Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Cair Zurhaini Zurhaini; Wardatul Jannah; Taufikul Hadi
Indonesian Journal of Engineering (IJE) Vol. 1 No. 1 (2020): Edisi September
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan sampah sayuran rumah tangga menjadi pupuk organik cair di Desa Dasan Baru Dusun Memunggu, Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dengan studi kasus pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair. Jenis data yang diidentifikasi dalam penelitian ini yaitu analisis unsur hara makro (Nitrogen, Posfor dan Kalium) pupuk organik cair dari sampah rumah tangga seperti bayam, kubis dan tomat sebanyak 24 kg dengan jumlah keseluruhan 72 kg, sampah yang sudah terkumpul di cincang terlebih dahulu lalu ditimbang dengan berat masing-masing jenis sampah 2 kg sehingga dalam satu ember komposter 6 kg jenis sampah kemudian ditambahkan dengan bioaktivator effectivate mikroorganisme dengan variasi 100 mL, 200 mL dan 300 mL terdapat juga kontrol dengan pengulangan dua kali, lalu difermentasikan selama 21 hari. Pupuk organik cair yang dihasilkan dengan unsur hara makro Nitrogen, Posfor dan Kalium dengan jumlah rata-rata yaitu Nitrogen dengan perlakuan 100 mL(1,41) 200 mL (1,44) dan 300 mL (1,48), kontrol (1,25), Posfor dengan perlakuan 100 mL(2,39) 200 mL (2,53) dan 300 mL (2,16), kontrol (2,19) dan Kalium dengan perlakuan 100 mL(4,66) 200 mL (4,84) dan 300 mL (4,61), kontrol (4,44). Dari hasil analisis data menggunakan ANOVA diperoleh bahwa unsur hara nitrogen menunjukkan nilai tidak signifikan karena (Fhitung< Ftabel) dengan nilai sebesar 3,873 < 6,59 dari Ftabel pada α=5% sebesar 6,59. Unsur hara Posfor juga menunjukkan nilai tidak signifikan karena (Fhitung< Ftabel) dengan nilai 0,228 < 6,59 Ftabel pada α=5% sebesar 6,59 dan unsur hara Kalium menunjukkan nilai signifikan karena (Fhitung > Ftabel) dengan nilai 7,905 > 6,59. Abstract: This research aims to utilize household vegetable litter into liquid organic fertilizer in Memunggu hamlet, Dasan Baru village, Kediri sub-district, Waste Lombok Regency. The methods of research used is an experimental method with a quantitative approach with a case study of processing household waste into liquid. The type of identified in this study were macro nutrients (Nitrogen, phosphorus and potassium) liquid organic fertilizers from household waste such as cabbage, spinach and tomatoes as much as 24 kg with a total amount of 72 kg, garbage already accumulated in the first chopped and then weighed with the weight of each type of garbage 2 kg so in a bucket composter 6 kg type of garbage then added with Bioaktivator effectivate mikroorganisme with variations of 100 mL, 200 mL and 300Ml There is also a control with repetition twice, and then segment for 21 days. Liquid Organic fertilizer produced with macro nutrients of Nitrogen, Posfor and potassium with an average amount of Nitrogen with the treatment of 100 mL (1.41) 200 mL (1.44) and 300 mL (1.48), control (1.25), Posfor with treatment 100 mL (2.39) 200 mL (2.53) and 300 mL (2.16), control (2.19) and potassium with treatment 100 ml (4.66) 200 mL (4.84) and 300 mL (4.61), Control (4.44). From the results of data analysis using ANOVA obtained that the nitrogen nutrients showed no significant value because (Fcount< Ftable) with a value of 3.873 < 6.59 from Ftabel at α = 5% by 6.59. The nutrients Posfor also shows no significant value due to (Fcount<Ftable) with a value of 0.228 < 6.59 ftable at α = 5% by 6.59 and potassium nutrients show significant value because (Fcount>Ftabel) with a value of 7.905 > 6.59.
Optimasi Konsentrasi Mordan Alami Berupa Kapur Sirih Taufikul Hadi
Indonesian Journal of Engineering (IJE) Vol. 4 No. 1 (2023): Edisi September
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimasi dari jumlah mordan berupa kapur sirih untuk meningkatkan kualitas kain tenun yang ada di desa Pringgasela. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa kondisi optimum jumlah konsentrasi mordan berupa kapur sirih pada pewarnaan benang secara alami dengan daun tarum yang menghasilkan warna lebih tajam dan tahan kelunturan adalah sebesar 4%. Pada kondisi ini jumlah rata-rata zat warna yang teradsorpsi sebesar 0,430 gr dengan jumlah massa rata-rata benang yang berkurang sebesar 0,180 gr. Abstract This study aims to determine the optimization of the amount of mordant in the form of whiting to improve the quality of woven fabrics in Pringgasela village. The results showed that the optimum condition for the amount of mordant concentration in the form of whiting on natural yarn dyeing with tarum leaves which produced a sharper color and friction resistance was 4%. In this condition, the average amount of dye adsorbed is 0,430 gr with the average mass of yarn being reduced by 0,180 gr.
Analisis Timbulan Dan Komposisi Sampah Sekolah Menengah Pertama (SMP) Se Kota Mataram Taufikul Hadi; Irwani Saputra
Indonesian Journal of Engineering (IJE) Vol. 4 No. 2 (2024): Edisi Maret
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Analisis komposisi sampah SMP Kota Mataram dilakukan dengan memilah jenis sampah seperti plastik, kertas, logam, organik, kaca, tekstil, karet, dan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: - Rata-rata timbulan berat sampah adalah 0,05 kg/orang/hari, dengan nilai tertinggi terjadi pada SMPN 24 Mataram, SMPN 18 Mataram, dan SMP Muhammadiyah Mataram. Rata-rata timbulan volume sampah adalah 0,18 liter/orang/hari, dengan nilai tertinggi terjadi pada SMPN 18 Mataram. Komposisi sampah didominasi oleh plastik dengan persentase tertinggi, diikuti oleh sampah organik dan kertas. Faktor-faktor seperti durasi kegiatan, pola konsumsi, dan jumlah pendapatan mempengaruhi timbulan sampah. Pengelolaan sampah dilakukan dengan mengumpulkan, memilah, dan memprosesnya sesuai jenisnya. Sampah plastik yang dihasilkan memiliki potensi untuk didaur ulang menjadi produk seperti pot bunga atau ecobrick. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos, yang bisa digunakan untuk mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir. Sekolah dapat menjadi tempat edukasi bagi siswa dalam pengelolaan sampah, termasuk pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos. Abstract: Analysis of the composition of Mataram City Middle School waste was carried out by sorting the types of waste such as plastic, paper, metal, organic, glass, textiles, rubber, and others. The research results show that: - The average weight of waste generation is 0.05 kg/person/day, with the highest values occurring at SMPN 24 Mataram, SMPN 18 Mataram, and SMP Muhammadiyah Mataram. - The average volume of waste generated is 0.18 liters/person/day, with the highest value occurring at SMPN 18 Mataram. - The composition of waste is dominated by plastic with the highest percentage, followed by organic waste and paper. - Factors such as activity duration, consumption patterns, and income influence waste generation. Waste management is carried out by collecting, sorting and processing it according to its type. The resulting plastic waste has the potential to be recycled into products such as flower pots or ecobricks. Organic waste can be processed into compost, which can be used to reduce the amount of waste thrown into landfills. Schools can be a place of education for students in waste management, including processing organic waste into compost.
Pengaruh Diameter dan Ketebalan Pasir Silika Pada Saringan Pasir Lambat (SPL) Menurunkan Parameter Kekeruhan, TDS, pH, Total Coliform, dan COD Muhammad, Irwandi; Hadi, Taufikul; Azmiyati, Uzlifatul; Jannah, Wardatul
Indonesian Journal of Engineering (IJE) Vol. 5 No. 1 (2024): Edisi September
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/ije.v5i1.964

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh diameter dan ketebalan pasir silika pada saringan pasir lambat (SPL) dalam menurunkan parameter kualitas air seperti kekeruhan, Total Padatan Terlarut (TDS), pH, Chemical Oxygen Demand (COD), dan Total Coliform pada air Sungai Remeneng, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Air sungai yang digunakan sebagai sumber utama kebutuhan sehari-hari penduduk telah tercemar oleh limbah domestik dan pertanian yang menyebabkan kualitas air menurun. Penelitian dilakukan dengan variasi ketebalan pasir (10 cm, 15 cm, 20 cm, dan 25 cm) dan variasi diameter pasir silika (10 Mesh, 20 Mesh, dan 30 Mesh). Hasil penelitian menunjukkan bahwa SPL mampu menurunkan nilai kekeruhan, TDS, pH, COD, dan Total Coliform secara signifikan. Nilai kekeruhan terbaik diperoleh dari ketebalan 25 cm dan diameter 30 Mesh sebesar 19,8 NTU. Sedangkan penurunan COD dari 104 mg/L menjadi 90 mg/L dicapai pada ketebalan 25 cm dan diameter 10 Mesh, meskipun nilai COD tersebut masih melebihi baku mutu 80 mg/L sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021. Parameter Total Coliform juga mengalami penurunan yang cukup signifikan, dengan hasil terbaik pada ketebalan 25 cm dan diameter 10 Mesh sebesar 230 mpn/ml. Kesimpulannya, saringan pasir lambat dengan variasi ketebalan dan diameter pasir silika efektif untuk menurunkan parameter kekeruhan, TDS, pH, dan Total Coliform, namun untuk parameter COD, meskipun terjadi penurunan, namun hasilnya masih belum memenuhi baku mutu.Abstract: This study aims to assess the effect of diameter and thickness of silica sand on slow sand filters (SPL) in reducing water quality parameters, such as turbidity, Total Dissolved Solids (TDS), pH, Chemical Oxygen Demand (COD), and Total Coliform, in Remeneng River water, Narmada District, West Lombok Regency. River water used as the main source of daily needs of the population is polluted by domestic and agricultural waste, which causes water quality to decline. The research was conducted with sand thickness variation (10 cm, 15 cm, 20 cm, and 25 cm) and silica sand diameter variation (10 Mesh, 20 Mesh, and 30 Mesh). The results showed that SPL was able to significantly reduce turbidity, TDS, pH, COD, and Total Coliform values. The best turbidity value was obtained from a thickness of 25 cm and a diameter of 30 Mesh of 19.8 NTU. While the decrease in COD from 104 mg/L to 90 mg/L was achieved at a thickness of 25 cm and a diameter of 10 Mesh, although the COD value still exceeds the quality standard of 80 mg/L in accordance with Government Regulation No. 22 of 2021. The Total Coliform parameter also experienced a significant decrease, with the best results at a thickness of 25 cm and a diameter of 10 Mesh of 230 mpn/ml. In conclusion, slow sand filters with variations in thickness and diameter of silica sand are effective for reducing turbidity, TDS, pH, and Total Coliform parameters, but for COD parameters, although there is a decrease, the results still do not meet the quality standards.
Analisis Risiko Bencana Dan Jalur Evakuasi Desa Mantar Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Sektor Pariwisata Azmiyati, Uzlifatul; Ramdlan, M Said; Rancak, Gendewa Tunas; Jannah, Wardatul; Hadi, Taufikul; Littaqwa, Lalu Auliya Aqraboe; Dirawan, Aria; Hatifah, Fitri Syilvia
Indonesian Journal of Engineering (IJE) Vol. 5 No. 1 (2024): Edisi September
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/ije.v5i1.980

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko bencana di Desa Mantar dan merancang jalur evakuasi yang efektif sebagai upaya mitigasi bencana untuk mendukung keberlanjutan pariwisata. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi lapangan, analisis spasial dengan Sistem Informasi Geografis (SIG), wawancara dengan masyarakat dan perangkat desa, serta studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa area di Desa Mantar memiliki kerentanan tinggi terhadap tanah longsor dan gempabumi. Jalur evakuasi yang dirancang mengarah ke titik kumpul aman. Penelitian ini merekomendasikan penguatan infrastruktur evakuasi, pengembangan sistem peringatan dini berbasis masyarakat, serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam penanggulangan bencana.Abstract: This research aims to analyze the level of disaster risk in Mantar Village and design effective evacuation routes as a disaster mitigation effort to support tourism sustainability. The research methods used include field observations, spatial analysis using Geographic Information Systems (GIS), interviews with the community and village officials, as well as literature studies. The results of this research show that several areas in Mantar Village have a high vulnerability to landslides and earthquakes. The designed evacuation route leads to a safe gathering point. This research recommends strengthening evacuation infrastructure, developing a community-based early warning system, and increasing community capacity in disaster management.
Analisis Timbulan Dan Komposisi Sampah Terhadap Estetika Lingkungan Ari Gunawan; Uzlifatul Azmiyati; Taufikul Hadi; Jannah, Wardatul; Aria Dirawan
Indonesian Journal of Engineering (IJE) Vol. 6 No. 1 (2025): Edisi September
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/ije.v6i1.1535

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah, termasuk tingginya produksi sampah plastik yang mencapai 3,2 juta metrik ton per tahun dan timbulan sampah nasional sebesar 189 ribu ton per hari. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tercatat menghasilkan 400.722,99  ton sampah per tahun, dengan Kabupaten Lombok Barat menyumbang 110.031,59 ton/tahun yang sebagian besar berasal dari rumah tangga. Desa Kebon Ayu, salah satu desa wisata di Kecamatan Gerung, menghadapi tekanan lingkungan akibat meningkatnya timbulan sampah seiring pertumbuhan pariwisata berbasis masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis timbulan dan komposisi sampah serta dampaknya terhadap estetika lingkungan desa. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan pengukuran langsung dan analisis korelasi Spearman’s Rank terhadap pengetahuan, sikap, dan praktik masyarakat. Hasil menunjukkan timbulan sampah rata-rata sebesar 0,166 kg/jiwa/hari dengan dominasi sampah organik (44%) dan plastik (48%). Ketimpangan antar dusun dipengaruhi oleh karakter sosial ekonomi dan pola konsumsi. Korelasi yang sangat kuat antara pengetahuan (r = 0,780), sikap (r = 0,714), dan praktik (r = 0,804) menunjukkan pentingnya edukasi lingkungan. Minimnya infrastruktur pengelolaan sampah dan fasilitas TPA turut memperparah kondisi estetika lingkungan desa. Oleh karena itu, strategi pengurangan timbulan sampah dan edukasi masyarakat menjadi hal krusial dalam menjaga kebersihan, keindahan lingkungan, dan mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan wisata desa.