and accountability stages have been carried out well. Then, the village government has not implemented the principle of transparency 100% however, transparency has only been 50% where not all communities have been involved in the development planning process up to the handover of development results where only certain communities or people with interests have been involved by the village government. Therefore, to increase the transparency of village fund management, the village government should provide information that can be easily accessed by village communities and involve the community in every process of using village funds.
Peranan Dinas Perhubungan Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Angkutan Kota Di Kabupaten Maros Fatimah, Syarifa Ratu; Nurkaidah, Nurkaidah; Tompo, Natsir
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 5 No. 1 (2026): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Janua
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v5i1.3427

Abstract

Konsep yang digunakan dalam peneitian ini yaitu menurut Handoko: 2015, dan pokok masalah dalam Penelitian ini adalah Peranan Dinas Perhubungan dalam aspek Pengawasan dan faktor yang mempengaruhi dalam meningkatkan kualitas Pelayanan Angkutan Kota di Kabupaten Maros. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif bertujuan untuk mengungkapkan informasi kualitatif sehingga lebih menekankan pada masalah proses dan makna dengan mendeskripsikan sesuatu masalah. Adapun sumber data penelitian ini adalah Data Primer yaitu, subyek atau para perangkat Dinas Perhubungan dan informan yang tediri dari Sopir Angkutan Kota dan masyarakat Maros. Data Sekunder adalah data dan informasi mengenai objek yang menjadi sasaran penelitian berupa teori-teori, metode, konsep dan lain-lain. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, observasi pustaka dan penarikan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini, diketahui bahwa Peran Dinas Perhubungan dalam aspek Pengawasan Angkutan Kota di Kabupaten Maros seperti Pengawasan Internal, Pengawasan Eksternal dan Pengawasan Preventif pada umumnya telah dilaksanakan dengan baik, namun masih terdapat beberapa indikator yang belum sesuai dalam pelaksanaannya seperti pada izin trayek dan sosialisinya. Di dalam upaya meningkatkan pelayanan, usaha tersebut membawa respon positif dan negatif dari masyarakat yang diimbangi dengan faktor-faktor yang mempengaruhi upaya tersebut seperti Sumber Daya Manusia, Sarana dan Prasarana dan Meningkatnya Pengguna Kendaraan Pribadi yang saat ini sudah terlaksana dengan efektif dan efisien. Namun alangkah baiknya jika Dinas Perhubungan dapat konsisten dengan pengawasan yang dilakukan sehingga para sopir angkutan kota juga akan konsisten dengan aturan-aturan yang berlaku sehingga masyarakat mendapatkan kepuasan pelayanan seperti yang diharapkan. The concept used in this research is according to Handoko: 2015, and the main problem in this research is the role of the Transportation Service in the supervision aspect and factors that influence improving the quality of city transportation services in Maros Regency. This research uses qualitative research methods. Qualitative research aims to reveal qualitative information so that it places more emphasis on process issues and meaning by describing a problem. The data source for this research is Primary Data, namely, subjects or officials from the Transportation Service and informants consisting of City Transport Drivers and the people of Maros. Secondary Data is data and information regarding the object that is the target of research in the form of theories, methods, concepts and so on. The data processing techniques in this research are observation, interviews, library observation and drawing conclusions. As a result of this research, it is known that the role of the Transportation Service in aspects of City Transport Supervision in Maros Regency, such as Internal Supervision, External Supervision and Preventive Supervision, has generally been implemented well, but there are still several indicators that are not appropriate in its implementation, such as route permits and socialization. In efforts to improve services, these efforts bring positive and negative responses from the community which are balanced by factors that influence these efforts such as Human Resources, Facilities and Infrastructure and the Increase in Private Vehicle Users which have now been implemented effectively and efficiently. However, it would be good if the Transportation Department could be consistent with the supervision carried out so that city transport drivers would also be consistent with the applicable regulations so that the public gets service satisfaction as expected.
Layanan Customer Service Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Cabang Barru Randi, Randi; Juharni, Juharni; Tompo, Natsir
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 5 No. 1 (2026): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Janua
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v5i1.3571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pelayanan customer service pada PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Barru dilihat pada 5 dimensi yaitu bukti fisik (tangibles), reliabilitas (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (emphaty). Untuk menganalisis dan mengetahui faktor apa saja yang menjadi pendukung customer service dalam memberikan pelayanan kepada nasabah pada PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Barru. Untuk menganalisis dan mengetahui faktor apa saja yang menjadi penghambat customer service dalam memberikan pelayanan kepada nasabah PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Barru. Data yang telah terkumpul dan tersusun secara sistematis kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa layanan customer service yang dilihat dari 5 dimensi, dimana temuan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah penerapan layanan customer service yang dilakukan selama ini sudah diterima dengan baik, hal ini dilihat dari bukti fisik yang tersedia dalam pelayanan nasabah sudah dilengkapi oleh TV, AC dan sarana lainnya. Aspek daya tanggap dalam melayani nasabah juga sudah berjalan dengan baik dimana customer service memiliki respon cepat untuk melayani nasabah, dalam hal aspek keandalan menunjukkan bahwa customer service sudah dapat diandalkan dalam pelayanan kepada nasabah. This study aims to analyze and determine customer service at PT. Bank Rakyat Indonesia Barru Branch is seen in 5 dimensions, namely tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy. To analyze and find out what factors support customer service in providing services to customers at PT Bank Rakyat Indonesia Barru Branch. To analyze and find out what factors hinder customer service in providing services to customers of PT Bank Rakyat Indonesia, Barru Branch. The data that has been collected and arranged systematically is then analyzed using a descriptive-qualitative method. The results of this study indicate that customer service is seen from 5 dimensions, where the findings obtained in this study are that the implementation of customer service that has been carried out so far has been well received, this can be seen from the physical evidence available in customer service which is equipped with TV , air conditioning and other facilities. The responsiveness aspect in serving customers has also been going well where customer service has a quick response to serving customers, in terms of the reliability aspect it shows that customer service has been reliable in serving customers.
Efektivitas Kebijakan Pengelolaan Sampah Di Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar Dhiu, Inriani Chintya; Suaib, Muhammad Ridha; Tompo, Natsir
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 5 No. 1 (2026): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Janua
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v5i1.3656

Abstract

Masalah Sampah di Kota Makassar semakin bertambah dari tahun ke tahun dan masih belum teratasi, masih banyak penumpukan sampah di pinggir jalan, TPS pinggir jalan bahkan di pinggir galian atau sungai. Masih banyak masyarakat yang membuang sampah disembarang tempat. Penelitian ini bertujuan melihat tingkat efektivitas pengelolaan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar dengan tujuan meningkatkan pengelolaan sampah dan hambatan-hambatan apa saja yang mempengaruhi pengelolaan sampah sehingga tidak efektif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana Efektivitas Kebijakan Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah teknik analisis Kualitatif yaitu proses penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa Kata-kata tertulis maupun lisan. Metode analisis yang digunakan ini adalah pendekatan analisis wawancara interaktif yang dikenal dengan istilah “interaktif model of analyze”. Pengelolaan sampah yang efektif tentunya sangat diperlukan agar sampah-sampah yang dihasilkan dapat dikelola dengan baik. Dengan pengelolaan yang efektif diharapkan dapat menjadikan Kota Makassar sebagai kota yang bersih. Permasalah tersebut mendapat respon dari pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup agar ditindak lanjuti. Salah satunya ialah pengelolaan sampah di TPA Tamangapa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar belum berjalan efektif. Hal ini dibuktikan dengan empat indicator, yaitu ketetapan sasaran, sosialisasi, tujuan dan pemantauan serta masih kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam pengolahan sampah rumah tangga. Pengelolaan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar melibatkan kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Bidang Persampahan, Limbah B3, dan Peningkatan Kapasitas, Bank Sampah, TPS3R, TPA dan tenaga kerja lapangan/pengawas. Sedangkan hambatan dalam pengelolaan sampah terdapat dari hambatan internal, yaitu kurangnya anggaran serta proses dalam mengurus anggaran yang lama dan panjang, kesadaran masyarakat, biaya pengangkutan sampah yang dianggap cukup mahal. Yang menjadi tantangan adalah masyarakat yang tidak patuh dan minim informasi agar mendapatkan edukasi tentang proses pemilahan sampah dari rumah tangga sebelum diangkut oleh viar menuju Tempat Pembuangan Sampah Sementara yang berada di tiap-tiap Kecamatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dalam pengelolaan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar belum berjalan efektif karena dari keempat indicator hanya 2 tujuan yang efektif ialah ketepatan sasaran sudah dilakukan, sosialisasi ke tiap Kecamatan yang ada di Kota Makassar sedangkan pemantauan sudah berjalan. The waste problem in Makassar City is increasing from year to year and is still not resolved, there are still many piles of garbage on the roadside, roadside TPS and even on the edge of excavations or rivers. There are still many people who throw garbage in any place. This study aims to see the level of effectiveness of waste management by the Makassar City Environment Agency with the aim of improving waste management and what obstacles affect waste management so that it is not effective. The method used in this research is descriptive qualitative research. The results showed that waste management carried out by the Makassar City Environmental Service has not been effective. This is evidenced by four indicators, namely target determination, socialization, goals and monitoring as well as the lack of understanding and awareness of the community in processing household waste. Waste management by the Makassar City Environmental Service involves the head of the Environmental Service, the Head of the Solid Waste, Hazardous Waste, and Capacity Building Division, Waste Bank, TPS3R, TPA and field workers/supervisors. While the obstacles in waste management are internal obstacles, namely the lack of budget and the long and lengthy process of managing the budget, public awareness, the cost of transporting waste which is considered quite expensive. The challenge is people who are not compliant and lack information in order to get education about the process of sorting waste from households before being transported by viar to Temporary Waste Disposal Sites located in each District. The conclusion of this study is that in waste management by the Makassar City Environmental Service has not been effective because of the four indicators only 2 effective objectives are target accuracy has been carried out, socialization to each sub-district in Makassar City while monitoring has been running.
Efektivitas Pembelajaran Luar Jaringan Pada Program Keahlian Baru Teknik Alat Berat Di SMKN 2 Tana Toraja Batto, Ali Imran; Anas, Ali; Tompo, Natsir
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 5 No. 1 (2026): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Janua
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v5i1.3756

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas pembelajaran luring pada program keahlian baru teknik alat berat di SMKN 2 Tana Toraja, dan untuk mengetahui Faktor pendukung efektivitas belajar siswa teknik alat berat terpenuhi dengan baik. Jenis penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi di SMKN 2 Tana Toraja. Teknik analisis data meliputi tahapan pengumpulan data, reduksi data, pemeriksaan data dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa (1) Efektifitas pembelajaran luar jaringan yang dilakukan oleh SMKN 2 Tana Toraja sudah berjalan dengan efektif. Dengan adanya fasilitas mendukung seperti laboraturium, media ajar, materi pembelajaran yang lengkap serta komunikasi dua arah antara guru dan siswa selama proses pembelajaran dilakukan (2) Dalam mencapai efektifitas pembelajaran luar jaringan di SMKN 2 Tana Toraja di dukung oleh faktor Sumber Daya Manusia dan Tersedianya media pembelajaran. Sumber daya manusia yang dalam hal ini adalah tenaga pendidik, yang sangat mencukupi serta respon dua arah yang dilakukan selama proses pembelajaran di sekolah menjadikan efektifitas pembelajaran dilakukan dengan baik, serta tersedianya media pembelajaran yang layak seperti buku paket yang tersedia, model pembelajaran yang interaktif sudah terpenuhi dengan baik. The aim of this research is to determine the effectiveness of offline learning in the new heavy equipment engineering skills program at SMKN 2 Tana Toraj, and to determine the supporting factors for the effectiveness of students' learning in heavy equipment engineering being well met. The type of research carried out was descriptive qualitative research. Data was collected through observation, in-depth interviews and documentation at SMKN 2 Tana Toraja. Data analysis techniques include the stages of data collection, data reduction, data examination and drawing conclusions. In this research it was found that (1) The effectiveness of online learning carried out by SMKN 2 Tana Toraja has been running effectively. With the existence of supporting facilities such as laboratories, teaching media, complete learning materials and two-way communication between teachers and students during the learning process (2) In achieving the effectiveness of off-line learning at SMKN 2 Tana Toraja it is supported by Human Resources factors and the availability of media learning. Human resources, which in this case are teaching staff, are very sufficient and the two-way response carried out during the learning process at school ensures that learning is carried out effectively, as well as the availability of appropriate learning media such as available textbooks and interactive learning models. well.