Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Environmental Enteric Dysfunction as a Risk Factor for Growth Failure in the Agricultural Areas of Brebes Regency Gandha Sunaryo Putra; Suhartono; Cahya Tri Purnami; Martha Irene Kartasurya
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN Vol. 18 No. 1 (2026): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkl.v18i1.2026.53-62

Abstract

Background: Growth faltering in early childhood remains a global concern. Major contributing factors include poor sanitation, recurrent infections, a history of low birth weight (LBW), and environmental enteric dysfunction (EED) that reduces nutrient absorption. This study examines the determinants of growth faltering among children aged 6–23 months in the agricultural areas of Brebes Regency, Indonesia. Methods: This study employed a case–control design involving non-stunted children aged 6–23 months. The case group consisted of 64 children with weight-for-age (WAZ) < 5th percentile, while the control group included children with WAZ ≥ 5th percentile, classified according to the WHO Child Growth Standards. Data were collected through anthropometric assessments and standardized, structured interviews, with participants selected through purposive sampling. Multivariable logistic regression analysis was performed to identify the determinants of growth faltering. Results and Discussion: There were no significant differences between groups in mean maternal age, child age, or maternal employment status. Maternal education levels were lower in the case group. Acute respiratory infection (ARI) (OR = 2.3; 95% CI: 1.10–5.08), history of LBW (OR = 4.9; 95% CI: 1.21–19.94), and EED (OR = 2.0; 95% CI: 0.93–4.32) were identified as determinants of growth faltering among children living in the agricultural areas of Brebes Regency. Conclusion: EED is a key determinant of growth faltering among children aged 6–23 months in the agricultural areas of Brebes Regency, alongside recent ARI and a history of LBW. Keywords: Brebes Regency, Environmental Enteric Dysfunction, Growth failure, Low Birth Weight, Upper Respiratory Tract Infections
Analisis Evaluasi Sistem Informasi P-Care dengan Metode Hot-Fit Model pada Puskesmas di Indonesia : Literature Review: Analysis of the Evaluation P-Care Information System Using the Hot-Fit Model Method at Health Centers in Indonesia : Literature Review Fitriani; Cahya Tri Purnami; Agung Budi Prasetjo
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 5 (2022): May 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.578 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i5.2280

Abstract

Latar Belakang: Kerangka evaluasi sistem informasi kesehatan harus mempertimbangkan manusia dan organisasi. Selain itu, sistem informasi kesehatan juga perlu didukung dan dilengkapi dengan teknologi. Organisasi di bidang kesehatan harus memiliki kemampuan untuk mempersiapkan pekerja atau staf untuk beradaptasi dengan teknologi baru atau perubahan yang mungkin terjadi. HOT-Fit memiliki tiga aspek dan dimensi yang berbeda di setiap aspeknya. Dalam aspek teknologi, ada tiga dimensi: (1) kualitas sistem; (2) kualitas informasi; (3) kualitas layanan. Dalam aspek manusia, ada dua dimensi: (1) penggunaan sistem; dan (2) kepuasan pengguna. Dalam aspek organisasi, ada dua dimensi: (1) struktur; dan (2) lingkungan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai analisis evaluasi system informasi dengan metode Hot-Fit di puskesmas Indonesia. Metode: Untuk menyusun informasi dalam artikel ini yakni dengan melakukan pencarian dan penyaringan sumber artikel yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan, yakni referensi merupakan jurnal yang bersumber dari Google Scholar dan atau Sinta dengan maksimal tahun penerbitan yaitu 10 tahun terakhir dengan topik serupa yakni Analisis Evaluasi Sistem Informasi P-Care dengan Metode Hot-Fit Model pada Puskesmas di Indonesia Hasil: Review dari berbagai artikel penelitian sebelumnya terkait dengan evaluasi system informasi dengan metode Hot-Fit di Puskesmas di Indonesia menghasilkan berbagai informasi, diantaranya yaitu bahwa penerapan dari sistem manajemen informasi pelayanan kesehatan yang menggunakan human organization fit model (Hot-Fit model) di berbagai pusat kesehatan di Indonesia memiliki berbagai tantangan, hambatan, kesulitan dan kendalanya masing-masing. Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti berusaha untuk memberikan perbaikan rekomendasi terhadap sistem manajemen informasi pelayanan kesehatan agar bisa menjadi lebih baik kedepannya. Adapun upaya-upaya yang dilakukan diantaranya: merekomendasikan upaya perbaikan sistem, pelatihan terhadap staff yang bekerja dengan system, mengembangkan fitur aplikasi agar sistem lebih menarik dan memudahkan rekapitulasi data, modifikasi dan peningkatan terbaru dalam kualitas system, pemantauan dan evaluasi penggunaan rutin, membuat kebijakan tentang proses penulisan dan keakuratan input data, membuat buku petunjuk yang mudah dipahami serta berbagai upaya-upaya perbaikan lainnya. Kesimpulan: Penerapan dari sistem manajemen informasi pelayanan kesehatan yang menggunakan human organization fit model (Hot-Fit model) di berbagai tempat pusat kesehatan memiliki berbagai tantangan, hambatan, kesulitan dan kendalanya masing-masing.
Analisis Kepuasan Pengunaan Sistem Pcare Vaksinasi Covid-19 pada Petugas Kesehatan di Puskesmas: Satisfaction Analysis of the Use of the Covid-19 Vaccination Pcare System in Health Officers in Public Health Center Fitriani; Cahya Tri Purnami; Agung Budi Prasetjo
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 4 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.501 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i4.2282

Abstract

Latar Belakang: Primary Care (P-care) adalah suatu pelayanan informasi pasien dengan menggunakan internet dan berbasis komputer yang disediakan oleh BPJS Kesehatan diperuntukkan bagi para fasilitas kesehatan primer untuk memberikan kemudahan akses data ke server BPJS baik itu pendaftaran dan pelayanan medis. Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat maka memperlukan vaksinasi dalam tindakan pencegahan dari Corona Virus (covid-19). Vaksinasi merupakan suatu intervensi kesehatan yang efektif untuk mencegah penderitaan akibat penyakit dan kematian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi system P-care dalam mengelola data pasien vaksinasi puskesmas di kota Makassar menggunakan metode HOT-FIT model guna untuk mencari tingkat kepuasan pengguna sistem. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. adapun tujuan penelitian ini untuk menjelaskan adakah hubungan antara variabel bebas (manusia, organisasi dan teknologi) dengan variabel terikat net-benefit. Populasi pada penelitian ini yaitu petugas pengguna sistem informasi system Pcare Vaksinasi covid-19 Puskesmas pada puskesmas di wilayah kota Makassar dengan total sampel sebanyak 30 orang responden, terdiri petugas pengguna system Pcare vaksinasi covid-19 pada Puskesmas. Sumber data penelitian ini didapatkan melalui sumber data primer. Adapun pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan cara angket yang berisi pertanyaan mengenai variabel net benefit, faktor manusia, faktor organisasi dan faktor teknologi. Hasil: Berdasarkan hasil dan kesimpulan manfaat dari penelitian ini yaitu sistem pcare vaksinasi covid-19 telah diterima dengan baik oleh pengguna sistem pcare vaksinasi covid-19. Penggunaan sistem pcare vaksinasi covid-19 dapat lebih mengoptimalkan kualitas informasi untuk kepuasan pengguna, kualitas informasi untuk pengguna sistem dan struktur lingkungan untuk pcare vaksinasi. Penggunaan sistem yang ada dengan memperhatikan unsur human seperti menyediakan pelatihan untuk pengguna
Determinan Niat Kunjungan Ulang ke Puskesmas Era Pandemi Covid-19: Literature Review: Determinants of Intention to Revisit Health Centers during the Covid-19 Pandemic Era: Literature Review Yoga Pramana, Lina Dwi; Antono Suryoputro; Cahya Tri Purnami
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 7 (2022): July 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i7.2319

Abstract

Latar Belakang: Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan primer wajib menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi seluruh masyarakat. Situasi pandemi Covid-19 memberikan dampak penurunan jumlah kunjungan yang signifikan. Jumlah kunjungan Puskesmas di Kabupaten Demak tahun 2020 hanya 71,7% menurun dari kunjungan tahun 2019 sebesar 141,2%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan niat kunjungan ulang di Puskesmas. Metode: Merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan belah lintang. Populasi adalah masyarakat yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas dengan besar sampel 332 orang yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan Puskesmas dengan akreditasi paripurna. Hasil: Penelitian ini menunjukkan 57,5% responden mempunyai niat tinggi dalam melakukan kunjungan ulang ke Puskesmas. Melalui uji Chi-square, terbukti ada hubungan antara pengetahuan, kompetensi tenaga, sarana prasarana, kualitas pelayanan dan persepsi sakit terhadap niat kunjungan ulang, sedangkan waktu tunggu tidak berhubungan. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa minat kunjungan ulang tinggi masyarakat sebanyak 191 responden di Puskesmas Kabupaten Demak.
Evaluasi Sistem Informasi Kesehatan dengan Model HOT-Fit : Literature Review: Evaluation of Health Information Systam with HOT-Fit Model : Literature Review Fila Delfia; Kusworo Adi; Cahya Tri Purnami
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 6 (2022): June 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.493 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i6.2344

Abstract

Latar Belakang: Sistem informasi kesehatan bertujuan untuk mendukung informasi untuk pengambilan keputusan dalam setiap aspek manajemen. Ketika sistem diimplementasikan, evaluasi diperlukan untuk mengetahui sejauh mana sistem informasi bermanfaat. Evaluasi dan monitoring sistem yang tidak dilakukan secara berkala akan mengakibatkan keluaran yang dihasilkan tidak sesuai dengan kebutuhan dan tidak dapat mendukung pengambilan keputusan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan guna mengetahui evaluasi sistem informasi kesehatan berdasarkan aspek manusia, organisasi, teknologi dan manfaat. Metode: Literature review bersumber dari 15 artikel penelitian yang diterbitkan pada tahun 2017-2021. Hasil: Penelitian membuktikan bahwa ada hubungan antara teknologi dengan manusia dan organisasi. Manusia ingin memanfaatkan teknologi ketika mereka memahami manfaat positif yang diperoleh dari penerapan sistem. Fungsi teknologi informasi adalah tersedianya informasi sesuai kebutuhan. Kesimpulan: evaluasi sistem informasi kesehatan sangat dibutuhkan guna peningkatan sistem tersebut sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pengguna dan pihak manajemen guna mengambil keputusan. Faktor-faktor yang berhubungan dengan evaluasi implementasi sistem informasi, yaitu: manusia (penguna sistem dan kepuasan pengguna), organisasi (struktur organisasi dan lingkungan organisasi), teknologi (kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas layanan), dan manfaat.
Analisis Pemanfaatan Posbindu oleh Lansia Melalui Pendekatan Health Belief Model : Literature Review: Analysis of Posbindu Utilization by the Elderly Through the Health Belief Model Approach : Literature Review Siti Rochmah; Cahya Tri Purnami; Farid Agushybana
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.3057

Abstract

Latar belakang: Peningkatan persentase populasi lansia dan peningkatan usia harapan hidup akan diiringi dengan peningkatan prevalensi masalah kesehatan pada populasi lansia. Fakta tersebut mendesak pemerintah untuk meningkatkan berbagai program bagi lanjut usia. Salah satu bentuk upaya kesehatan berbasis masyarakat adalah pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular. Tujuan: Untuk mengetahui faktor apa saja yang dapat mempengaruhi lansia dalam pemanfaatan posbindu. Metode: Penulisan ini menggunakan literature review. Artikel ilmiah ditemukan menggunakan database Google Scholar dan GARUDA dengan kata kunci “pemanfaatan posbindu”, “health belief model”, dan “lansia”. Didapatkan 13 artikel yang akan ditelaah. Hasil: Persepsi kerentanan mempengaruhi lansia dalam pemanfaatan posbindu, persepsi keparahan mendorong lansia datang ke posbindu, persepsi manfaat yang dirasakan lansia datang ke posbindu, persepsi hambatan mempengaruhi lansia dalam pemanfaatan posbindu dan orang sekitar mempengaruhi tingkat partisipasi lansia datang ke posbindu. Kesimpulan: Pemeriksaan kesehatan berkala merupakan kunci keberhasilan dari upaya pemeliharaan kesehatan secara berkala, sehingga keadaan penyakit dapat diketahui lebih dini dan jika ditemukan faktor yang berisiko dapat segera dicegah.
Kendala Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan pada Penderita Hipertensi di Puskesmas : Literature Review: Obstacles to Implementation of Minimum Service Standards in the Health Sector for Hypertension Sufferers at Health Centers : Literature Review Suci Ramadhani; Dwi Sutiningsih; Cahya Tri Purnami
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i4.3209

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hipertensi merupakan pemicu utama penyakit kardiovaskular. SPM Bidang Kesehatan adalah ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan pemerintahan wajib yang berhak diperoleh setiap WNI secara minimal. Untuk menjamin kualitas pelayanan dasar pada masyarakat, maka Puskesmas wajib mengimplementasikan standar pelayanan minimal bidang kesehatan. Namun, capaian SPM-BK pada penderita hipertensi di Puskesmas masih rendah. Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala dalam pelaksanaan SPM-BK pada penderita hipertensi di Puskesmas. Metode: Proses pencarian artikel dilakukan menggunaakan database Google Scholar dan Research Gate. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah literatur berupa original article yang terbit dalam waktu 5 tahun terakhir dari tahun 2018-2022, artikel sesuai dengan topik literature review ini, artikel penelitian yang menggunakan metode kualitatif dengan berbagai pendekatan, free full text, open access, dan fokus pada kendala pelaksanaan SPM-BK pada penderita hipertensi di Puskesmas. Hasil: Kendala dalam pelaksanaan SPM-BK pada penderita hipertensi di Puskesmas yaitu sarana dan prasarana yang belum memadai, tenaga kesehatan yang kurang terlatih, pencatatan dan pengawasan tidak dilakukan secara berkala, kurangnya koordinasi antara lintas program dan lintas sektoral, jumlah SDM yang kurang, penjaringan sasaran belum optimal, dan faktor eksternal yaitu kesadaran masyarakat yang masih kurang. Kesimpulan: Adanya kendala-kendala tersebut maka untuk mencapai target 100% berdasarkan Permenkes No.4 Tahun 2019 pada pelayanan dasar pada penderita hipertensi masih sulit untuk dicapai. Belum tercapainya SPM juga menjadi indikasi bahwa mutu pelayanan kesehatan pada penderita hipertensi di Puskesmas masih terbilang rendah.
Analisis Faktor Risiko Preeklamsia pada Ibu Hamil di Masyarakat Madura : Literature Review: Risk Factor Analysis of Preeclampsia in Pregnant Woman For Madura Society : Literature Review Rivaldi Indra Nugraha; Cahya Tri Purnami; Agung Budi Prasetijo
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3583

Abstract

Latar Belakang: Preeklampsia sampai saaat ini diketahui merupakan penyakit yang belum diketahui penyebabnya secara pasti, preeklampsia terjadi pada saat ibu sedang hamil dan merupakan penyebab tertinggi kematian pada ibu hamil (AKI) di Indonesia maupun pada masyarakat Madura. Tujuan: Menganalisis faktor risiko preeklampsia pada ibu hamil di masyarakat Madura Metode: Literature review digunakan dengan menggunakan artikel pada Google Scholar dan PubMed. Proses review menggunakan Publish or Perish dan bagan PRISMA sehingga ditemukan 8 jurnal dan 1 skripsi yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Hasil: Hasil analis 9 artikel menujukkan bahwa faktor risiko terjadinya preeklampsia pada ibu hamil masyarakat madura yaitu rendahnya kunjungan ANC, Indeks Massa Tubuh (IMT), pola diet makanan, pendidikan ibu hamil. Kesimpulan: Faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat madura memiliki faktor risiko yang cukup tinggi yang menyebabkan terjadinya preeklampsia di masykarat madura yaitu kebiasaan konsumsi makanan tinggi garam, rendahnya kepatuhan dalam pemeriksaan ANC, diet pola makan yang tidak teratur terutama pada masa persiapan kehamilan hingga hamil.
Analisis Dokumentasi Rekam Medis Elektronik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan : Literature Review: Analysis of Electronic Medical Record’s Documentation In Health Care Facilities : Literature Review Henry Adrian; Cahya Tri Purnami; Antono Suryoputro
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 11 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i11.4307

Abstract

Latar belakang: Penggunaan teknologi informasi menjadi hal penting dalam dokumentasi data rekam medis. Rekam medis elektronik yang interoperable dapat memecahkan masalah disintegrasi data. Kelengkapan, keakuratan, dan kecepatan akses rekam medis elektronik dapat menjaga kesinambungan layanan kesehatan. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi manfaat, permasalahan, dan solusi penerapan dokumentasi rekam medis elektronik di fasilitas pelayanan kesehatan. Metode: Literature review ini menggunakan metode PRISMA. Database yang digunakan adalah Pubmed, JSTOR, Scopus, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan “surgeon OR obstetrician OR gynecologist”, “electronic medical records OR paper medical record”, dan “documentation”. Hasil: Kelengkapan dokumentasi rekam medis elektronik meningkatkan keselamatan pasien dan kesinambungan pelayanan kesehatan. Semakin lengkap isi rekam medis, semakin banyak waktu yang diperlukan untuk mengisi rekam medis tersebut. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui manfaat-manfaat, permasalahan, serta solusi dalam penerapan dokumentasi rekam medis elektronik. Kesimpulan: Integrasi data dan kesinambungan pelayanan dapat tercapai dengan penerapan dokumentasi rekam medis elektronik yang lengkap dan akurat di seluruh fasilitas pelayan kesehatan. Solusi – solusi yang dipaparkan perlu dikaji sesuai kondisi masing – masing fasilitas pelayanan kesehatan.