Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PERBEDAAN KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK, KOMPOSISI PROKSIMAT, KADAR KALIUM DAN MAGNESIUM PADA SMOOTHIE MENTIMUN (Cucumis sativus Linn.) DENGAN USIA PANEN YANG BERBEDA Wani Asri Syawitri; Al Mukhlas Fikri; Eka Andriani
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/d53bes54

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit paling umum yang banyak disandang oleh masyarakat. Mentimun menjadi  salah satu pangan yang dapat digunakan sebagai alternatif penanganan hipertensi karena memiliki banyak kandungan gizi  dan manfaat di dalamnya. Masyarakat biasanya mengonsumsi mentimun dengan usia panen 30-35 hari setelah tanam (hst). Namun, mentimun usia tua (40-50 hst) memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui  pengaruh usia panen mentimun terhadap sifat organoleptik dan kandungan gizi smoothie mentimun. Penelitian ini  merupakan true experimental design dengan metode rancangan acak lengkap dengan penggunaan mentimun usia 35 dan  50 hst dalam smoothie mentimun. Hasil penelitian menunjukkan usia panen berpengaruh terhadap mutu hedonik parameter  warna, aroma, rasa, dan kekentalan. Namun usia panen hanya berpengaruh pada hedonik parameter warna smoothie  mentimun. Analisis zat gizi menunjukkan bahwa usia panen yang digunakan tidak mempengaruhi kandungan gizi smoothie  mentimun karena nilai gizi kedua smoothie mentimun relatif sama. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa tidak  ada perbedaan antara smoothie mentimun dengan usia 35 dan 50 hst terhadap sifat organoleptik, kandungan proksimat,  kadar kalium dan magnesium. Smoothie mentimun dapat dijadikan sebagai alternatif pangan pengendalian hipertensi.
CETING DE GONG” UPAYA PENURUNAN STUNTING DI KABUPATEN KARAWANG 2024 Milliyantri Elvandari; Al Muklas Fikri; Linda Riski Sefrina; Ratih Kurniasari; Fathma Syahbanu; Rini Harianti; Eka Andriani; Dwikani Oklita Anggiruling; Rika Yayu Agustini; Muhammad Akhdiyatul Aein
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.36283

Abstract

Kabupaten Karawang memiliki prevalensi stunting 17,4% dan diperlukan perhatian dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan stakeholder. Stunting tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan fisik, tetapi dampaknya pada pertumbuhan otak lebih berbahaya. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Singaperbangsa Karawang melakukan pengabdian masyarakat untuk membantu masyarakat dalam upaya penuruan dan percepatan stunting di Kabupaten Karawang. Kegiatan dilakukan di salah satu desa terpilih yang termasak ke dalam lokus stunting, dengan program “Ceting De Gong” dilaksanalan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Kader/ TPK diberikan pelatihan pembuatan tanaman dengan metode veltikulture, pelatihan pembuatan MPASI/PMT dengan pangan lokal, Edukasi Peningkatan Kepercayaan Diri Kader/TPK, Pelatihan Antropometri, Edukasi Pencegahan dan Penanganan Stunting, Edukasi pembuatan Nomor Izin Berusaha (NIB) dan sertifikat Halal. Secara keseluruhan kegiatan “Ceting De Gong” dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan Kader/TKP dan masyarakat khususnya Desa Kondangjaya.
Pengaruh Penyuluhan Gizi Terkait Stunting (PENTING) Terhadap Pengetahuan Warga Desa Pagadungan Karawang Geraldhy Radhitya; Eka Andriani; Milliyantri Elvandari
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2025): September 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i5.811

Abstract

Stunting masih suatu permasalahan di Indonesia saat ini. Stunting pada balita merupakan kondisi gizi yang ditentukan berdasarkan indeks Panjang Badan menurut Umur (PB/U) atau Tinggi Badan menurut Umur (TB/U).  Menurut standar antropometri untuk penilaian status gizi anak, kondisi ini dikategorikan sebagai pendek (stunted) apabila nilai Z-score berada di bawah -2 standar deviasi (SD) hingga -3 SD, dan termasuk sangat pendek (severely stunted) jika Z-score kurang dari -3 SD. Tujuan penyuluhan agar warga Desa Pagadungan Karawang dapat mengetahui pengetahuan yang benar terkait stunting. Metode pengabdian yang dilaksanakan yaitu penyuluhan dengan ceramah dengan media bantuan powerpoint. Hasil penelitian dilakukan dengan uji statistik Wilcoxon, nilai signifikansi diperoleh bernilai 0,002 yang berarti lebih rendah dibanding p value = <0,05 yang berarti H1 diterima, yang berarti adanya pengaruh antara sebelum dan sesudah penyuluhan dilaksanakan. Hal ini berarti “Terdapat pengaruh Penyuluhan Gizi Terkait Stunting (PENTING) terhadap Pengetahuan Warga Desa Pagadungan Karawang”.
Gembos (Gerakan Mencegah Obesitas Sentral) Komunitas Posbindu Teluk Jambe Kabupaten Karawang Milliyantri Elvandari; Eka Andriani; Irma Hamdayani Pasaribu; Dwikani Oklita; Fitriyah Nafsiyah Muthmainah; Nurnashriana J; Muhammad Akhdiyatul Aein
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.969

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) GEMBOS (Gerakan Mencegah Obesitas Sentral) bertujuan meningkatkan pengetahuan pencegahan obesitas sentral dan meningkatkan keterampilan pengaturan pola makan pada obesitas sentral sesuai dengan usia komunitas posbindu Puskesmas Teluk Jambe. Kegiatan dilaksanakan di Posbindu Teluk Jambe dengan metode edukasi, diskusi, dan praktik. Peserta terdiri dari gabungan 5 posbindu di Kecamatan Telukjambe (pra-lansia dan lansia) berjumlah 40 orang. Kegiatan mencakup sesi edukasi pencegahan dan penanganan obesitas sentral, serta pelatihan keterampilan pengaturan pola makan sehat. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota posbindu Kecamatan Telukjambe. Kegiatan PKM ini berhasil dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam pencegahan dan penanganan obesitas sentral yang umumnya dialami oleh pra-lansia dan lansia, sehingga mendukung terciptanya hidup sehat di usia senja.
Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial dan Body Image dengan Gangguan Makan Siswa SMAN 5 Jakarta: Correlation between Intensity of Social Media Use and Body Image with Eating Disorders in Students of SMAN 5 Jakarta Bunga Sovani Firdawiyanti; Eka Andriani; Sabrina
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 9 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i9.3628

Abstract

Latar belakang: Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Intensitas Pengguna media sosial tertinggi berada pada kelompok usia 13-18 tahun (remaja). media sosial dapat mempengaruhi terciptanya citra tubuh yang ideal dan penampilan yang menarik melalui foto atau gambar yang diunggah sehingga menyebabkan remaja yang menggunakan media sosial dan melihat unggahan tersebut merasa rendah diri dan menginginkan tubuh serupa yang berdampak pada gangguan makan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial dan body image dengan gangguan makan siswa SMAN 5 Jakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain cross sectional. 282 responden penelitian adalah siswa-siswi SMAN 5 Jakarta yang mengisi kuesioner penelitian. Penelitian dilakukan pada Januari – Februari 2023. Analisis dilakukan menggunakan uji gamma untuk menguji hubungan signifikan antara variabel intensitas penggunaan media sosial dan body image dengan gangguan makan siswa SMAN 5 Jakarta.. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dan body image dengan gangguan makan. Hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan gangguan makan memperoleh (p-value 0.000), dan hubungan antara body image dengan gangguan makan memperoleh (p-value 0.000). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dan body image dengan gangguan makan siswa SMAN 5 Jakarta.