Desy Armalina
Department Of Anatomy And Histology, Faculty Of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Mikroskopis Preparat Mus Musculus Jaringan Ginjal yang Dideparafinisasi dengan Minyak Zaitun pada Pengecatan Hematoxylin Eosin (HE) Pratiwi, Ela Nur; Armalina, Desy
Jaringan Laboratorium Medis Vol. 3 No. 1 (2021): May 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlm.v3i1.8005

Abstract

Deparaffinization is a stage before the staining process to remove/dissolve paraffin so that the absorption of color in tissue preparations is maximized. Deparaffinization is usually carried out using xylol and toluol. Xylol has toxic effects including acute neurotoxicity, heart and kidney damage, hepatotoxicity, fatal blood dyscrasias, skin erythema, dry skin, peeling skin, and also has a carcinogenic effect. The toxicity effect of olive oil is lower than that of xylol. Oils that have non-polar properties can remove the remaining paraffin contained in the tissue. The purpose of this study was to determine the microscopic appearance of the kidney tissue preparations of mice deparaffinized with olive oil on hematoxylin eosin (HE) staining. The type of research used is experimental research which is analyzed with a descriptive approach. The results of the assessment of preparations deparaffinized with xylol in 80 visual fields obtained 100% good preparations and preparations deparaffinized with olive oil in 80 visual fields obtained 0% poor preparations, 11.3% poor preparations, and 88.7% good preparation. So it can be said that better results are found in the microscopic picture of the kidney preparations of mice (Mus musculus) deparaffinized with xylol.
FAKTOR RISIKO KANKER PAYUDARA PADA WANITA USIA PRODUKTIF DI RSD K.R.M.T WONGSONEGORO SEMARANG dewi, nasywa laksita; Surati, Surati; Armalina, Desy
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3521

Abstract

Kanker payudara merupakan jenis kanker penyebab utama kematian pada wanita. Berdasarkan data Global Burner Of Cancer (GLOBOCAN) pada tahun 2020, terdapat 68.858 kasus baru di Indonesia dan lebih dari 22.000 kematian. Penyakit ini berkembang secara perlahan dengan berbagai faktor risiko seperti usia, usia menarche, usia melahirkan, penggunaan alat kontrasepsi hormonal, riwayat keluarga, kebiasaan merokok, gaya hidup dan obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya faktor risiko kanker payudara pada wanita usia produktif (15–59 tahun) di RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Pendekatan secara kualitatif dengan metode penelitian deskriptif berdasarkan pengumpulan data sekunder berupa catatan rekam medis di RSD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Sampel yang diambil sebanyak 100 pasien kanker payudara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berada dalam kelompok usia produktif (87%), mengalami menarche dini (< 12 tahun) sebesar (3%), riwayat melahirkan pada usia produktif (89%), menggunakan kontrasepsi hormonal (56%), seluruh pasien tidak memiliki kebiasaan merokok (100%), usia menarche dengan penggunaan alat kontrasepsi hormonal (67%) dan rentang usia produktif saat pertama terdiagnosa dengan penggunaan alat kontrasepsi hormonal (52%). Kesimpulan dari hasil penelitian ini faktor risiko usia saat terdiagnosis, usia melahirkan, serta penggunaan alat kontrasepsi hormonal menunjukkan adanya faktor risiko. Namun, tidak ditemukan adanya faktor risiko pada kebiasaan merokok dan usia menarche.