Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : VISIKES

ANALISIS PERILAKU SISWA TERHADAP KEBIASAAN JAJAN DI SEKITAR SEKOLAHAN (STUDI KASUS DI MI MIFTAHUL AKHLAQIYAH KECAMATAN NGALIYAN SEMARANG) Supriyono Asfawi; Siti Ainurahmah
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 1 (2012): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.068 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v11i1.660

Abstract

Background. To attract the attention of consumers, the food and beverage manufacturers to add a few additional ingredients such as dyes. But not all the additional materials used aresafe for health, such as yellow and rodhamin methanil-B where the two materials containing hazardous substances that are carcinogenic heavy metal that can cause liver dysfunction,skin allergies, cancer, respiratory tract irritation, seizures the throat, nausea, diarrhea, vomiting, kidney damage can even result in coma. Habits of primary school age children andconsumerism tend are not careful when spending money given by the parents. It is therefore necessary to study the behavior of students around the school snack habits.Method. This type of research is eksplanatory research and methods used are interviews with a sample approach to cross as many as 67 students sectional.dengan Miftahul AkhlaqiahMI district. Ngaliyan Semarang.Result.The results showed no relationship between students knowledge in the habit of eating snacks with a p value 0.033. And there is no relationship between the attitudes of students inthe habit of eating snacks with a p value 0.150Conclusion. From now on, children are given the knowledge about the dangerous of unhealthy foods.Keywords: Behavior, snacks, food is dangerous. food additives
HUBUNGAN ANTARA SANITASI LINGKUNGAN DAN PERSONAL HYGIENE IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANGKANG Herry Tomy Ferllando; Supriyono Asfawi
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 14, No 2 (2015): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.026 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v14i2.1198

Abstract

Penyakit diare merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena angkakesakitan dan kematian akibat diare masih tinggi. Begitu pula di wilayah kerja PuskesmasMangkang, dimana angka kejadian diare menduduki peringkat 1 di Kota Semarang denganinsidence rate 32,75/1000 penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui hubunganantara sanitasi lingkungan dan personal hygiene ibu dengan kejadian diare pada balita diwilayah kerja Puskesmas Mangkang.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan jumlah sampel sebanyak94 ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Mangkang. Faktor – faktor yang ditelitiadalah personal hygiene ibu, kondisi lingkungan, penyediaan air bersih dan ketersediaan jamban. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi langsungmenggunakan kuesioner.Hasil penelitian menunjukkan 45,7% balita mengalami diare pada 3 bulan terakhir. Faktorfaktoryang terbukti ada hubungan dengan kejadian diare antara lain personal hygiene (p=0,000)dimana sebagian responden termasuk dalam kategori personal hygiene baik (53,3%), kondisilingkungan (p=0,000) dimana sebagian besar responden termasuk dalam kategori kondisilingkungan baik (51,1%) dan penyediaan air bersih (p=0,023) dimana sebagian besarresponden termasuk dalam kategori tersedia (81,9%). Sedangkan ketersediaan jamban(p=0,504) terbukti tidak ada hubungan.Disarankan kepada masyarakat untuk menjaga kondisi lingkungan dan meningkatkan perilakuhidup bersih dan sehat, terutama dalam melakukan tindakan pencegahan terjadinya diareseperti mencuci tangan dengan sabun setelah BAB, sebelum makan, sebelum menyiapkandan menyuapi balita.Kata kunci : diare, personal hygiene, lingkungan
KANDUNGAN FORMALIN DALAM AYAM POTONG DI PASAR TRADISIONAL SEMARANG TAHUN 2012 Ika Suwartiningsih; Supriyono Asfawi
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 12, No 1 (2013): Visikes
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.72 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v12i1.635

Abstract

Formalin adalah bahan kimia berbentuk cair yang digunakan untuk mengawetkan mayat dan juga bahan kimia industri. Hasil survei awal sebanyak 3 sampel terdapat 2 sampel mengandung formalin. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi keberadaan formalin dalam ayam potong yang dijual di pasar tradisional kota Semarang tahun 2012.Jenis penelitian adalah deskriptif untuk mengetahui keberadaan formalin dalam ayam potong melalui pemeriksaan kuantitatif, observasi ciri fisik pada ayam potong dan pengujianlaboratorium dengan cara pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel pada 40 penjualayam potong di 5 lokasi pasar tradisional di kota Semarang.Berdasarkan hasil diperoleh ayam potong yang mengandung formalin sebanyak 14 sampel dengan ciri-ciri fisik sebagai berikut 78,6% berwarna putih pucat, 21,4% putih kebiruan, dan21,4% berbau amis, 78,6% tidak berbau amis, sedangkan 57,2% bertekstur kaku dan 42,8% bertekstur lembek. Untuk ayam yang tidak mengandung formalin sebanyak 26 sampel, mempunyai ciri-ciri fisik sebesar 100% mempunyai warna putih kemerahan segar, bau amis, dan bertekstur lembek.Menghindari memilih ayam potong yang ciri antara lain mengandung formalin seperti tidak busuk dalam waktu 1 sampai 2 hari, bau menyengat tapi tidak amis, dagingnya kaku dan berwarna putih pucat.Kata kunci : Formalin, ayam potong, pasar tradisional
Hubungan umur, masa kerja dan kuliah online dengan produktifitas dosen pada masa pandemi covid-19 di Universitas “X” kota Semarang. Supriyono Asfawi; MG Catur Yuantari; Yusthin M Manglapy; Yohanes Pratama; Rini Wulandari Hariono; Wening Wiworo Palupi
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 21, No 1 (2022): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v21i1Supp.5963

Abstract

During the COVID-19 pandemic, the teaching and learning process must continue, work from home is one solution for its implementation. The obligation of lecturers to carry out the Tri Dharma of Higher Education must still be carried out as a benchmark for the success and productivity of lecturers. This study aims to see the level of productivity of lecturers during the covid-19 pandemic at the "X" university in Semarang city. The results show that lecturer productivity as measured by the Lecturer Workload (BKD) parameter is in the good category with the number of respondents for 29 lecturers (53%), the rest in the lesser category. But overall productivity is better during the pandemic.