Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Optimasi Media Pertumbuhan Tunas Anggrek Dendrobium sp. dengan Pemberian Bahan Organik secara In Vitro Anur, Alifiyan; Murgayanti, Murgayanti; Risda, Anis Satu; Qur’ani, Nurul
Jurnal Media Informatika Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Media Informatika Edisi Mei - Agustus
Publisher : Jurnal Media Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman anggrek Dendrobium sp. merupakan salah satu tanaman hias yang sangat populer di Indonesia karena memiliki nilai estetik yang tinggi. Perbanyakan tanaman ini dapat dilakukan melalui teknik kultur jaringan dengan memanfaatkan zat pengatur tumbuh seperti chitosan, air kelapa, dan ekstrak kentang. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan campuran media VW yang paling optimal untuk pertumbuhan tunas anggrek dan mengevaluasi pengaruh kombinasi ekstrak kentang dan air kelapa dalam jumlah yang tepat untuk mendukung pertumbuhan tunas anggrek Dendrobium sp. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu ekstrak kentang dan air kelapa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak kentang 5 gr dan air kelapa 150 ml memberikan peningkatan jumlah tunas yang signifikan. Selain itu, kombinasi ekstrak kentang 10 gr dan air kelapa 100 ml memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan tunas, daun, dan tinggi tunas anggrek Dendrobium sp. Semua perlakuan menunjukkan persentase planlet hidup yang sama, yang mengindikasikan bahwa eksplan dapat merespon unsur hara dalam media dengan baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi ekstrak kentang 5 gr dan air kelapa 150 ml dapat meningkatkan pertumbuhan anggrek Dendrobium sp. secara signifikan dan memberikan nutrisi optimal bagi tanaman.
Effect of meta-topolin and kinetin at various concentrations on shoot multiplication in white turmeric (Curcuma zedoaria Rosc.) Murgayanti, Murgayanti; Azizah, Annisa Nanda Nur; Nuraini, Anne; Suminar, Erni; Mubarok, Syariful
Kultivasi Vol 24, No 1 (2025): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v24i1.61664

Abstract

White turmeric is a medicinal plant widely used to treat various diseases. The limited availability of white turmeric seedlings is influenced by the scarcity of quality seeds due to the long dormancy of the rhizomes and the high incidence of pathogen attacks. Tissue culture techniques are one alternative to address the problem of white turmeric seedling availability. This study aims to determine the best concentrations of meta-topolin and kinetin for in vitro shoot multiplication of white turmeric. The research was conducted from January to June 2022 at the tissue culture laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. This study used a completely randomized design consisting of 7 treatments: control (0 mg L-1), meta-topolin (1 mg L-1; 2 mg L-1; 3 mg L-1), kinetin (1 mg L-1; 2 mg L-1; 3 mg L-1). Analysis of variance (ANOVA) and Duncan’s multiple range test were used to analyze the statistical effects of meta-topolin and kinetin application. Applying 1 mg L-1 meta-topolin yielded the best results for shoot number, indicating that 1 mg L-1 meta-topolin is a potential cytokinin for the propagation of Curcuma zedoaria Rosc. 
OPTIMASI BUDIDAYA JAHE MERAH: STRATEGI PENGEMBANGAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI DAN KUALITAS DI DESA PASIGARAN KECAMATAN TANJUNGSARI KABUPATEN SUMEDANG Anjarsari, Intan Ratna Dewi; Umiyati, Uum; Murgayanti, Murgayanti
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 14, No 1 (2025): Dharmakarya Maret 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v14i1.63123

Abstract

Desa Pasigaran memiliki posisi yang tidak terlalu jauh dari pusat Kecamatan Jatinangor. Pada umumnya petani di Desa Pasigaran membudidayakan tanaman pangan dan palawija, sedangkan tanaman rempah dan obat seperti jahe merah ditanam hanya sekedar pelengkap saja. Jahe merah merupakan memiliki prospek yang sangat baik dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya budaya tradisional dan meningkatkan nilai ekonomis komoditas ini. Teknik budidaya yang tepat juga sangat penting untuk meningkatkan produksi dan kualitas jahe merah. Salah satu solusi  untuk memberdayaan lahan pekarangan yang ada  oleh Kelompok Wanita tani  adalah mengenalkan jahe merah sebagai tanaman rempah dan obat  ini untuk dikelola lebih baik lagi.  Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah adalah memnberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT)  di Desa ini supaya jauh lebih produktif dalam  membudidayakan jahe merah.  Sosialisasi ini menggunakan  metode penyuluhan budidaya jahe merah, menampilkan contoh produk olahan jahe merah yang sudah ada di pasaran dan praktek langsung budidaya jahe merah dalam polibag. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kelompok tani sangat tertarik dan berminat dalam budidaya jahe merah, yang tercermin dari keaktifan dalam berdiskusi maupun dalam melaksanakan pelatihan. Melalui metode ini menunjukkan respons yang positif terlihat dari minat dan ketertarikan kelompok tani yang cukup tinggi sehingga  diharapkan pengetahuan mengenai budidaya jahe merah meningkat, serta produksi jahe merah di Desa Pasigaran dapat meningkat secara signifikan, sehingga dapat memenuhi permintaan pasar dan meningkatkan pendapatan petani.
PROSPEK PENGEMBANGAN BUDIDAYA MELON DI DESA CILELES KABUPATEN SUMEDANG Murgayanti, Murgayanti; Anjarsari, Intan Ratna Dewi; Umiyati, Uum
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 14, No 1 (2025): Dharmakarya Maret 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v14i1.60768

Abstract

Tanaman melon (Cucumis melo) merupakan tanaman dari famili Cucurbitaceae yang memiliki berbagai manfaat, terutama di bidang kesehatan. Meskipun melon memiliki banyak manfaat, produksi melon cenderung mengalami menurun. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada tahun 2022 produksi tanaman melon mengalami penurunan 8,08% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebesar 129.147 ton. Hal itu terjadi karena harga jual melon yang cenderung turun, sehingga petani cenderung beralih ke tanaman lainnya. Oleh karena itu perlu dikakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan buah melon dan potensi ekonomis melon agar dapat meningkatkan harga jualnya. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Cileles Kabupaten Sumedang. Metode yang digunakan adalah dengan penyuluhan secara tatap muka dan pembuatan demplot budidaya buah melon sebagai m,edia praktik. Hasil kegiatan menunjukkan respon positif dari masyarakat, terbukti dengan meningkatnya minat mereka dalam membudidayakan melon setelah memahami manfaatnya serta peluang ekonomi yang ditawarkan. Hal ini menjadikan budidaya melon menjadi peluang usaha yang menjanjikan bagi masyarakat.
Peningkatan Nilai Jual Pisang Roid Jatigede Melalui Produk Olahan Bolu Pisang Dalam di Dusun Ciboboko Desa Mekarasih Kecamatan Jatigede Kabupaten Sumedang Suminar, Erni; Nuraini, Anne; Murgayanti, Murgayanti; Damayanti, Farida; Bakti, Citra; Sari, Santika; Ismail, Ade; Mubarok, Syariful; Erizon, Meisyela Salsabila
Agrimasta Vol 3, No 1 (2025): November
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v3i1.67841

Abstract

Pisang Roid merupakan komoditas lokal yang memiliki keunggulan dari daya simpan buah, tingkat kerontokan buah rendah, dan tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Dengan keunggulan yang dimiliki pisang Roid, pisang Roid memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk memajukan perekonomian di Jatigede. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan nilai jual dan mempopulerkan pisang Roid Jatigede sebagai komoditas asal dari Jatigede. Untuk memenuhi tujuan tersebut, maka dilakukan kegiatan pembekalan dan pelatihan pemanfaatan pisang Roid menjadi Bolu Pisang Ciboboko (BOSANGKO) yang diikuti oleh ibu-ibu dan mahasiswa KKN kelompok 84 yang berlokasi di Dusun Ciboboko, Desa Mekarasih, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang pada tanggal 29 Januari dan 4 Februari 2024. Melalui Kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat mendukung kegiatan ini guna peningkatan populatitas Pisang Roid.
Optimization of Physalis angulata L. callus induction and salinity-induced antioxidant production Sistyananda, Firstian Naufal; Suminar, Erni; Nuraini, Anne; Kadapi, Muhamad; Murgayanti, Murgayanti; Mubarok, Syariful; Budiarto, Rahmat; Renaldi, Eddy; Kusumiyati, Kusumiyati
Kultivasi Vol 25, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v25i1.69556

Abstract

Groundcherry (Physalis angulata L.) is a plant with many medicinal potentials due to its rich secondary metabolites such as phenolic and flavonoid. However, conventional agriculture practices are still limited, especially in Indonesia. This study was divided into two stages. The first stage was conducted to determine optimal 6-BAP and 2,4-D combination for callus induction, while the second stage was conducted to determine callus phenolic, flavonoid, and antioxidant response to salinity stress. The first stage was arranged in factorial completely randomized design with two factors: 6-BAP (0, 2, and 4 mg/L) and 2,4-D (0, 0.5, 1, and 1.5 mg/L). The second stage was arranged in simple completely randomized design with different NaCl concentration (0, 25, 50, 75, 100 mM) as treatments. The results showed significant interaction (p < 0.05) between 6-BAP and 2,4-D on callus induction. Combination of 2 mg/L 6-BAP and 1 mg/L 2,4-D showed the highest callus formation percentage (46% increase), callus size (60.12% increase), and fresh weight (179.69% increase), and greener compact callus. Application of NaCl as salinity stress at second stage experiment served as an elicitor to enhance callus antioxidant capacity. Salinity level at 100 mM NaCl showed the most accumulation of phenolic content (17.8% increase), flavonoid content (25.17% increase), and antioxidant activities (6.84% IC50 decrease). This study demonstrates plant growth regulator optimization with salinity stress elicitation integration as an effective strategy to enhance antioxidant production in P. angulata callus, providing a practical approach for controlled secondary metabolite production. 
Respon Fisiologi Benih Kedelai (Glycine max L. Merril) terhadap Cekaman Masam Menggunakan Larutan H2SO4 Muhamad Kadapi; Annazhif Baqiatussalaf; Murgayanti Murgayanti
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 24 No. 1 (2025): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v24i1.3425

Abstract

Upaya peningkatan kedelai dilakukan dengan berbagi cara, salah satunya adalah ekstensifikasi lahan. Program ekstensifikasi lahan ini menemui beberapa kendala yaitu lahan sub marginal yang satu diantaranya adalah lahan masam. Sehingga diperlukan benih unggul bermutu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kultivar unggul yang memiliki kualitas fisiologis benih yang baik pada kondisi cekaman asam. Percobaan dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran pada bulan Januari-Februari 2024. Rancangan percobaan yang digunakan adalah non-experimental design dengan dua perlakuan, media tumbuh kontrol (aquades) dan media tumbuh asam menggunakan H2SO4 (pH 4) yang diujikan pada dua kultivar kedelai (Demas 1 dan Dega 1, serta masing-masing perlakuan diulang delapan kali. Hasil analisis menggunakan uji t menunjukan bahwa kultivar Demas 1 lebih baik dibandingkan kultivar Dega 1 pada kondisi cekaman masam yang ditunjukkan oleh karakter berikut: persentase daya berkecambah, kecepatan perkecambahan, panjang akar dan indeks toleransi stres. Oleh karena itu, dari hasil penelitian ini untuk produksi benih di lahan asam dapat digunakan kultivar Demas. Maka, penelitian lanjutan untuk kapasitas produksi benih kultivar kedelai ini perlu dikaji.  
INDUCTION OF SHOOT FORMATION IN STRAWBERRY (Fragaria × Ananassa DUCH.) CLONE BAT 1 IN VITRO USING VARIOUS TYPES AND CONCENTRATIONS OF CYTOKININS Pauline Elisabeth; Anne Nuraini; Murgayanti; Muhammadiyah
Berita Biologi Vol 25 No 1 (2026): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2026.11373

Abstract

Strawberry (Fragaria × ananassa Duch.) is a high-value subtropical horticultural crop. One promising local variety under development is clone BAT 1. To accelerate propagation, tissue culture techniques are needed, especially during bud initiation, which is influenced by cytokinin type and concentration. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with 7 treatments and 4 replications, using Murashige and Skoog (MS) medium supplemented with Thidiazuron (TDZ) and 2-Isopentyl adenine (2-iP) at concentrations of 0; 0.50; 0.75; 1 ppm TDZ and 1; 2; 3 ppm 2-iP. The procedures included explant preparation, sterilization of equipment and area, stock solution preparation, media formulation and sterilization, explant sterilization, and planting into treatment media. Results showed that cytokinins at 0.50–1 ppm significantly enhanced bud number, leaf number, culture height, and fresh weight.  The most effective treatments were 1 ppm 2-iP (5.24 buds; 5.90 leaves; 2.23 cm height) and 0.50 ppm TDZ (1.36 g fresh weight), indicating their potential for improving in-vitro propagation of clone BAT 1.
Relationship analysis and genetic diversity of tea Camellia sinensis germplasm from illegitimate seeds based on morphological characters YUDITHIA MAXISELLY; CITRA BAKTI; MURGAYANTI MURGAYANTI; ERNAH ERNAH; ABDILLAH AZZAM WAHYUDIN; MUHAMAD KHAIS PRAYOGA; AGUNG KARUNIAWAN
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 25 No. 8 (2024)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d250820

Abstract

Abstract. Maxiselly Y, Bakti C, Murgayanti, Ernah, Wahyudin AA, Prayoga MK, Karuniawan A. 2024. Relationship analysis and genetic diversity of tea Camellia sinensis germplasm from illegitimate seeds based on morphological characters. Biodiversitas 25: 3486-3495. Tea (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) is a plant with self-incompatible traits and requires significant efforts to assemble superior clones. The generation of the superior clone is from seed-derived genetic material that demands comprehensive information on population variance, genetic diversity, and the level of relationship among accessions. Therefore, this research aimed to determine population variances, genetic diversity, and relationships of tea germplasm accessions based on morphological characteristics. The experiment was conducted from August 2023 to January 2024 at the Indonesian Research Institute Tea and Cinchona, Mekarsari Village, Pasir Jambu District, Bandung Regency, West Java, Indonesia. An experimental method, "no layout design," was used to identify morphological traits of 36 characters in 50 selected accessions from the population. Observational data were analyzed to determine variance values, principal component analysis (PCA), heatmap correlation, and cluster analysis using XLSTAT software. The results showed a wide variation of 50% among the 36 characters, with genetic diversity in the 2 Principal Components (PC) at 38.99%. The cluster analysis of accessions had an Euclidean distance range, measuringa measure of the straight line distance between two points of 2.23 to 12.86. This variation was caused by a high correlation of some characteristics, such as leaf length, width, and leaf area, as the potential to develop the new tea clone.
MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BUDIDAYA SAWI PAGODA BERBASIS PEKARANGAN RUMAH DI DESA PASIGARAN, SUMEDANG Murgayanti Murgayanti; Intan Ratna Dewi Anjarsari; Uum Umiyati; Alifiyan Anur
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 12 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i12.3123

Abstract

The utilization of home-yard space holds substantial potential to enhance household food security and economic resilience in rural areas. However, limited community knowledge of cultivation techniques often results in suboptimal use of available land. This community service program aims to improve the knowledge and skills of residents in Pasigaran Village through training on the cultivation of pagoda mustard (Brassica narinosa L.). The program was implemented through counseling sessions, technical demonstrations, and hands-on field practice involving 14 members of the Women Farmers Group (KWT). Evaluation was carried out using pre-test and post-test assessments to measure improvements in participants’ knowledge and interest. The results indicate significant increases across all measured variables. Knowledge of pest and disease control improved from 18.8% to 93.8%, understanding of cultivation prospects increased from 0% to 100%, and prior planting experience rose from 7.1% to 85.7%. Interest in pagoda mustard cultivation also increased from 71.4% to 100%. Participants were able to apply the cultivation techniques independently through the establishment of home-yard demonstration plots. This program is concluded to be effective in enhancing community capacity and promoting the utilization of home-yard space as a source of food and potential household income.