Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

MENANGKAL KECEMASAN BERBICARA DI DEPAN UMUM: PERAN SELF EFFICACY PADA MAHASISWA UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA Ken Rangga Bagas Prakusya; Maria Prima Novita
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan berbicara di depan umum merupakan permasalahan yang masih sering dialami mahasiswa dan dapat menghambat prestasi akademik maupun perkembangan pribadi. Faktor psikologis seperti self efficacy berperan penting dalam membantu mahasiswa mengelola kecemasan ketika berbicara di depan umum. Penelitian ini mengkaji hubungan antara self efficacy dengan kecemasan berbicara di depan umum pada mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana Kota Salatiga. Tantangan utama yang dihadapi mahasiswa adalah rasa kurang percaya diri, gejala fisik seperti gemetar dan berkeringat, serta kecenderungan menghindari situasi yang menuntut keterampilan komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional pada 105 mahasiswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self efficacy dengan kecemasan berbicara di depan umum (r = –0,467, p < 0,01). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi self efficacy mahasiswa, semakin rendah tingkat kecemasan berbicara di depan umum yang mereka alami.
Hubungan Prokrastinasi Dengan Burnout Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Di Universitas Kristen Satya Wacana Samuel, Bobby David; Novita, Maria Prima
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20789

Abstract

Abstrak Mahasiswa tingkat akhir umumnya menghadapi berbagai tuntutan akademik yang kompleks, salah satunya adalah penyusunan skripsi. Tekanan yang tinggi ini sering kali memunculkan perilaku bertahan-nunda (prokrastinasi) yang dapat berdampak negatif terhadap kondisi psikologis siswa, seperti burnout . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara prokrastinasi dengan burnout pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Kristen Satya Wacana. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan dalam penelitian ini adalah 106 mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi dan mengikuti organisasi kampus. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling . Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari Skala Burnout yang diadaptasi dari Maslach Burnout Inventory–Student Survey (MBI-SS) oleh Schaufeli et al (2002) dan Skala Prokrastinasi yang diadaptasi dari The Academic Procrastination Scale (APS) oleh McCloskey dan Scielzo (2015). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara prokrastinasi dengan burnout pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Kristen Satya Wacana dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,549 dan sig. 0,000 (p<0,05).
Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial Dengan Perilaku Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Setiawan, Esrendi; Novita, Maria Prima
Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K) Vol 7, No 1 (2026): J-P3K
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v7i1.973

Abstract

Mahasiswa generasi Z tumbuh di tengah masifnya penggunaan media sosial seperti TikTok yang berpotensi menjadi distraksi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Pendekatan kuantitatif korelasional digunakan dengan melibatkan mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana sebagai responden. Instrumen berupa skala psikologi dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara kedua variabel (r = 0,229; p = 0,010), yang berarti semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial, semakin tinggi pula perilaku prokrastinasi akademik. Mayoritas mahasiswa berada pada kategori sedang pada kedua variabel. Implikasi dari temuan ini menekankan pentingnya kesadaran diri dan regulasi diri mahasiswa dalam bermedia sosial, serta perlunya penguatan literasi digital dan pelatihan manajemen waktu oleh pihak universitas untuk mencegah dampak negatif prokrastinasi terhadap prestasi akademik.
Pelatihan Kesiapan Kerja untuk Meningkatkan Career Adaptability pada Siswa SMK di Kabupaten Temanggung Linqa Lasut; Enggar Putri Harjanti; Maria Prima Novita
Wacana Psikokultural Vol 1 No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jwp.v2i1.12086

Abstract

Data from the Central Statistics Agency (BPS) shows that vocational school graduates occupy the highest position in the unemployment rate. The problem found in several vocational schools in Temanggung is the lack of work readiness seen from career adaptability which is the individual's readiness to face predictable tasks and be able to participate in work roles and be able to adapt to unexpected situations that arise due to changes in conditions. work (Savickas, 2005). Therefore, To increase work readiness in vocational school students, a work readiness training program is needed to increase career adaptability in vocational school students in Temanggung Regency. The aim of this research is to determine the increase in the implementation of vocational school student employment readiness training programs. The method used is quantitative experimentation with a one group pretest-posttest design. The side technique used was a saturated sampling technique with 10 vocational school students as participants. Data analysis used the Wilcoxon Signed Rank test. The research results showed that the implementation of the work readiness training program was able to increase career adaptability in vocational school students (Z = -2.859 and sig = 0.004).
IMPLEMENTASI PROGRAM PELATIHAN HARDINESS PADA CALON KARYAWAN BARU DI RUMAH SAKIT X Anugrah Imam Sarwono Putra; Maria Prima Novita
Wacana Psikokultural Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jwp.v2i2.15365

Abstract

Sebuah instansi tentu memiliki pekerja yang disebut sebagai karyawan. Mencari karyawan terjadi dalam proses seleksi dan rekrutmen. Namun permasalahan tentu ditemui oleh tim rekrumen, salah satunya calon karyawan yang kurang dalam ketahanan terhadap tekanan. Maka dari itu perlu diatasi dengan baik, supaya tidak memperburuk kondisi yang ada. Untuk meningkatkan kemampuan ketahanan terhadap tekanan atau hardiness diperlukan adanya program pelatihan hardiness. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peningkatan dari implementasi program pelatihan hardiness pada calon karyawan baru. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif eksperimen dengan menggunakan one group pretest-posttest design. Teknik sampling yang digunakan teknik sampling jenuh dengan partisipan sebanyak 10 calon karyawan baru rumah sakit. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program pelatihan hardiness mampu meningkatkan hardiness pada calon karyawan baru (Z = -2,153 dan sig = 0,031). Hal ini dapat menjadi bekal pada calon karyawan baru ketika bekerja sehingga calon karyawan mampu dalam menjalankan pekerjaannya.
HUBUNGAN ANTARA KONFLIK PERAN GANDA DAN WORK-LIFE BALANCE PADA GURU WANITA YANG TELAH MENIKAH DI SEKOLAH KRISTEN KALAM KUDUS Elena Kristofani; Maria Prima Novita
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.11414

Abstract

ABSTRACT Married female teachers often face dual demands as educators and family members. This condition can lead to work–family conflict, which may disrupt the balance between work and personal life (work-life balance). Although this issue has been widely discussed across various professions, studies specifically examining the relationship between work–family conflict and work-life balance among married female teachers in Christian school settings remain limited. Therefore, this study is important to provide empirical evidence regarding factors that influence teachers’ well-being. The aim of this study was to determine the relationship between work–family conflict and work-life balance among married female teachers at Kalam Kudus Christian School. This study employed a quantitative method with a correlational design. The participants consisted of 79 respondents selected using purposive sampling. Data were collected using the Multidimensional Work-Family Conflict Scale (MWFCS) and the Work-Life Balance Scale (WLBS). Data analysis was conducted using Spearman’s correlation because the data were not normally distributed and did not meet the linearity assumption. The results revealed a significant negative relationship between work–family conflict and work-life balance, with a correlation coefficient of -0.753 and a significance value of 0.000 (p < 0.05). These findings indicate that higher levels of work–family conflict are associated with lower levels of work-life balance, and vice versa. Thus, work–family conflict is an important factor influencing the balance between work and personal life among married female teachers. ABSTRAK Guru wanita yang telah menikah sering menghadapi tuntutan ganda sebagai pendidik sekaligus anggota keluarga. Kondisi ini berpotensi menimbulkan konflik peran ganda yang dapat mengganggu keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi (work-life balance). Meskipun isu ini banyak dibahas dalam berbagai profesi, penelitian yang secara khusus mengkaji hubungan konflik peran ganda dan work-life balance pada guru wanita yang telah menikah di lingkungan sekolah Kristen masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk memberikan pemahaman empiris mengenai faktor yang memengaruhi kesejahteraan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konflik peran ganda dan work-life balance pada guru wanita yang telah menikah di Sekolah Kristen Kalam Kudus. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 79 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Multidimensional Work-Family Conflict Scale (MWFCS) dan Work-Life Balance Scale (WLBS). Analisis data menggunakan korelasi Spearman karena data tidak berdistribusi normal dan tidak linear. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara konflik peran ganda dan work-life balance dengan koefisien korelasi sebesar -0,753 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konflik peran ganda, semakin rendah work-life balance, dan sebaliknya. Dengan demikian, konflik peran ganda merupakan faktor penting yang memengaruhi keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi pada guru wanita yang telah menikah.
The relationship between emotional regulation and impulse buying among online gamers in Indonesia Cecillia Alessandra Andhini Maharani; Maria Prima Novita
INSPIRA: Indonesian Journal of Psychological Research Vol. 7 No. 1 (2026): Vol. 7 No. 1 June 2026
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/inspira.v7i1.15231

Abstract

Motivated by the rapid expansion of the online gaming industry in Indonesia and the subsequent rise in in-game purchases, this study investigates the relationship between emotion regulation and impulse buying. Although such impulsive behavior is often attributed to psychological factors like emotion regulation, its specific impact on gamers requires further examination. Utilizing a quantitative correlational design, data were collected from 135 Indonesian online gamers aged 18–25 through snowball sampling. The Impulse Buying Tendency Scale (IBTS) and the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) were administered via an online survey, and the data were analyzed using the Pearson Product-Moment correlation test. The results revealed no significant relationship between emotion regulation and impulse buying (r = -.007; p = .936). These findings suggest that emotion regulation is not a primary driver of impulsive in-game purchases among young adult gamers.
45.151224 Peningkatan Kesadaran Orang Tua dan Anak di Sukorahayu Terkait Dampak Globalisasi Teknologi Septyani Delvytri Kuranta; Tiarma Galatia Sihotang; Maria Prima Novita; Natalie Desta Karunia; Cendri Prima Crist Wijayanti; Gilbert Josafat Fanggidae
Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/jms.v5i32025p224-236

Abstract

The development of technology in the era of globalization creates a significant transformation in people's lives. Gadgets, as one of the most frequently used technologies, have both positive and negative impacts. Children are a generation that is vulnerable to gadget addiction. Early gadget addiction in children can potentially disrupt their development and hinder their ability to interact with their environment. In this case, parents and children to understand the impacts of gadget usage and adopt wise attitudes and behaviors. Therefore, students of the Institutional Practice Course at Satya Wacana Christian University organized a community service activity to the impact of excessive gadget use, with the aim of increasing the awareness of parents and children. Focus of this activity is on the community in Sukorahayu-Ampel Boyolali Village, both parents and children. This is driven by the problems in Sukorahayu Village, where the majority of children are starting to experience gadget addiction.
Analisis Korelasional Hubungan Love Languages dengan Kepuasan Pernikahan di Jawa Tengah Marcellino Juliawan Neto; Maria Prima Novita
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v9i3.7628

Abstract

Pernikahan merupakan bagian penting dalam kehidupan sosial. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, Jawa Tengah menempati urutan ketiga dalam angka perceraian tertinggi. Berbagai faktor, seperti tekanan ekonomi, sosial, dan budaya, dapat memengaruhi kepuasan pernikahan. Penelitian ini mengkaji hubungan antara bahasa cinta dengan kepuasan pernikahan di Jawa Tengah, dengan mempertimbangkan faktor sosial, budaya, dan ekonomi. Tantangan utama yang dihadapi pasangan di wilayah ini meliputi persaingan ekonomi yang tinggi, beban kerja yang meningkat, serta tekanan sosial dari keluarga besar yang masih memegang norma budaya tradisional. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis korelasi pada 125 pasangan yang telah menikah minimal lima tahun dan memiliki anak. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif signifikan antara penerapan bahasa cinta dan kepuasan pernikahan (r = 0,582, p < 0,05). Temuan ini memberikan wawasan bagi pasangan untuk lebih memahami dan menerapkan bahasa cinta guna meningkatkan kualitas hubungan. Penelitian ini juga berkontribusi bagi program edukasi pernikahan dan konseling keluarga. Kata kunci: bahasa cinta, kepuasan pernikahan, pasangan menikah
The Relationship Between Work-Life Balance and Employee Performance in Employees of PT Milion Limbah Ambon Juangericke Loupatty; Maria Prima Novita
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 02 (2026): April 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i02.8427

Abstract

This study aims to analyze the relationship between work-life balance and employee performance at PT Milion Limbah Ambon, a plastic waste treatment company located in Ambon. This relationship has not been previously investigated at this company. Furthermore, this research contributes valuable data to the literature by focusing on a region outside Java, as most comparable studies are Java-centric. This study comprised 66 employees of PT Milion Limbah Ambon as the total sample, with most respondents residing in areas close to the company. Data were collected through an online questionnaire using the Individual Work Performance Questionnaire (IWPQ) scale and the work-life balance scale. Results showed a positive and significant relationship (r = 0.903) between work-life balance and employee performance, indicating that improving work-life balance can significantly increase employee performance. These findings provide a basis for formulating work flexibility policies or time-management training to increase productivity. Keywords: work-life balance, employee performance, industrial and organizational psychology