Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penerapan Pertanian Organik dengan POC Urin Kelinci dan Pupuk Organik Limbah Ternak Yugi R Ahadiyat; Sapto Nugroho Hadi; Ida Widiyawati
Darma Sabha Cendekia Vol 3 No 1 (2021): Darma Sabha Cendekia - April 2021
Publisher : Pasca Sarjana | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.444 KB) | DOI: 10.20884/1.dsc.2021.3.1.4207

Abstract

Pengembangan pertanian organik sudah mulai berkembang di berbagai wilayah di Indonesia. Namun demikian, penerapan di lapangan masih banyak mendapatkan kendala. Kendala utamanya adalah keyakinan petani akan keberhasilan dari pertanian organik dibandingkan dengan pertanian konvensional. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mendekatkan kelompok tani bisa menerapkan sistem pertanian organik dengan model yang beragam. Metode yang diterapkan antara lain dengan penyuluhan, demplot dan pendampingan dengan melibatkan petani dari wilayah Desa Piasa Kulon. Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa petani berhasil menerapkan sistem pertanian organik dengan metode yang beragam melalui pemanfaatan limbah ternak dengan hasil yang optimal yaitu rata-rata 4,90 t/ha bahkan mampu menghasilkan produksi lebih dari 7 t/ha dengan menerapkan aplikasi POC (pupuk organik cair) urin kelinci dan pupuk dari kotoran kelinci.
APLIKASI TEKNOLOGI PERTANIAN PADI TRANSISI ORGANIK DAN KONVENSIONAL DI LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DESA PURWOJATI KABUPATEN BANYUMAS JAWA TENGAH Sapto Nugroho Hadi; Ida Widiyawati; Wilis Cahyani
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i1.23070

Abstract

Farmers in Purwojati Village, Purwojati District, Banyumas Regency, Central Java Province, got the facts that rice cultivation soil was hard, sharp, and difficult to cultivate. This is presumably due to the physical, chemical, and biological properties of the soil that are damaged by the conventional rice farming system that uses synthetic fertilizers and pesticides unwisely. This Community Service Activity (PKM) aims to introduce an organic rice farming system based on animal manure to improve the physical, chemical, and biological properties of the soil. The methods applied, namely demonstration plots for organic transition rice farming of 3500 m2, training on making solid organic fertilizer based on animal manure, training on making biopesticides based on local materials, and counseling on the importance of organic farming for improving the quality of paddy fields. The results of the activity showed that the organic rice demonstration plot yielded a harvest of 1528 kg of Harvested Dry Grain or 1223 kg of Milled Dry Unhulled Grain (GKG). This figure is lower than the conventional (control) rice yields which reached 2000 kg GKP or 1400 kg GKG. The results of the evaluation of activities through questions and answers and questionnaires showed that the knowledge and motivation of farmers about organic rice cultivation, organic fertilizer and biopesticide production increased compared to before the activity. Farmers are also increasingly aware of the importance of organic farming in improving the quality of agricultural land.  ---  Petani di Desa Purwojati Kecamatan Purwojati Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah mendapatkan fakta tanah budidaya padi yang kurang sumber, bertekstur keras, tajam, dan mulai sulit diolah. Hal ini diduga karena sifat fisik, kimia, dan biologi tanah yang rusak akibat sistem pertanian padi konvensional yang menggunakan pupuk dan pestisida sintetik secara tidak bijak. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan mengenalkan sistem pertanian padi organik berbasis pupuk kotoran hewan guna memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Metode yang diterapkan, yaitu demplot pertanian padi transisi organik 3500 m2, pelatihan pembuatan pupuk organik padat berbasis kotoran hewan, pelatihan pembuatan biopestisida berbasis bahan lokal, dan penyuluhan pentingnya pertanian organik bagi perbaikan kualitas lahan sawah. Kegiatan menunjukkan demplot padi transisi organik menghasilkan panen 1528 kg Gabah Kering Panen atau 1223 kg Gabah Kering Giling (GKG). Angka ini lebih rendah dari hasil panen padi konvensional (kontrol) yang mencapai 2000 kg GKP atau 1400 kg GKG. Hasil evaluasi kegiatan melalui tanya jawab dan kuisener menunjukkan pengetahuan dan ketertarikan petani tentang budidaya padi organik, pembuatan pupuk organik dan biopestisida meningkat dibandingkan sebelum kegiatan. Petani juga semakin mengetahui pentingnya peran pertanian organik untuk perbaikan kualitas lahan pertanian.
Variety of Rice Paddy Growth Characters in Various Regions in Banyumas Risqa Naila Khusna Syarifah; Agus Suroto; Dina Istiqomah; Ida Widiyawati
Nusantara Science and Technology Proceedings Sains dan Teknologi Pertanian Modern
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2021.1502

Abstract

This study aims to determine the distribution of rice plant growth characters in various areas in Banyumas Regency. The research took place from February to August 2021 in all sub-districts of Banyumas Regency. The design used was a completely randomized design (CRD) with 5 replications. The factor tested is the difference in location in the sub-district in Banyumas Regency. The variables observed included the character of rice plant growth (plant height, number of tillers, leaf length and leaf width. The results showed that plant height, number of tillers, leaf length and width showed significantly different results between locations (districts) in Banyumas Regency. Height The best plants, leaf length and leaf width were shown in rice plants in Gumelar District, while the highest number of tillers was shown by rice plants in Pekuncen District.
EFISIENSI PUPUK NITROGEN DAN PERTUMBUHAN SORGUM PADA TANAH ULTISOL DENGAN PEMANFAATAN KOMPOS BAGLOG JAMUR Ahmad Fauzi; Wilis Cahyani; Ida Widiyawati; Sapto Nugroho Hadi
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 1 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, Februari 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i1.6759

Abstract

Tanaman sorgum sebagai alternatif tanaman pangan cukup potensial dibudidayakan di lahan kering yang masih tersedia sangat luas di Indonesia. Permasalahan pada lahan kering seperti ultisol adalah kemasaman dan rendahnya ketersediaan hara. Pemupukan kimia khususnya nitrogen pada tanah ultisol dinilai memiliki efisiensi rendah. Sehingga diperlukan peningkatan efisiensi pemupukan nitrogen untuk meningkatkan produktivitas tanaman sorgum di tanah ultisol. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pemupukan nitrogen melalui penambahan kompos limbah baglog jamur tiram pada budidaya sorgum di tanah ultisol. Penelitian dilakukan pada Maret sampai Oktober 2020 di area Kebun Benih Bojong Sari, Balai Benih Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah. Rancangan Acak Kelompok digunakan dalam penelitian ini dengan mengujikan dosis urea (0%, 25%, 50%, 75% dan 100%) pada tiga dosis kompos limbah baglog (5, 10 dan 15 ton/ha). Sebanyak 3 kali ulangan dilakukan pada 12 kombinasi perlakuan, sehingga didapatkan 36 unit percobaan. Hasil pengamatan menunjukkan pemupukan urea mampu meningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum di tanah ultisol. Pemberian kompos baglog mampu meningkatkan efisiensi pemupukan nitrogen. Efisiensi terbaik diperoleh pada dosis 25% (87 kg/ha) dengan kombinasi kompos baglog 15 ton/ha, yaitu sebesar 46,80%.