Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Perilaku Fear of Missing Out (FoMO) Dalam Gaya Hidup Mengikuti Tren TikTok Pada Generasi Millenial Arisan “Mendhut” Blitar Andiwi Meifilina
Communicator Sphere Vol. 5 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55397/cps.v5i1.132

Abstract

Adanya fenomena generasi millenal pada penggunaan TikTok adalah Fear of Missing Out (FoMO), yaitu perasaan cemas karena takut tertinggal dari tren yang sedang viral. Fear of Missing Out (FoMO) mendorong penggunanya untuk terus mengikuti berbagai tren di TikTok, seperti challenge, lip-sync, tren musik, hingga Fear of Missing Out (FoMO) dalam pengalaman seperti menonton konser atau mengikuti diskusi popular. Generasi millennial khususnya anggota arisan “Mendhut” mengalami Fear of Missing Out (FoMO). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perilaku Fear of Missing Out (FoMO) dalam gaya hidup mengikuti tren TikTok pada generasi millennial arisan Mendhut Blitar. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori Self-Determination Theory dalam fenomena Fear of Missing Out (FoMO). Hasil penelitian adalah generasi millennial pengguna TikTok cenderung aktif berpartisipasi dalam berbagai aktivitas di TikTok untuk mengikuti tren yang sedang viral dan tidak ingin ketinggalan tren. TikTok juga mendorong untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menghasilkan konten meskipun ada tekanan sosial untuk menyesuaikan diri dengan tren viral.
POLA KOMUNIKASI TOXIC RELATIONSHIP PADA HUBUNGAN PERNIKAHAN (STUDI KASUS PADA PERNIKAHAN GEN Z DI KOTA BLITAR) Lady Madyana Mahsa; Andiwi Meifilina; Nuryanti
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 9 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi September
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/bgq82k58

Abstract

Pola komunikasi dalam hubungan pernikahan Gen Z di Kota Blitar seringkali menunjukkan gejala toxic relationship yang mengancam keharmonisan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menganalisis secara mendalam pola-pola komunikasi destruktif yang terjadi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi edukatif tentang komunikasi asertif dan resolusi konflik sangat krusial untuk membantu pasangan Gen Z membangun hubungan yang lebih sehat dan tahan lama.Pola komunikasi interpersonal toxic relationship dalam pernikahan pasangan Gen Z di Kota Blitar dikaji dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam pada informan yang dipilih secara purposive sampling. Analisis menggunakan teori komunikasi interpersonal Devito (1997) yang menekankan keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan. Hasil menunjukkan empat indikator utama toxic relationship, yaitu dominasi, pengabaian emosional, manipulasi emosional, dan kecemburuan berlebihan. Dominasi terlihat pada pengambilan keputusan sepihak dan pengendalian kebebasan, pengabaian emosional melalui kurangnya perhatian dan respon negatif, manipulasi emosional dengan playing victim, pasif-agresif, serta pemaksaan, sedangkan kecemburuan berlebihan ditunjukkan lewat kecurigaan, posesif, dan ancaman. Keseluruhan pola ini bertentangan dengan prinsip komunikasi efektif menurut Devito, sehingga pasangan cenderung diam, menghindari diskusi, menjauh secara emosional, dan berisiko mengalami konflik berkepanjangan hingga keretakan rumah tangga.
ANALISIS FRAMING MEDIA ONLINE DETIK.COM DAN KUMPARAN.COM DALAM PEMBERITAAN ISU #KABURAJADULU Aulia Nur Rahima E Putri; Andiwi Meifilina; Nuryanti
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 9 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi September
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/gtcrqn35

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi framing media online Detik.com dan Kumparan.com dalam pemberitaan isu viral #KaburAjaDulu di media sosial. Isu ini, yang bermula dari kampanye edukasi seks, menimbulkan polemik di kalangan masyarakat. Menggunakan metode analisis framing model Robert N. Entman, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana kedua media tersebut mengkonstruksi realitas isu ini, termasuk bagaimana mereka mendefinisikan masalah, mendiagnosis penyebab, membuat penilaian moral, dan mengusulkan solusi.Penelitian ini menganalisis framing isu #KaburAjaDulu dengan menggunakan model yang dikembangkan oleh Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Media online berperan penting dalam membentuk persepsi publik melalui strategi framing. Penelitian ini berfokus pada bagaimana Detik.com dan Kumparan.com membingkai isu tersebut dengan metode kualitatif, pendekatan deskriptif, serta analisis isi terhadap berita terpilih yang terbit antara Februari hingga Maret 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua media menggunakan struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Detik.com cenderung mendukung narasi pemerintah, sedangkan Kumparan.com menonjolkan perspektif emosional dan kritik sosial generasi muda.
PERAN SOSIALISASI POLITIK DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK PADA PILKADA 2024 DI KOTA BLITAR Arif Ridwanto; Nik Haryanti; Andiwi Meifilina
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 9 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi September
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/3jgfqh41

Abstract

Penelitian ini menyoroti rendahnya partisipasi politik di Kota Blitar, terutama di kalangan pemilih muda, perempuan, dan penyandang disabilitas. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya akses informasi dan metode sosialisasi yang kurang efektif. Tujuan penelitian adalah menganalisis peran sosialisasi politik oleh KPU Kota Blitar dalam meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilkada 2024 serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya.Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling, wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan pendekatan Miles dan Huberman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPU Kota Blitar melaksanakan sosialisasi dalam bentuk formal, informal, langsung, dan tidak langsung. Sosialisasi ini berperan dalam meningkatkan kesadaran politik, mendorong partisipasi, dan memperkuat kontrol publik. Faktor pendukung meliputi lingkungan yang terbuka, tokoh masyarakat, dan media sosial. Sementara hambatannya adalah rendahnya literasi politik, penyebaran hoaks, dan informasi yang tidak merata. KPU disarankan mengoptimalkan media sosial, memperkuat relawan, dan bekerja sama dengan komunitas serta media lokal
ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) PADA MEDIA ONLINE KOMPAS.COM DAN KUMPARAN.COM Vicentza Ananda Krishna Pranandana; Nik Haryanti; Andiwi Meifilina
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 9 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi September
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/t7gs9540

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana media online Kompas.com dan Kumparan.com membingkai pemberitaan mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk mengatasi masalah gizi buruk, menekan angka stunting, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini secara khusus menargetkan anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui sebagai kelompok sasaran utama. Tujuan utama penelitian adalah menganalisis pembingkaian atau framing pemberitaan MBG pada Kompas.com dan Kumparan.com dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Landasan teorinya adalah framing Robert N. Entman, yang menekankan empat elemen utama, yaitu problem definition, causal interpretation, moral evaluation, dan treatment recommendation. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan: Kompas.com membingkai MBG secara positif sebagai kebijakan visioner yang mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDG) poin kedua, Zero Hunger, dengan menekankan kerja sama lintas sektor serta kesiapan infrastruktur. Sebaliknya, Kumparan.com cenderung kritis dengan menyoroti penggunaan dana pribadi Presiden, minimnya regulasi teknis, serta tantangan implementasi khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
REPRESENTASI RASISME DALAM FILM “PENGEPUNGAN DI BUKIT DURI” Ahmad Eka Muktiwibawa; Andiwi Meifilina; Hanik Amaria
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 10 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Oktober
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/xeq3kb83

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi rasisme dalam film “Pengepungan di Bukit Duri” karya Joko Anwar dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Film ini secara khusus mengangkat isu diskriminasi rasial terhadap etnis Tionghoa di Indonesia yang ditampilkan dalam berbagai bentuk, baik verbal, fisik, simbolik, maupun struktural. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini berupaya mengungkap makna denotatif, konotatif, serta mitos yang terkandung dalam adegan-adegan film sehingga dapat memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai pesan yang ingin disampaikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat sembilan adegan utama yang merepresentasikan bentuk-bentuk rasisme, mulai dari overt racism, covert racism, hingga internalized racism, serta munculnya fenomena racist hate crime dan structural racism. Representasi tersebut diharapkan mampu memberi gambaran lebih luas mengenai praktik rasisme yang masih terjadi dalam masyarakat Indonesia. Penelitian ini juga menegaskan bahwa film sebagai media komunikasi massa tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi memiliki peran penting dalam membentuk opini publik, mengangkat isu-isu sosial yang kerap terpinggirkan, serta menyampaikan kritik terhadap dominasi kekuasaan yang bersifat diskriminatif dan tidak adil.