Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pelaksanaan Evaluasi Formatif Dalam Mengukur Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS di Kelas V SDK TSM Posona Sawania Sawania; Risma Fadhilla Arsy; Amiruddin Amiruddin
Jurnal Kreatif Online Vol 5, No 4 (2017): Jurnal Kreatif Online
Publisher : Jurnal Kreatif Online

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.741 KB)

Abstract

Permasalahan utama dan mendasar pada penelitian ini adalah (1) jenis evaluasi formatif apa yang selama ini digunakan oleh guru IPS di kelas V SDK TSM Posona (2) apakah evaluasi formatif dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa pada mata pelajaran IPS di kelas V SDK TSM Posona. Metode yang digunakan yaitu penelitian lapangan terdiri dari (1) Observasi yaitu mengamati aktivitas siswa pada saat pemberian evaluasi formatif dan mengamati aktivitas belajar siswa pada saat mengerjakan evaluasi formatif. (2) Wawancara, teknik yang digunakan adalah wawancara terbuka yakni wawancara yang dilakukan dengan informan menggunakan pedoman wawancara dan analisis dokumen. Data yang dikumpulkan diolah dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan menganalisis data dengan (1) reduksi data yaitu memilih, menyeleksi dan menyederhanakan data yang diperoleh dari lapangan (2) penyajian data yaitu menyusun informasi yang diperoleh dari informan melalui wawancara (3) Penarikan kesimpulan/verifikasi yaitu menyimpulakan data dan informasi yang tealh disusun. populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa IPS di kelas V SDK TSM Posona yang berjumlah 31 orang dan guru IPS yang mengajar di kelas V SDK TSM Posona yang berjumlah 1 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah 5 orang siswa untuk mewakili dari 1 kelas dan 1 orang guru IPS yang menjadi subjek dalam penelitian ini. Penarikan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling yaitu mengambil anggota sampel sebagai informan berdasarkan permasalahan dalam penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwan (1) jenis evaluasi formatif yang selama ini digunakan oleh guru IPS di kelas V SDK TSM Posona yaitu berupa pekerjaan rumah PR, esai tes dan pilihan ganda PG. (2) Evaluasi formatif dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, hal ini dapat dilihat dari keaktifan siswa pada saat pembelajaran berlangsung, siswa selalu bertanya apabila materi yang diberikan oleh guru belum  jelas, siswa bersungguh-sungguh dalam mengerjakan evaluasi formatif yang diberikan oleh guru, hal ini dapat dilihat pada saat siswa mengerjakan soal formatif yang diberikan oleh guru dan dapat juga dilihat dari hasil belajar siswa yang meningkat. Kata Kunci: Efektivitas; Evaluasi Formatif, Motifasi Belajar.
Studi Tentang Bencana Gempa Dan Bencana Tsunami Pada Siswa Kelas XI IIS MAN 1 Palu Risma Fadhilla Arsy; Elias
Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Vol. 17 No. 1 (2020): Januari - Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan IPS, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana studi tentang bencana gempa dan bencana tsunami pada siswa kelas XI IIS MAN 1 Palu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengann tipe penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di MAN 1 Palu. Subjek dalam penelitian sebanyak 39 orang siswa. Teknik pengumpulan data adalah observasi, angket, dokumentasi, dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik presentase. Hasil penelitian membuktikan bahwa secara proses pembelajaran (studi) tentang kebencanaan gempa dan kebencanan tsunami pada siswa telah terlaksana. Dan siswa sebagian besar telah sering dan bahwa studi tentang bencana gempa dan bencana tsunami pada siswa XI IIS MAN 1 Palu, terlihat dari 4 aspek kebencanaan, berupa; 1) aspek pengetahuan dan sikap, 2) aspek tanggap darurat, 3) aspek sistem peringatan dini, 4) aspek mobilisasi sumberdaya, yang dilakukan oleh siswa XI IIS di sekolah. Dan diperkuat hasil data dari 2 guru bidang studi geografi bahwa siswa kelas XI IIS terlibat dan melaksanakan dalam pembelajaran (studi) kebencanaan baik bencana gempa dan bencana tsunami di MAN 1 Palu.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X IIS PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 10 SIGI Patara, Sarah; Nurvita, Nurvita; Arsy, Risma Fadhilla; Novarita, Amalia
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 10, No 1 (2025): VOLUME 10 NUMBER 1 JANUARY 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v10i1.6306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran experiential learning terhadap hasil belajar siswa kelas X IIS pada mata pelajaran geografi di SMA Negeri 10 Sigi. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 65 siswa yang terdiri dari kelas X IIS sebanyak 34 orang dan kelas X IIS 2 sebanyak 31 orang. Hasil penelitian menunjukkan persentase rata-rata keterlaksanaan aktivitas guru dan siswa dari pertemuan I sampai dengan pertemuan III sebesar 100% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis (Independent sample t test) menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas kontrol 69,53 sedangkan pada kelas eksperimen yaitu sebesar 81,42 dengan nilai signifikan (sig) (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran experiential learning terhadap hasil belajar siswa kelas X IIS pada mata pelajaran geografi di SMA Negeri 10 Sigi.
Edukasi Kesiapsiagaan Banjir Untuk Penguatan Literasi Bencana Berbasis Konten Video Pembelajaran Di SMA Negeri 10 Kabupaten Sigi Hasan, Haslita Rahmawati; Arsy, Risma Fadhilla; Nurvita, Nurvita; Suwarni, Suwarni
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/4dkfwr89

Abstract

SMA Negeri 10 Kabupaten Sigi termasuk sekolah yang berada di lokasi bencana dan tentunya berdampak langsung terhadap banjir bandang yang terjadi belakangan ini, sehingga siswa mengalami penurunan proses pembelajaran secara optimal dan kurangnya pengetahuan tentang literasi bencana. Tujuan pengabdian pada masyarakat yang akan dilaksanakan di SMA Negeri 10 Kabupaten Sigi adalah untuk mengedukasi siswa dalam kesiapsiagaan banjir terhadap penguatan literasi bencana berbasis konten video pembelajaran. Kegiatan ini dilakukan pada siswa siswi berjumlah 30 orang menggunakan metode desain pra dan post test. Evaluasi kegiatan digunakan kuisioner untuk mengukur pengetahuan siswa sebelum dan sesudah edukasi yang diberikan. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan uji statistik terhadap capaian nilai pra dan post test dengan uji t untuk data berpasangan (paired test). Ada perbedaan rerata nilai pengetahuan siswa sebelum diberikan edukasi 73,67 dan sesudahnya 89,00. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bawa pemberian edukasi pada siswa dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang literasi bencana. Kegiatan edukasi ini berjalan lancar dan siswa antusias mengikuti kegiatan. Diharapkan pihak sekolah terus melakukan kegiatan edukasi kesiapsiagaan bencana secara continue untuk memastikan semua warga sekolah memahami kesiapsiagaan bencana dan dapat mengurangi resiko bencana.
PENGUATAN GEO-LITERACY PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFI BAGI SISWA DI SMA NEGERI 5 SIGI Maliki, Rendra Zainal; Arsy, Risma Fadhilla; Khairurraziq, Khairurraziq; Hamid, Abdul; Raehan, Raehan
Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : FIP UNIRA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/eduabdimas.v4i2.6695

Abstract

Budaya literasi di era saat ini sudah menjadi tuntutan yang wajib dimiliki oleh guru maupun siswa di sekolah. Kemampuan literasi yang salah satunya dibutuhkan dalam pembelajaran adalah literasi geografi (geo-lieracy) untuk mendukung pembelajaran geografi di tingkat menengah atas, khususnya mencakup pada materi-materi geosfer, lingkungan, dan kependudukan. Di Sekolah Menengah Atas (SMA) topik dan kajian Sistem Informasi Geografis menjadi mata pelajaran wajib pada pembelajaran Geografi. Output dari siswa SMA setidaknya harus memiliki keterampilan dasar terkait pemetaan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode terapan dengan teknik pendampingan. Pelaksanaan pengabdian ini dibedakan menjadi 3 tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap analisis. Pengabdian ini dilakukan di SMA Negeri 5 Sigi dengan sampel 20 siswa. Kesimpulan akhir pada kegiatan ini adalah pengetahuan geo-literacy siswa di SMA Negeri 5 Sigi yaitu siswa dapat memahami literasi geografi secara spasial dengan menyebutkan keterkaitan antar objek yang ada di tempat tinggalnya masing-masing. Aspek pengetahuan yaitu dapat memahami hubungan antar koneksi dimana mereka berada. Penguasaan geo-literacy penting untuk diberikan kepada siswa terkait lima konsep dasar yaitu lokasi, tempat, hubungan manusia dan lingkungan, perpindahan, serta wilayah.
PENGARUH MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP KESIAPSIAGAAN BENCANA BANJIR PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 10 SIGI ti, fira wa; Arsy, Risma Fadhilla; Rahmawati, Rahmawati; Suwarni, Suwarni
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 10, No 2 (2025): VOLUME 10 NUMBER 2 MEI 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v10i2.6672

Abstract

Indonesia, yang terdiri dari banyak pulau, sangat rentan terhadap perubahan iklim. Peristiwa alam seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, banjir, kekeringan, dan lainnya adalah akibat dari perubahan iklim. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh media video animasi terhadap kesiapsiagaan Bencana banjir pada siswa kelas XI SMA Negeri 10 Sigi . Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Pre –eksperimental one group pretest dan posttest, dengan teknik pengambilan sampel dengan sampling jenuh , sampel dalam penilitian ini adalah siswa kelas XI ips SMA Negeri 10 Sigi yang berjumlah 36 orang dari satu kelas dengan menggunakan analisis regresi dengan uji hipotesis menggunakan uji regresi linear sederhana, uji T, dan uji determinasi R-square.  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebelum diberikan media video animasi tingkat kesiapsiagaan siswa masuk pada kategori “Kurang siap” dengan persentase (52,7%) ,kemudian setelah diberikan media video animasi tingkat kesiapsiagaan siswa masuk dalam kategori “Siap” dengan persentase (77,6%) . Nilai signifikansi regresi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh media video animasi terhadap kesiapsiagaan bencana banjir pada siswa kelas XI SMA Negeri 10 Sigi   
Pola Persebaran Objek Wisata Budaya di Toraja Utara Sulawesi Selatan Bulan, Indra Sombo; Arsy, Risma Fadhilla; Hasan, Haslita Rahmawati; Nurvita, Nurvita
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v7i2.101802

Abstract

Pariwisata budaya merupakan sektor strategis yang tidak hanya berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi, tetapi juga berperan penting dalam pelestarian identitas budaya lokal. Kabupaten Toraja Utara di Sulawesi Selatan dikenal memiliki kekayaan budaya yang unik dan masih terjaga, seperti situs pemakaman batu, rumah adat Tongkonan, serta berbagai tradisi dan upacara adat. Keunikan ini menjadikan wilayah tersebut menarik untuk dikaji, khususnya dalam konteks persebaran objek wisata budaya dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Meskipun potensinya besar, kajian spasial mengenai pola persebaran objek wisata budaya di wilayah ini masih terbatas. Padahal, pemahaman pola tersebut penting sebagai dasar perencanaan dan pengelolaan pariwisata berbasis potensi lokal secara berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja objek wisata budaya, menganalisis pola persebaran objek wisata budaya serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan spasial melalui analisis tetangga terdekat (Nearest Neighbor Analysis), yang diproses menggunakan perangkat lunak ArcGIS. Data yang digunakan meliputi koordinat geografis objek wisata budaya, data sekunder dari instansi terkait, serta hasil observasi lapangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola persebaran objek wisata budaya di Kabupaten Toraja Utara bersifat tersebar (dispersed), dengan rasio tetangga terdekat sebesar 1,432244, jarak rata-rata antar objek wisata sebesar 2.415,5181 meter, dan nilai z-score sebesar 2,61493, yang menunjukkan signifikansi statistik (T > 2,58). Pola ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti aspek historis, sosial budaya, dan aksesibilitas wilayah. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kebijakan pariwisata budaya yang berkelanjutan serta perencanaan wilayah berbasis potensi lokal.
Penguatan Literasi Mitigasi Bencana Likuifaksi Untuk Kewaspadaan Siswa Di SMA Negeri 1 Kabupaten Sigi Hasan, Haslita Rahmawati; Nurvita; Arsy, Risma Fadhilla; Suwarni; Abdul Hamid
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/0106mg50

Abstract

SMA Negeri 1 Kabupaten Sigi termasuk sekolah yang memerlukan penguatan literasi mitigasi bencana likuifaksi, karena minimnya pemahaman siswa mengenai bencana likuifaksi yang dapat meningkatkan resiko keselamatan saat bencana terjadi. Tujuan dari pengabdian ini yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kabupaten Sigiadalah untuk mengedukasi siswa tentang likuifaksi dan mitigasinya melalui penguatan literasi bencana untuk kewaspadaan siswa. Kegiatan ini dilakukan pada siswa siswi berjumlah 22 orang menggunakan metode desain pra dan post test. Evaluasi kegiatan digunakan soal untuk mengukur pengetahuan siswa sebelum dan sesudah edukasi yang diberikan. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan uji statistik terhadap capaian nilai pra dan post test  dengan uji t untuk data berpasangan (paired test). Ada perbedaan rerata nilai pengetahuan siswa sebelum diberikan edukasi 79,50 dan sesudahnya 86,36. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa pemberian edukasi pada siswa dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang literasi bencana. Kegiatan edukasi ini berjalan lancer dan siswa antusias mengikuti kegiatan. Diharapkan pihak sekolah terus melakukan kegiatan edukasi likuifaksi dan mitigasinya secara lanjut utuk memastikan semua warga sekolah memahami mitigasi bencana dan dapat mengurangi resiko bencana.  
MENINGKATKAN PENGETAHUAN LINGKUNGAN DALAM IMPLEMENTASI PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP DI KELAS Xl SMAN 6 PALU Allobunga, Agustina; Hasan, Haslita Rahmawati; Khairurraziq, Khairurraziq; Arsy, Risma Fadhilla
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.33047

Abstract

Abstrak: Isu lingkungan yang semakin mendesak di Indonesia seperti pencemaran, kerusakan habitat, dan perubahan iklim, yang menunjukkan bahwa generasi muda perlu memiliki kesadaran dan pengetahuan yang tinggi terhadap lingkungan. Observasi awal di SMA Negeri 6 Palu menunjukkan rendahnya pengetahuan siswa mengenai pengelolaan lingkungan dapat dilihat dari perilaku siswa yang membuang sampah sembarangan dan siswa sering membeli makanan dan minuman di kantin sekolah yang menggunakan wadah sekali pakai, seperti sampah plastik, styrofoam, dan botol plastik. Permasalahan ini mendorong perlunya peningkatan pengetahuan lingkungan di kalangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lingkungan siswa melalui implementasi pendidikan lingkungan hidup di kelas XI SMA Negeri 6 Palu. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 62 siswa yang terbagi menjasi dua kelompok ySaitu kelas eksperimen yang menerapkan pembelajaran outdoor study dan kelas kontrol yang menggunakan metode classroom learning. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan lingkungan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai post-test kelas eksperimen meningkat signifikan dari 46 menjadi 87, sedangkan kelas kontrol hanya meningkat dari 52 menjadi 74. Uji t menunjukkan nilai signifikasi (p-value) 0,000 yang berarti terdapat peningkatan pengetahuan lingkungan yang signifikan pada kelas eksperimen. Sehingga penelitian ini disimpulkan bahwa metode pembelajaran berbasis outdoor study atau pengalaman di luar ruangan lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan lingkungan siswa. Diharapkan hasil penelitian ini dapat mendorong sekolah lain untuk menerapkan metode outdoor study dalam implementasi pendidikan lingkungan hidup sehingga dapat menciptakan generasi yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.  Abstract:  Environmental issues that are increasingly pressing in Indonesia such as pollution, habitat destruction, and climate change, which indicate that the younger generation needs to have high awareness and knowledge of the environment. Initial observations at SMA Negeri 6 Palu showed that students' low knowledge of environmental management can be seen from the behavior of students who litter and students often buy food and drinks in the school canteen that use disposable containers, such as plastic waste, styrofoam, and plastic bottles. These problems encourage the need to increase environmental knowledge among students. This study aims to improve students' environmental knowledge through the implementation of environmental education in class XI of SMA Negeri 6 Palu. The research method used was quasi-experiment with nonequivalent control group design. The sample in this study consisted of 62 students who were divided into two groups, namely the experimental class that applied outdoor study learning and the control class that used classroom learning method. Data was collected through pre-test and post-test to measure the increase in students' environmental knowledge. The results showed that the average post-test score of the experimental class increased significantly from 46 to 87, while the control class only increased from 52 to 74. The t-test showed a significance value (p-value) of 0.000 which means there was a significant increase in environmental knowledge in the experimental class. So this study concluded that the outdoor study-based learning method is more effective in increasing students' environmental knowledge. It is hoped that the results of this study can encourage other schools to apply the outdoor study method in the implementation of environmental education so as to create a generation that is more caring and responsible for environmental sustainability.
Community Participation in Reducing Flood Disaster Risk in Boyantongo Village, South Parigi Sub-district, Parigi Moutong District Rahmat; Novarita, Amalia; Arsy, Risma Fadhilla
Tadulako Social Science and Humaniora Journal Vol. 4 No. 2 (2024): Tadulako Social Science and Humaniora Journal
Publisher : LPPM Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/sochum.v5i1.17181

Abstract

Boyantongo Village is one of the villages in the South Parigi Sub-district, Parigi Moutong Regency, which has experienced flooding several times during the rainy season. Flash floods that hit Boyantongo Village occurred on August 25, 2012, causing 142 residents of Boyantongo Village to flee Flash floods in Boyantongo Village occurred again on July 11-13, 2020 flash floods occurred at 21.00 WITA causing 18 Boyantongo Village residents to flee. The purpose of this study was to determine the level of community participation in reducing the risk of flood disasters in Boyantongo Village. The study used a sample survey method, survey research is one research approach that is generally used for extensive data collection. At the same time, the data collection techniques used in this study used instruments in the form of questionnaires. The research was conducted by distributing questionnaires to 67 households. The results showed that the potential for flooding is in Hamlet I, Hamlet III, and Hamlet IV. Aspects of community understanding of basic disaster knowledge, from Hamlet I is categorized as quite good, Hamlet III is categorized as good and Hamlet is categorized as quite good. Community knowledge in disaster mitigation during floods is categorized as low. It shows that the community's knowledge of disasters is not good, as seen from the parameters of knowledge and attitudes towards disaster risk. This is because the community has not participated in socialization and training on community participation in reducing the risk of flooding in the village.