Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Risiko Bencana Dan Jalur Evakuasi Desa Mantar Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Sektor Pariwisata Azmiyati, Uzlifatul; Ramdlan, M Said; Rancak, Gendewa Tunas; Jannah, Wardatul; Hadi, Taufikul; Littaqwa, Lalu Auliya Aqraboe; Dirawan, Aria; Hatifah, Fitri Syilvia
Indonesian Journal of Engineering (IJE) Vol 5 No 1 (2024): Edisi September
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko bencana di Desa Mantar dan merancang jalur evakuasi yang efektif sebagai upaya mitigasi bencana untuk mendukung keberlanjutan pariwisata. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi lapangan, analisis spasial dengan Sistem Informasi Geografis (SIG), wawancara dengan masyarakat dan perangkat desa, serta studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa area di Desa Mantar memiliki kerentanan tinggi terhadap tanah longsor dan gempabumi. Jalur evakuasi yang dirancang mengarah ke titik kumpul aman. Penelitian ini merekomendasikan penguatan infrastruktur evakuasi, pengembangan sistem peringatan dini berbasis masyarakat, serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam penanggulangan bencana.Abstract: This research aims to analyze the level of disaster risk in Mantar Village and design effective evacuation routes as a disaster mitigation effort to support tourism sustainability. The research methods used include field observations, spatial analysis using Geographic Information Systems (GIS), interviews with the community and village officials, as well as literature studies. The results of this research show that several areas in Mantar Village have a high vulnerability to landslides and earthquakes. The designed evacuation route leads to a safe gathering point. This research recommends strengthening evacuation infrastructure, developing a community-based early warning system, and increasing community capacity in disaster management.
Pemanfaatan Taman Wisata Perairan (TWP) Gita Nada Lombok Barat Sebagai Laboratoroium Ekologi Alami Hardianti, Bq Dina; Listantia, Nora; Rahman, Rahman; Purnawati, Ala; Hidayah, Thauhidayatul; Pomeistya, Meiylinda; Safitri, Temi Ainul; Dirawan, Aria
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui memperoleh hasil penelitian dari judul Pemanfaatan Taman Wisata Perairan (TWP) Gita Nada Lombok Barat Sebagai Laboratoroium Ekologi Alami. Manfaat dari penelitian ini adalah dapat mengimplikasikan hasil penelitian dari judul Pemanfaatan Taman Wisata Perairan (TWP) Gita Nada Lombok Barat Sebagai Laboratoroium Ekologi Alami dalam dunia pendidikan dan sumber pembelajaran laboratorium. Pendekatan pada penelitian ini adalah kombinasi kualitatif dan kuantitatif, untuk menjawab tujuan penelitian pertama dan kedua menggunakan pendekatan kuantitatif dan tujuan penelitian yang ketiga menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian akan dilakukan di Kawasan Konservasi Taman Wisata Perairan (TWP) Gili Tangkong, Gili Nanggu dan Gili Sudak (Gita Nada) yang berlokasi di Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB.  TWP Gita Nada merupakan salah satu dari 9 (sembilan) kawasan konservasi di Provinsi NTB yang telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB. Berdasarkan kajian yang dilaksanakan oleh Pardede et al., (2013), kawasan perairan Lombok Barat memiliki keragaman generasi tertinggi kedua di Pulau Lombok setelah perairan Lombok Timur. Pada kawasan ini ditemukan 15 dari 17 famili karang kerang yang ada di Lombok. Karang keras paling banyak ditemukan merupakan famili Faviidae dan Pectinidae. Total jumlah genera yang ditemukan di Lombok Barat sebanyak 57 genera dari 66 genera yang ada di Pulau Lombok. Lokasi survei dengan jumlah genera terbanyak di Lombok Barat ditemukan di Gili Layar Timur dengan jumlah genera 46
Budidaya Sayuran Organik Dalam Pemanfaatan Pekarangan Masyarakat di Dusun Lantan Duren Jannah, Wardatul; Dirawan, Aria
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v2i2.187

Abstract

Warga desa saat ini dihadapkan dengan permasalahan keterbatasan ketersediaan pangan berupa sayuran higienis dan organik. Masyarakat desa memiliki potensi lahan luas yang dapat digarap dan ditanami aneka jenis sayuran guna memenuhi kebutuhan dasar dalam bentuk sayuran organik dan murah. Sebagai upaya mengatasi kondisi tersebut budidaya sayuran organik di halaman rumah sebagai sebuh solusi mengatasi keterbatasan dan ketersediaan sayuran. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode sosialisasi dan pelatihan bertanam dengan teknik polybag yaitu mencakup persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Hasil yang didapatkan yaitu masyarakat pedesaan terutama ibu-ibu rumah tangga mendapatkan pengalaman dan ilmu tentang teknik budidaya sayuran organik, masyarakat desa memiliki potensi lahan luas yang dapat dimanfaatkan sebagai lahan atau lokasi pertanian organik dengan teknik media tanam polybag atau sejenisnya, dari segi ekonomi masyarakat yang melakukan budidaya sayuran organik dapat menekan biaya pengeluaran untuk kebutuhan pangan sayuran serta dapat melakukan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi sayuran organic dari alam.
Implementasi Ecobrick di Lingkungan Pendidikan Sebagai Sarana Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Rancak, Gendewa Tunas; Dirawan, Aria
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i1.585

Abstract

Sampah yang bersumber dari lingkungan pendidikan harus bisa dimanfaatkan kembali dalam bentuk barang lain seperti kursi atau meja dari plastik. Pemanfaatan penggunaan kembali sampah tersebut akan dilakukan dengan teknik ecobrick. Teknik ecobrick ini merupakan pemadatan sampah plastik yang dimasukkan kedalam plastik dan dapat dimanfaatkan sebagai benda layak guna. Setelah ecobrick selesai dibuat, maka tahapan berikutnya adalah pemanfaatan ecobrick sebagai bahan layak guna lagi, selain memiliki manfaat, sampah tersebut juga tidak menjadi masalah bagi lingkungan. Sampah sebagai material sisa kegiatan manusia tentu memiliki ancaman jika keberadaannya tidak dikelola dengan baik. Sampah yang dihasilkan dari kegiatan pendidikan di lingkungan yayasan pendidikan Tanfaul Anfaniyah yang mendominasi yaitu sampah plastik yang bersumber dari sisa bungkus makanan ringan atau jajanan ringan. Sampah yang dihasilkan tersebut kemudian dibakar dan tidak dikelola dengan baik sehingga sampah tersebut menjadi masalah baru bagi lingkungan. Pengabdian pengelolaan sampah dengan metode ecobrick yang telah dilakukan ini dapat membangun kesadaran siswa siswi di lingkungan yayasan pendidikan Tanfaul Ananiyah sehingga sampah yang dikelola dengan baik memiliki manfaat yang berkelanjutan dan tidak merusak lingkungan. Pose santri sasaran sosialisasi memiliki minat dan keinginan yang kuat untuk mendalami pengelolaan sampah dengan metode ecobrick, hal tersebut terlihat ketika para narasumber memberikan materi pelatihan dan ditindaklanjuti dengan diskusi-diskusi. Hasil olahan pelatihan pembuatan ecobrick ini secara umum memiliki 2 manfaat, yaitu (1). Manfaat bagi lingkungan yaitu sampah anorganik tidak lagi dikelola dan dimusnahkan dengan cara dibakar, melainkan sampah anorganik akan dibuat menjadi ecobrick, (2). Manfaat bagi siswa/yayasan yaitu sisa kegiatan dari aktivitas pembelajaran baik oleh siswa maupun guru berupa sampah organic akan bisa menghasilkan keuntungan jika ecobrick dibuat masal dan dijual belikan.