Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK PIPA KALOR DENGAN FLUIDA KERJA ASETON, FILLING RATIO 60% PADA POSISI HORIZONTAL, KEMIRINGAN 45º DAN VERTIKAL Ferly Septian Iskandar; Rahmat Iman Mainil; Azridjal Aziz
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14, No 1 (2015): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.074 KB) | DOI: 10.31258/jst.v14.n1.p%p

Abstract

Pipa kalor merupakan alat sederhana yang mempunyai konduktifitas termal yang sangat tinggi. Pada jumlah yang besar pipa kalor dapat mentransfer panas secara efisien dalam berbagai macam variasi suhu tanpa memerlukan energi tambahan. Dalam penelitian ini pipa kalor terbuat dari pipa tembaga berukuran 9,525 mm dan panjang 400 mm menggunakan fluida kerja aseton. Screen mesh wick yang digunakan adalah screen 150 mesh. Metode eksperimental dilakukan untuk mendapatkan karakteristik pipa kalor berupa distribusi temperatur, hambatan termal dan koefisien perpindahan panas pipa kalor dengan filling ratio 60 % (dari volume evaporator) pada orientasi yang berbeda. Hambatan termal terendah dan koefisien perpindahan panas tertinggi terjadi pada posisi vertikal sebesar 4.30 °C/Watt dan 195.50 W/m2 °C. Dari ketiga orientasi pipa kalor, posisi vertikal menunjukkan perbedaan temperatur antara evaporator dan kondensor terendah dan tahanan termal terkecil pada semua input panas.
PERANCANGAN KONDENSOR MESIN PENGERING PAKAIAN MENGGUNAKAN AIR CONDITIONER ½ PK SIKLUS UDARA TERTUTUP Deni Kurniawan; Azridjal Aziz; Rahmat Iman Mainil
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 15, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.3 KB) | DOI: 10.31258/jst.v15.n2.p57-62

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang kondensor mesin pengering pakaian menggunakan mesin pendingin udara dengan sistem kompresi uap siklus udara tertutup. Mesin pengering pakaian ini menggunakan Air Conditioner ½ PK. Pada air conditioner ini mempunyai dua fungsi penting yaitu sebagai pendingin dan pemanas, dimana panas yang dihasilkan oleh kondensor dan dimanfaatkan sebagai sumber panas untuk pengeringan. Kondensor beroperasi pada keadaan tekanan dan temperatur yang lebih tinggi, proses perpindahan panas yang terjadi pada kondensor pada prinsipnya sama dengan evaporator. Keduanya melibatkan perubahan fasa refrigerant. Desain dari kondensor dipengaruhi oleh berat jenis refrigeran, jenis refrigeran yang digunakan pada penelitian ini yaitu R-22, temperatur dan massa jenis udara yang masuk ke kondensor. Pada perancangan ini temperatur kondensor yaitu 45˚C dengan beban kondensor 2,3404 kJ/s. Bahan yang digunakan pada perancangan kondensor yaitu pipa tembaga dengan panjang keseluruhan 20 m dan 30 laluan. Maka didapatlah panjang kondensor pada perancangan ini yaitu 0,66 m dengan luas perpindahan panas 0,14 m².
KARAKTERISTIK PIPA KALOR DENGAN FLUIDA KERJA ASETON, FILLING RATIO 80 % PADA BERBAGAI KEMIRINGAN Rahmat Iman Mainil; Ferly Septian Iskandar; Azridjal Aziz
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 18, No 2 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jst.v18.n2.p68-72

Abstract

This paper presents an experimental investigation of thermal characteristics of heat pipe (length of 400 mm and diameter of ¼ ̋) with working fluid aseton. The filling ratio was controlled at 80 %. The effect of heat input and inclination of heat pipe on the thermal characteristics of the heat pipe had been studied with variations of (3-6 W) and (0-90°), respectively. The result showed that the high heat input and inclination resulted to the increase of thermal performance  of heat pipe .
PERANCANGAN EVAPORATOR MESIN PENGERING PAKAIAN MENGGUNAKAN AIR CONDITIONER (AC) ½ PK DENGAN KOMPRESI UAP SISTEM UDARA TERBUKA Adriyus putra; Azridjal Aziz; Rahmat Iman Mainil
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 15, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.941 KB) | DOI: 10.31258/jst.v15.n1.p25-33

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk merancang evaporator mesin pengering pakaian menggunakan mesin pendingin udara dengan sistem kompresi uap siklus terbuka. Mesin pengering pakaian ini mengunakan Air Conditioner ½ PK dengan siklus kompresi uap yang mempunyai efek pendinginan dan efek pemanasan. Efek pendinginan dilayani oleh suatu penukar kalor yang dinamakan evaporator, proses yang terjadi pada evaporator adalah perubahan fasa refrigeran/fluida, dari cairan menjadi uap (penguapan/evaporasi). Desain evaporator dipengaruhi oleh, jenis refrigeran, temperatur evaporasi, temperatur dan laju massa air memasuki evaporator. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah melalui perhitungan termodinamika dan perhitungan pada evaporator. Pada desain ini menggunakan refrigeran 22 dengan temperatur evaporasi 10 °C, kapasitas pendinginan di evaporator 1,818 kW, serta temperatur permukaan evaporator 16 °C. Pipa kapiler untuk evaporator menggunakan pipa tembaga ¼ inci, dari hasil perhitungan evaporator didapat panjang pipa kapiler yang dibutuhkan sepanjang 16,52 meter. Maka panjang pipa kapiler untuk setiap lintasan panjang pipa 0,68 meter dengan 24 lintasan, serta dari luas permukaan perpindahan panas 0,1997 m2.
KARAKTERISTIK MESIN PENGERING PAKAIAN MENGGUNAKAN AC (AIR CONDITIONER) DENGAN SIKLUS KOMPRESI UAP SISTEM UDARA TERBUKA Tio Vani Nesri; Azridjal Aziz; Rahmat Iman Mainil
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 15, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.363 KB) | DOI: 10.31258/jst.v15.n2.p63-68

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah melakukan analisa pada karakteristik pengeringan pada mesin pengering pakaian. Karakteristik pengeringan mencakupi nilai laju ekstraksi air spesifik (SMER) dan nilai konsumsi energi spesifik (SEC). Mesin pengering menggunakan sistem pengkondisian udara. Komponen yang dimanfaatkan dari sistem pengkondisian udara tersebut adalah kondensor. Temperatur dari kondensor masih relatif tinggi sehingga bisa dimanfaatkan sebagai sumber panas untuk pengeringan pakaian. Penelitian menggunakan 2 metode pengujian. Pengujian tanpa pemanasan awal dan pengujian dengan pemanasan awal selama 30 menit pada mesin pengering. Dari pengujian didapatkan nilai SMER 3,420 kg/kWh – 4,120 kg/kWh dan nilai SEC 0,242 kWh/kg untuk pengujian tanpa pemanasan awal. Sedangkan untuk pengujian dengan pemanasan awal selama 30 menit didapat nilai SMER 3,689 kg/kWh – 4,282 kg/kWh dan nilai SEC 0,233kWh/kg-0,271 kWh/kg
PENGUJIAN PENGERING TENAGA SURYA TIPE PEMANASAN LANGSUNG DENGAN UNTUK PENGERINGAN PISANG PADA KONDISI BERBEDA Azridjal Aziz; Ahmad Surya; Rahmat Iman Mainil
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 18, No 2 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.387 KB) | DOI: 10.31258/jst.v18.n2.p82-90

Abstract

Alat pengering tenaga surya tipe pemanasan langsung telah diuji untuk pengeringan pisang pada kondisi berbeda. Alat pengering yang diuji merupakan alat pengering hibrida yang bias digunakan dengan sumber energy lain, selain menggunakan energy surya sebagai sumber energi utama pada siang hari, sedangkan gas LPG digunakan pada pengeringan di malam hari. Hasil penelitian menunjukkan temperatur tertinggi, penurunan kadar air tertinggi pada pengujian dengan LPG diperoleh pada rak 6, sedangkan terendah diperoleh pada rak 1, karena sumber kalor berada di bawah rak 6, hal sebaliknya terjadi pada pengeringan menggunakan energy surya, karena sumber kalor berasal dari bagian atas atau pada rak 1. Pada pengujian dengan LPG, temperatur tertinggi yang dapat dicapai yaitu 84,7 °C yaitu pada rak 6, sedangkan temperatur terendah 52,3 °C pada rak 1, sebaliknya temperatur pisang dengan menggunakan tenaga surya temperatur tertinggi pada rak 1 pada jam 11.00 WIB sebesar 62,9 °C dan paling rendah pada rak 1 pada jam 17.00 WIB sebesar 37,1 °C. Kebutuhan energi total pengeringan pada pengujian menggunakan gas LPG sebesar 4681,92 kJ sedangkan kebutuhan energi total pengeringan pada pengujian menggunakan tenaga surya sebesar 3176,24 kJ. Pengeringan menggunakan energi surya lebih ekonomis dibanding menggunakan gas LPG, namun waktu pengeringan lebih lama dibanding LPG. Pengeringan menggunakan alat pengering kualitasnya lebih baik dan higienis dibanding penjemuran langsung.
KARAKTERISTIK PENGUJIAN PADA MESIN PENGERING PAKAIAN MENGGUNAKAN AIR CONDITIONER (AC) ½ PK DENGAN SIKLUS UDARA TERTUTUP Gordon HTTM; Azridjal Aziz; Rahmat Iman Mainil
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 16, No 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.496 KB) | DOI: 10.31258/jst.v16.n1.p24-30

Abstract

Analisa ini bertujuan untuk mengatasi masalah yang dihadapi sektor rumah tangga dan usaha bisnis laundry pada penyediaan mesin untuk pencuci dan pengering yang dapat bekerja cepat. Oleh sebab itu tujuan dari penelitian tentang mesin pengering pakaian ini yaitu mengetahui waktu pengeringan pakaian untuk berbagai jumlah variasi pakaian yang dikeringkan dengan jenis pakaian yang sama. Analisa perhitungan konsumsi dan biaya energi untuk mesin pengering pakaian menggunakan AC ½ PK dengan siklus udara tertutup didasarkan pada hasil perhitungan teoritis. Manfaat penelitian ini adalah Sebagai pengembangan dalam bidang penghematan energi dari teknologi refrigerasi dan pengkondisian udara. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan melalui perhitungan termodinamika dengan refrigerant yang dipakai R22. Kesimpulan dari analisa ini diperoleh dari nilai laju pengeringan pada mesin pengering pakaian dengan waktu yang bervariasi yaitu 29 menit - 126 menit, SMER 6,90 kg/kWh – 0,07 kg/kWh, SEC 0,15 kWh/kg – 14,13 kWh/kg, dengan laju pengeringan 22,50 gram/ menit - 34,75 gram/menit.
PENGARUH VARIASI ARAH PUTARAN FAN TERHADAP PENDINGINAN PADA PENDINGIN MINUMAN PORTABLE MENGGUNAKAN TERMOELEKTRIK KAPASITAS 4,7 LITER Rahmat Iman Mainil; Syafri '; Azridjal Aziz; Renhard Niptro Gultom; Afdhal Kurniawan Mainil
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14, No 2 (2015): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.734 KB) | DOI: 10.31258/jst.v14.n2.p%p

Abstract

Pendingin minuman portable dengan kapasitas 4,7 liter menggunakan modul termoelektrik (TEC) digunakan untuk mengetahui laju pendinginan minuman portable.Penelitian dilakukan dengan memvariasikan jumlah elemen peltier yang aktif dan membandingkannya terhadap variasi arah putaran fan serta beban pendinginan. Setiap pengujian dilakukan hingga temperatur pendingin minuman protable mencapai temperatur terendah. Dengan menggunakan arah putaran fan dorong, data memperlihatkan bahwa dengan menggunakan tiga modul TEC temperatur ruangan pendingin yang dapat dicapai 14,6 0C dalam 95 menit (tanpa beban pendingin) dan 25,5 0C dalam 40 menit (beban pendingin maksimum, 6 buah minuman kaleng). Sedangkan dengan menggunakan tiga buah modul TEC dengan arah putaran fan tarik temperatur ruangan pendingin terendah 17,4 0C dalam 55 menit (tanpa beban pendingin), dan 25,6 0C dalam 35 menit (beban pendingin maksimum, 6 minuman kaleng).
PENGARUH LAJU ALIRAN AIR PENDINGIN TERHADAP KINERJA PEMBANGKIT LISTRIK BERBASIS THERMOELECTRIC GENERATOR (TEG) Rahmat Iman Mainil; Gontor Andrapica; Azridjal Aziz
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 19, No 1 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.613 KB) | DOI: 10.31258/jst.v19.n1.p36-41

Abstract

ABSTRAK Besarnya energi yang terbuang pada kendaraan menyebabkan para peneliti berupaya untuk memanfaatkan energi berupa panas buang kendaraan sebagi sumber energi listrik. Termoelektrik generator merupakan sebuah perangkat yang bekerja memanfaatkan efek seebeck sehingga dapat mengubah panas menjadi energi listrik. Dalam penelitian kali ini panas dirubah menjadi listrik menggunakan termoelektrik jenis TEG SP 1848 dan TEC 12706. Variasi laju aliran air pendinging 1,7 L/min dan 3,5 L/min digunakan untuk mengetahui efek laju aliran air pendingin terhadap kinerja Thermoelectric Generator. Jumlah modul termoelektrik juga divariasikan dari 1-4 buah. Temperatur panas input diperoleh dari sebuah heater listrik yang diberi tegangan 80 volt menggunakan sebuah slide regulator. Hasilnya didapatkan bahwa laju aliran air 3.5 L/min dapat menghasilkan daya listrik hingga 1.03 W pada penggunaan 4 buah modul TEG SP 1848.  Kata kunci : efek seebeck, termoelektrik generator,   ABSTRACKThe amount of energy wasted on the vehicle caused the researchers trying to utilize energy in the form of exhaust heat as a source of electrical energy. Thermoelectric generator is a device that works by utilizing the Seebeck effect so that it could convert heat into electrical energy. In this research, heat was converted into electricity using thermoelectric generator (TEG SP 1848 and TEC 12706). Variations of cooling water flow rate of 1.7 L / min and 3.5 L / min were employed to determine the effect of cooling water flow rate on the performance of the Thermoelectric Generator. The number of thermoelectric modules was varied from 1-4. The heat input temperature was obtained from an electric heater with a setting voltage of 80 volts by slide regulator. The results showed that the water flow rate of 3.5 L / min could produce up to 1.03 W of electric power when using 4 SP 1848 TEG modules. Keywords : seebeck effect, thermoelectric generator
KAJI EKSPERIMENTAL PEMBANGKIT LISTRIK BERBASIS THERMOELECTRIC GENERATOR (TEG) DENGAN PENDINGINAN MENGGUNAKAN UDARA Hasra Rafika; Rahmat Iman Mainil; Azridjal Aziz
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 15, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.121 KB) | DOI: 10.31258/jst.v15.n1.p7-11

Abstract

Termoelektrik adalah suatu perangkat yang dapat mengubah energi kalor (perbedaan temperatur) menjadi energi listrik. Pembangkit daya termoelektrik (Thermoelectric Generator / TEG) digunakan untuk menghasilkan energi listrik. Ketika perbedaan temperatur terjadi antara dua material semi konduktor yang berbeda, maka elemen termoelektrik ini akan mengalirkan arus sehingga menghasilkan perbedaan tegangan. Prinsip ini dikenal dengan nama ‘efek Seebeck’ yang merupakan fenomena kebalikan dari efek peltier TEC (Thermoelectric Cooling). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi energi listrik yang bersumber dari elemen termoelektrik sebanyak empat buah dengan tipe TEC 12706 dan tipe TEG SP 1848. Sumber panas disimulasikan dengan menggunakan heater tegangan 60 volt, sedangkan sisi pendinginan menggunakan fan kecepatan 3,5 m/s. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Thermoelectric tipe TEG SP 1848 menghasilkan daya maksimum 0,055 W, arus 0,279 A, sedangkan tipe TEC 12706 menghasilkan daya maksimum 0,109 W arus 0,147 A, dengan perbedaan temperatur rata-rata 14,87 ºC. Kinerja elemen termoelektrik TEG tipe SP 1848 lebih besar potensi listrik yang dihasilkan dibandingkan TEC 12706.
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Abdurrahaman, Ridwan Adha, Aidil Adi Hans Purba Adriyus putra Afdhal Kurniawan Afdhal Kurniawan Mainil Agus, Rio Masri Ahmad Surya Ahmad Wisnu Sulaiman Amun Amri Arya Bhima Satria Aulian Samri Awaludin Martin Boby Hary Hartanto, Boby Hary Bungsu Herwanto Dalil, Mohammad Dani Ikhsan Putra Dani Ikhsan Saputra Delpanro Sitanggang Deni Kurniawan Desi Heltina Dicky Ikhwandi Efendi, Mas Eigko Malau Eko Saputra Evi Nadhifah Faisal Afif Faisal Tanjung Farida Isroani Ferly Septian Iskandar Gihon Matondang Ginting, Hardianto Giri Saputra Gontor Andrapica Gordon HTTM Hasra Rafika Hendra Abdul Aziz Hendrik Syahputra Hendro Ekwarso Herisiswanto ' Herisiswanto Herisiswanto Herisiswanto, Herisiswanto Ida Ayu Putu Sri Widnyani Irwandi Hidayat Iwan Kurniawan Izzuddin Ali Raja Siregar, Izzuddin Ali Raja Izzudin Ali Raja Siregar Jenvrizen, David Jhoni Oberton Kharisma, Oktaf Brillian KHOIRUL ANAM Krisna Bayu Saputra Kusuma, Andi Arief Listiono, Hendra luthfi afiif yazu M Akmal Mainil, Rahmat Imam Muftil Badri Muh Wira Tri Kusuma, Muh Wira Tri Muhammad Faizal Syukrillah Muhammad Faizal Syukrillah, Muhammad Faizal Muhammad Rif’at Syahnan Nofriadi Nofriadi Nugrah Suryanto Nurman Saputra Nurul Deswita P. Eko Prasetyo Prengki Saputra S Purba, Adi Hans Rahman Asfaranda Rahman Putra Mainil Rahmat Iman Mainil Renaldi Khaesar Kumara Renhard Niptro G, Renhard Niptro Renhard Niptro Gultom Reni Yenti, Silvia Ruben Siregar Sarwo Fikri Sarwo Fikri Sayfri Syafri Silvia Reni Yenti Suprayitno Suprayitno Surya, Ahmad Syafri ' Syamsu Herman Teguh Irawan Thalal, Thalal Tio Vani Nesri Utari Prayetno Wandi Wahyudi Willy Setiawan Yandra, Vicky