Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Penerapan Metode Permainan Edukatif Dalam Pengembangan Keterampilan Manajerial Anak Usia Dini Di TK Tugu Ibu 1 Depok Widia Astuti; Sabililah; Febrian Ibra Puadi; Hafid Alamsyah; Nasywa Hera Noviyanti; Puspita; Raissa Novi Safitri
Jurnal Lokabmas Kreatif : Loyalitas Kreatifitas Abdi Masyarakat Kreatif Vol. 5 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pengabdian Masyarakat dengan judul “Penerapan Metode Permainan Edukatif Dalam Pengembangan Keterampilan Manajerial Anak Usia Dini” bertujuan untuk meningkatkan minat belajar anak dan kreativitas, membangun rasa percaya diri, keterampilan, kolaborasi dalam kerja sama tim, serta mengenalkan konsep manajerial di lingkungan Taman Kanak – Kanak. Program ini melibatkan anak usia 4 – 6 tahun dan kegiatan yang dilaksanakan seperti kerajinan tangan, bernyanyi, serta permainan edukatif dalam kerjasama tim. Metode permainan edukatif menciptakan lingkungan yang menyenangkan dan menantang, yang membuat anak-anak lebih termotivasi untuk belajar. Melalui pengabdian ini diharapkan dapat mewujudkan lingkungan positif, menambah wawasan dan kualitas pendidikan anak pra sekolah. Kata kunci : Kreativitas, Percaya diri, Kerjasama tim, Konsep manajerial, Kualitas pendidikan
Efektivitas Penggunaan Alat Rumahan Sebagai Sarana Melatih Motorik Pada Anak Di TK Tugu Ibu 1 Depok Anisa Nuraini; Widia Astuti; Jalal Adien Sofyan; Kamil LaiqaPutri; Putri Amelia; Rafa Zahra Atifa; Rizki Ramadhan⁷
Jurnal Lokabmas Kreatif : Loyalitas Kreatifitas Abdi Masyarakat Kreatif Vol. 5 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat yang berjudul "Efektivitas Penggunaan Alat Rumahan Sebagai Sarana Melatih Motorik Halus Pada Anak Di TK Tugu Ibu 1 Depok" bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak prasekolah melalui pemanfaatan alat rumahan. Karena metode pengajaran motorik halus umumnya memerlukan alat-alat khusus yang mungkin tidak selalu tersedia di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, kami mencoba memanfaatkan alat rumahan yang lebih mudah diakses untuk melatih motorik halus anak-anak. Dalam kegiatan ini kami berfokus untuk meningkatkan motorik halus pada anak di TK , yang dimana kegiatannya berupa menggambar menggunakan cotton bud serta memindahkan gelas menggunakan sumpit. Kegiatan ini nantinya akan membantu melatih koordinasi mata dan tangan, memperbaiki grip pensil, memperkuat otot jari dan pergelangan tangan serta mengembangkan keterampilan motorik halus yang diperlukan untuk mengekspresikan ide secara visual. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan membuka jalan bagi perubahan yang berkelanjutan dalam pendidikan anak usia dini. Sebagai mahasiswa yang terlibat dalam inisiatif ini, kami berkomitmen untuk menyumbangkan waktu, energi, dan pengetahuan kami guna mendukung perkembangan anak-anak prasekolah di sekitar kampus. Kata Kunci : Motorik halus anak, Anak usia prasekolah, Koordinasi mata dan tangan
Digital Marketing Upaya Peningkatan Pemasaran Berbasis 4.0 Coklat Factory Dan Honney Bee Thailand Veta Lidya; Widia Astuti; Ratna Sari
Jurnal Lokabmas Kreatif : Loyalitas Kreatifitas Abdi Masyarakat Kreatif Vol. 5 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah “raksasa teknologi digital Asia yang sedang berkembang”, ini terbukti dengan hadirnya startup berstatus Unicorn, Decacorn, dan tidak menutup kemungkinan startup Hectocorn . Jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa adalah pasar yang besar. Pengguna smartphone Indonesia juga bertumbuh dengan pesat. Lembaga riset digital marketing Emarketer menyatakan bahwa pada 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Dengan jumlah sebesar itu, Indonesia akan menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah Cina, India, dan Amerika. Dengan adanya perkembangan digital, terutama di masa Pandemi Covid-19 saat ini, pelaku UMKM diperkirakan meningkat dalam rentang 15%-26% selama beberapa bulan terakhir. Seiring dengan tantangan yang makin berat, peluang di era digital juga semakin terbuka dan mudah bagi kita melihatnya sebagai tantangan atau peluang. Meningkatnya permintaan produk-produk kreatif melalui sektor UMKM, perkembangan gaya hidup digital, sampai bonus demografi tahun 2035 menjadi potensi dalam meningkatkan sektor usaha. Pada awal tahun 2019 dalam pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos- Swiss, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengemukan Visi Jepang mengenai Society 5.0. Istilah Society 5.0 muncul pertama kali di Jepang pada tahun 2016, setelah mendapat persetujuan dari kabinet Jepang. Society 5.0 diawali dengan era perburuan (Society 1.0), pertanian (Society 2.0), industri (Society 3.0), dan teknologi informasi (Society 4.0). Society 5.0 menciptakan masyarakat yang berpusat pada manusia dan berbasis teknologi. Manusia mempunyai peran di era digital. Sehingga dibutuhkan keseimbangan antara pencapaian ekonomi dan penyelesaian masalah sosial. Society 5.0 dimaksudkan untuk mengantisipasi era Industri 4.0, dimana peran masyarakat dirasakan masih kurang. Melalui Society 5.0, kecerdasan buatan yang memperhatikan sisi kemanusiaan akan mentransformasi jutaan data yang dikumpulkan melalui internet pada segala bidang kehidupan. Tentu saja diharapkan, akan menjadi suatu kearifan baru dalam tatanan bermasyarakat. Tidak dapat dipungkiri, transformasi ini akan membantu manusia untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna. Dalam Society 5.0, juga ditekankan perlunya keseimbangan pencapaian ekonomi dengan penyelesaian problem sosial. Sistem yang terhubung di dunia maya merupakan hasil optimal yang telah diperoleh dari adanya Artific
Membangun Pertahanan Keluarga Melalui Ibu-Ibu PKK Widia Astuti; Salma Auliya Putri,; Dheaniera Shabrina; Putri Maulana
Jurnal Lokabmas Kreatif : Loyalitas Kreatifitas Abdi Masyarakat Kreatif Vol. 5 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat memiliki fungsi strategis dalam mengembangkan kualitas sumberdaya manusia. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pemahaman dan peran serta anggota PKK dalam meningkatkanpembangunan masyarakat melalui penyuluhan ketahanan keluarga di Kelurahan Serua Indah Ciputat Kota Tangerang Selatan sebagai peningkatan pemberdayaan keluarga. Manfaat pengabdian ini adalah dimilikinya pemahaman dan peranserta anggota PKK dalam meningkatkan ketahanan keluarga yang dapat ditularkan kepada masyarakat sekitarnya sebagai bentuk turut serta dalam pembangunan bangsa. Metode yang digunakan yaitu dengan pendekatan penyuluhan melalui penyampaian materi, diskusi dan curah pendapat. Selain itu, peserta diajak mengisi survei ketahanan keluarga. Hasil kegiatan pengabdian melalui penyuluhan ini bagi peserta yaitu anggota PKK dapat meningkatkan pemahaman ketahanan keluarga sebagai upaya peningkatan pembangunan masyarakat. Sehingga anggota PKK dapat berpartisipasi dengan mensosialisasikan dimensi, variabel, dan indikator dari ketahanan keluarga kepada warga masyarakat sekitarnya. Selain itu anggota PKK juga berupaya meningkatkan kriteria ketahanan keluarganya masing- masing.
Memperkuat Motivasi Belajar dan Perencanaan Karier di Yayasan Tajaul Karomatu Desa Situ Gadung Kabupaten Tangerang Widia Astuti; Lily Setyawati Kristianti; Subarto Subarto
Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal PKM Manajemen Bisnis
Publisher : Perhimpunan Sarjana Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37481/pkmb.v6i1.1749

Abstract

Motivation and career planning are crucial factors in enhancing students’ academic achievement and preparing them for future career paths. To support both educators and students in these areas, a Community Service Program (PKM) was conducted at Yayasan Tajaul Karomatu, Desa Situ Gadung, Kabupaten Tangerang, on May 29, 2025. The program was implemented by three lecturers and five students from Universitas Pamulang and involved 23 participants, including teachers, educational staff, and students. The PKM activities were carried out through a structured process consisting of preparation, execution, and reporting stages. During the execution phase, participants engaged in material presentations, practical exercises, discussions, and question-and-answer sessions aimed at strengthening learning motivation and career planning skills. The results showed that participants demonstrated significant improvement in understanding the importance of motivation and strategic career planning. Teachers and staff reported an enhanced ability to motivate students and facilitate goal-setting, while students gained clearer insights into their academic and career aspirations. Overall, the PKM positively contributed to fostering a proactive educational environment, encouraging both educators and learners to engage in continuous self-improvement and career development planning. These outcomes underscore the effectiveness of targeted community service interventions in educational institutions.