Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

The Response Of Program Keluarga Harapan Toward Elderly Welfare During Pandemic COVID-19 In Indonesia Pristhalia Vernanda Gunawan; Binahayati Rusyidi; Sri Sulastri
Aliansi Special Issue September 2022 : Aliansi : Jurnal Politik, Keamanan Dan Hubungan Internasional
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/aliansi.v0i0.43097

Abstract

Studi literatur ini menilai respon Program Keluarga Harapan (PKH) selama pandemi Covid-19 untuk mengamankan kehidupan lansia miskin di Indonesia. PKH adalah program inti nasional yang diluncurkan pada tahun 2007 untuk mengentaskan kemiskinan di antara rumah tangga sangat miskin dengan ibu hamil atau menyusui atau anak di bawah 18 tahun melalui transfer bersyarat. Kemudian, program ini diperluas untuk menargetkan lansia miskin yang mengalami beberapa tingkat kecacatan. Penelusuran dan analisis literatur dipandu menggunakan software VOSviewer. Termasuk dalam penelitian ini adalah literatur yang relevan di jurnal bereputasi nasional dan internasional. Studi ini menemukan bahwa dibandingkan dengan situasi pandemi sebelumnya, PKH telah meningkatkan jenis layanan dan metode penyampaiannya untuk merespons pandemi. Program ini beragam layanannya dari transfer tunai hanya untuk memasukkan uang tunai gabungan dan layanan dalam bentuk pasokan makanan. Program ini juga menambahkan bentuk lain dari bantuan tunai untuk membantu rumah tangga lanjut usia mengatasi tekanan keuangan yang meningkat. Penyaluran bantuan tunai lebih tepat waktu dibandingkan sebelum pandemi. Perubahan ini telah diapresiasi oleh penerima manfaat sehingga mereka dapat bertahan dalam waktu yang mendesak.
DILEMA ETIKA DALAM PRAKTIK ORGANISASI PELAYANAN MANUSIA NONPROFIT Aulia Rahmawati; Sri Sulastri
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 3, No 3 (2022): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v3i3.40608

Abstract

 Organisasi pelayanan manusia memiliki peran yang penting dalam membantu berbagai pihak menyelesaikan masalah-masalah sosial yang ada di masyarakat. Walaupun sangat bermanfaat, bukan berarti organisasi pelayanan manusia tidak memiliki masalah. Setiap organisasi pasti memiliki permasalah tersendiri, termasuk organisasi pelayanan manusia nonprofit. Tidak jarang masalah yang muncul menjadi dilema bagi keberlanjutan organisasi. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis dilema etika yang dihadapi oleh organisasi pelayanan manusia nonprofit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dengan mengumpulkan sumber-sumber tertulis melalui media google scholar. Hasilnya, terdapat beberapa dilema yang dihadapi, yaitu dilema dalam hal finansial, pekerja dan sukarelawan, konflik kepentingan, dan regulasi dan manajemen. 
PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL UNTUK MENUNJANG PELAKSANAAN TUGAS KADER POSYANDU ((Kasus di Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung) Sri Sulastri; Meilanny Budiarti Santoso; Arie Surya Gutama
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 6 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i6.2142-2151

Abstract

Media digital, seperti halaman web dan media sosial banyak digunakan untuk berbagi informasi, termasuk informasi kesehatan. Informasi dari sumber terpercaya dapat mengedukasi penggunanya. Kader kesehatan yang mengelola Pos Pelayanan Terpadu dapat memanfaatkan informasi di media digital untuk kebutuhan informasi bagi dirinya dan kelompok sasaran pelayanannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan media digital kepada Kader Kesehatan melalui metode pendidikan masyarakat. Hasil dari kegiatan ini sedikitnya 20 peserta terpapar informasi tentang manfaat media digital, dan dua peserta terampil mengakses informasi di media sosial dan berbagi informasi melalui media percakapan. Beberapa kader lainnya sudah mulai membentuk grup WhatsApp dengan anggota kelompok sasarannya dan berbagi informasi tentang imunisasi. Terbentuknya grup WhatsApp mendapat respon positif dari para anggotanya. Kader yang terampil dalam mengakses informasi di media digital dapat berperan sebagai pencari informasi yang dibutuhkan oleh seluruh kader kesehatan, dan kader lainnya dapat meminta informasi yang mereka butuhkan.
SOSIALISASI PENTINGNYA PENCATATAN DATA MIKRO ORANG DENGAN MASALAH KEJIWAAN DAN GANGGUAN JIWA Sri Sulastri; Muhammad Budi Taftazani; Arie Surya Gutama; Lenny Meilany
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3080-3091

Abstract

Orang dengan Masalah Kejiwaan dan Orang dengan Gangguan Jiwa adalah dua kategori masalah kesehatan mental. Di Indonesia jumlahnya terus meningkat. Keduanya membutuhkan layanan yang berbeda sesuai dengan kebutuhannya. Gangguan jiwa bukanlah penyebab kematian, tetapi penderitanya akan hidup dalam kondisi disabilitas dalam waktu yang relatif lama. Pada tahun 2018, hanya 38,14% yang berobat, ini menunjukkan bahwa akses terhadap pelayanan kesehatan jiwa masih rendah, dan upaya penjangkauan sangat diperlukan. Orang dengan masalah kejiwaan memiliki berbagai faktor risiko yang memungkinkan mereka menjadi orang dengan gangguan jiwa. Data micro mereka sangat diperlukan untuk menjangkau keduanya. Penyediaan data mikro dapat melibatkan lingkungan sosial terdekat, seperti tetangga dan komponen masyarakat lainnya. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat desa atau kelurahan bahwa data mikro penting untuk membantu orang dengan masalah kejiwaan dan dan orang dengan gangguan jiwa mengakses layanan. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk webinar yang dihadiri oleh perwakilan masyarakat desa atau kelurahan. Tiga diantaranya telah melakukan pencatatan data mikro, dalam kegiatan ini mereka berbagi pengalaman. Hasil dari kegiatan ini, sedikitnya 14 orang perwakilannya menyadari pentingnya data mikro bagi penderita gangguan jiwa.