Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JPGSD

Analisis Peran Guru Dalam Mengatasi Kurangnya Semangat Belajar Siswa Kelas 1 SD N 1 Kalimanggis Rahayu, Rina Sri; Mugiyo; Siti Suryani
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi April
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya semangat belajar menjadi tantangan umum siswa kelas 1 SD pada masa peralihan dari TK. Penelitian ini menganalisis peran guru dalam mengatasi masalah tersebut di SD N 1 Kalimanggis. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui observasi partisipatif dan wawancara selama satu bulan terhadap wali kelas. Hasil penelitian menunjukkan rendahnya semangat belajar dipicu faktor internal (masa adaptasi) dan eksternal (lingkungan keluarga), dengan ciri-ciri mengantuk, bermain sendiri, dan tidak mendengarkan. Strategi guru yang diterapkan meliputi bimbingan privat usai jam pelajaran, pemberian reward dan hukuman mendidik,  penggunaan media menarik seperti video dan benda konkret, serta kolaborasi intensif dengan orang tua. Guru juga berperan sebagai motivator menciptakan suasana kelas yang aman. Evaluasi dilakukan secara adaptif, seperti menggunakan ulangan lisan untuk siswa yang enggan menulis. Simpulannya, pendekatan personal dan sinergi guru-orang tua efektif meningkatkan motivasi belajar siswa.
Peran Guru Dalam Membina Anak ADHD Kelas V di SD Negeri 1 Amelia, Della; Mugiyo; Ratna Cahyani
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi April
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam membina anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) di SD Negeri 1 Kalimanggis dalam konteks pendidikan inklusif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek seorang siswa ADHD kategori ringan di kelas V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi selama satu minggu, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh gambaran yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru bersifat multidimensional, meliputi sebagai fasilitator, pembimbing, motivator, dan pengelola kelas. Implementasi peran tersebut dilakukan melalui penciptaan lingkungan belajar yang adaptif, pemberian bimbingan individual, penguatan motivasi dengan pendekatan empatik, serta pengelolaan kelas yang terstruktur. Selain itu, guru menerapkan berbagai pendekatan, seperti pendekatan individual, inklusif, behavioral, dan humanistik, yang terbukti efektif dalam meningkatkan konsentrasi, mengontrol perilaku impulsif, serta mengembangkan keterampilan sosial siswa ADHD. Evaluasi pembelajaran dilakukan secara komprehensif melalui observasi, catatan anekdot, penilaian formatif, sumatif, dan portofolio. Dengan demikian, keberhasilan pembinaan anak ADHD sangat ditentukan oleh optimalisasi peran guru, penerapan strategi yang tepat, serta evaluasi yang berkelanjutan dalam mendukung perkembangan akademik dan perilaku peserta didik secara optimal.