Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : visikes

ANALISIS WAKTU TUNGGU PELAYANAN RADIOLOGI DI RUMAH SAKIT SYARIF HIDAYATULLAH TAHUN 2018 Putri Amanah; Mustakim - -
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 19, No 01 (2020)
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.169 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v19i01.3768

Abstract

Radiology services as integrated parts of health services as a whole are part of the community's need for health services. Therefore, the radiology services should provide quality services. The study was a descriptive analytic research with qualitative and quantitative approaches or mix method that used data collection in the form of waiting time duration for radiology services, in-depth interviews, observation, and document review. Sampling using proposition estimation with random sampling technique with the number of 106 patients. The informants in primary data collection at the Radiology Installation at Syarif Hidayatullah Hospital were the head of the radiology installation, radiology specialist, head of the radiology and radiographers unit.The average waiting time duration for radiology services is 4 hours 59 minutes. The result has not met Kepmenkes Standard No.129/Menkes/SK/II/2008, which is ? 3 hours. The standard of waiting time duration for radiology service is not met the rule regarding to there is no doctor who is the standby or full timer while the radiology service to the patient is given for 24 hours.It is expected that Syarif Hidayatullah Hospital has teleradiology which can be used as a solution to meet the waiting time duration for radiology services, especially the reading of photos and expenditure of expedition results and can meet the quality of services that appropriate to the standards.Keywords: waiting time duration, radiology services
Penerapan Higiene Sanitasi Makanan Jajanan pada Kantin di Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta Tahun 2021 Indah Nofita; Mustakim mustakim
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 22, No 1 (2023): VISIKES
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v22i1Supp.5900

Abstract

Kantin atau warung merupakan tempat makan yang menjual makanan dan minuman. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Banten keracunan makanan  yang terjadi di Tangerang Banten pada tahun 2018 terdapat 184 orang. Penelitian terkait higiene sanitasi makanan jajanan yang dilakukan oleh (Rusman Efendi 2017) di Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta pada tahun 2017 menunjukkan bahwa kantin dengan kriteria kurang baik sanitasi sebesar 62.7% dan kriteria higiene buruk sebesar 60.8%, serta berdasarkan studi pendahuluan ditemukan bahwa penjamah tidak mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang makanan, penjamah tidak menggunakan celemek dan penutup kepala serta penjamah tidak menggunakan penjepit atau sarung tangan saat menangani makanan.. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penerapan higiene sanitasi makanan jajanan pada kantin atau warung jajan di Sekitar Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta tahun  2021. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan metode observasi dan wawancara menggunakan alat ukur lembar ceklist. Hasil menunjukkan bahwa higiene penjamah makanan tidak memenuhi syarat (19.55%), sanitasi peralatan tidak memenuhi syarat (13.12%), sanitasi penyajian tidak memenuhi syarat (22.25%), sarana penjaja tidak memenuhi syarat (5%) dan sentra pedagang (37.08%). Maka dapat disimpulkan penerapan higiene sanitasi makanan jajanan pada kantin atau warung jajan di Sekitar Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta tahun 2021 tidak memenuhi syarat higiene sanitasi sebaiknya dilakukan pemantauan dan pengawasan kepada kantin atau warung jajan di Sekitar Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta.Kata kunci : Higiene Sanitasi, Makanan Jajanan, Permenkes/942/Menkes/SK/VII/2003