Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Peran Perguruan Tinggi dalam Peningkatan Status Gizi Balita melalui Pelatihan Pemanfaatan Daun Kelor sebagai Pangan Fungsional Misriyani, Misriyani; Jumardin, Jumardin; Spetriani, Spetriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1133

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia, terutama pada kelompok balita. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung upaya pencegahan stunting melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis edukasi dan pemanfaatan pangan lokal. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam memanfaatkan daun kelor (Moringa oleifera) sebagai pangan fungsional untuk mendukung peningkatan status gizi balita di Desa Walatana. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi edukasi gizi, pelatihan pengolahan daun kelor menjadi bubuk dan produk pangan sederhana, serta pendampingan penerapan dalam konsumsi sehari-hari. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan ibu balita dan kader kesehatan setempat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai manfaat gizi daun kelor, kemampuan mengolah daun kelor secara mandiri, serta peningkatan kesadaran pentingnya pemenuhan gizi balita sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan ini juga memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra masyarakat dalam pengembangan solusi berbasis potensi lokal. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah bahwa pelatihan pemanfaatan daun kelor sebagai pangan fungsional merupakan intervensi edukatif yang efektif dan berkelanjutan dalam mendukung peningkatan status gizi balita dan pencegahan stunting di tingkat desa.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIAWI DAN DAYA SIMPAN PEWARNA BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) PENGARUHNYA TERHADAP ANTIOKSIDAN ANTOSIANIN DENGAN METODE MASERASI Spetriani; Sabariyah, Sitti; Fathurahmi, Siti; Kadir, Syahraeni; Bisinda, Sultan Nasyirah
Jurnal Pengolahan Pangan Vol. 10 No. 1 (2025): Sedang Proses
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/pangan.v10i1.260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi pewarna alami dari daun dan batang bayam merah (Amaranthus tricolor L.) berdasarkan kandungan antosianin dan stabilitasnya selama penyimpanan. Pewarna alami ini diharapkan tidak hanya memberikan warna pada makanan tetapi juga menambah manfaat kesehatan melalui kandungan antioksidannya. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor: jenis jaringan daun dan batang (D dan B) dan waktu penyimpanan. Analisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan rotary vacuum evaporator. Hasil menunjukkan bahwa pewarna dari daun memiliki kandungan antosianin tertinggi (8,46 mg/100g), jauh lebih tinggi dibanding batang (2,49 mg/100g). Stabilitas antosianin pada daun juga lebih baik selama penyimpanan (penurunan 31%) dibandingkan batang (penurunan 72%) setelah dua minggu pada suhu ruang. Penurunan kandungan antosianin dipengaruhi oleh aktivitas enzim polifenol oksidase, paparan cahaya, suhu, dan pH. Struktur daun yang lebih kompleks mendukung stabilitas pewarna alami ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pewarna alami dari daun bayam merah berpotensi digunakan sebagai bahan pewarna pangan yang aman, stabil, dan bermanfaat bagi kesehatan.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pembuatan Nugget Ikan Sebagai Diversifikasi Olahan Ikan untuk Meningkatkan Pendapatan Mitra Sitti Sabariyah; Muh. Jufri; Spetriani Spetriani; Marjun Marjun; Asrawaty Asrawaty
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 7, No 4 (2023): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/pamas.v7i4.2474

Abstract

Salubomba Village, Donggala Regency is a coastal village whose residents are mostly fishermen and farmers. Fish caught by fishermen are still sold in raw form. The training activity aims to train the Salubomba Village community who are members of partner groups to process fish so that it has relatively high economic added value. In addition, encouraging the partner group to start and own a fish nugget business. The implementation method starts from the discussion stage and preparation of training between the team and partner groups. The service was then continued with technical training in the form of fish nugget processing demonstrations and non-technical training in the form of presenting material on product marketing strategies through online media, recording cash bookkeeping and institutional strengthening. The results of the activities assessed have increased the knowledge of partner groups regarding good fish nugget processing. In addition, the partner group also offered to develop the potential of marine fishery products in Salubomba Village. This can be seen from the enthusiasm of the partner groups in participating in all service activities. Post-training assistance is also carried out, especially in relation to business bookkeeping and the process of obtaining product distribution permits or P-IRT. Keywords: community service, processed fish, fish nuggets, salubomba village