Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Comparative Analysis Of Bumi Serpong Damai City (Bsd) And Nusantara Capital City (Ikn) In The Conceptual Framework Of Sustainable Cities Sakkar Risdollah, Aris; Mustafa, Mursyid; Mega Januarti putri, Andi
International Journal of Science, Technology & Management Vol. 6 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Publisher Cv. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46729/ijstm.v6i1.1223

Abstract

BSD and IKN City are new cities built in Indonesia with the concept of Sustainable Cities. This research will examine the concepts of BSD and IKN City and the physical development that has been carried out regarding their similarities and differences in the conceptual framework of a coherent city. Using descriptive analysis with purposive sampling. The results of the study found that the basic idea of sustainable cities is basically implemented in the concept and development of BSD and IKN City, especially in its attention to the environment and the application of smart technology in facilitating city management and social life of urban communities.
Perancangan Sea World di Makassar dengan Pendekatan Arsitektur Biomorfik murnawati, murnawati; mustafa, mursyid; abdullah, ashari; idrus, irnawati; Syahriyunita, andi; fuadillah, siti
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 1 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i3.8650

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan kepulauan terbesar didunia. Dengan luas lautan sebesar 63% dari luas keseluruhan tidak heran jika Indonesia memiliki banyak titik dengan potensi bahari yang tersebar di sepanjang pesisir pulau. Sayangnya, potensi ini tertutupi oleh isu over exploitation dan sampah yang merusak ekosistem laut Indonesia. Dari latar belakang tersebut, masyarakat Indonesia harus mempunyai edukasi untuk mengapresiasi keanekaragaman ini dengan benar, khususnya keanekaragaman laut. Seaworld memiliki beragam fasilitas edukasi, rekreasi, dan konservasi yang mempunyai peran penting dalam hal mengedukasi masyarakat Indonesia. Tetapi sangat disayangkan Seaworld belum dipereradakan di Kota Makassar. Hasil pengumpulan data yang dicapai melalui observasi, survey lapangan, dan kuisioner membuktikan bahwa diperlukan sebuah Seaworld di Kota Makassar. Untuk lebih memperkuat tujuan perancangan digunakan lah sebuah konsep tema Arsitektur Biomorfik yang dimana konsep ini sangat memperhatikan pertumbuhan alam sekitar yang kemudian di tuangkan dalam bentuk bangunan, fasad bangunan dan struktur bangunan. Lokasi projek yang di pilih yaitu Jalan Metro Tanjung Bunga, dimana lokasi sangat berpotensi untuk pembangunan pusat rekreasi berbasis edukasi. Dengan luasan sebesar 51.537,74 M2 yang kemudian akan diolah dengan presentase 30% terbangunan dan 70% Tidak terbangun. Bentuk dasar bangunan ini di angkat dari bentuk Ubur- ubur ( jelly fish) dengan peletakkan massa bangunan yang mengambil analogi ddari cara hidup merekan yaitu dengan berkelompok. Dasar bentuk kemudian diolah menjadi setengan lingkaran kemudian di tambahkan ornament struktur sekaligus menjadi astetika pada fasad bangunan.
Perancangan terminal bus tipe A di Kota Makassar dengan pendekatan arsitektur kontemporer ahyar, wirga sandy; Mustafa, Mursyid; Abdullah, Ashari; Yusri, Andi; Nur, Khilda Wildana; Paddiyatu, Nurhikmah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 1 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i3.8705

Abstract

Terminal Bus tipe A adalah prasarana transportasi jalan yang digunakan untuk keperluan memuat dan menurunkan penumpang serta mengatur keberangkatan dan kedatangan, yang melayani angkutan antar kota antar provinsi, antar kota lintas batas negara, antar kota dalam provinsi dan angkutan desa. banyaknya masalah-masalah yang terjadi diterminal regional daya seperti kekurangan dari sarana maupun prasarana. Berdasarkan permasalahan yang ada maka perlu dirancang terminal bus tipe A dengan pendekatan arsitektur kontemporer. Metode yang di gunakan adalah pendekatan arsitektur kontemporer yang  menampilkan sesuatu yang berbeda yang menampilkan kualitas tertentu terutama dari segi penggunaan teknologi dan juga kebebasan dalam menampilkan suatu gaya arsitektur.Tujuan dari perancangan terminal bus tipe A ini adalah untuk mengatasi masalah-masalah yang telah dijelaskan diatas dan meningkatkan pelayanan terhadap pengguna jasa yang meliputi angkutan  antar kota dalam propinsi (AKDP), angkutan antar kota antar provinsi (AKAP), angkutan kota (AK), serta meningkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan  daerah. Hasil perancangan ini meliputi konsep tapak dengan luas 5,5 Ha yang terdiri dari ruang pengelola 420 m2 , ruang terminal 6.485 m2 dan ruang parkir 9.348 m2. Yang akan disajikan dalam bentuk gambar 2 dimensi yaitu analisis tapak, konsep bentuk, serta 3 dimensi dan animasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terminal bus tipe A dengan pendekatan arsitektur kontemporer ini di desain dengan memperhatikan kenyamanan dan keamanan pengguna.
Perancangan Gedung Olahraga Universitas Muhammadiyah Makassar Dengan Pendekatan Analogi Linguistik Amir, Amrin; Sakkar, Aris; Abdulah, Ashari; Mustafa, Mursyid; Syarif, Muhammad; Amal, Citra Amalia
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 1 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i3.8738

Abstract

Universitas Muhammadiyah Makassar merupakan universitas swasta terbaik di makassar, di mana universitas ini memiliki kendala pada fasilitas dan sarana untuk berolahraga dengan permasalahan ini , maka di sarakan perlunya gedung olahraga unismuh makassar untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa. Maka di lakukan survei lokasi dan study banding dengan bangunan serupa di beberapa tempat. Hasil dari desain menghasilkan sebuah gambar desain dengan penerapan  konsep analogi linguistic model semiotic yang  menasfisirakan bahawa bangunan yang dibangun merupakan bangunan dari universitas Muhammadiyah makassar yang merupakan bangunan Gedung olahraga yang di isi dari 4 jenis olahraga seperti basket, futsal, bulu tangkis dan voly.
PERANCANGAN PASAR KARUWISI DENGAN KONSEP ARSITEKTUR MODERN Fatta, Fajar; Mustafa, Mursyid; Anal, Citra Amalia; Syarif, Muhammad; Rohana, Rohana; Paddiyatu, Nurhikmah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 1 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i3.8780

Abstract

Pasar adalah area tempat melakukan transaksi jual beli barang dengan jumlah penjual lebih dari satu baik yang disebut sebagai pusat perbelanjaan, pasar rakyat, pertokoan, mall, plasa, pusat perdagangan maupun sebutan yang lainnya. Fasilitas penunjang, masjid, atm centre dan sistem persampahan.Pasar modern konsep modern, sehingga tercipta desain yang tetap memperkuat penggunaan material dari bahan alami, seperti kayu, kayu ini diterapakan pada bagian interior dan ekstrior pada beberapa bangunan, bambu, batu alam, dan batu merah yang di terapakan pada eksterior bagian fasad bangunan. Struktur yang digunakan pada bangunan yaitu sub struktur menggunakan pondasi tiang pancang , middle strucutre menggunakan pasangan batu bata, up structur menggunakan rangka atap dak beton dan roofing. Material yang digunakan yaitu batu bata, batu alam, kayu, kaca dan lainya.
Perancangan Stasiun Kereta Api Bacokiki Barat Dengan Pendekatan Arsitektur Furistik Di Kota Pare-Pare Ahmad, Abd Muis; Mustafa, Mursyid; Amalia, Andi Annisa; Zainuddin, Salmiah; Syahriyunita, Andi; Syarif, Muhammad
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i2.8927

Abstract

Perancangan stasiun kereta api bacukiki barat dengan pendekatan arsitektur futuristik di kota pare-pare Merupkan perkeretaapian stasiun tempat kereta api berangkat dan berhenti untuk melayani naik dan turunnya penumpang dan/atau untuk keperluan operasi kereta api, tempat di mana penumpang dapat naik-turun dalam memakai sarana transportasi kereta api, sebagai tempat kereta api berangkat, mengangkut penumpang (manusia atau bias juga hewan) dan barang, serta tempat kereta api bersilang, menyusul atau disusul. Berlatar belakang Making Indonesia 4.0 mendorong kemajuan dan kemudahan berbagai sektor usaha termasuk kemajuan dan perkembangan bidang transportasi yang menjadi kebutuhan penting masyarakat dalam menunjang aktivitasnya. Dari beragam jenis moda transportasi, kereta api merupakan salah satu moda transportasi darat yang efisien serta ekonomis. Dengan meningkatnya kebutuhan akan jasa transportasi darat, maka pemenuhan akan fasilitas-fasilitas pendukung, seperti jalur kereta api, fasilitas stasiun yang memadai serta pelayanan yang baik. Pengembangan jalur kereta api Trans Sulawesi beserta fasilitas-fasilitas yang memadai khususnya di Kota Parepare dimaksudkan karena kota pare-pare merupakan salah satu dari banyaknya kota di Indonesia yang pertumbuhannya cukup signifikan. Dengan konsep Futuristik yang mengarah atau menuju ke masa depan, dengan ciri-ciri arsitektur futuristik yaitu bentuk yang unik, memanfaatkan teknologi, pencahayaan yang futuristik, pemilihan warna, menggunakan dekorasi yang unik, serta mengutamakan prinsip minimalis.
Perancangan Islamic Center dengan Pendekatan Arsitektur Humanis di Kota Makassar Irwandi, Irwandi; Mustafa, Mursyid; Amal, Citra Amalia; Latif, Sahabuddin; Rohana, Rohana; Nur, Khilda Wildana
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 2 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i3.8984

Abstract

Islam merupakan agama rahmatan lil ’alamin yang dapat diartikan bahwa islam merupakan rahmat bagi seluruh alam, apabila diamalkan secara benar. Hal tersebut tentu saja dapat terwujud kedepannya, apalagi dalam beberapa tahun terakhir generasi muda saat ini banyak yang mulai berhijrah dan hal ini telah menjadi sebuah tren perubahan sosial bagi generasi millenial. Oleh karena itu menjadi gerakan besar untuk mempromosikan semangat reformasi dalam konteks masyarakat religius. Islamic Center Millenial dengan Pendekatan Arsitektur Humanis dianggap sebagai salah satu opsi yang cocok untuk mewadahi generasi muslim millenial dengan pemikiran kritis serta peka terhadap isu sosial dan mulai memperdalam keilmuaannya tentang ajaran agama Islam. Dengan menggunakan pendekatan humanis yang berlandaskan teori hierarki manusia oleh Abraham Maslow ini diharapkan dapat mengakomodir kebutuhan fasilitas bagi generasi millenial sesuai kebutuhan mereka serta menarik lebih banyak lagi dari mereka untuk datang berkegiatan di Islamic Center ini nantinya, sehingga mereka dapat belajar serta berkolaborasi bersama dan memberikan kontribusi positif bagi umat atau pun negara.
Perancangan Museum Kebudayaan Polewali Mandar dengan Pendekatan Arsitektur Etnis Rusli, Rusli; Rohana, Rohana; Yusri, Andi; Idrus, Irnawaty; Latif, Sahabuddin; Mustafa, Mursyid; Rasmawarni, Rasmawarni; Zainuddin, Salmiah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 2 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i3.9710

Abstract

ABSTRAK : Kabupaten Polewali Mandar memiliki suku dan budaya yang tersebar dibeberapa kecamatan yang dalam penerapannya cenderung mengalami degradasi, hal ini disebabkan tidak adanya wadah yang dapat  mengakomodir nilai kebudayaan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menyusun konsep arsitektur etnis pada museum kebudayaan serta mendesain museum kebudayaan diharapkan mampu mengakomodir nilai kebudayaan dan menjadi pusat studi kebudayaan di Kabupaten Polewali Mandar. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni studi literatur, pegumpulan data, dan analisis data yang sesuai dengan tema penelitian. Bangunan yang dirancang di Kec. Luyo, Kab. Polewali Mandar tepat di Jl. Poros Majene-Mamuju memiliki luas lahan 3,4 H, dengan tema arsitektur etnis ini mengedepankan aspek budaya Kabupaten Polewali Mandar mulai dari penggunaan matetrial, bentuk tampilan, orientasi bangunan, penataan massa, serta penataan ruang. Bangunan didesain dengan 2 lantai menggunakan bahan material kayu dan memiliki besaran ruang 8470 M² yang dibagi dalam beberapa zona yakni lantai 1 sebagai area penerimaan (zona publik) dan lantai 2 sebagai area pengelola (zona privat). Rancangan yang didesain dalam bentuk kawasan dimana bangunan utama dan penunjang dibuat terpisah. Bentuk bangunan yang diadopsi dari bentuk dasar perahu sandeq melambangkan keteguhan masyarakat polewali mandar dalam menjalani kehidupan. Bentuk penataan massa bangunan dan aksesibilitas pada site diadopsi dari bentuk hiasan sayyang pattuqduq yang ditranformasi sehingga tercipta penataan bangunan yang juga mengikuti filosofi rumah adat mandar sehingga menampilkan adat budaya mandar.  ABSTRACT : Polewali Mandar Regency has tribes and cultures that are scattered in several sub-districts which in its application tend to experience degradation, this is due to the absence of a forum that can accommodate these cultural values. Therefore, this study aims to compile the concept of ethnic architecture in a cultural museum and to design a cultural museum that is expected to be able to accommodate cultural values and become a center for cultural studies in Polewali Mandar Regency. The methods used in this research are literature study, data collection, and data analysis according to the research theme. The building designed in Kec. Luyo, Kab. Polewali Mandar right on Jl. The Majene-Mamuju axis has a land area of 3.4 H, with an ethnic architectural theme that puts forward the cultural aspects of Polewali Mandar Regency starting from the use of material, appearance, building orientation, mass arrangement, and spatial planning. The building is designed with 2 floors using wood materials and has a size of 8470 M² which is divided into several zones, namely the 1st floor as the reception area (public zone) and the 2nd floor as the management area (private zone). The design is designed in the form of an area where the main and supporting buildings are made separately. The shape of the building adopted from the basic shape of the sandeq boat symbolizes the steadfastness of the Polewali Mandar people in living life. The shape of the building mass arrangement and accessibility to the site was adopted from the shape of the sayyang pattuqduq decoration which was transformed so as to create a building arrangement that also follows the philosophy of the Mandar traditional house so that it displays the Mandar cultural customs. 
Perancangan Museum Kebudayaan Polewali Mandar dengan Pendekatan Arsitektur Etnis Rusli, Rusli; Rohana, Rohana; Yusri, Andi; Idrus, Irnawaty; Latif, Sahabuddin; Mustafa, Mursyid; Warni, Rasma; Zainuddin, Salmiah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i2.10126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun konsep arsitektur etnis pada museum kebudayaan serta mendesain museum kebudayaan diharapkan mampu mengakomodir nilai kebudayaan dan menjadi pusat studi kebudayaan di Kabupaten Polewali Mandar. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni studi literatur, pegumpulan data, dan analisis data yang sesuai dengan tema penelitian. Bangunan yang dirancang di Kec. Luyo, Kab. Polewali Mandar tepat di Jl. Poros Majene-Mamuju memiliki luas lahan 3,4 H, dengan tema arsitektur etnis ini mengedepankan aspek budaya Polewali Mandar mulai dari penggunaan matetrial, bentuk tampilan, orientasi bangunan, penataan massa, serta penataan ruang. Bangunan didesain dengan 2 lantai menggunakan bahan material kayu dan memiliki besaran ruang 8470 M². Rancangan yang didesain dalam bentuk kawasan dimana bangunan utama dan penunjang dibuat terpisah. Bentuk bangunan yang diadopsi dari bentuk dasar perahu sandeq melambangkan keteguhan masyarakat polewali mandar dalam menjalani kehidupan. Bentuk penataan massa bangunan dan aksesibilitas pada site diadopsi dari bentuk hiasan sayyang pattuqduq.
Perancangan Pusat Butterfly Farm dengan Pendekatan Arsitektur Ekologis di Kabupaten Maros Dewi, Prasasti Ekha Milleyanti Sula; Abdullah, Ashari; Yusri, Andi; Idrus, Irnawaty; Mustafa, Mursyid; Paddiyatu, Nurhukmah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i2.12399

Abstract

Kupu-kupu merupakan salah satu jenis serangga yang memiliki keindahan warna dan bentuk sayap. Di Indonesia sendiri terdapat sekitar 2.500 jenis kupu-kupu. Salah satu kawasan yang merupakan habitat kupu-kupu di Sulawesi Selatan adalah Taman Nasional Bantimurung. Selain itu, dengan terjadinya pemburuan kupu-kupu di kawasan Taman Nasional Bantimurung untuk komersialisasi kupu-kupu yang telah menjadi bisnis menimbulkan permasalahan yang serius sehingga memerlukan upaya untuk menjaga kupu-kupu dari bahaya, kepunahan, serta meningkatkan populasi dan kualitas kupu-kupu untuk menunjang kesejahteraan masyarakat. Butterfly Farm yang berlokasi di Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros yang sesuai dengan RTRW, ketersediaan utilitas sekitar tapak, luas lahan yang cukup dan termasuk lahan konservasi. Butterfly Farm yang direncanakan terdiri dari 3 fungsi utama yaitu menjadi sarana konservasi kupu-kupu, rekreasi, dan edukasi kupu-kupu dengan total luas sebesar 25.100 m2 dengan luas lahan terbangun sebesar 8.785 m2. Bentuk bangunan dasar yaitu mengambil bentuk kupu-kupu endemik yang merupakan kupu-kupu endemik di Provinsi Sulawesi Selatan yang terdiri menjadi satu massa. Pada siteplan terdiri dari bangunan utama, ruang parkir, halte, jalan, taman. Perancangan yang dibuat menggunakan pendekatan  Arsitektur Ekologis. Arsitektur ekologis merupakan sebuah konsep arsitektur yang dalam perancangannya memperhatikan keseimbangan antara manusia, bangunan, dan lingkungan. Butterfly Farm yang direncanakan bertujuan untuk mewadahi kegiatan melestarikan kupu-kupu, sebagai konservasi, rekreasi, mengedukasikan, serta promosi ke masyarakat mengenai pelestarian kupu-kupu yang hampir terancam punah.