Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

SISTEM PERULANGAN BAHASA KERINCI DIALEK RAWANG -, Suci Maiza
Menara Ilmu Vol 12, No 1 (2018): Jurnal Menara Ilmu Januari 2018 Jilid 1
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v12i1.556

Abstract

Dalam struktur bahasa Kerinci terdapat gejala munculnya dua bentuk atau lebih padakata dasar bila kata dasar tersebut digunakan dalam kalimat yang berbeda. Hal ini secaralangsung akan berpengaruh pula terhadap reduplikasi dan kata ulang yang dihasilkan. Karenaadanya variasi bentuk kata ulang BKDR maka makna perulangannaya akan berbeda sesuaidengan kalimat yang digunakan. Contoh kata nyibik „cubit‟ memiliki variasi bentuk nyibungk,cibungk, dan cibik. Pada kata ulang bentuk pertama akan menghasilkan makna yangberhubungan dengan pekerjaan, makna bentuk kata ulang yang kedua adalah perbuatan yangdilakukan berulang-ulang, makna kata ulang ketiga adalah perbuatan yang dilakukan denganenak santai. Meskipun begitu, kata ulang ini berasal dari kata dasar yang sama yaitu cibik(cubit). Oleh karena itu, penelitian kata ulang bahasa kerinci dialek Rawang penting dilakukan.Hal ini dikarenakan 1. Dalam BKDR terdapat gejala munculnya dua bentuk atau lebih padasebuah kata dasar yang akan berpengaruh pada proses pengulangan, 2. Kata ulang BKDR tidakhanya memiliki makna gramatika tetapi juga memiliki makna non gramatika pada bentuk kataulang yang samaJenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Jenis datadalam penelitian ini adalah data lisan berupa kata ulang yang digunakan informan sebagaipenur bahasa Kerinci Dialek Rawang. Sumber data adalah informan yang dipilih bedasarkankriteria tetentu berusia pertengahan, pendidikannya tidak terlalu tinggi tetapi tidak pula butahuruf, penduduk asli dan menguasai dialeknya dengan baik, karena data bersifat homogenmaka informan hanya dibatasi 4 orang yang dipilih secara acak dari beberapa desa diHamparan Rawang. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yangdilengkapi dengan alat tulis dan alat perekam. Instrumen pembantu berupa alat pedomanwawancara yaitu daftar tanyaan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknikcakap. Teknik cakap terdiri dari a. Teknik dasar, b. Teknik pancing, c. Teknik lanjutan cakapsemuka, d. Teknik cakap tan semuka dan e. Teknik lanjutan dan f. Teknik catat. Pengumpulandata dilakukan dengan melakukan wawancara dengan informan. Teknik analisis data berupa 1.Mengumpulkan dan mencatat data, 2. Data yang terkumpul diklasifikasikan dan dipisahkanmenurut kriteria data yang telah ditentukan, 3. Data yang terkumpul dianalisis dengan langkahlangkahsesuai dengan masalah penelitian.Dari penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa munculnya dua bentuk atau lebihpada kata ulang BKDR merupakan bentuk khusus. Maksudnya ialah perubahan pada bentukperulangan merupakan komponen bunyi, jadi meskipun bentuk dan maknanya berubah namunakan tetap memiliki kesatuan morfologis. Bentuk kata ulang BKDR yaitu kata ulang utuh, kataulang sebagian, Karena adanya variasi bentuk kata ulang BKDR maka makna perulangannayaakan berbeda sesuai dengan kalimat yang digunakan memiliki bentuk yang beragam yaitu kataulang utuh, kata ulang sebagaian, kata ulang berkombinasi dengan afiks dan kata ulangperubahan fonem. Makna yang dihasilakn oleh kata ulang BKDR adalah makna gramtikamenyatakan banyak, menyatakan berhubungan dengan kata yang diterangkan, menyatakanmakna tak bersayarat, menyatakan menyerupai, menyatakan saling, menyatakan hal yangberhubungan dengan pekerjaan, menyatakan intensitas perasaan, menyatakan tingkat palingtinggi, menyatakan agak, menyatakan perbuatan berulang-ulang, dan menyatakan perbuatanyang dilakukan dengan santai. Makna non gramatika yang dihasilkan pada kata ulang BKDRadalah makna idiomatis yang tidak bisa diprediksi secara langsung. Makna tersebut munculberdasarkan konvensi kesepakatan berbahasa masyarakat penuturnya
Nilai Budaya dalam Teks Parno Adat Pernikahan Masyarakat Desa Sungai Penuh Liuk Kota Sungai Penuh Suci Maiza; Madina Istikhomah
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.619 KB)

Abstract

Penelitian terhadap sastra lisan sebagai warisan budaya Indonesia penting dilakukan.  Eksplorsi terhadap nilai-nilai budaya sebuah sastra lisan adalah salah satu usaha yang dapat dilakukan agar nilai-nilai luhur di dalamnya dapat terus hidup dan dinimati generasi muda.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Parno adat pernikahan di desa Sungai Liuk, Kota Sungai Penuh dari aspek nilai budaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif dan analisis isi. Data yang telah terkumpul akan dianalisis  melalui beberapa tahap yaitu melalui tahap transkripsi, transiliterasi dan penerjemahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa  terdapat nilai-nilai budaya dalam Parno adat pernikahan di Desa Sungai Liuk yaitu: Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan tuhan, hubungan manusia dengan alam, hubungan manusia dengan masyarakat, hubungan manusia dengan manusia lain, dan hubungan manusia dengan dirinya sendiri.Kata Kunci: nilai budaya, parno adat perkawinan, sastra lisan, kualitatif, deskriptif Studies on oral literature as Indonesia's cultural heritage are important to be conducted. Exploring the cultural values of oral literature is an effort to keep the noble values in oral literature alive so that it can be enjoyed by the future generation. This study aimed to describe and analyze the cultural values in Parno of marriage tradition in Sungai Liuk Village, Sungai Penuh City. This study is qualitative research using a descriptive method and content analysis. The collected data were analyzed through several stages: transcription, transiliteration, and translation. The results showed that there were cultural values in Parno of marriage tradition in Sungai Liuk Village. The cultural values were grouped into 5 categories: relationship between humans and God, relationship between humans and nature, relationship between humans in society, relationship among humans, and relationship between humans and theirselves.Keywords: cultural values, parno of marriage tradition, oral literature, qualitative descriptive
Developing of The Text Book Fictional Prase Mind Mapping-Based of STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh Nidde Puspita; Suci Maiza
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2021): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 5 Nomor 2, Desember
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/AKSIS.050205

Abstract

The purpose of this research is to describe the development textbook of “Fictional Prose Mind Mapping-Based” that is valid, practical, and effective in achieving the learning goal of students of Education of Indonesian Language Department, STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh. The type of the research is Research and Development/R&D with 4-D research model that starts with defining step, designing, and developing. This research uses quantitative approach. The data type of this research is quantitative data that consist of three types of data which are data validated by expert, data from practitioner’s assessments, and effectiveness data in form of learning results and student’s activities. Research result shows that mind mapping-based textbook that is being developed is valid in terms of the feasibility of the language, content, presentation, and graph with a score of 79,6 which falls into valid criteria; it is practical in terms of ease of use with practicality score 83,1 by the student’s which falls into very valid criteria; it is effective in terms of student’s learning results with average classicalof 79 which is qualified as Good (B) and the activities of students got a score of 85,8 with classification active. Thus, this textbook has been feasible to use in supporting learning process of Fictional Prose Course in Education of Indonesian Language and Literature Department, STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh. Keywords: mind mapping, fictional prose, valid, practicality, effective Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan buku ajar “Telaah dan Apresiasi Prosa Fiksi” dengan pendekatan mind mapping yang valid, praktis, dan efektif. Pengembangan buku ajar disusun untuk mencapai tujuan pembelajaran pada Matakuliah Telaah dan Apresiasi Prosa Fiksi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia di STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau R&D yang bertujuan mengembangkan buku “Telaah dan Apresiasi Prosa Fiksi” yang valid, praktis, dan efektif. Model pengembangan yang digunakan adalah 4D yang diawali dengan tahap definisi, tahap desain, tahap pengembangan. Penelitian ini adalah kuantitatif dengan tiga jenis data yaitu data validasi ahli, data kepraktisan buku ajar dari mahasiswa, dan data efektivitas yang dari hasil belajar dan aktivitas mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ajar “Telaah dan Apresiasi Prosa Fiksi” layak digunakan dengan perincian sebagai berikut. Aspek bahasa, penyajian, isi, dan kegrafikan dengan skor total 79,6 (valid). Aspek kepraktisan diperoleh dari angket yang diisi mahasiswa dengan skor total 83,1 (sangat valid). Aspek efektivitas diukur dari rata-rata hasil belajar mahasiswa yaitu sebesar 79%, dengan kualifikasi Baik (B) dan dari tingkat keaktifan mahasiswa dalam pembelajaran yaitu 85,8% dengan klasifikasi sangat berhasil. Dari nilai yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa buku ajar dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran Telaah dan Apresiasi Prosa Fiksi di Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh. Kata Kunci: peta pikiran, telaah prosa, valid, praktis, efektif
SISTEM PERULANGAN BAHASA KERINCI DIALEK RAWANG Suci Maiza -
Menara Ilmu Vol 12, No 1 (2018): Vol. XII No. 1 Januari 2018
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/mi.v12i1.556

Abstract

Dalam struktur bahasa Kerinci terdapat gejala munculnya dua bentuk atau lebih padakata dasar bila kata dasar tersebut digunakan dalam kalimat yang berbeda. Hal ini secaralangsung akan berpengaruh pula terhadap reduplikasi dan kata ulang yang dihasilkan. Karenaadanya variasi bentuk kata ulang BKDR maka makna perulangannaya akan berbeda sesuaidengan kalimat yang digunakan. Contoh kata nyibik „cubit‟ memiliki variasi bentuk nyibungk,cibungk, dan cibik. Pada kata ulang bentuk pertama akan menghasilkan makna yangberhubungan dengan pekerjaan, makna bentuk kata ulang yang kedua adalah perbuatan yangdilakukan berulang-ulang, makna kata ulang ketiga adalah perbuatan yang dilakukan denganenak santai. Meskipun begitu, kata ulang ini berasal dari kata dasar yang sama yaitu cibik(cubit). Oleh karena itu, penelitian kata ulang bahasa kerinci dialek Rawang penting dilakukan.Hal ini dikarenakan 1. Dalam BKDR terdapat gejala munculnya dua bentuk atau lebih padasebuah kata dasar yang akan berpengaruh pada proses pengulangan, 2. Kata ulang BKDR tidakhanya memiliki makna gramatika tetapi juga memiliki makna non gramatika pada bentuk kataulang yang samaJenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Jenis datadalam penelitian ini adalah data lisan berupa kata ulang yang digunakan informan sebagaipenur bahasa Kerinci Dialek Rawang. Sumber data adalah informan yang dipilih bedasarkankriteria tetentu berusia pertengahan, pendidikannya tidak terlalu tinggi tetapi tidak pula butahuruf, penduduk asli dan menguasai dialeknya dengan baik, karena data bersifat homogenmaka informan hanya dibatasi 4 orang yang dipilih secara acak dari beberapa desa diHamparan Rawang. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yangdilengkapi dengan alat tulis dan alat perekam. Instrumen pembantu berupa alat pedomanwawancara yaitu daftar tanyaan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknikcakap. Teknik cakap terdiri dari a. Teknik dasar, b. Teknik pancing, c. Teknik lanjutan cakapsemuka, d. Teknik cakap tan semuka dan e. Teknik lanjutan dan f. Teknik catat. Pengumpulandata dilakukan dengan melakukan wawancara dengan informan. Teknik analisis data berupa 1.Mengumpulkan dan mencatat data, 2. Data yang terkumpul diklasifikasikan dan dipisahkanmenurut kriteria data yang telah ditentukan, 3. Data yang terkumpul dianalisis dengan langkahlangkahsesuai dengan masalah penelitian.Dari penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa munculnya dua bentuk atau lebihpada kata ulang BKDR merupakan bentuk khusus. Maksudnya ialah perubahan pada bentukperulangan merupakan komponen bunyi, jadi meskipun bentuk dan maknanya berubah namunakan tetap memiliki kesatuan morfologis. Bentuk kata ulang BKDR yaitu kata ulang utuh, kataulang sebagian, Karena adanya variasi bentuk kata ulang BKDR maka makna perulangannayaakan berbeda sesuai dengan kalimat yang digunakan memiliki bentuk yang beragam yaitu kataulang utuh, kata ulang sebagaian, kata ulang berkombinasi dengan afiks dan kata ulangperubahan fonem. Makna yang dihasilakn oleh kata ulang BKDR adalah makna gramtikamenyatakan banyak, menyatakan berhubungan dengan kata yang diterangkan, menyatakanmakna tak bersayarat, menyatakan menyerupai, menyatakan saling, menyatakan hal yangberhubungan dengan pekerjaan, menyatakan intensitas perasaan, menyatakan tingkat palingtinggi, menyatakan agak, menyatakan perbuatan berulang-ulang, dan menyatakan perbuatanyang dilakukan dengan santai. Makna non gramatika yang dihasilkan pada kata ulang BKDRadalah makna idiomatis yang tidak bisa diprediksi secara langsung. Makna tersebut munculberdasarkan konvensi kesepakatan berbahasa masyarakat penuturnya
AUTONOMY OF KERINCI’S KUNUN TOWARD CHARACTER EDUCATION IN PRIMARY SCHOOLS IN SUNGAI PENUH CITY (OTONOMI KUNUN KERINCI TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR DI KOTA SUNGAI PENUH) Suci Maiza; Megi Vornika
Jurnal Gramatika Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.061 KB) | DOI: 10.22202/jg.2020.v6i1.3619

Abstract

This study is based on the phenomenon of oral literature development, especially prose development which underwent a quite serious stagnation in Sungai Penuh City. In schools, especially in primary schools, the introducing of prose was still in the form of a general scope, which was the same fable. Thus, it is important to improve the competency of beginner lecturers in the National Competitive Research to develop the utilization of folklore in the form of regional oral literature (Kunun) as a medium for implicating the value of character building in all primary school in Sungai Penuh City. The purpose of this study was to describe the structure, function, and the values of local wisdom and the autonomy of the application of Kunun as a media for improving the character building values in primary Schools in Sungai Penuh City. This study was a qualitative research with descriptive method. Data were collected through the study of literature, direct observation followed by documentation and interviewed with informants. The results of the recording were transcribed into Kerinci regional language and then to Indonesian. The results showed that there were many characters of value in Kunun that could be used as learning media. Besides, the application and the autonomy of Kunun have not been implicated optimally due to several problems. One of them was the lack of references or supporting books about Kunun
AUTONOMY OF KERINCI’S KUNUN TOWARD CHARACTER EDUCATION IN PRIMARY SCHOOLS IN SUNGAI PENUH CITY (OTONOMI KUNUN KERINCI TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR DI KOTA SUNGAI PENUH) Suci Maiza; Megi Vornika
Jurnal Gramatika Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/jg.2020.v6i1.3619

Abstract

This study is based on the phenomenon of oral literature development, especially prose development which underwent a quite serious stagnation in Sungai Penuh City. In schools, especially in primary schools, the introducing of prose was still in the form of a general scope, which was the same fable. Thus, it is important to improve the competency of beginner lecturers in the National Competitive Research to develop the utilization of folklore in the form of regional oral literature (Kunun) as a medium for implicating the value of character building in all primary school in Sungai Penuh City. The purpose of this study was to describe the structure, function, and the values of local wisdom and the autonomy of the application of Kunun as a media for improving the character building values in primary Schools in Sungai Penuh City. This study was a qualitative research with descriptive method. Data were collected through the study of literature, direct observation followed by documentation and interviewed with informants. The results of the recording were transcribed into Kerinci regional language and then to Indonesian. The results showed that there were many characters of value in Kunun that could be used as learning media. Besides, the application and the autonomy of Kunun have not been implicated optimally due to several problems. One of them was the lack of references or supporting books about Kunun
TALE HAJI KERINCI: STRUKTUR, LINGKUNGAN PENCERITAAN DAN FUNGSI SOSIAL TEKS Suci Maiza
Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 22 No. 1 (2023): BAHTERA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 22 Nomor 1 Januari 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/bahtera.221.10

Abstract

The reseach has describing the structures, storytelling environment and social function of Tale Haji Kerinci text. This research is a qualitative descriptive study using a content analysis method to insvestigate the content and information contained in Tale Haji text. while the data collection technique is done by observation technique through recording and note taking, as well as interview technique that is carried out on informants such as traditional leaders and community leaders. The research finding revealed that the structures of Tale Haji Kerinci are in the form poem as rows and lines rhyme, sampiran and the content and word choice, environmental of Tale Haji is include sad and happines. The function of Tale Haji Kerinci as educated and religius function.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Terhadap Hasil Belajar Pada Menulis Teks Anekdot Peserta Didik Kelas X SMA Negeri 5 Kerinci. Ria Agustina; Suci Maiza; Riska Melati
Journal on Education Vol 6 No 1 (2023): Journal On Education: Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is based on anecdote text writing ability. Most of the students had difficulties when they write an anecdote text. Most of them were unmotivated to write immediately. Beside that, some students’ score in writing were also low. It can be seen from their score which were below the KKM. Even though the teaching techniques chosen and practiced by the teacher in teaching writing greatly impact the learning achievement of the students, some of the them were not able to present the writing material in an interesting, inspiring and creative way. This learning model made it hard for the students to write the anecdote text. The theories used as the references in this research were Isjoni’s opinion about cooperative learning model and Kebol’s about the anecdote text. This research was an experimental research. The research population was grade X students which consist of 2 classes with the total number of students was 40 students. The sample of this research was taken by doing random sampling. X MIPA 1 class was chosen as the experimental class. In other hand X MIPA 2 was chosen as the control class. Each of this class was consisted of 20 students. The result of this research showed that the cooperative learning model of the Make A Match type is appropriate for learning to write anecdotal texts for class X students of SMA Negeri 5 Kerinci because this model can influence writing skills. It was proven by average score of students in the experimental class, 87.60, which is higher than the control class, which is 76.75.Based on the research result we can conclude that Make A match type of cooperative learning model has significant effect on students’ ability in writing anecdote text at grade X SMAN 5 Kerinci
REPRESENTASI FEMINISME DALAM CERPEN BERTEMAKAN PEREMPUAN OLEH PENGARANG DENGAN GENDER BERBEDA (KAJIAN PSIKOANALISIS) Suci Maiza; Ria Agustina
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.21974

Abstract

Persoalan tentang perempuan merupakan persoalan yang menyangkut hak–hak dasar perempuan sebagai makhluk ciptaan tuhan. Jika pada umumnya, karya sastra feminisme hanya muncul dari kelompok pengarang perempuan, maka saat ini feminisme dalam bentuk karya sastra juga muncul dari pengarang pria. Penelitian ini berfokus pada representasi feminisme dalam cerpen bertemakan perempuan dari pengarang dengan gender berbeda yang terdapat pada Cerpen “Laki-laki ke 1000 di ranjangku” karya Emha Ainun Nadjib dan cerpen “Air” karya Djenar Maesya Ayu ditinjau dari teori psikoanalisis. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan ekspresif. Pendekatan ini dilakukan untuk melihat bagaimanakah perbedaan aspek kejiwaan pengarang dengan gender berbeda dalam merepresentasikan feminisme. Instrumen dalam penelitian ini yaitu peneliti yang dibantu laporan pecatatan dan alat tulis. Teknik analisis data menggunakan metode content analysis yaitu dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta tentang Id, Ego dan Super Ego tokoh utama yang merupakan representasi dari Id, Ego Dan Super Ego Pengarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan cara representasi dari dua pengarang dengan gender berbeda. Keseluruhan wujud representasi tersebut tercermin dalam aspek psikologi berupa Id, Ego dan Super Ego yang terdapat pada watak tokoh utama, berupa konflik batin pada diri tokoh perempuan yang disampaikan dengan cara yang berbeda dan khas.
EKSPLORASI NILAI-NILAI KARAKTER DALAM KUNUN KERINCI Suci Maiza
EDU RESEARCH Vol 5 No 3 (2024): EDU RESEARCH
Publisher : IICLS (Indonesian Institute for Corporate Learning and Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47827/jer.v5i3.441

Abstract

This study aims to determine the structure, function, and environmental storytelling in folklore Kunun. This research aims to explore the values of character education contained in the Kunun Kerinci through the structure, function, and environmental storytelling in folklore Kunun. The method used descriptive method, the form of qualitative and structural approach. The data in this research are Kunun texts which are spread orally as well as references related to Kunun. Data in the form of oral texts that were collected were then analyzed through the stages of transcription, transliteration and translation which were then classified based on the problem formulation, namely structure, storytelling environment and social function. The theme raised in Kunun Kerinci is the social theme of family and community relations. The environment of Kunun storytelling includes the elements that tell the story or that bring it, the opportunity to carry it out, the purpose and relationship of the story with the surrounding environment. Kunun is spread across the Kerinci area, which contains character values ​​that can be used to support learning in schools, including being honest, doing good, being responsible, helping others, respecting parents and being disciplined.