Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Determinants Of Adequate Antenatal Care (Anc K6) In Indonesia Hestiani K, Dewi; Tenriola, Andi; Sulfikar, Andi; Fardi, Fardi
Indonesian Journal of Nursing and Health Care Vol. 3 No. 1: February (2026)
Publisher : Ammar Dharma Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64914/9jz40k21

Abstract

Background: Adequate antenatal care (ANC) is essential for reducing maternal and neonatal morbidity and mortality. Despite high initial ANC contact coverage in Indonesia, fulfillment of the six-visit standard (ANC K6) remains limited and socially patterned.Objective: This study aimed to describe sociodemographic and socioeconomic determinants associated with adequate antenatal care (ANC K6) in Indonesia using national survey data.Methods: A cross-sectional descriptive analysis was conducted using aggregated data from the 2023 Indonesian Health Survey, including 70,916 women aged 10–54 years who had given birth. The outcome variable was fulfillment of ANC K6. Independent variables included maternal age, education, marital status, parity, place of residence, and household wealth quintile. The analysis examined distributional patterns of ANC K6 across determinant categories without inferential modeling.Results: Nationally, only 17.6% of mothers fulfilled the ANC K6 standard. Among mothers who achieved ANC K6, the majority were aged 20–34 years (76.5%), had secondary or higher education (79.3%), resided in urban areas (57.6%), and belonged to higher wealth quintiles (49.7%). These findings indicate a pronounced social gradient in continuity of antenatal care utilization.Conclusion: Adequate antenatal care in Indonesia remains low and unequally distributed. Structural factors including education, residence, and household wealth - appear to shape continuity of care. Policies should prioritize reducing barriers to repeated visits among socioeconomically disadvantaged populations.
EDUKASI PENCEGAHAN DIABETES DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS DI DESA BONTO DESA BONTO BUNGA, KEC. MONCONGLOE, KAB. MAROS TAHUN 2025 Lala, Lala; Saleh, Muh.; Fardi, Fardi
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 01 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus telah menjadi krisis kesehatan global yang mengkhawatirkan, dengan Indonesia menempati peringkat kelima dunia sebagai negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya diabetes, faktor risiko, pentingnya deteksi dini, serta langkah-langkah pencegahan melalui penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis di Desa Bonto Bunga, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros. Metode yang digunakan adalah field visit dengan mendatangi lokasi sasaran secara langsung untuk memberikan edukasi komprehensif mengenai definisi diabetes, jenis-jenisnya, gejala, komplikasi, dan strategi pengelolaannya melalui pola hidup sehat. Kegiatan dihadiri oleh 53 peserta dan dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan gratis meliputi tes gula darah, kolesterol, asam urat, dan tekanan darah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap diabetes, dimana peserta mampu memahami dampak kadar gula tinggi dan langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan. Dari pemeriksaan kesehatan ditemukan 4 kasus abnormal yang kemudian diberikan rekomendasi penanganan. Kegiatan ini merupakan investasi kesehatan penting untuk menyelamatkan generasi Indonesia dari ancaman diabetes dan mengurangi beban ekonomi kesehatan nasional.
STANDARISASI INSTRUMEN KLASIFIKASI LUKA DAN CIDERA DI RUMAH SAKIT: A SCOPING REVIEW Nisa, Fakhrun; Rahmatullah, Rahmatullah; Fardi, Fardi
Bina Generasi : Jurnal Kesehatan Vol 17 No 2 (2026): Bina Generasi : Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35907/bgjk.v17i2.531

Abstract

Latar Belakang: Cedera dan luka merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas secara global, dengan lebih dari 4,4 juta kematian setiap tahun. Luka dapat diklasifikasikan berdasarkan penyebab, durasi, dan kedalamannya. Namun, belum ada pedoman standar dalam penggunaan instrumen klasifikasi luka di rumah sakit. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi instrumen klasifikasi luka yang digunakan dalam studi klinis. Metode: Studi ini menggunakan metode scoping review dengan enam langkah yang dikembangkan oleh Arksey dan O’Malley. Pencarian data dilakukan melalui database PubMed, ScienceDirect, SAGE, dan Cochrane, dengan artikel yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil: Dari 608 artikel yang diidentifikasi, 9 studi memenuhi kriteria dan dianalisis lebih lanjut. Ditemukan sembilan instrumen utama klasifikasi luka yang digunakan di rumah sakit, yaitu WSES, RCWC, ISS, Schenck’s KD, Classification of the Blast Injury to Thumb, Basicranial Artery Injury Classification, CFI Score, CCI®, dan DMSIT. Setiap instrumen memiliki kegunaan spesifik sesuai dengan jenis luka yang diklasifikasikan, mulai dari trauma akut hingga luka kronis. Kesimpulan: Instrumen klasifikasi luka memainkan peran penting dalam mendukung pengambilan keputusan klinis dan meningkatkan kualitas perawatan pasien.
Effectiveness of 0.9% Sodium Chloride Irrigation and Oral Propolis in Diabetic Foot Ulcer Infection: A Case Study Syaharuddin, Syaharuddin; Fardi, Fardi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol. 15 No. 1 (2026): January - June
Publisher : LPPM Politeknik Sandi Karsa, South Sulawesi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiksh.v15i1.248

Abstract

Introduction: Diabetic foot ulcer (DFU) is a major complication of diabetes mellitus characterized by infection, delayed healing, and increased risk of amputation. Effective management requires both local infection control and systemic metabolic stabilization. This study aimed to analyze the clinical effectiveness of combined 0.9% sodium chloride wound irrigation and oral propolis supplementation in reducing infection indicators in a patient with DFU. Research Methodology: A descriptive single-case study design was conducted in an inpatient ward of a secondary-care hospital in Makassar, Indonesia, over three consecutive days (March 9–11, 2025). One adult patient with post-debridement DFU and clinical signs of infection was selected using purposive sampling. Infection indicators (rubor, tumor, purulent exudate) and random blood glucose levels were assessed daily. Data were analyzed using within-case effect estimation, including percentage change, composite Infection Severity Index (ISI), and non-overlapping data analysis. Inferential statistics were not applied due to the single-case design. Results: Within three days, the purulent exudate resolved completely, and the composite ISI decreased by 66%. Random blood glucose declined from 300 mg/dL to 120 mg/dL (−60%), indicating a large within-case effect size. All measured infection indicators demonstrated consistent directional improvement. Conclusion: The combined intervention showed strong descriptive clinical effectiveness in reducing local infection severity and improving glycemic control. These findings support further controlled studies to validate integrative immunometabolic strategies in DFU management