Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Variasi Suhu Inkubasi Mempengaruhi Jumlah Sel Vegetatif dan Spora Bacillus Sphaericus Yunan Jiwintarum; Maruni Wiwin Diarti; Baiq Lely Zaeniati
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2021): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v15i1.415

Abstract

Aplikasi Bacillus sphaericus di lapang ditentukan oleh adanya inklusi kristal pada spora Bacillus sphaericus dan semua strain Bacillus sphaericus yang bersifat toksik terhadap nyamuk. Jumlahinklusi kristal pada spora dan sel vegetative Bacillus sphaericus sangat dipengaruhi oleh lingkungan inkubasinya, salah satunya adalah suhu inkubasi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu inkubasi terhadap jumlah sel vegetatif dan spora Bacillus sphaericus” pada media NYSM padat dan media NYSM cair.Penelitian ini merupakan penelitian Pre eksperimental di laboratorium, menggunakan 10 macam perlakuan variasi waktu inkubasi yaitu suhu 37 oC selama 1 hari, 2 hari, 3 hari,4 hari,5 hari, 6 hari, 7 hari,8 hari,9 hari dan 10 hari pada media NYSM padat dan NYSM cair. Data yang diambil yaitu jumlah sel vegetative Bacillus sphaericus dan jumlah spora Bacillus sphaericus Data dianalisisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan hari pertama dan kedua (1 hari dan 2 hari) rerata jumlah sel vegetative 85,7 sel dan spora 14,3 spora. hari ke 3 sampai dengan ke -10 secara berurutan jumlah sel vegetative adalah 60,7; 36,4 ,18,4 ;10,4, 8,4;7,7dan 0. Jumlah Spora Bacillus sphaericus secara berurutan mulai hari ke-3 sampai dengan hari ke-10 adalah 39,4 ,63,7 ,81,7, 89,7, 91,7 ,92,3 dan 100. Kesimpulan yaitu semakin lamanya waktu inkubasi menyebabkan jumlah sel vegetative semakin berkurang dan jumlah spora semaki bertambah
Pengaruh Lama Waktu Inkubasi Terhadap Morfologi Bakteri Neisseria gonorrhoeae Lu’lu’il Adawiyah; Maruni Wiwin Diarti; Erlin Yustin Tatontos
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 7, No 2 (2019): JKP Desember 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v7i2.83

Abstract

Lama waktu yang digunakan untuk menginkubasi bakteri akan mempengaruhi pertumbuhan bakteri tersebut secara makroskopis dan mikroskopis. Biakan bakteri pada kondisi inkubasi yang lama atau diatas waktu optimum yang diperlukan oleh bakteri untuk tumbuh akan mempengaruhi morfologi bakteri secara mikroskopis, bentuk bakteri akan berbeda dari bentuk dasarnya sehingga tidak dapat diamati dengan jelas karena pengaruh lama waktu inkubasi yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh lama waktu inkubasi terhadap morfologi bakteri Neisseria gonorrhoeae, penelitian ini bersifat pre-eksperiment yang menggunakan biakan murni bakteri Neisseria gonorrhoeae (gram negatif) dengan waktu inkubasi 24, 48, 72, dan 96 jam. Hasil preparat bakteri Neisseria gonorrhoeae diperoleh bentuk mikroskopis bakteri coccus pada lama waktu inkubasi 24 dan 48 jam dengan kategori baik. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa lama waktu inkubasi yang baik digunakan untuk mengamati morfologi bakteri Neisseria gonorrhoeae pada lama waktu inkubasi 24 dan 48 jam.
EDUKASI MASYARAKAT MELALUI AKTIVITAS RELAWAN NON MEDIS DALAM MEMUTUS RANTAI PENYEBARAN COVID-19 DI LINGKUNGAN CAKRANEGARA UTARA Maruni Wiwin Diarti; Yunan Jiwintarum; Awan Dramawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 2, No 1 (2020): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.635 KB) | DOI: 10.32807/jpms.v2i1.605

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). WHO sudah menetapkan Covid-19 sebagai pandemi. Virus Covid-19 umumnya ditransmisikan melalui kontak fisik erat dan percikan (droplet) dari saluran pernapasan, sedangkan transmisi melalui udara (airborne) dapat terjadi saat melakukan prosedur medis yang menghasilkan aerosol.  Cakranegara Utara merupakan salah satu kelurahan di Kota Mataram yang sampai dengan bulan Agustus 2020 masih ditetapkan sebagai Zona merah.  Peran masyarakat diakui cukup penting untuk menekan kasus Covid-19 yang terus bertambah.  Relawan non medis merupakan kelompok mahasiswa yang peduli terhadap Covid-19.  Pendekatan edukasi masyarakat melalui aktivitas relawan non medis dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat mencegah penyebaran Covid 19 di lingkungan Cakranegara Utara. Metode yang digunakan dalam Edukasi Masyarakat melalui aktivitas relawan non medis dalam memutus rantai penularan Covid-19 melalui ceramah, metode diskusi dan metode demonstrasi. Untuk mengetahui keberhasilan edukasi pada masyarakat melalui aktivitas relawan non medis ini dilakukan pretest dan posttest pada masyarakat. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai cara cuci tangan yang benar (WHO), Covid-19 dan pencegahannya dan Edukasi masyarakat melalui aktivitas relawan non medis dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tentang cara mencuci tangan dengan benar (WHO), Covid-19 dan cara pencegahannya, social distancing dan manfaat pengunaan masker untuk memutus rantai penularan Covid-19.
Virtual Reality Improves The Knowledge of Midwives in IUD (Intra Uterine Device) Training Intan Gumilang Pratiwi; Baiq Yuni Fitri Hamidiyanti; Achmad Arifin; Farid Husin; Rai Pandudita; Ristrini Ristrini; Adang Bachtiar; Gurendro Putro; Awan Dramawan; Maruni Wiwin Diarti
Jurnal Kesehatan Prima Vol 15, No 1 (2021): FEBRUARY
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkp.v15i1.641

Abstract

IUD family planning users continue to decline from the 2012 IDHS as much as 4.9%, in 2017 IDHS data of 3.9%. The Total Fertility Rate (TFR) in NTB Province was 2.8 children higher than the national target of 2.36 children. This study aims to analyze the application of virtual reality technology to increase midwives' knowledge in installing IUD. The design of this research design is a quasi-experiment with a pre-post non-equivalent control group design. This research design uses two groups: the case group (the group that is given treatment or intervention using virtual reality) and the control group (the group that is not given treatment or not using virtual reality). The number of samples in this study was 30 respondents for each group (treatment and control). The results of this study that the average knowledge after the intervention group training has a higher average than the average in the control group with a p-value (0.000) <α (0.05).
Optimal concentration of Syzygium aromaticum powder added to Anchovy TURLM Medium to Prevent The Degradation Shape of Mycobacterium tuberculosis Cells Rohmi Rohmi; Maruni Wiwin Diarti; Ayu Anulus; Yunan Jiwintarum
Jurnal Kesehatan Prima Vol 16, No 1 (2022): FEBRUARY
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkp.v16i1.834

Abstract

Alternative clinical diagnostic media for Mycobacterium tuberculosis (MTB) include Anchovy Sweet Seaweed Medium (TURLM). This media reported has good sensitivity and specificity, as well as growth speed, colony count, and fertility rates for MTB examination. In this study, six different types of clove flower powder were added to the TURLM media (Syzygium aromaticum). The goal of this study was to look at the vegetative shape of MTB bacteria in six different TURLM variations. This study was conducted at Microbiology Laboratory of the Medical Laboratory Technician Department at Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan in Mataram, Indonesia. These findings revealed that complete MTB vegetative cells were mostly found in TURLM media with the addition of 0.5 g clove flower powder
Penurunan Kadar Gula Darah Antara Yang Melakukan Senam Jantung Sehat Dan Jalan Kaki Yunan Jiwintarum; Iswari Fauzi; Maruni Wiwin Diarti; Indriyani Novia Santika
Jurnal Kesehatan Prima Vol 13, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.32807/jkp.v13i1.192

Abstract

Glukosa darah adalah gula yang terdapat dalam darah yang terbentuk dari karbohidrat dalam makanan dan disimpan sebagai glikogen dihati dan otot rangka. Otot akan menggunakan glukosa pada aliran darah untuk bahan bakar, jadi semakin dipakai semakin rendah kadar gula darah. Glukosa darah mengalami penurunan karena melakukan aktifitas fisik dengan intensitas sedang yang merupakan latihan aerobik yaitu seperti senam jantung sehat dengan jalan kakiUntuk mengetahui perbedaan penurunan kadar gula darah setelah berolahraga senam jantung sehat dengan jalan kaki. Desain penelitian Pra-eksperiment  menggunakan One group pretest-posttest dengan jumlah responden 30 orang. 15 responden senam jantung sehat dan 15 responden jalan kaki selama 20 menit. Data yang dikumpulkan berupa data hasil pemeriksaan kadar gula darah sebelum dan setelah berolahraga senam jantung sehat dengan jalan kaki.  Rerata hasil pemeriksaan kadar gula darah sebelum senam jantung sehat adalah 108,87 mg/dL dan setelah senam jantung sehat adalah 95.07 mg/dL, sedangkan kadar gula darah sebelum jalan kaki adalah 108,93 mg/dL dan setelah jalan kaki adalah 98,87 mg/dL.Berolahraga senam jantung sehat dengan jalan kaki selama 20 menit dapat menurunkan kadar gula darah. 
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMBUATAN WADAH PEMBUANGAN DAHAK BERBAHAN DAUN SIRIH - SEREH DALAM PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 dan ISPA DI DESA KARANG BAYAN Rohmi Rohmi; Maruni Wiwin Diarti; Yunan Jiwintarum; Lalu Srigede; Rabi&#039;unnisa Sulaimah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 3, No 2 (2022): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v3i2.869

Abstract

Spesimen dahak memiliki tingkat sensitivitas tertinggi kedua setelah spesimen cairan lavage Bronchoalveolar, yang menandakan jalan penularan cepat virus dan penyebab infeksi saluran nafas akut. Spesimen dahak yang dikeluarkan oleh masyarakat saat berludah banyak mengandung mikroba (virus,bakteri, jamur). Pemutusan penularan melalui dahak dapat diatasi dengan penyediaan tempat berludah yang mengandung desinfektan dan wadah tersebut harus terpapar sinar matahari, salah satunya adalah melalui pembuatan wadah dari botol bekas yang megandung desinfektan alami seperti sediaan simplisia daun sirih dan batang sereh. Kegiatan pengabdian masyarakat ini  bertujuan untuk mengedukasi ibu – ibu yang anggotanya berisiko ISPA dan Kader di Desa Karang Bayan dalam pengolahan bahan – bahan alam daun sirih dan sereh  melalui demostrasikan dan mendampingi dalam pemanfaatan wadah desinfektan berbahan daun sirih-sereh untuk pembuangan dahak dalam upaya pencegahan penyebaran bakteri penyebab ISPA dan Covid-19. Hasil dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini terjadi peningkatan pengetahuan kader dan ibu – ibu tentang cara pembuatan wadah ludah berdesinfektan daun sirih dan batang sereh, penularan Covid-19 dan penyakit ISPA, pencegah dan penanggulangan Covid-19 dan penyakit ISPA.  Kesimpulan Terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan  Ibu – ibu dan kader dalam pemanfaatan wadah desinfektan berbahan daun sirih-sereh untuk pembuangan dahak dalam upaya pencegahan penyebaran bakteri penyebab ISPA dan Covid-19
Bacterial Culture Streak Method for Inventory of Enterobacteriaceae Causes Diarrhea in the Body of House Fly (Musca Domestica) Urip Urip; Titin Emilia Nirmala Sari; Maruni Wiwin Diarti; Erlin Yustin Tatontos
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2023): January
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i1.2513

Abstract

Diarrhea is an endemic disease in Indonesia and is a potential disease Extraordinary Events (KLB) which are often accompanied by death. Based on data on diarrhea cases at the Narmada Community Health Center in 2017 there were 1.679 cases of diarrhea from 11 villages in Narmada District. One of the causes of these cases of diarrhea is the presence of house flies as a vector carrying disease. The purpose of this study was to determine the bacterial culture of the streak method for inventory of Enterobacteriaceae of diarrhea in the body of the house fly (Musca domestica). This research is descriptive observational. The sample in this study were 30 Musca domestica which were captured in the Kramajaya village environment in Nutrienth Agar Plate (NAP) and Mac Conkey Agar (MCA) media as well as the INVIC MUTSI Biochemical Test media on bacterial colonies that needed further identification to determine species. The analysis of the results was carried out descriptively. The identification results were found in the family Enterobacteriaceae genus Enterobacter agglomerans in the body of the house fly (Musca domestica) samples taken from the landfill and the family Moraxellaceae family genus Acinetobacter baumannii taken from the kitchen and home terrace