Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (PANDANUS AMARYLLIFOLIUS) TERHADAP MORTALITAS LARVA AEDES SP Andi Yulia Kasma; Andi Tilka Muftiah Ridjal; Renaldi M
Jurnal Mitrasehat Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v8i2.197

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebarkan melalui vektornyamuk (Vector Borne Disease), yang dapat dicegah penyebarannya dengan menggunakanlarvasida. Salah satu tanaman yang dapat berfungsi sebagai larvasida alami adalah daunpandan wangi (Pandanus amaryllifolius). Kandungan kimia yang ada di daun pandan wangiadalah senyawa pahit berupa polifenol, flavonoid, saponin, dan alkaloid. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius)dalam mematikan larva Aedes sp. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Experiment.Populasi penelitian adalah larva nyamuk Aedes sp yang diambil dari habitat asli, kemudiansampel ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Penelitian inimenyimpulkan bahwa ekstrak daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) efektif dalammematikan larva Aedes sp. Hasil uji probit Lethal Concentration 50% dan 90% ekstrak daunpandan wangi selama 24 jam terhadap larva Aedes sp menunjukkan angka 9,445% dan14,087%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi masyarakat dalammengaplikasikan ekstrak daun pandan wangi sebagai larvasida alternatif di kehidupan seharihari untuk mengendalikan penyakit vektor khususnya demam berdarah dengue.
Gambaran pemahaman kesehatan lingkungan sekolah dan perilaku hidup bersih dan sehat di SDN Tombolok kecamatan Pallangga kabupaten Gowa Ridjal, Andi Tilka Muftiah; Zamaa, Muhammd Sahlan; Akbar, Reynaldi; Renaldi M
EcoVision: Journal of Environmental Solutions Vol. 1 No. 1: (February) 2024
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/evojes.v1i1.2024.582

Abstract

School environmental health is a condition of the school environment that can support the optimal growth and development of students in healthy living behavior and avoid negative influences. Clean and healthy living behavior at school is a set of behaviors practiced by students, teachers, and the school community based on awareness as a result of learning so that they can independently prevent disease, improve their health, and play an active role in creating a healthy environment. Objective to describe an understanding of the health of the school environment and clean and healthy living behavior. This research is a descriptive survey with a population of 104 students from grades 4, 5, and 6 of SDN Kunciok. The sampling technique used the total sampling method, and the research instrument used a questionnaire distributed to each respondent. The characteristics of student respondents based on the variable understanding of environmental health were in the poor category as many as 56 people (53.8%). In comparison, in the good category, there were 48 people (46.2%). Based on the PHBS variable, there were 53 people in the poor category (51.0%), while in the good category there were 51 people (49.0%). The majority of students have a poor understanding of the health of the school environment and clean and healthy living behavior. It is recommended that students who behave well must be able to maintain it, by not throwing rubbish carelessly, eradicating mosquitoes, using healthy latrines, and exercising regularly and in a measured manner, and for students who behave badly, they must be able to improve further to prevent environmental pollution that potentially cause disease.
SOSIALISASI PENTINGNYA IMUNISASI LENGKAP DI POSYANDU MEKAR 1 DUSUN PACCINONGAN DESA TINO KABUPATEN JENEPONTO Amaliah, Andi Rizky; Muh. Sahlan Zamaa; Renaldi M; Putri Priscilia Ratsina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i1.419

Abstract

Latar Belakang : Imunisasi melindungi anak terhadap beberapa Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Setiap tahun lebih dari 1,4 juta anak di dunia meninggal karena berbagai penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi. Meskipun pada kenyataannya sekarang telah banyak ibu yang membawa bayinya ke tenaga kesehatan untuk mendapatkan imuniasi, namun hanya sebagian kecil dari mereka yang diberikan konseling. Tujuan : sosialisasi ini untuk memberitahukan masyarakat khususnya ibu yang mempunyai balitan bahwa imunisasi lengkap dapat membentuk kekebalan tubuh agar tidak mudah terinfeksi virus penyebab penyakit. Metode : Metode yang digunakan adalah metode diskusi dan Tanya jawab. Sedangkan Media yang digunakan dalam sosialisasi yaitu berupa leaflet pentingnya imunisasi lengkap, Sebanyak 20 ibu dan anak hadir dan mengikuti kegiatan ini dengan baik. Hasil : Pada pengabdian ini terdapat peningkatan pengetahuan dan kesadaran ibu untuk membawa anaknya mendapatkan imunisasi dalam upaya pencegahan penyakit. Kesimpulan : Dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya ibu-ibu yang mempunyai anak balita terkait dengan pentingnya imunisasi lengkap dan diharapkan juga para tokoh masyarakat dapat mendukung kegiatan-kegiatan penyuluhan mengenai kesehatan masyarakat.
PROGRAM KELUARGA SADAR GIZI SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN DI KELURAHAN BALANG TOA KECAMATAN BINAMU Dewi, Chitra; Andi Arnoli; Andi Ayumar; Renaldi M; Fadilah Putriana; Muhammad Syahrir
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i1.423

Abstract

Latar belakang: Seribu hari pertama kehidupan menjadi periode emas untuk pembangunan kecerdasan dan kesehatan anak melalui nutrisi yang diterima. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan stunting melalui penyuluhan 1000 Hari Pertama Kehidupan di Kelurahan Balang Toa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto. Metode: Kegiatan ini menggunakan penyuluhan dengan mtode ceramah yang disertai dengan pre dan post test responden untuk mendapatkan gambaran pengetahuan sebelum dan setelah penyuluhan dilaksanakan. Sasaran dalam penyuluhan ini adalah wanita usia subur, ibu hamil dan ibu yang memiliki anak balita sebanyak 18 orang. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa pada pre test, sebanyak 12 orang (66,7%) yang memiliki pengetahuan kurang tentang 1000 hari pertama kehidupan. Sedangkan, jumlah responden yang memiliki pengetahuan kurang pada saat post test menjadi 1 orang (5,6%). Artinya, terjadi penurunan jumlah responden yang memiliki pengetahuan kurang sebesar 61,1%. Kesimpulan: Masih rendahnya pemahaman responden menjadi tantangan untuk peningkatan pengetahuan masyarakat untuk mendukung peningkatan status gizi dan perbaikan gizi terutama bagi kelompok rentan. Hal ini dikarenakan masih kurangnya pemahaman wanita dalam pemenuhan nutrisi bagi dirinya, baik sebelum masa kehamilan, pada saat hamil akan memberikan dampak bagi peningkatan kejadian stunting, yang akhirnya berdampak panjang bagi tumbuh kembang anak dan masa depan generasi selanjutnya.
EDUKASI TENTANG TEPUNG SELACI PUPUT (6 LANGKAH CUCI TANGAN YANG BENAR) SD INPRES KAMPUNG PARANG DI DESA PA’BENTENGANG KEC.EREMERASA KAB.BANTAENG Ilham Syam; Muhammad Sahlan Zamaa; Renaldi M; Sitti Nurhadijah; Awalia Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.454

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan salah satu cara masyarakat untuk dapat menjaga kualitas kesehatannya. Kebaruan kegiatan pengabdian ini karena memberikan pelajaran tentang pentingnya mencuci tangan pakai sabun (CTPS). Program PHBS ini terdapat beberapa indicator yang dijadikan acuan dalam pelaksanaan PHBS, salah satunya adalah cuci tangan pakai sabun (CTPS). Perilaku CTPS yang baik dapat mencegahan kejadian diare dan ISPA yang rentan dialami oleh anak-anak khususnya usia sekolah. Sehingga petingnya untuk mengajar anak sejak dini mengenai CTPS yang baik dan benar. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk melakukan penyuluhan tentang 6 langkah cuci tangan dan meningkatkan pengetahuan dengan pengisian kuesioer pre-test dan post-test untuk mengetahui pengetahuan anak sekolah dasar dengan dibantu mahasiswa dalam pengisian kuesioner mencuci tangan, kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi dengan metode yang digunakan yaitu penyuluhan, power poin, media poster, kuesioner dan gerakan lagu 6 langkah cuci tangan yang benar lalu mempraktekkan cuci tangan dibantu oleh mahasiswa. Hasil dari ini Sebelum dilakukan penyuluhan pada anak sekolah dasar yang kurang mengetahui cara mencuci tangan yang benar sebanyak 27 siswa (46,7%) sedangkan sesudah dilakukan penyuluhan berkategori baik sebanyak 44 (89,4%) dari 47 responden. Penyuluhan dilakukan pada tanggal 29 mei 2024 di SD Inpres Kampung Parang kelas 4 dan 5.Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan sebanyak 21 (44,7%) tentang 6 langkah cuci tangan yang benar.
GITA CERDIK (GERAKAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN CEGAH DIARE DAN KECACINGAN) Dewi Purnama Windasari; Esse Puji Pawenrusi; Nour Sriyanah; Renaldi M; Athira Nurul Annisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.456

Abstract

Latar Belakang : Cuci tangan pakai sabun adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari-jemari menggunakan air dan sabun oleh manusia untuk menjadi bersih dan memutuskan mata rantai kuman Hal ini dilakukan karena tangan sering kali menjadi agen yang membawa kuman dan menyebabkan patogen berpindah dari satu orang ke orang lain, baik dengan kontak langsung maupun dengan kontak tidak langsung Metode : berdasarkan penyuluhan yang dilakukan dengan pemaparan materi dan pemutaran video edukasi serta dilakukannya demonstrasi cuci tangan pakai sabun pada siswa sekolah kelas 5 dengan jumlah siswa 15 orang. Waktu pelaksanaan pada hari Sabtu 25 Mei 2024 di SDN 74 Bira-Bira. Hasil : Sebelum diberikan edukasi terdapat 10 siswa ( 66,7%) yang memiliki pengetahuan Baik dan terdapat 5 siswa (33,3%) yang memiliki pengetahuan kurang terkait Cuci Tangan Pakai Sabun. Setelah dilakukan edukasi. Terjadi peningkatan pengetahuan dengan kategori Tingkat pengetahuan baik sebanyak 14 siswa (93,3%) dan tingkat pengetahuan kategori kategori kurang sebanyak 1 siswi (6,7%). Dapat disimpulkan adanya peningkatan pengetahuan yang didapatkan oleh anak sekolah SDN 7 Bira-Bira setelah dilakukan Penyuluhan GITA CERDIK ( Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun Cegah Diare dan Kecacingan. Kesimpulan : Pengabdian Masyarakat yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan kegiatan edukasi dengan sampel 15 oorang siswa melalui pemaparan materi, pemutaran video dan demonstrasi cuci tangan pakai sabun ini secara keseluran sangat efektif, sehingga diperoleh peningkatan pengetahuan sesudah dilakukan penyuluhan pada anak sekolah dasar kelas 5 SDN 74 Bira-Bira. Keyboard : Cuci tangan, diare, kecacingan
EFEKTIVITAS EDUKASI DAMPAK PERNIKAHAN USIA DINI DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN REMAJA DI MA ALWAHID BULUKAMASE Basri; Andi Wahyuni; Renaldi M; Sakina Nasya Lestaluhu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.593

Abstract

Latar Belakang: Pernikahan di usia muda merupakan persoalan yang signifikan karena dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan, pendidikan, serta kondisi ekonomi perempuan muda. Minimnya pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dan hak-hak perempuan turut memperburuk situasi tersebut. Tujuan: Mengedukasi masyarakat, terutama para remaja dan orang tua, guna menumbuhkan pemahaman dan kesadaran yang lebih baik mengenai bahaya serta dampak merugikan yang dapat ditimbulkan oleh pernikahan di usia dini. Metode: Penelitian ini menerapkan metode quasi-eksperimen dengan rancangan pre-test dan post- test. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari siswa dan siswi kelas 10 dan 11 di MA Alwahid Bulukamase. Hasil: Minimnya pemahaman remaja mengenai dampak pernikahan usia dini turut menjadi faktor tingginya angka pernikahan dini di Desa Bulukamase. Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan di MA ALWAHID Bulukamase terbukti mampu meningkatkan pengetahuan siswa secara signifikan. Diharapkan, program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan oleh Pemerintah Kabupaten Sinjai Selatan melalui pendekatan pemberdayaan anak dan keluarga. Kesimpulan: Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya remaja dan orang tua, merupakan strategi efektif dalam mencegah terjadinya pernikahan di usia dini. Dengan pemahaman yang lebih menyeluruh terkait berbagai risiko dan dampak negatif pernikahan dini baik dari sisi kesehatan, psikologis, sosial, maupun pendidikan masyarakat cenderung membuat keputusan yang lebih bijak.
PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA DI MA AL-KHAERAT DESA BIJI NANGKA KECAMATAN SINJAI BORONG Fitria Handayani; Nurleli; Renaldi M; Esse Puji Pawenrusi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.597

Abstract

Latar belakang: Remaja putri rentan untuk mengalami anemia karena kebutuhan akan nutrisi terkait dengan percepatan pertumbuhan, kehilangan darah menstruasi, malnutrisi dan asupan zat besi yang buruk. Anemia menurut WHO terjadi pada anak bila kadar Haemoglobin dalam darah kurang dari normal (<12 gr/dl). Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia terutama negara berkembang yang diperkirakan 30% penduduk dunia menderita anemia. Tujuan: dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri mengenai anemia Metode: Dalam penelitian ini, digunakan metode deskriptif kuantitatif dengan seluruh siswi MA Al-Khaerat sebagai populasi. Sampel diambil dengan cara total sampling. Data dikumpulkan menggunakan Kuesioner Pre dan Post test untuk menilai tingkat pengetahuan tentang anemia. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik deskriptif dan disajikan dalam tabel. Hasil: Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan remaja putri setelah menerima intervensi. Pengetahuan Awal yang Rendah Pada tahap pre-test, skor rata-rata pengetahuan remaja putri menunjukkan bahwa pemahaman mereka mengenai anemia masih sangat rendah. Kesimpulan: Investasi dalam program edukasi kesehatan, khususnya mengenai anemia, pada kelompok remaja putri merupakan langkah krusial yang dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesehatan individu dan masyarakat secara keseluruhan.
PENYULUHAN DIABETES DAN PEMERIKSAAN GULA DARAH PADA KOMUNITAS PROLANIS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN Iskandar Zulkarnaen; Andi Sani Silwanah; Renaldi M; Sonya Anggraeni Nompo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.598

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit yang bersifat degenerative dan ditandai dengan tingginya konsetrasi glukosa dalam darah. Tujuan: Untuk menjaga kesehatan, yang meliputi pemeriksaan rutin tingkat gula darah, mendapatkan bimbingan tenanga kesehatan, serta mendorong lansia untuk memanfaatkan layanan Kesehatan dan berpartisipasi dalam program pendampingan untuk mengelola diabetes. Metode: Penyuluhan dilakukan di ruangan pertemuan puskesmas borong kompleks, dengan metode pre-test, post-test dan pemeriksaan gula darah. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan lansia setelah dilakukan penyuluhan diabetes melitus. Kesimpulan: Penyuluhan terbuktif sangat efektif dalam peningkatan pengetahuan lansia terhadap diabetes melitus.