Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Peran dan Kontribusi Dosen dalam Akreditasi Perguruan Tinggi dan Program Studi Arif Bulan
JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik Vol. 1 No. 1 (2023): JISOSEPOL : Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/zfg1er76

Abstract

Penelitian tentang peran dan kontribusi  dosen dalam akreditasi perguruan tinggi dan program studi sangat penting untuk dilakukan hal ini berkenaan dengan keberlanjutan sebuah institusi. Maka dari itu, peran dan kontribusi dosen wajib ada untuk mendukung keberlanjutan sebuah institusi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja peran dosen dalam akreditasi perguruan tinggi dan program studi, dan untuk mengetahui apa saja kontribusi dosen dalam akreditasi perguruan tinggi dan program studi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, di mana data diperoleh melalui wawancara. Adapun analisis data penelitian menggunakan analisis deskriptif. Hasil peneltian menunjukan (1) peran dosen dalam akreditasi perguruan tinggi dan program studi meliputi  pengembangan kurikulum, pelaksanaan pembelajaran, pengabdian kepada masyarakat, penelitian dan publikasi, pengembangan sumber daya manusia, Partisipasi dalam kegiatan evaluasi dan peningkatan, pengelolaan dan administrasi, pengambangan link dan jaringan, Pelibatan dalam pengembangan standard dan dokumen akreditasi. (2) Kontribusi dosen dalam akreditasi perguruan tinggi dan program studi meliputi pengembangan kurikulum, pengajaran berkualitas, pengabdian kepada masyarakat, penelitian dan publikasi ilmiah, mengikuti pelatihan dan pengembangan, partisipasi dalam organisasi dan manajemen perguruan tinggi, mentoring dan pembinaan, kolaborasi dan jaringan, dan berkontribusi dalam kegiatan akademik dan non akademik.
PERAN PENDAMPING PKH DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI KABUPATEN DOMPU: Arif Bulan*, Ilham Arif Bulan; Ilham
JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik Vol. 1 No. 2 (2023): JISOSEPOL : Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/98f36a17

Abstract

Penelitian mengenai peran pendamping PKH dalam upaya pencegahan stunting di Kabupaten Dompu sangat perlu untuk dilakukan, mengingat ini adalah suatu fenomena yang perlu diungkap. Selain itu, stunting merupakan isu yang sangat menarik untuk diteliti.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja peran pendamping PKH dalam upaya pencegahan stunting di Kabupaten Dompu. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan analisis kualitatif deskriptif. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah dua orang yang dipilih menggunakan teknik purposive. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif yang mencari pola peran yang muncul dari data wawancara yang dicari dan didapatkan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat tiga peran pendamping PKH dalam upaya pencegahan stunting adalah peran edukatif, peran fasilitatif dan peran teknis. Peran edukatif berkaitan dengan peran pembinaan dan pemberian materi stunting pada KPM PKH. Sementara, peran fasilitatif berkenaan dengan fasiltasi pencairan bansos dan penggunaan bansos untuk keperluan keluarga. Sedangkan peran teknis adalah berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi dan menggunakan teknologi.
A Literature Review on Environmental Literacy Among Senior High School Students in Indonesia Maimunah Ritonga; Ayu Andini; Arif Bulan
Jurnal Ilmiah Literasi Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/f3cm2745

Abstract

Environmental literacy has become an essential competency that senior high school students in Indonesia must possess to address sustainability challenges. This literature review aims to map the development of research on environmental literacy among high school students, including conceptual definitions, theoretical frameworks used, literacy levels based on empirical findings, and commonly applied assessment instruments. The results indicate that environmental literacy at the high school level generally falls into the moderate category, with students demonstrating relatively good basic environmental knowledge but lacking strong cognitive skills and pro-environmental behaviors. Previous studies also reveal that curriculum factors, school facilities, teacher pedagogy, family support, and exposure to digital media significantly influence the development of environmental literacy. The most widely used instruments include the MSELS, Environmental Attitude Scale (EAS), New Ecological Paradigm (NEP), as well as locally developed ESD-based questionnaires adapted to the Indonesian context. This review highlights the need for integrating Education for Sustainable Development (ESD) approaches, strengthening project-based pedagogy, and improving green school facilities to promote more comprehensive and action-oriented environmental literacy.
Readiness of Elementary School Teachers in Pajo District to Implement English Language Learning under the National Curriculum Arif Bulan; Risca Ariska Ramadhan; Desi Rubiyanti; Amron Zarkasih Ritonga; Maimunah Ritonga; Nur Wahyuni
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i1.915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan guru sekolah dasar di Kecamatan Pajo dalam mengimplementasikan pembelajaran Bahasa Inggris berdasarkan Kurikulum Nasional. Penelitian ini fokus pada tiga aspek utama yang mempengaruhi kesiapan guru, yaitu pengetahuan tentang kurikulum, keterampilan mengajar yang dimiliki, dan tantangan yang dihadapi dalam proses implementasi. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif dan metode kombinasi kuantitatif serta kualitatif, penelitian ini melibatkan survei dan wawancara dengan 10 guru di beberapa sekolah dasar di Kecamatan Pajo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar guru memiliki pemahaman dasar tentang kurikulum Bahasa Inggris, banyak guru yang merasa belum sepenuhnya siap dalam mengimplementasikan kurikulum tersebut secara efektif. Kesiapan ini terhambat oleh terbatasnya akses terhadap pelatihan yang relevan, serta kurangnya bahan ajar yang sesuai dengan kurikulum. Selain itu, guru juga menghadapi tantangan dalam menyesuaikan pengajaran dengan keberagaman kemampuan siswa, serta kesulitan dalam pengelolaan waktu akibat beban kerja yang tinggi. Penelitian ini menyarankan agar pihak berwenang, terutama pemerintah dan lembaga pendidikan, memberikan dukungan yang lebih besar berupa pelatihan berkelanjutan yang lebih terfokus dan penyediaan fasilitas yang memadai. Dengan adanya peningkatan dukungan ini, diharapkan implementasi kurikulum Bahasa Inggris di sekolah dasar dapat berjalan lebih efektif dan sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.