Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Sebelum Dan Sesudah Scaling Gigi Terhadap Jumlah Entamoeba gingivalis Pada Penderita Periodontitis Syawaliyah Sulastri; Ari Khusuma; Nurul Inayati; Erna Kristinawati
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v5i2.1988

Abstract

Periodontitis adalah peradangan pada gusi dan jaringan penyangga gigi. Faktor utama yang mempengaruhi perkembangan periodontitis adalah kebersihan mulut yang buruk dan keberadaan parasit seperti Entamoeba gingivalis . Scaling merupakan perawatan mekanis efektif untuk membersihkan plak, kalkulus, dan mikroorganisme dari permukaan gigi serta area bawah gusi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh scaling gigi terhadap jumlah Entamoeba gingivalis pada penderita periodontitis sebelum dan sesudah perawatan. Metode yang digunakan adalah desain pra-eksperimental dengan model One Group pretest-posttest . Populasi adalah penderita periodontitis yang menjalani scaling gigi di wilayah kerja Puskesmas Labuapi dan Banyumulek. Sampel diambil dari usap area gigi dan gusi, kemudian dianalisis menggunakan pewarnaan Giemsa. Data diuji secara statistik dengan uji Wilcoxon . Hasil menunjukkan dari 24 sampel, rata-rata jumlah Entamoeba gingivalis sebelum scaling adalah 3,13, sedangkan setelah scaling menurun menjadi 0,46. Uji statistik menghasilkan nilai signifikansi (p value) 0,000, yang berarti ada pengaruh signifikan scaling terhadap pengurangan jumlah Entamoeba gingivalis pada penderita periodontitis.
Pengaruh Lama Konsumsi Obat Tenofovir Terhadap Kadar Hemoglobin dan Nilai MCV (Mean Corpuscular Volume) Pada Penderita Hepatitis B putri utami; Erna Kristinawati; Nurul Inayati
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v5i2.1997

Abstract

Penggunaan Tenofovir jangka panjang pada penderita Hepatitis B dapat mempengaruhi hemoglobin dan nilai MCV. Efek samping obat tenofovir berpotensi mengganggu proses pembentukan sel darah merah melalui toksisitas, yang dapat menyebabkan anemia atau perubahan morfologi eritrosit. Oleh karena itu, pemantauan kadar hemoglobin dan MCV penting dilakukan untuk menilai dampak terapi jangka panjang terhadap kondisi hematologis penderita hepatitis B. Tujuan penelitiann untuk mengetahui pengaruh lama konsumsi obat tenofovir terhadap kadar hemoglobin dan nilai MCV (Mean Corpuscular Volume) pada penderita hepatitis B. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional, jumlah sampel sebanyak 24 penderita hepatitis B yang mengkonsumsi tenofovir dengan pemeriksaan kadar hemoglobin dan nilai MCV. Data yang dikumpulkan, kemudian dilakukan uji normalitas dengan uji Shapiro Wilks dan dilanjutkan dengan One Way Annova. Hasil penelitian mendapatkan rerata pada penderita Hepatitis B yang konsumsi tenofovir selama 3 bulan dengan kadar hemoglobin = 14,2 dan nilai MCV = 84,1. Penderita Hepatitis B yang konsumsi tenofovir selama 6 bulan didapatkan rerata kadar hemoglobin =12,2 dan nilai MCV = 89,0. Dan penderita Hepatitis B yang konsumsi tenofovir selama 12 bulan diperoleh rerata kadar hemoglobin = 9,8 dan nilai MCV = 76,3. Berdasarkan hasil uji One Way Annova didapatkan nilai (p: 0.003) dan (p: 0.032) < 0.05, yang disumpulkan ada pengaruh lama konsumsi obat Tenofovir terhadap kadar hemoglobin dan nilai MCV (Mean Corpuscular Volume) pada penderita hepatitis B.