Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pelaksanaan Evaluasi Formatif Dalam Mengukur Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS di Kelas V SDK TSM Posona Sawania Sawania; Risma Fadhilla Arsy; Amiruddin Amiruddin
Jurnal Kreatif Online Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Kreatif Online
Publisher : Jurnal Kreatif Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.741 KB)

Abstract

Permasalahan utama dan mendasar pada penelitian ini adalah (1) jenis evaluasi formatif apa yang selama ini digunakan oleh guru IPS di kelas V SDK TSM Posona (2) apakah evaluasi formatif dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa pada mata pelajaran IPS di kelas V SDK TSM Posona. Metode yang digunakan yaitu penelitian lapangan terdiri dari (1) Observasi yaitu mengamati aktivitas siswa pada saat pemberian evaluasi formatif dan mengamati aktivitas belajar siswa pada saat mengerjakan evaluasi formatif. (2) Wawancara, teknik yang digunakan adalah wawancara terbuka yakni wawancara yang dilakukan dengan informan menggunakan pedoman wawancara dan analisis dokumen. Data yang dikumpulkan diolah dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan menganalisis data dengan (1) reduksi data yaitu memilih, menyeleksi dan menyederhanakan data yang diperoleh dari lapangan (2) penyajian data yaitu menyusun informasi yang diperoleh dari informan melalui wawancara (3) Penarikan kesimpulan/verifikasi yaitu menyimpulakan data dan informasi yang tealh disusun. populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa IPS di kelas V SDK TSM Posona yang berjumlah 31 orang dan guru IPS yang mengajar di kelas V SDK TSM Posona yang berjumlah 1 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah 5 orang siswa untuk mewakili dari 1 kelas dan 1 orang guru IPS yang menjadi subjek dalam penelitian ini. Penarikan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling yaitu mengambil anggota sampel sebagai informan berdasarkan permasalahan dalam penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwan (1) jenis evaluasi formatif yang selama ini digunakan oleh guru IPS di kelas V SDK TSM Posona yaitu berupa pekerjaan rumah PR, esai tes dan pilihan ganda PG. (2) Evaluasi formatif dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, hal ini dapat dilihat dari keaktifan siswa pada saat pembelajaran berlangsung, siswa selalu bertanya apabila materi yang diberikan oleh guru belum  jelas, siswa bersungguh-sungguh dalam mengerjakan evaluasi formatif yang diberikan oleh guru, hal ini dapat dilihat pada saat siswa mengerjakan soal formatif yang diberikan oleh guru dan dapat juga dilihat dari hasil belajar siswa yang meningkat. Kata Kunci: Efektivitas; Evaluasi Formatif, Motifasi Belajar.
Studi Tentang Bencana Gempa Dan Bencana Tsunami Pada Siswa Kelas XI IIS MAN 1 Palu Risma Fadhilla Arsy; Elias
Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Vol. 17 No. 1 (2020): Januari - Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan IPS, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana studi tentang bencana gempa dan bencana tsunami pada siswa kelas XI IIS MAN 1 Palu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengann tipe penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di MAN 1 Palu. Subjek dalam penelitian sebanyak 39 orang siswa. Teknik pengumpulan data adalah observasi, angket, dokumentasi, dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik presentase. Hasil penelitian membuktikan bahwa secara proses pembelajaran (studi) tentang kebencanaan gempa dan kebencanan tsunami pada siswa telah terlaksana. Dan siswa sebagian besar telah sering dan bahwa studi tentang bencana gempa dan bencana tsunami pada siswa XI IIS MAN 1 Palu, terlihat dari 4 aspek kebencanaan, berupa; 1) aspek pengetahuan dan sikap, 2) aspek tanggap darurat, 3) aspek sistem peringatan dini, 4) aspek mobilisasi sumberdaya, yang dilakukan oleh siswa XI IIS di sekolah. Dan diperkuat hasil data dari 2 guru bidang studi geografi bahwa siswa kelas XI IIS terlibat dan melaksanakan dalam pembelajaran (studi) kebencanaan baik bencana gempa dan bencana tsunami di MAN 1 Palu.
PENGUATAN GEO-LITERACY PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFI BAGI SISWA DI SMA NEGERI 5 SIGI Maliki, Rendra Zainal; Arsy, Risma Fadhilla; Khairurraziq, Khairurraziq; Hamid, Abdul; Raehan, Raehan
Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : FIP UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/eduabdimas.v4i2.6695

Abstract

Budaya literasi di era saat ini sudah menjadi tuntutan yang wajib dimiliki oleh guru maupun siswa di sekolah. Kemampuan literasi yang salah satunya dibutuhkan dalam pembelajaran adalah literasi geografi (geo-lieracy) untuk mendukung pembelajaran geografi di tingkat menengah atas, khususnya mencakup pada materi-materi geosfer, lingkungan, dan kependudukan. Di Sekolah Menengah Atas (SMA) topik dan kajian Sistem Informasi Geografis menjadi mata pelajaran wajib pada pembelajaran Geografi. Output dari siswa SMA setidaknya harus memiliki keterampilan dasar terkait pemetaan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode terapan dengan teknik pendampingan. Pelaksanaan pengabdian ini dibedakan menjadi 3 tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap analisis. Pengabdian ini dilakukan di SMA Negeri 5 Sigi dengan sampel 20 siswa. Kesimpulan akhir pada kegiatan ini adalah pengetahuan geo-literacy siswa di SMA Negeri 5 Sigi yaitu siswa dapat memahami literasi geografi secara spasial dengan menyebutkan keterkaitan antar objek yang ada di tempat tinggalnya masing-masing. Aspek pengetahuan yaitu dapat memahami hubungan antar koneksi dimana mereka berada. Penguasaan geo-literacy penting untuk diberikan kepada siswa terkait lima konsep dasar yaitu lokasi, tempat, hubungan manusia dan lingkungan, perpindahan, serta wilayah.
Pola Persebaran Objek Wisata Budaya di Toraja Utara Sulawesi Selatan Bulan, Indra Sombo; Arsy, Risma Fadhilla; Hasan, Haslita Rahmawati; Nurvita, Nurvita
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v7i2.101802

Abstract

Pariwisata budaya merupakan sektor strategis yang tidak hanya berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi, tetapi juga berperan penting dalam pelestarian identitas budaya lokal. Kabupaten Toraja Utara di Sulawesi Selatan dikenal memiliki kekayaan budaya yang unik dan masih terjaga, seperti situs pemakaman batu, rumah adat Tongkonan, serta berbagai tradisi dan upacara adat. Keunikan ini menjadikan wilayah tersebut menarik untuk dikaji, khususnya dalam konteks persebaran objek wisata budaya dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Meskipun potensinya besar, kajian spasial mengenai pola persebaran objek wisata budaya di wilayah ini masih terbatas. Padahal, pemahaman pola tersebut penting sebagai dasar perencanaan dan pengelolaan pariwisata berbasis potensi lokal secara berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja objek wisata budaya, menganalisis pola persebaran objek wisata budaya serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan spasial melalui analisis tetangga terdekat (Nearest Neighbor Analysis), yang diproses menggunakan perangkat lunak ArcGIS. Data yang digunakan meliputi koordinat geografis objek wisata budaya, data sekunder dari instansi terkait, serta hasil observasi lapangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola persebaran objek wisata budaya di Kabupaten Toraja Utara bersifat tersebar (dispersed), dengan rasio tetangga terdekat sebesar 1,432244, jarak rata-rata antar objek wisata sebesar 2.415,5181 meter, dan nilai z-score sebesar 2,61493, yang menunjukkan signifikansi statistik (T > 2,58). Pola ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti aspek historis, sosial budaya, dan aksesibilitas wilayah. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kebijakan pariwisata budaya yang berkelanjutan serta perencanaan wilayah berbasis potensi lokal.
Community Participation in Reducing Flood Disaster Risk in Boyantongo Village, South Parigi Sub-district, Parigi Moutong District Rahmat; Novarita, Amalia; Arsy, Risma Fadhilla
Tadulako Social Science and Humaniora Journal Vol. 4 No. 2 (2024): Tadulako Social Science and Humaniora Journal
Publisher : LPPM Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/sochum.v5i1.17181

Abstract

Boyantongo Village is one of the villages in the South Parigi Sub-district, Parigi Moutong Regency, which has experienced flooding several times during the rainy season. Flash floods that hit Boyantongo Village occurred on August 25, 2012, causing 142 residents of Boyantongo Village to flee Flash floods in Boyantongo Village occurred again on July 11-13, 2020 flash floods occurred at 21.00 WITA causing 18 Boyantongo Village residents to flee. The purpose of this study was to determine the level of community participation in reducing the risk of flood disasters in Boyantongo Village. The study used a sample survey method, survey research is one research approach that is generally used for extensive data collection. At the same time, the data collection techniques used in this study used instruments in the form of questionnaires. The research was conducted by distributing questionnaires to 67 households. The results showed that the potential for flooding is in Hamlet I, Hamlet III, and Hamlet IV. Aspects of community understanding of basic disaster knowledge, from Hamlet I is categorized as quite good, Hamlet III is categorized as good and Hamlet is categorized as quite good. Community knowledge in disaster mitigation during floods is categorized as low. It shows that the community's knowledge of disasters is not good, as seen from the parameters of knowledge and attitudes towards disaster risk. This is because the community has not participated in socialization and training on community participation in reducing the risk of flooding in the village.
Implementasi Media Audio Visual untuk Meningkatkan Pengetahuan Mitigasi Bencana Bagi Siswa Suwarni; Nurvita; Risma Fadhilla Arsy; Haslita Rahmawati Hasan
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 9 No 4 (2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jppg.v9i4.389

Abstract

The use of audio-visual media is crucial to enhance students' understanding of disaster mitigation material as it can improve students' memory retention. This study aims to determine the effect of utilizing audio-visual media on improving disaster mitigation knowledge among 11th-grade students at Senior High School 10 Sigi. The research used a quasi-experimental method with a non-equivalent control-group design. The research design involved pretests and posttests in both the experimental and control classes. Data analysis techniques included normality tests, homogeneity tests, N-Gain tests, and t-tests. Based on the results of the N-Gain test calculation, the average N-Gain score in the experimental class using audio-visual media was 75.4%, which falls into the high category. Meanwhile, the average N-Gain score in the control class using conventional teaching methods was 49%, which falls into the medium category. The t-test yielded a Sig (2-tailed) value of 0.000 < 0.05, meaning the hypothesis is accepted. Therefore, it can be concluded that audio-visual media significantly impacts improving students' disaster mitigation knowledge at Senior High School 10 Sigi.
DAMPAK PENAMBANGAN PASIR TERHADAP POLA PENGELUARAN DAN TINGKAT SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI DESA LABUAN LELEA KECAMATAN LABUAN KABUPATEN DONGGALA Putri Rezky Ameliya; Risma Fadhilla Arsyi; Iwan Alim Saputra; Arifuddin Abd Muis; Haslita Rahmawati Hasan
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.36107

Abstract

Abstrak: : Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, salah satunya adalah pasir yang berperan penting dalam pembangunan infrastruktur nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh aktivitas penambangan pasir terhadap pola pengeluaran dan tingkat ekonomi masyarakat di Desa Labuan Lelea, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui angket dan observasi lapangan terhadap masyarakat penambang pasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90% responden menyatakan kegiatan penambangan pasir berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, terutama melalui peningkatan pendapatan dan terbukanya lapangan kerja baru. Namun demikian, peningkatan pendapatan tersebut juga menyebabkan perubahan pola pengeluaran yang cenderung lebih konsumtif, di mana sebagian besar penghasilan digunakan untuk kebutuhan sekunder seperti kendaraan bermotor, barang elektronik, dan renovasi rumah. Selain memberikan manfaat ekonomi, aktivitas penambangan pasir menimbulkan ketimpangan sosial antarwarga serta penurunan minat terhadap sektor pertanian. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa penambangan pasir berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Labuan Lelea, namun perlu adanya pengelolaan ekonomi rumah tangga yang bijak serta pengawasan lingkungan dan sosial agar keberlanjutan ekonomi masyarakat dapat terjaga. Abstract:  Indonesia possesses abundant natural resources, one of which is sand, playing a vital role in supporting national infrastructure development. This study aims to describe the influence of sand mining activities on the spending patterns and economic levels of the community in Labuan Lelea Village, Labuan District, Donggala Regency. The research employed a qualitative descriptive approach, using questionnaires and field observations to collect data from sand-mining households. The results show that 90% of respondents agreed that sand mining activities positively impact the local economy, primarily through increased income and the creation of new employment opportunities. However, the rise in income has also led to more consumptive spending behavior, with much of the earnings allocated for non-essential goods such as motor vehicles, electronic devices, and home renovations. Despite the economic benefits, sand mining has contributed to social inequality and a decline in agricultural engagement among residents. Overall, this study concludes that sand mining significantly contributes to improving the welfare of the Labuan Lelea community, but there is a need for prudent household financial management and environmental and social oversight to ensure sustainable community development.
EVALUASI PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP PRODUKTIVITAS PERTANIAN KULTURAL DI DESA UEMAKUNI, KECAMATAN AMPANA TETE KABUPATEN TOJO UNA-UNA Esmawati G.Pija; Risma Fadhilla Arsy; Arifuddin Abd Muis; Zakirah Raihani Ya&#039;la
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.35883

Abstract

Hasil panen pertanian di Desa Uemakuni masih mengalami naik turun setiap tahunnya. Walaupun desa ini memiliki lahan yang subur, iklim yang mendukung, dan masyarakatnya semangat dalam bergotong royong. Naik turunnya hasil panen ini kemungkinana disebabkan oleh cara pengelohan lahan masih tradisional dan penggunaan teknologi yang belum maksimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui bagaimana penggunaan lahan memengaruhi produktivitas pertanian di Desa Uemakuni. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan lahan terhadap produktivitas pertanian kultural di Desa Uemakuni dengan analisis deskriptif kuantitatif menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product). Populasi berjumlah 183 petani aktif, pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Hasil evalusai CIPP menunjukan bahwa pertanian masih  bersifat kultural. Aspek input, petani menggunakan bibit unggul, pupuk kimia, dan peptisida. Proses budidayanya  masih tradisional yaitu dengan tebas bakar, pola tanam tumpangsari dan polikultural, serta pemeliharaan manual. Hasil produktivitas menunjukan perkembangan positif dengan hasil rata-rata pertahun tanaman kelapa 7.361 butir/ha, jagung 10,25 ton/ha, dan cabai 454,8 kg/ha. Secara umum, pertanian di desa ini telah menopang ekonomi masyarakatnya, namun disarankan adanya peningkatan dalam pengelolaan lahan dan penggunana teknologi yang lebih baik lagi.  Abstract: Agricultural yields in Uemakuni Village continue to fluctuate annually. Despite its fertile land, favoable climate, and strong community spirit of mutual cooperation, these fluctuations in yields are likely due to traditional land management pratices and the suboptimal use of technology. Therefore, an evaluation is needed to determine how land use affects agricultural productivity in Uemakuni Village. This study aims to evaluate land use on cultural agricultural productivity in Uemakuni Village through quantitative descriptive analysis using the CIPP ( Context, Input, process, product) model. The population consisted of 183 active farmers, and purposive sampling was used. The CIPP evaluation results indicate that agriculture remains cultural. In terms of input, farmers use superior seeds, chemical fertilizers, and pesticides. Cultivation processes are still traditional including slash land burn, intercropping and polycultural planting patterns, and manual maintenance. Productivity results  show positive progress, with an average annual yield of 7,361 coconuts/ha, 10.25 tons/ha of corn/ha, and 454.8 kg/ha of chilies. Overall, agricultural in this village has supported the community’s economy, but improvements in land management and the use of better technology are recommended. 
ANALISIS TINGKAT PEMAHAMAN SISWA TERHADAP MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI DI SMA NEGERI 10 SIGI Abdul Farid; Risma Fadhilla Arsy; Suwarni Suwarni; Widyastuti Widyastuti
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.36424

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman siswa terhadap mitigasi bencana gempa bumi di SMA Negeri 10 Sigi dengan menggunakan aspek-aspek seperti pengetahuan mitigasi, perancanaa penanggulangan bencana, penguranggan risiko bencana, dan peringatan bencana. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa yang ada di SMA Negeri 10 Sigi yang berjumlah 285 siswa. Jumlah sampel dalam peneltian ini adalah 58 siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September, pengumpulan data menggunakan kuesioner. Aspek persentase tentang pengatahuan mitigasi bencana di SMA Negeri 10 Sigi dengan nilai rata-rata keseluruhan 76% dengan kriteria siap. Persentase aspek perencanaan penaggulangan bencana di SMA Negeri 10 Sigi dengan nilai rata-rata keseluruhan 88% dengan kriteria sangat siap. Persentase aspek pengurangan risiko bencana di SMA Negeri 10 Sigi dengan nilai rata-rata keseluruhan 82% dengan kriteria siap. Persentase aspek peringatan bencana di SMA Negeri 10 Sigi dengan nilai rata-rata keseluruhan 85% dengan kriteria sangat siap.  Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman siswa tentang mitigasi bencana gempa bumi di SMA Negeri 10 Sigi menggunakan aspek-aspek seperti pengetahuan mitigasi, perencanaan manajemen bencana, pengurangan risiko bencana, dan peringatan bencana. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa di SMA Negeri 10 Sigi yang berjumlah 285 siswa. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 58 siswa. Penelitian ini dilakukan pada bulan September, pengumpulan data menggunakan kuesioner. Persentase aspek pengetahuan mitigasi bencana di SMA Negeri 10 Sigi dengan nilai rata-rata keseluruhan 76% dengan kriteria siap. Persentase aspek perencanaan manajemen bencana di SMA Negeri 10 Sigi dengan nilai rata-rata keseluruhan 88% dengan kriteria sangat siap. Persentase aspek pengurangan risiko bencana di SMA Negeri 10 Sigi dengan nilai rata-rata keseluruhan 82% dengan kriteria siap. Persentase aspek peringatan bencana di SMA Negeri 10 Sigi dengan nilai rata-rata keseluruhan 85% dengan kriteria sangat siap. 
KONSERVASI LINGKUNGAN EKOWISATA TAMAN ANGGREK DI DESA BANCEA KECAMATAN PAMONA SELATAN KABUPATEN POSO Fadilah Lamangkona; Haslita Rahmawati Hasan; Risma Fadhilla Arsy; Suwarni Suwarni
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 14, No 1 (2026): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v14i1.36097

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memahami cara-cara menjaga lingkungan di Taman Anggrek Bancea yang terletak di Desa Bancea, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso. Peneliti juga ingin melihat peran yang dimainkan oleh masyarakat setempat dan pihak pengelola dalam menjaga kelestarian taman tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui pengamatan langsung, wawancara dengan pengelola, warga, dan pemerintah desa, serta mencatat informasi di lapangan.Taman Anggrek Bancea memiliki kemungkinan besar menjadi tempat penting untuk mengawetkan flora, terutama jenis anggrek yang hanya terdapat di daerah ini seperti Vanda celebica dan Grammatophyllum stapeliiflorum. Namun, kondisi taman yang tidak terawat, turunnya partisipasi masyarakat, serta keterbatasan fasilitas dan dana menyebabkan upaya konservasi belum berjalan dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan konservasi masih dilakukan secara sederhana dan tidak rutin. Upaya yang dilakukan meliputi menjaga habitat alami, menanam tanaman asli, melakukan budidaya anggrek sendiri, serta kegiatan gotong royong untuk menjaga kebersihan taman. Meski begitu, kurangnya pengawasan, lemahnya aturan, serta rendahnya kesadaran masyarakat tentang lingkungan menjadi hambatan utama. Untuk memperbaiki kondisi tersebut, diperlukan strategi yang terpadu, seperti meningkatkan pendidikan lingkungan, memperkuat kelompok wisatawan yang peduli lingkungan (Pokdarwis), serta mendapat dukungan dari pemerintah daerah dalam menyediakan fasilitas serta program pelatihan konservasi. Dengan manajemen yang baik, Taman Anggrek Bancea bisa menjadi contoh ekowisata yang berbasis konservasi, tidak hanya melestarikan keanekaragaman hayati, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warga setempat.  Abstract:This study aims to understand environmental conservation practices in the Bancea Orchid Garden, located in Bancea Village, South Pamona District, Poso Regency. The study also examines the roles played by the local community and management in preserving the garden. Bancea Orchid Garden has the potential to become an important site for preserving flora, particularly orchid species unique to the area, such as Vanda celebica and Grammatophyllum stapeliiflorum. However, the garden's unkempt condition, declining community participation, and limited facilities and funding have prevented conservation efforts from proceeding effectively. This study employed a qualitative descriptive method with a case study approach. Data were obtained through direct observation, interviews with managers, residents, and the village government, and field notes. The results indicate that conservation activities are still carried out simply and irregularly. These efforts include maintaining the natural habitat, planting native plants, cultivating orchids, and working together to maintain the garden's cleanliness. However, lack of supervision, weak regulations, and low public awareness of the environment remain major obstacles. Toimprove this situation, an integrated strategy is needed, such as improving environmental education, strengthening environmentally conscious tourist groups (Pokdarwis), and securing support from local governments in providing facilities and conservation training programs. With proper management, Bancea Orchid Garden could become an example of conservation-based ecotourism, not only preserving biodiversity but also improving the well-being of local residents.